Antisipasi Penyebaran Covid, Tim Gugus Tugas Prabumulih Rapid Tes Karyawan dan Pengunjung Citimall

Mengantisipasi angka penyebaran Covid 19 di Kota Prabumulih, Dinas Kesehatan Prabumulih melakukan Rapid test dadakan dan penyemprotan disinfektan di Citimall

Curi Kotak Amal Masjid Al Muhtadin, Remaja Asal Talang Padang Ini Babak Belur Dihajar Massa

Remaja berinisial AA (16 tahun) melakukan pencurian Kotak Amal di Masjid Agung Al-Muhtadin Kelurahan Batu Belang Kaya Kecamatan Muaradua.

PT BA dan Kadin Muaraenim Jalin Kerjasama Kembangkan Tanaman Rosela Untuk Sejahterakan Warga

PT Bukit Asam dan Kadin Muara Enim resmi jalin kerjasama pembinaan terhadap para calon Petani Rosela di Kabupaten Muara Enim.



Waspada Virus Corona, Dinas Kesehatan Prabumulih Sebar Edaran Hati-hati

Ruang Isolasi

Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Virus corona merupakan virus mematikan yang berasal dari negara china dan saat ini sudah mulai menyebar ke negara lain terutama indonesia.

Dengan adanya virus corona ini Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Prabumulih mengeluarkan surat edaran ke seluruh Puskesmas bahkan masyarakat untuk tetap waspada dan melakukan pencegahan terhadap virus mematikan ini.

Kepala Dinas Kesehatan Pemkot Prabumulih, dr H Happy Tedjo Tjahyono mengatakan, rumah sakit umum daerah sudah menyiapkan ruang isolasi dan tenaga medis ahli terkait penanggulangan virus tersebut.

"Kita sudah mengeluarkan surat edaran setelah diadakan rapat dengan pihak rumah sakit untuk menyiapkan ruang khusus dan tenaga medis ahli guna menanggulangi dan mencegah virus yang menular tersebut," kata pria yang akrab disapa dr Tedjo ini kepada Portalsriwijaya.com, Jumat (31/01/2020).

Ketika ditanya apakah sudah ada dugaan warga asing yang mengidap virus corona, Kepala Dinas Kesehatan menjelaskan, kalau untuk pasien di Prabumulih belum ada namun pencegahan untuk menanggulangi virus ini sudah disiapkan oleh pihak rumah sakit.

"Kasus ini sama seperti flu burung atau sars namun efek kematian akibat virus ini lebih cepat dibandingkan yang lainnya karena menyerang paru-paru yang menyebakan infeksi," jelas tedjo.

Sementara itu Kepala Ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD kota Prabumulih, dr Dwinta mengungkapkan, sejauh ini pihak rumah sakit sudah menyiapkan tiga ruang isolasi demi meningkatkan kewaspadaan dan kesiagaaan terhadap virus corona.

"Kita sudah menyiapkan tiga ruang isolasi khusus di rumah sakit ini untuk pasien yang nantinya mengidap virus corona dan tenaga medis ahli. Kita juga membentuk tim dari dokter, perawat dan petugas lainnya guna menindaklanjuti virus tersebut," ucapnya.

"Apabila ternyata ada pasien terindikasi virus corona maka untuk tindak selanjutnya akan kami pindahkan ke rumah sakit Palembang karena dari alat medis disana dinyatakan lebih lengkap," bebernya. (Ing)
Share:

Bersembunyi ke Pali, Pelaku Penggelapan Motor Diringkus Polisi



Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Satuan Reskrim (Satreskrim) Polsek Prabumulih Barat berhasil meringkus seorang tersangka penggelapan 1 unit R2 merk Honda Vario warna biru putih, pada Jumat (31/01/2020).

Pelaku yakni Eko Fuji Setiawan (32) yang merupakan warga Jalan Pertiwi Gang Nangka 2 Kelurahan Muntang Tapus Kecamatan Prabumulih Barat.

Eko diamankan petugas saat berada di rumah temannya di Desa Purun Kabupaten Pali. Dari tangan pelaku berhasil diamankan barang bukti berupa 3 (tiga) lembar baju yang didapat dari hasil kejahatan.

Selanjutnya guna kepentingan penyelidikan dan proses lebih lanjut, pelaku berikut barang bukti digelandang ke Mapolsek Prabumulih Barat.

Informasi berhasil diamankan, diringkusnya Eko bermula dari laporan Yudi Hartanto (23) yang merupakan warga jalan Asrama blok 6 Kecamatan Kalidoni Kota Palembang.

Dalam laporannya, Yudi mengaku anak ibu kost tempat dirinya tinggal yakni Eko meminjam motor untuk suatu keperluan namun tak kunjung kembali.

Yudi telah berusaha menghubungi dan mencari ke rumahnya namun motor kesayangannya tak kunjung kembali.

Kesal dengan ulah Eko, Yudi lalu melaporkan apa yang dialaminya itu ke perugas kepolisian sektor Prabumulih Barat.

Mendapat laporan itu, petugas langsung melakukan penyelidikan dan mendapat informasi jika pelaku tengah bersembunyi di Pali.

Tak ingin buruannya kabur, petugas langsung meringkus Eko di kediaman temannya di desa Purun Kabupaten Pali.

Kapolres Prabumulih, AKBP I Wayan Sudarmaya melalui Kapolsek, AKP Murshal Hadi didampingi Kanit Reskrim, Ipda Darmawan mengungkapkan pelaku diringkus ketika sedang sedang berada di rumah temannya di desa purun kabupaten Pali.

"Pelaku diringkus tanpa perlawanan oleh petugas kami dan masih menjalani pemeriksaan terhadap pelaku," tegasnya.(Ing)
Share:

Keluarga Pajero Indonesia Kota Prabumulih Fokus Gelar Kegiatan Sosial dan Ajang Silaturahmi


Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Komunitas pencinta pajero Indonesia tidak hanya melakoni kegiatan touring maupun kumpul bersama namun juga mengadakan kegiatan sosial guna mempererat tali silaturahmi sesama yang membutuhkan.

Keluarga pajero indonesia (KPI) sebuah komunitas yang baru berjalan 3 bulan ini membuat terobosan program kegiatan sosial salah satunya dengan membuka warung nasi baru (bayar seribu) untuk masyarakat yang membutuhkan.

Ketua Keluarga Pajero Indonesia (KPI) Prabumulih, Budi Kumbang mengatakan, kegiatan sosial warung seribu ini akan menjadi agenda rutin kita dan akan terus berjalan.

"Awalnya kita memang sering kumpul bersama dan hanya ngobrol biasa secara tidak sengaja dari pada kita touring mending kita isi dengan kegiatan sosial akhirnya kita buat kesepakatan untuk membuat program yang bisa menolong orang banyak dengan menyisihkan sedikit rezeki salah satunya warung seribu yang dijalani sekarang," ujar Budi.

Kepada wartawati portalsriwijaya.com Budi menuturkan, kegiatan sosial akan menjadi kegiatan rutin bagi keluarga pajero indonesia yang beranggotakan 23 orang.

