Demi Obati Katarak dan Sesuap Nasi, Kakek Sebatang Kara Ini Rela Edarkan Kotak Amal Masjid Tiap Jumat


Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Mbah Mustakin kakek tua yang hidup sebatangkara dengan berpenghasilan Rp 175 ribu untuk kebutuhan makan selama satu minggu hasil mengedarkan infaq Masjid Nurul Hidayah yang di lakukan setiap hari jumat.

Warga jalan sepatu kelurahan Karang Raja ini tak lepas dari bantuan warga sekitar yang sudah menetap di sebuah gubuk yang hampir roboh dan tak layak untuk dihuni.

Air mata sang kakek mengalir dengan sendirinya saat ditanya tak pernah dapat bantuan pemerintah baik KIS (Kartu Indonesia Sehat) maupun PKH (Program Keluarga Harapan) yang memang dibutuhkan oleh warga yang miskin.

Kakek 83 tahun itu mengaku, kalau bantuan KIS maupun PKH tak pernah didapatnya meski sudah hidup 10 tahun tanpa didampingi keluarga.

"Setiap hari Jum'at saya mengedarkan infaq masjid Nurul Hidayah dan hasilnya nanti dibagi dua oleh pihak masjid, meskipun dengan mata yang sudah tak jelas lagi terpaksa keliling," katanya.

Meskipun tak kuat lagi karena usia Mbah Mustakin sudah renta, namun semangat mencari pundi-pundi rupiah demi untuk makan, bayar sewa rumah dan mengobati matanya yang katarak terus dilakukan.

"Pak Walikota tolong bantu, saya sangat berterima kasih jika diperhatikan pemerintah, bantuan jaminan kesehatan maupun PKH tak pernah saya dapat dan rumahpun sewa Rp 150 ribu perbulan," rintihnya dengan airmata mengalir.

Sementara itu Subandi selaku ketua RT 03 Kelurahan Karang Raja mengatakan, jika mbah Mustakin sudah didata agar mendapat bantuan KIS.

"Saya baru dipilih menjadi RT jadi semua warga dianjurkan untuk mengumpulkan KK termasuk Mbah Mustakin dan itu sudah dilakukan," ucapnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Gunawan Lurah Karang Raja mengungkapkan, jika Kakek Mustakin sudah didata untuk didaftarkan KIS jaminan kesehatan.

"Kita sudah turun ke lapangan untuk mendata Mustakin bahkan uang pribadi maupun kantor sampai-sampai di keluarkan untuk menolongnya," tutur Gunawan.

"Saya juga akan adakan bimbingan terhadap RT dan RW di kelurahan Karang Raja banyaknya warga yang tidak tepat sasaran dari pendapatan PKH maupun KIS dan ini jadi evaluasi kedepannya untuk didata ulang," jelasnya saat dikonfimasi melalui via telpon Sabtu (26/01/2020).

Terpisah, Camat Kecamatan Prabumulih Utara, Joni Panhar menuturkan, kalau masalah ini baru diketahui dan belum ada laporan dari kelurahan karang raja.

"Saya baru mengetahuinya dan sampai sekarang belum ada laporan dari pihak kelurahan dan mungkin akan koordinasi dengan pihak kelurahan berupa apa saja yang bisa dibantu kita juga akan telusuri apa penyebab bisa salah sasaran, akan kita tindaklanjuti dalam minggu ini," bebernya.(Ing)
Share:

0 komentar:

Posting Komentar


Portalsriwijaya.com

Arsip