"Kegiatan sosial ini akan menjadi agenda rutin KPI yang tidak hanya buka warung seribu namun rencana nya nanti kita akan isi dengan program terbaru dengan bisa bekerja sama terhadap pemerintah maupun masyarakat nantinya," kata Budi.

Sementara itu menanggapi hal tersebut Hendri selaku pembeli warung nasi baru (bayar seribu) mengungkapkan, salut kepada komunitas ini dia mengadakan kegiatan sosial dengan cara yang berbeda dan unik.

"Saya pertama kali mendengar Komunitas ini dari sebuah warung baru (bayar seribu) dan mengadakan kegiatan sosial dengan cara yang berbeda dan unik dengan uang seribu rupiah sudah dapat nasi dan lauk pauk ini sungguh luar biasa," ucap Hendri.

"Kami juga selaku masyarakat berharap semoga kegiatan sosial dari KPI dapat terus berjalan salah satunya dengan warung bayar seribu ini karena ini sangat membantu orang banyak dan kalau bisa buat terobosan-terobosan baru yang dibutuhkan orang banyak," harapnya.(Ing)
Share:

Deklarasi Tingkatkan Kinerja, Rutan Prabumulih Targetkan 2020 Raih Predikat WBK dan WBBM


Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Seluruh jajaran pegawai Rutan kelas IIB Prabumulih, pada Selasa (28/01/2020) melaksanakan deklarasi janji kerja guna meningkatkan kinerja pegawai.

Kegiatan yang digelar setiap awal tahun itu dilakukan sebanyak 75 pegawai Rutan Prabumulih guna menghadapi tantangan kerja yang semakin berat bagi Kementeran Hukum dan HAM (Kemenkumham) pada tahun ini.

Dalam ikrar janji kerja tersebut Kepala Rutan Kelas IIB Prabumulih, Reza Meidiansyah Amd IP SH mengatakan, janji kinerja ini adalah bagian dari pondasi yang menjadi dasar dalam bekerja dan berkinerja seluruh pegawai di kemenkumham.

"Ikrar janji kerja ini memang harus wajib dilaksanakan setiap tahunnya karena ini menjadi dasar dalam bekerja secara Profesional, Akuntabel, Sinergi, Transparan dan Inovatif (PAST)," ujar Reza.

Berbicara mengenai terget yang akan dicapai ditahun 2020, Reza menuturkan pihaknya optimis akan meraih predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) yang saat ini belum dicapai rutan prabumulih.

"Dengan dedikasi, loyalitas, kinerja serta kekompakan kita yakin target untuk meraih WBK, salah satunya dengan menyediakan sumber daya manusia yang unggul, terbuka dan transparan," jelasnya.

Sementara itu Masubsi Pelayanan Tahanan, Efan Armen menambahkan, tak hanya WBK namun target WBBM juga harus dicapai dengan kinerja maupun pelayanan Rutan Prabumulih akan lebih ditingkatkan lagi.

"Kita juga harus berhasil capai Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) dan juga target penghasilan dari program kita seperti yang sekarang di jalani dengan ternak ayam, bebek, dan pencetakan batako yang sudah dijalani selama 1,8 tahun ini dan harus ada target 7 miliar setiap tahunnya," kata Efan.

"Dengan modal integeritas yang kuat, selalu kita kokohkan setiap tahun melalui Pencanangan zona integritas dan Penandatanganan Fakta Integritas, saya yakin kedepan jumlah satuan kerja kita jika mendapatkan predikat WBK dan WBBM akan semakin meningkat," harapnya.(Ing)
Share:

Heri Satria Dapat Toyota Innova Dalam Undian Tabungan Pesirah Bank Sumselbabel


Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Bank Sumsel Bangka Belitung (sumselbabel) cabang kota prabumulih setiap tahunnya menggelar undian berhadiah galrand prize bagi tabungan pesirah di periode 2019 pada 27 Januari 2020.

Dalam acara tersebut beberapa pejabat seperti Walikota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM, tokoh agama H Lukman Hakim, direktur bank sumsel babel cabang prabumulih, Robert, mantan walikota Prabumulih H Rahman Djalili dan para pejabat serta perwakilan instansi lainnya hadir salam acara.

Ucapan syukur disampaikan Kepala Bank Sumselbabel Cabang Prabumulih, Barita Robert karena dapat kembali menggelar gebyar undian berhadiah bagi para penabung bank sumselbabel pesirah bagi cabang kota prabumulih dan cabang pembatu (capem) Gelumbang.

"Alhamdulillah kita bisa kembali menggelar undian berhadiah Tabungan pesirah yang memiliki banyak keunggulan dan kesempatan untuk memenagkan undian grandprize berupa 1 unit mobil toyota innova, laptop, TV LED, Lemari Es dan Sepeda Motor," terangnya.

"Ini juga sebagai bukti nyata dan komitmen kami untuk lebih meningkatkan mutu layanan dan kepuasan bagi seluruh nasabah yang telah percaya menjadi nasabah bank sumselbabel tentunya," ucap pria yang akrab disapa Robert ini.

Dalam undian tersebut keberuntungan didapatkan Heri Satria yang berhasil membawa pulang 1 unit mobil toyota innova sebagai pemenang hadiah utama pada tabungan pesirah bank sumselbabel.

Sementara itu Walikota Prabumulih Ir H Ridho Yahya MM mengungkapkan, teruslah menjadi bank yang dipercaya nasabah dan ucapan selamat disampaikan kepada pemenang utama undian grand prize berhadiah tabungan pesirah.

"Selamat kepada pemenang dan untuk bank sumselbabel agar mutu pelayanan lebih ditingkat lagi jangan sampai membuat nasabah kecewa apalagi sekarang sudah mendapat saham anggaran yang ditambah oleh DPRD Prabumulih," pesannya.(Ing)
Share:

Ketua Pemuda Pancasila Prabumulih Tak Kuasa Tahan Air Mata Saat Beri Bantuan Mbah Mustakin


Rifky meneteskan air mata saat melihat kakek Mustakin

Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Masih ingat dengan kisah Mbah Mustakin seorang kakek 83 tahun yang hidup sebatang kara, kini sudah berpindah meskipun dengan rumah yang kecil namun layak untuk dijadikan tempat tinggal.

Tidak hanya tempat tinggal yang telah pindah, kakek Mustakin bahkan telah mendapat bantuan dari berbagai kalangan termasuk dari Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila kota Prabumulih.

Ketua MPC Pemuda Pancasila Prabumulih, Rifky Baday Baihaqqi SH Mkn yang juga merupakan notaris langsung menyambangi kediaman Mustakin.

Namun saat ketua MPC Pemuda Pancasila dan jajaran menyambangi Mustakin, sang kakek justru masih berasa di rumah gubuk reot yang selama ini ditempatinya.

Menggunakan peci biru dan baju batik, sang kakek tersebut tampak murung dan dengan tatapan kosong serasa enggan meninggalkan tempat yang dihuninya puluhan tahun itu.
Rifky Baday yang datang dan menyaksikan sang kakek tengah duduk digubuk seorang diri langsung tak kuasa menahan air mata.

Pria yang bertubuh tegap ini tak kuasa melihat sang kakek sebatang kara duduk melamun menatap dinding dan halaman dengan mata kosong.

"Membaca kisahnya di media saja saya sedih apalagi menyaksikan langsung, saya sangat prihatin kepada mbah Mustakin ternyata masih ada dikota kecil ini yang nasibnya seperti ini dan membutuhkan bantuan," ucap Rifky dengan mata dipenuhi butiran air mata.

Menurut Rifky jika menemukan warga yang bernasib sama dengan sang kakek tersebut tidak mesti harus menunggu bantuan pemerintah namun semua orang yang mampu harus bersama memberikan bantuan.

"Sangat sedih rasanya melihat nasib kakek Mustakin, tidak harus menunggu pemerintah membantu untuk memberikan bantuan juga, prihatin ditengah kota yang mewah beliau hidup sendirian," katanya lirih.


Pria yang akrab disapa pak cik rifky ini mengaku, ia bersama rekan-rekan prihatin dan memberikan sedikit bantuan berupa barang dan sedikit dana untuk kebutuhan Mbah Mustakin sehari-hari.

"Saya disini hanya bisa membantu apa yang diperlukan berupa kasur, kipas angin, bantal, baju, selimut dan kipas angin yang pastinya untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari," tuturnya.

Dari kehidupan Mbah Mustakin, Rifky mengajak semua untuk intropeksi diri kalau hidup ini harus semangat karena kisahnya yang mengedarkan sebuah kotak infaq setiap hari jumat dengan mata yang katarak dan menua tapi tetap semangat mencari nafkah demi sesuap nasi.

"Ini sungguh luar biasa dijalani oleh Mbah Mustakin, dia sebatang kara dan tidak ada tempat menceritakan apa yang dialaminya dan apa keluh kesahnya," kata Rifky sedih.

Kakek Mustakin yang didatangi rombongan MPC Pemuda Pancasila turut menitikan air mata dan haru karena mendapat perhatian.

Bagi Mustakin dirinya diperhatikan dan diajak ngobrol saja sangat senang, terlebih diberikan bantuan perlengkapan dan keperluan sehari-hari.

"Terima kasih ini sangat berharga bagi saya, tetaplah semangat dan kerja keras semoga rezekinya berlimpah. Bagi yang masih bisa melakukan apapun supaya manfaatkan waktu dengan sebaiknya," pesannya.(Ing)

Share:

PDI Perjuangan Targetkan Jadi Pemenang Pilkada dan Pileg 2024 di Prabumulih, Kader Harus Jadi Walikota


Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Prabumulih memargetkan menjadi partai pemilu baik Pemilihan Legislatif maupun pemilihan kepala daerah (Pilkada) Prabumulih pada tahun 2024 mendatang.

Hal itu di ungkapkan oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), HM Giri Ramanda Nazarudin Kiemas saat menghadiri acara HUT PDI Perjuangan ke 47 di Kantor DPC PDI Perjuangan Prabumulih Jalan Bukit Lebar Kelurahan Karang RajabKecamatan Prabumulih Timur, pada Sabtu (25/01/2020).

"Setelah dari tahun 2019 kita bisa meningkatkan kembali kursi kita di DPRD Kota Prabumulih dari 2 menjadi 3, serta menjadi wakil ketua, dan untuk target di tahun 2024 mendatang kita harap Kader dari PDI-P dapat menduduki Kursi Ketua DPRD Kota Prabumulih dan Kursi Walikota Prabumulih," katanya.

Disinggung langkah apa yang akan di laksanakan untuk menuju tahun 2024 nanti, Giri mengatakan pihaknya akan melaksanakan konsolidasi organisasi yang akan di laksanakan dalam 6 bulan ke depan dengan melaksanakan evaluasi dan Konsolidasi Organisasi mulai dari tingkat, anak ranting, ranting atau dari tingkat RW sampai tingkat Kecamatan.

Lebih lanjut, Giri menuturkan, setiap kegiatan dan evaluasi yang akan di laksanakan setiap tahunnya untuk menuju Tahun 2024 itu adalah tugas DPC yang mengawasi struktural di bawahnya dan menjalankan program-program untuk menuju target 2024.

"Saya berharap DPC PDI-P Kota Prabumulih agar selalu kompak dan tetap solid serta dapat berjuang bersama masyarakat agar di tahun 2024 PDI-P menjadi pemenang Pemilu di Kota Prabumulih," tuturnya seraya mengatakan akan membuat file project untuk Kabupaten OKU Timur, OKU Selatan dan OKU Induk menjadi kota percontohan saat melakukan Pilkada di Tahun 2019 ini.

Sementara itu, Ketua DPC Partai PDI Perjuangan Kota Prabumulih Ir Dipe Anom mengatakan pihaknya sangat optimis akan memenangkan pemilu di tahun 2024.

“Sesuai target yang di sampaikan oleh DPD kemarin kita harus bisa memenangkan Pemilu di periode selanjutnya dan kita juga mempunyai keyakinan Insya Allah di pemilu yang akan datang kita dapat memenangkan pemilu dan dapat merebut kembali kursi Ketua DPRD karena sejauh perjalanan Politik di Kota Prabumulih belum pernah dua kali berturut-turut menjabat ketua DPRD Kota Prabumulih," jelasnya.

Lebih lanjut, Pria yang lebih akrab di sapa Anom ini menuturkan ke sodilaritas internal partai akan di tunjang oleh 3 pilar partai karena di Legislatif mereka mempunyai 3 orang wakil dan di kursi Eksekutif mereka mempunyai Wakil Wali Kota Prabumulih.

“Dengan ini mudah-mudahan dapat mewujudkan cita-cita partai yang menargetkan di tahun 2024 untuk menjadi partai pemenang pemilu," harapnya.(Ing)
Share:

Demi Obati Katarak dan Sesuap Nasi, Kakek Sebatang Kara Ini Rela Edarkan Kotak Amal Masjid Tiap Jumat


Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Mbah Mustakin kakek tua yang hidup sebatangkara dengan berpenghasilan Rp 175 ribu untuk kebutuhan makan selama satu minggu hasil mengedarkan infaq Masjid Nurul Hidayah yang di lakukan setiap hari jumat.

Warga jalan sepatu kelurahan Karang Raja ini tak lepas dari bantuan warga sekitar yang sudah menetap di sebuah gubuk yang hampir roboh dan tak layak untuk dihuni.

Air mata sang kakek mengalir dengan sendirinya saat ditanya tak pernah dapat bantuan pemerintah baik KIS (Kartu Indonesia Sehat) maupun PKH (Program Keluarga Harapan) yang memang dibutuhkan oleh warga yang miskin.

Kakek 83 tahun itu mengaku, kalau bantuan KIS maupun PKH tak pernah didapatnya meski sudah hidup 10 tahun tanpa didampingi keluarga.

"Setiap hari Jum'at saya mengedarkan infaq masjid Nurul Hidayah dan hasilnya nanti dibagi dua oleh pihak masjid, meskipun dengan mata yang sudah tak jelas lagi terpaksa keliling," katanya.

Meskipun tak kuat lagi karena usia Mbah Mustakin sudah renta, namun semangat mencari pundi-pundi rupiah demi untuk makan, bayar sewa rumah dan mengobati matanya yang katarak terus dilakukan.

"Pak Walikota tolong bantu, saya sangat berterima kasih jika diperhatikan pemerintah, bantuan jaminan kesehatan maupun PKH tak pernah saya dapat dan rumahpun sewa Rp 150 ribu perbulan," rintihnya dengan airmata mengalir.

Sementara itu Subandi selaku ketua RT 03 Kelurahan Karang Raja mengatakan, jika mbah Mustakin sudah didata agar mendapat bantuan KIS.

"Saya baru dipilih menjadi RT jadi semua warga dianjurkan untuk mengumpulkan KK termasuk Mbah Mustakin dan itu sudah dilakukan," ucapnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Gunawan Lurah Karang Raja mengungkapkan, jika Kakek Mustakin sudah didata untuk didaftarkan KIS jaminan kesehatan.

"Kita sudah turun ke lapangan untuk mendata Mustakin bahkan uang pribadi maupun kantor sampai-sampai di keluarkan untuk menolongnya," tutur Gunawan.

"Saya juga akan adakan bimbingan terhadap RT dan RW di kelurahan Karang Raja banyaknya warga yang tidak tepat sasaran dari pendapatan PKH maupun KIS dan ini jadi evaluasi kedepannya untuk didata ulang," jelasnya saat dikonfimasi melalui via telpon Sabtu (26/01/2020).

Terpisah, Camat Kecamatan Prabumulih Utara, Joni Panhar menuturkan, kalau masalah ini baru diketahui dan belum ada laporan dari kelurahan karang raja.

"Saya baru mengetahuinya dan sampai sekarang belum ada laporan dari pihak kelurahan dan mungkin akan koordinasi dengan pihak kelurahan berupa apa saja yang bisa dibantu kita juga akan telusuri apa penyebab bisa salah sasaran, akan kita tindaklanjuti dalam minggu ini," bebernya.(Ing)
Share:

Target Tingkatkan Prestasi Olahraga Sumsel, KONI Sumsel Dilantik 26 Januari 2020

Foto IST/Instagram
KONI Sumsel foto bareng KONI Pusat

Palembang, Portalsriwijaya.com - Pelantikan Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sumatera Selatan Periode 2020-2024, dijadwalkan akan diselenggarakan pada Minggu (26/1/2020) mendatang di Hotel The Zuri Palembang.
Penegasan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua KONI Sumsel, Hendri Zainuddin saat menggelar konferensi pers bersama awak media di Sekretariat KONI Sumsel, pada Kamis (23/1/2020) lalu.

"Pelantikan rencananya akan dilakukan pada Minggu (26/1/2020) sekitar pukul 15.00, yang dilantik sebanyak 160 orang pengurus dan Satuan Tugas (Satgas). Memang kepengurusan kita agak gemuk tapi sehat," ungkap Hendri Zainuddin.

Hendri Zainudin menuturkan, kepengurusan KONI terbilang gemuk karena banyaknya insan olahraga yang sekarang ini adalah orang-orang yang memang konsentrasi di Cabor serta memiliki potensi dan energi positif untuk membangun prestasi olahraga di Sumsel.

"Dulu kepengurusan 90 pengurus, sekarang 160 dan itu masih terbilang wajar karena walau pengurusnya gemuk, tapi kalau dapat disalurkan dengan baik maka akan berdampak positif untuk organisasi dan masyarakat," terangnya.

Lebih lanjut Hendri Zainudin menjelaskan, jika nanti para pengurus akan ada fakta integritas dimana dalam jangka waktu enam bulan tidak efektif maka dilakukan pergantian. "Tidak efektif akan kita reshuffle, jangka waktu enam bulan," bebernya.

Hendri mengaku pada pelantikan pengurus KONI kedepan merupakan momentum kebangkitan olahraga di Sumsel serta peningkatan trend prestasi apalagi trend prestasi di Sumsel sejak tahun 2005, 2008 maupun 2012 cenderung menurun.

"Hal itu banyak faktor namun banyak juga atlet kita yang berhasil lolos ke PON 2020 di Papua. Tugas berat kita memperbaiki prestasi di PON 2020, kita tidak target dulu karena belum tahu dari Pembinaan dan Prestasi (Binpres) dan target kita perbaiki peringkat, paling tidak yang berpotensi 10 emas," tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Provinsi Sumsel, Suparman Romans menambahkan, jika acara pelantikan pengurus akan dihadiri Ketua KONI Pusat, Marciano Norman bersama enam orang rombongan.

"Kita sudah sesuaikan jadwal dan mudah-mudahan Gubernur Sumsel Herman Deru hadir," ujarnya.

Suparman menjelaskan, kepengurusan KONI Sumsel gemuk karena mengakomodir insan olahraga, Cabor, KONI Kabupaten Kota dan tokoh olahraga.

"Awalnya kita ajukan 260 orang, setelah dikoreksi KONI Pusat kita sepakat 160 pengurus. Kenapa gemuk, ya karena kita tidak mau mematikan semangat pengurus dan yang tidak terakomodir kita bentuk Satgas sebanyak 60 orang. Tugas satgas melakukan monitoring terhadap PON 2020, menjadi tim Talent Scouting cari bibit atlet di PON Papua," tegasnya. (YAN)
Share:

Malam Jelang Imlek, Puluhan Umat Budha Prabumulih Gelar Ritual Keagamaan di Vihara Prajna Maitreiya


Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Malam jelang Tahun Baru Imlek puluhan umat beragama budha lakukan ritual yang dilaksanakan di Vihara prajna Maitreiya berada depan Kantor Lurah Pasar 1 Prabumulih Utara.

Ratusan lampion warna warni menghiasi vihara khas dari perayaan imlek yang setiap tahunnya diperingati umat beragama Budha.

Ketua Perwakilan Umat Budha Indonesia (walubi) Kota Prabumulih Dr. Suandi mengatakan, tahun baru imlek ini merupakan tahun baru yang penuh dengan keceriaan.

"Semoga di Tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya karena masyarakat thionghoa menyebutnya dengan shio tikus yang merupakan shio tertinggi dari shii yang lainnya," kata Suandi.

Ditanya target lampion tahun ini Ketua Walubi Kota Prabumulih mengungkapkan, festival maupun lampion di prabumulih hanya festival yang kecil.

Untuk tahun ini hanya menyediakan 100 lampion saja dan yang paling banyak ada pada vihara prajna Maitreiya dengan makna sebagai penerang umat manusia dari kegelapan dan melambangkan keceriaan karena shio tikus ini memang kecil namun shio yang paling tinggi dari yang lainnya,"jelasnya.

"Kami masyarakat thionghoa juga mengharapkan semoga umat Budha bisa mencapai penerangan dan lebih baik lagi dari tahun sebelumnya bersihkan hati sehingga rezeki bisa datang kepada kita,"ucapnya.

Secara Terpisah, Kapolsek Prabumulih Barat AKP Murshal menyatakan kalau pengamanan menjelang Tahun Baru imlek masih kondusif dan aman.

"Malam ini kita fokus pada 1 titik vihara yakni vihara prajna maitreiya pada malam ini kita selalu standby sampai lakukan ritual bersama umat budha lainnya karena toleransi dan kekeluarga antar umat beragama di prabumulih masih tinggi,"ungkap AKP Murshal saat diwawancara, jumat (24/01/2020).

"Polres Prabumulih sendiri mengerahkan 20 personil demo keamanan menjelang hari raya esok sampai puncak tahin baru imlek,"tandasnya.(Ing)
Share:

Kapolres Prabumulih Beri Bantuan Rahiza Balita 2 Tahun Kurang Gizi


Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Setelah viralnya Rahiza seorang balita 2 tahun yang mengalami kurang gizi akibat keterbatasan ekonomi, Kapolres Prabumulih bersama jajaran beserta dokter forensik polres dan Lurah Gunung Ibul Barat Kota Prabumulih menyambangi rumahnya yang berada di jalan Sukarela RT 04 RW 01 kelurahan Gunung Ibul Barat Kecamatan Prabumulih Timur.

Kapolres beserta jajaran memberikan bantuan berupa konsumsi harian balita berupa susu, beras, roti dan makanan lainnya diberikan kepada orang tuanya guna kebutuhan keseharian untuk Rahiza.

Kapolres Prabumulih, AKBP I Wayan Sudarmaya SH SIK MH mengatakan kalau mendengar kabar balita kurang gizi ini dari viralnya kisah kehidupan Rahiza bersama keluarga yang terbatas ekonomi.

"Karena ini sudah kewajiban selalu peduli terhadap warga apalagi sampai mendapat informasi kalau ada balita yang mengalami kurang gizi, kita juga meneruskan program dari Kapolda Sumatera Selatan yang seharusnya dilaksanakan setiap Jumat namun kita memang peduli terhadap Rahiza," kata Kapolres saat dikonfirmasi, Kamis (23/01/2020).


Wayan menyampaikan jika Polres Prabumulih sekarang telah berbenah dengan menyambangi rumah warga yang kurang mampu dan memberikan bantuan.

"Polres Prabumulih sekarang telah berbenah setiap jumat menyambangi rumah warga yang kurang mampu karena itu point program dari Kapolda Sumatera Selatan," ucapnya.

Sementara itu Lurah Gunung Ibul Barat Kota Prabumulih, Joko Arif mengucapkan terimakasih kepada Kapolres telah menunjukkan rasa perduli terhadap masyarakatnya.

"Bantuan ini sangat berharga bagi keluarga Rahiza dan apa yang diberikan dari puskesmas dan kelurahan sudah maksimal," kata pria yang sering disapa Arif ini.

Terpisah, dokter forensik Polres Prabumulih mengungkapkan, kalau Rahiza sangat membutuhkan asupan gizi dan vitamin mengingat dari keadaan fisiknya.

"Kalau dilihat dari fisiknya Rahiza memang kekurangan gizi dan asupan vitamin karena terlihat dari matanya yang layu dan lesu dan ini perlu diberikan vitamin apalagi dengan berat badan dibawa normal yang seharusnya 10 sampai 11 kg," jelasnya.

Sedangkan Reni, ibu Rahiza mengucapkan terimakasih atas bantuan diberikan tersebut dan berharap anaknya normal seperti anak sedia kala.

"Kami mengucapkan terimakasih atas bantuan diberikan Kapolres Prabumulih," bebernya.(Ing)
Share:

Lembaga Sosial Kemasyarakatan YIMI Bantu Biaya Persalinan Kepada Pasien Kurang Mampu



Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Lembaga Sosial Kemasyarakatan Yayasan Insan Merdeka Indonesia (LSK YIMI) secara resmi memberikan bantuan donasi Kepada pasien RSUD yang kurang mampu.

Keluarga tak mampu itu yakni Fitri dan Dede. Fitri yang merupakan istri dari Dede yang bekerja sebagai kuli bangunan melahirkan anak pertama dengan tidak mengantongi identitas berupa KTP dan KK

Nunung Damayanti selaku Ketua LSK YIMI mengatakan, kesulitan dialami fitri tidak memgantongi identitas pribadi yang berupa KK dan KTP.

"Awalnya kita dapat telepon dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) meminta tolong untuk mengurus identitas pribadi berupa KK dan KTP pasien dikarenakan pihak rumah sakit kebingungan untuk menyelesaikan administrasi kependudukan persalinannya dan ternyata setelah di ketahui masih terdaftar warga Muara Enim dan belum ada surat pindah," jelas Nunung.

Dijelaskannya Fitri bersama suami tinggal di daerah Nias Kota Prabumulih menumpang secara gratis di rumah seorang kakek setelah kita lakukan survei kelapangan.

"Kita survei kelapangan ternyata dia kurang mampu dengan menumpang di rumah seorang kakek bersama suaminya yang tinggal di daerah Nias depan Rumah Dinas Walikota Prabumulih.

"Untuk biaya persalinan pihak Rumah sakit sudah mengurangi biaya dan alhamdulilah Tim LSK Yimi bisa membantu 2,6 juta Rupiah dan setelah ini kita urus identitas kependudukan agar bisa mempermudah urusannya," tegasnya.

Sementara itu Direktur Rumah Sakit Umum Kota Prabumulih melalui Kepala Bagian Tata Usaha Adi Kuanto mengungkapkan, kalau pihak rumah sakit kebingungan untuk mengurus administrasi kependudukan untuk biaya persalinan.

"Sebenarnya pasien ini sendiri yang memilih secara umum setelah ditanya biaya administrasi persalinan ternyata tidak mampu dan tidak punya jaminan kesehatan, KK dan KTP," kata Adi saat diwawancara Rabu (22/01/2020).

"Untuk memberikan kemudahan terhadap pasien bernama Fitri langsung menghubungi Tim LSK YIMI untuk mengurus kartu kependudukan untuk persalinan dan pihak Rumah Sakit juga sudah mengurangi biaya persalinan guna memperingan beban pasien tersebut," ucap Adi.

Fitri selaku pasien RSUD mengucapkan terima kasih kepada pihak terkait karena telah membantu biaya persalinan maupun perlengkapan bayi.

"Terima kasih kepada LSK Yimi dan Rumah sakit telah membantu kami dalam mengurus persalinan," pungkasnya.(Ing)
Share:

Kisah Pilu Rahiza, Bocah Usia 2 Tahun Alami Kekurangan Gizi Akibat Keterbatasan Ekonomi Orang Tua


Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Malang nasib dialami Rahiza, seorang balita berusia 2 tahun yang merupakan warga Jalan Durian Flores Kelurahan Gunung Ibul Barat Kecamatan Prabumulih Timur kota Prabumulih.

Sejak umur 9 bulan, Rahiza menderita kurang gizi dan kurang asupan vitamin akibat ayahnya Hendrik serta ibunya Reni merupakan keluarga tidak mampu.

Hendrik ayah Rahiza hanya bekerja serabutan dan penghasilan tidak menentu, sementara ibunya Reni kesehariannya bekerja sebagai tukang cuci piring di salah satu Sekolah SD IT yang ada di Kota Prabumulih.

Pertumbuhan Rahiza tidak seperti anak pada umumnya, dimana diusia 2 tahun balita pada umumnya memiliki berat badan antara 10-11 kilogram tapi Rahiza justru hanya memiliki berat 7 kilogram.

Tidak hanya itu, jika biasanya anak kecil usia itu lincah dan semangat bermain, Rahiza justru pendiam dan tubuhnya seperti layu atau lesu.

Mirisnya lagi, Reni sekeluarga bersama orang tua dan kedua anaknya tinggal di sebuah gubuk yang amat tidak layak huni.

Dinding rumah sebagian seng dan kayu penuh tambalan, atap jerami bercampur seng terkadang masih merasakan bocor air hujan serta dinginnya angin ketika malam.

Tempat tingal itu sendiri keluarga Hendrik dan istri terpaksa menumpang di tanah milik PT KAI dan ruangan tampak acak-acakan.

Namun, jangankan mau memperbaiki tempat tinggal, untuk makan dan kebutuhan sehari-hari saja susah. Hal itulah yang menyebabkan anaknya mengalami kurang gizi.

"Setiap bulannya Rahiza mendapat bantuan berupa obat vitamin, roti dan juga susu yang diberikan dari puskesmas kami hanya mampu berobat dipuskesmas. Kami belum punya kartu berobat gratis dari pemerintah atau KIS dikarenakan kemarin terkendala oleh Kartu Keluarga namun sudah diurus," kata Reni dibincangi di rumahnya, Rabu (22/01/2020).

Reni mengakui, sejauh ini keluarganya tidak mendapat Program Keluarga Harapan (PKH) namun ada perhatian pemerintah dimana ada seorang dokter datang memeriksa 1 sampai 2 bulan sekali.

"Pernah diperiksa ke bidan, anak kami ini dinyatakan kurang gizi dan vitamin sampai sekarang, berat badan tidak normal dari anak-anak biasanya," jelas Reni.

Sementara itu Kepala Pusekmas Prabumulih Timur, dr Indah mengatakan, memang ada anak bernama Rahiza yang saat ditangani oleh pihak puskesmas.

"Memang ada bimbingan kita untuk Rahiza karena mengalami kurang gizi dibawah normal pertumbuhan balita yang seharusnya yakni standar 10 kilogram, setiap bulan bidan desa selalu mengontrol kondisi Rahiza dengan diberikan obat, roti dan susu dari puskesmas," tuturnya.

"Alhamdulillah sudah ada perkembangan dari Rahiza karena kita selalu memantau kondisinya dan laporan mengenai perkembangan Rahiza selalu ada," tandasnya.

Terpisah Lurah Gunung Ibul Barat, Joko Arif menanggapi hal itu mengungkapkan, pihaknya sudah memberikan bantuan secara pribadi maupun dari kelurahan.

"Kita sudah membantu semampunya bahkan kita ajukan PKH maupun KIS untuk orangtua Rahiza sampai ingin mengajukan bedah rumah namun dikarenakan tanah milik PJKA kita tidak bisa melakukannya," tegas Arif.

"Saya sudah mengarahkan donatur untuk membantu Reni dan Keluarga guna meringankan bebannya dan sebelumnya ada organisasi lintas agama dan komunitas yang membantu," bebernya.(Ing)
Share:

Efan Armen SH Resmi Jabat Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Prabumulih



Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Kepala Rutan Kelas IIB Prabumulih resmi mengukuhkan Efan Armen SH sebagai pejabat struktural Kasubsi Pelayanan Tahanan yang baru di Aula Rutan Prabumulih, Rabu (22/01/2020).

Pelantikan jabatan struktural tersebut sesuai dengan surat keputusan Nomor W.6- 0422.KP.03.03 Tahun 2020 tentang pemberhentian dan pengangkatan pejabat dalam jabatan administrasi di lingkungan kemenkumham.

Dalam pelantikan tersebut Kepala Rutan Prabumulih, Reza Meidiansyah Amd IP SH mengatakan, prosesi pelantikan dan mutasi jajaran pejabat struktural bagian dari kehidupan dan kebutuhan organisasi dalam rangka peningkatan kapasitas karier pegawai.

"Alhamdulillah Kemenkumham telah mengeluarkan surat keputusan terhadap Efan Armen SH yang resmi menjabat sebagai Kasubsi Pelayanan Tahanan menggantikan pejabat yang telah dimutasi," tuturnya.

Kepala Rutan Prabumulih menambahkan, Jabatan naik bukan untuk bermalas-malasan namun harus tingkatkan kinerja terutama pada pembinaan dan program yang sudah dijalani.

"Selamat Kepada Pejabat yang baru dilantik tentunya tantangan pekerjaan kedepan sudah menunggu dan tingkatkan loyalitas untuk bersama-sama membangun Rutan Prabumulih lebih Maju," tegasnya.

Sementara itu Efan Armen SH selaku Kasubsi Pelayanan Tahanan yang baru mengungkapkan, akan meneruskan program yang lama dan memperbanyak kegiatan tentang keagamaan terhadap napi Eutan Prabumulih.

"Setelah dilantik ini program di pelayanan tahanan terutama Britama untuk ditingkatkan lagi dan memperbanyak kegiatan keagamaan untuk menuju progress utama untuk bisa menembus Napi Kelas 1 bisa terlaksana," harapnya.(Ing)
Share:

Gelapkan Motor Teman, Dona Diringkus Polisi


Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Satuan Reskrim (Satreskrim) Polsek Prabumulih Barat berhasil meringkus seorang tersangka penggelapan 1 unit sepeda motor Merk honda BG 3977 CU.

Pelaku yakni Syahrul Rhomadona (38) yang merupakan Warga Jalan Baturaja RT 004 RW 001 Kelurahan Sukaraja Kecamatan Prabumulih Selatan kota Prabumulih.

Syahrul diamankan Tim Operasional Polsek Prabumulih Barat saat sedang bersembunyi di bak kamar mandi rumahnya, pada Senin (20/01/2020) sekitar pukul 01.00 WIB.

Dari tangan pelaku berhasil diamankan barang bukti berupa1 buah jaket parasut warna merah dan 1 (satu) lembar baju koko warna hijau lumut yang dibeli dari hasil kejahatan.

Selanjutnya guna kepentingan penyelidikan dan proses lebih lanjut, pelaku berikut barang bukti digelandang ke Mapolres Prabumulih.

Kapolres Prabumulih, AKBP I Wayan Sudarmaya melalui Kapolsek, AKP Murshal didampingi Kanit Reskrim, Ipda Darmawan mengungkapkan pelaku diringkus bermula dari laporan Lamungga (20) yang merupakan warga Jalan Kenangan III B IV No 36 RT 02 RW 04 Kelurahan Sukajadi Kecamatan Prabumulih Timur.

Atas kejadian dialaminya itu karyawan swasta dan merupakan teman pelaku itu mengalami kerugian sebesar Rp 24 juta.

"Pelaku diringkus tanpa perlawanan oleh petugas kami dan hingga saat ini masih menjalani perawatan petugas kita," tegasnya.(Ing)
Share:

Yusuf Kamal SH Terima Promosi Sebagai Kasi Binadik Lapas Muba


Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (kemenkumham) Provinsi Sumatera Selatan secara resmi melakukan perombakan atau promosi jabatan bagi Pejabat Rutan maupun Lapas.

Salah satu yang mendapat promosi jabatan yakni Kasubsi Pelayanan eselon V Rutan Prabumulih Kelas IIB, Yusuf Kamal SH naik pangkat menjadi Kasi Binadik (pembinaaan anak didik) dan bimbingan kerja eselon IV dan bertugas di Lapas Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Rutan Kelas IIB Prabumulih dipimpin langsung Reza Meidiansyah Amd IP SH beserta jajaran menggelar acara perpisahan terhadap Yusuf Kamal SH.

Dalam pidatonya pada acara perpisahan itu, Yusuf berpesan kepada seluruh jajaran rutan kelas IIB untuk terus memberikan pencerahan kepada seluruh narapidana di rutan itu.

"Walaupun tak lagi bertugas namun pintu silahturahmi tetap terbuka untuk britama tetap dilanjutkan kegiatan islami dan pencerahan yang tidak hanya dilakukan para ustadz pesantren Al-furqon maupun Darussalam namun kalau bisa kita selaku petugas juga selalu memberikan pencerahan tersebut," jelas Yusuf pada Sabtu (18/01/2020).

"Kekompakan pegawai Rutan Prabumulih tetap dijaga bentuk inovasi-inovasi kegiatan dan kepada Britama untuk selalu aktif karena kegiatan Britama ini manfaatnya luar biasa," lanjutnya.

Sedangkan Kepala Rutan Kelas IIB Prabumulih, Reza Meidiansyah Amd IP SH berpesan kepada Yusuf Kamal untuk selalu meningkatkan kinerja dan bisa menyesuaikan diri di tempat yang baru.

"Selamat kepada pak Ucup, selalu tingkatkan kerja karena ini merupakan promosi jabatan sebagai penghargaan reward dari Kasubsi Pelayanan eselon 5 naik jabatan menjadi Kasi Binadik Eselon 4 yang diberikan oleh Kemenkumham. Beban dan Tugas pekerjaan juga bertambah untuk selalu rendah hati karena ini suatu penilaian untuk jenjang berikutnya," tegasnya.(Ing)
Share:

Kondisi Buruk, Warga dan Lurah GIB Harapkan Pemkot Prabumulih Renovasi Kantor Kelurahan

Kantor Lurah yang Memburuk

Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Lurah Kelurahan Gunung Ibul Barat (GIB) Kota Prabumulih, Joko Arif dan jajaran menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) bersama RT dan RW di Kantor Kelurahan, Jumat (17/01/2020).

Hasil rapat, sebanyak 04 RW dan 14 RT mengharapkan pemerintah dapat membantu pembangunan Kantor Lurah Gunung Ibul Barat dengan kondisi bangunan yang sudah mulai memburuk.

Lurah Gunung Ibul Barat Joko Arif mengatakan, ditahun 2020 kita prioritaskan pembangunan Kantor lurah yang mulai memburuk.

"Sebenarnya Renovasi atau pembangunan kantor lurah Gunung Ibul Barat ini sudah lama kita usulkan namun mungkin saja tahap proses belum terlaksana oleh pemerintah," kata pria yang sering disapa Arif ini.

Ditanya masalah anggaran renovasi, Arif mengaku, pembangunan itu tidak bisa dilakukan pihaknya karena dana kelurahan tidak cukup untuk digunakan.

"Dana kelurahan peruntukannya untuk pembangunan parit di jalan sekitar kelurahan ini. Kalau masalah anggaran kita tidak tahu itu haknya pemkot prabumulih yang pastinya kita hanya mengusulkan saja kalau kondisi gedung kantor Gunung Ibul Barat sudah dalam kondisi buruk dan perlu direnovasi," lanjutnya.

"Kalau kantor kita bagus baik pegawai dan warga yang ingin berurusan juga kan nyaman, kita juga yang bekerja disini juga enak dan warga kita juga tertib bayar PBB, kalau warga bayar PBB berhak dong mengusulkan pembangunan karena kita mentaati aturan pemerintah yang ada," tegas Arif.

Sementara itu, Reni yang merupakan satu diantara warga mengharapkan, agar pembangunan di kelurahan dilakukan merata dan tidak tebang pilih sehingga warga yang ingin berurusan bisa dilayani dengan baik.

"Kami tidak terlalu menuntut apa-apa selaku warga kita hanya ingin dilayani dengan enak dan cepat kalau kantor Lurahnya layak serta nyaman untuk berurusan," harapnya.(Ing)
Share:

Kepala PLN Prabumulih Target 2020 Tuntaskan Tunggakan, Dua Bulan Nunggak Cabut MCB


Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Perusahaan Listrik Negara (PLN) Kota Prabumulih targetkan tidak ada tunggakan ditahun 2020 untuk masyarakat yang masih memakai sistem amper listrik.

Kepala PLN Kota Prabumulih, Sumardi mengatakan, kalau masyarakat Prabumulih mulai tertib dalam membayar tunggakan listrik yang dipakai untuk kehidupan sehari-hari.

"Alhamdulillah masyarakat Prabumulih dari tahun sebelumnya mulai tertib dalam pembayaran listrik meskipun masih ada yang memang beberapa menunggak namun tidak terlalu banyak dari tahun sebelumnya," kata Sumardi kepada wartawan, Kamis (16/01/2020).

Ditanya masalah target Sumardi mengaku, tidak terlalu banyak target hanya saja disampaikan surat ke pelanggan yang menunggak agar dalam waktu 2 bulan ditahun 2020 tak ada warga yang menunggak apalagi listrik merupakan kebutuhan pokok.

"Untuk ditahun 2020 ini tak perlu banyak target yang penting masyarakat harus bersih dari tunggakan karena sebelumnya sudah dikasih imbauan sampai kepedesaan jangka waktu 2 bulan untuk segera membayar listrik," tegasnya.

Jika menunggak 2 bulan pembayaran maka MCB (Miniature Circuit Breaker) listrik di rumah pelanggan akan dicabut sementara dan akan diberi jenjang waktu lagi selama 3 bulan, jika tetap tidak membayar maka dengan terpaksa akan amper akan dibongkar.

Lalu bagi yang sering mencuri ampere listrik maka sanksinya akan dikenakan denda sesuai dengan peraturan berlaku.

"Bagi yang telah dicabut kalau ingin memasang lagi maka diharuskan membayar tunggakan dan dialihkan ke sistem prabayar atau token pulsa tanpa membayar biaya pemasangan kecuali ampere tersebut sudah mati baru biaya pemasangan, Untuk itu kami meminta masyarakat agar tertib membayar tunggakan," harap Sumardi.

Sementara itu Indra, seorang warga Gunung Ibul mengungkapkan, selama ini PLN Prabumulih konsisten meningkatkan pelayanan dan jarang melakukan pemadaman sehingga pelanggan harus tertib membayar.

"Listrik itu kebutuhan pokok kalau dicabut kita juga dak bisa apa-apa baik ingin menonton, masak nasi atau kebutuhan lainnya tidak bisa dilakukan. Kita bersyukur sekarang pelayanan PLN Prabumulih makin meningkat dan jarang padam," katanya. (Ing)
Share:

Jebol Toko Pakai Balok Lalu Curi 40 Pasang Sepatu, Seno Berakhir Dipenjara



Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Satuan Reskrim (Satreskrim) Polsek Prabumulih Barat berhasil meringkus seorang tersangka pencurian 40 pasang sepatu di Toko Sepatu Alya Zahira, Rabu (15/01/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.

Pelaku diamankan petugas ketika melintas di depan toko sepatu tepatnya di Jalan Urip Sumoharjo atau Jalan Nasional Kecamatan Prabumulih Utara kota Prabumulih.

Pelaku itu yakni Seno Adiapati (34) yang merupakan warga Jalam Kapten Dulhak no 308 RT/RW 01/02 Kelurahan Wonosari Kecamatan Prabumulih Utara Kota Prabumulih.

Dari tangan pelaku berhasil diamankan barang bukti berupa 11 pasang sepatu berbagai merk dan sisanya telah dijual pelaku.

Selanjutnya guna kepentingan penyelidikan dan proses lebih lanjut, pelaku berikut barang bukti digelandang ke Mapolres Prabumulih.

Kapolres Prabumulih, AKBP I Wayan Sudarmaya melalui Kapolsek, AKP Murshal didampingi Kanit Reskrim, Ipda Darmawan mengungkapkan pelaku diringkus ketika sedang berjalan di depan toko sepatu Alya Zhahira.

"Pelaku diringkus tanpa perlawanan oleh petugas kami dan masih menjalani perawatan petugas kita," tegasnya.

Kanit Reskrim mengungkapkan, Seno melakukan pencurian toko sepatu Alya Zhahira pada Jamis (09/01/2020). Toko itu sendiri milik Shanti Binti Fauzi (35) yang merupakan warga Jalan Kerinci RT/RW 02/01 Kelurahan Prabujaya Kecamatan Prabumulih Timur.

"Pelaku masuk toko dengan cara menjebol dinding menggunakan kayu balok, setelah berhasil lalu masuk dan naik ke lantai dua tempat puluhan sepatu disimpan pemiliknya, lalu dibawa kabur," katanya seraya mengatakan pelaku akan dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian.

Sementara pelaku Seno dihadapan petugas hanya bisa tertunduk lesu dan mengakui perbuatannya mencuri sepatu dengan cara membobol toko sepatu.

"Saya mencuri karena tidak punya uang dan sepatu hasil curian saya jual ke teman, uangnya dipakai untuk beli kebutuhan sehari-hari," bebernya. (Ing)
Share:

Dibantu Donatur, Bayi Delfa Barqi Abbasy Bisa Dibawa Pulang Keluarga


Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Bayi Delfa Barqi Abbasy yang viral karena diduga ditahan pihak Rumah Sakit Fadillah karena orang tua tak bisa bayar tunggakan, akhirnya bisa dibawa pulang oleh orang tuanya dan keluarga.

Selama tiga bulan lebih menahan rasa rindu memeluk, mencium dan menggendong anak, akhirnya sang ayah dan nenek bisa melampiaskan hal itu setelah pihak rumah sakit menyerahkannya pada Selasa (14/01/2020).

Suasana haru penuh kegembiraan terpancar di wajah Febriyanto dan keluarganya ketika memeluk sang bayi yang dirawat di ruang Neonatus Rumah Sakit Fadillah.

Bayi Delfa bisa dibawa pulang lantaran tunggakan ke rumah sakit dibayar oleh sejumlah donatur.

Penyerahan bayi Delfa Barqi Abbasy disaksikan oleh anggota Wakil Ketua DPRD Kota Prabumulih, Ir Dipe Anom dan anggota Komisi 1 Anggota DPRD Prabumulih, assisten III, HM Rasyid, Kepala Dinas Sosial, Heryanto, Kepala Dinas Kesehatan, dr Happy Tedjo, Direktur Rumah Sakit Fadillah serta jajaran pemerintah Kota Prabumulih lainnya.

Wakil Ketua DPRD Kota Prabumulih, Ir Dipe Anom mengatakan, Bayi Delfa Balqi Abbarsy bisa dibawa pulang keluarga setelah tunggakan dibayar beberapa donatur.

"Alhamdulillah hasil rapat yang kami lakukan akhirnya mempunyai titik terang setelah dilakukan langkah-langkah terhadap orangtua dan pihak rumah sakit dan juga pemerintah, bayi delfa bisa dibawa pulang terkait hal ini kita juga akan rapat koordinasi kepada seluruh rumah sakit yang ada di Kota Prabumulih agar permasalahan ini tidak terjadi lagi," tuturnya.

Dipe Anom menuturkan, peristiwa ini diharapkan tidak terjadi lagi di Kota Prabumulih dan ini pembelajaran terkait penanganan pasien.

"Setelah berlarut-larut peristiwa yang terjadi ini agar tidak terjadi lagi di Kota Prabumulih dan kepada pihak rumah sakit hendaknya ini menjadi pembelajaran bagi kita semua dalam menangani pasien dan pemerintah juga segera menyikapi permasalahan seperti ini," tegasnya.

Ditanya masalah Donatur yang menyumbangkan Wakil Ketua DPRD Kota Prabumulih menambahkan, kalau donatur sama sekali tidak mau disebutkan namanya.

"Biaya ini sudah ada yang mendonasikan untuk bayi Delfa dan sebenarnya termasuk orangtua bayi tidak melupakan tanggungjawab kepada persalinan ini namun karena terbatas dana sehingga jadi begini," tambahnya.

Direktur Rumah Sakit Fadillah, dr Mariska menjelaskan, kejadian sampai bayi Delfa yang katanya dititipkan selama 3 bulan.

"Sebenarnya ini bukan dikatakan ditahan atau disandera namun di sini kami rawat bayi delfa dengan sebaiknya- baiknya," ujarnya.

Assisten III Pemkot Prabumulih, HM Rasyid pemerintah mengucapkan banyak terimakasih kepada donatur yang telah memberikan sumbangan untuk melunasi sisa pembayaran bayi Delfa.

"Sebenarnya kita sudah berusaha dan sempat di proses agar anak itu bisa keluar dari rumah sakit melalui dinas terkait yakni dinas kesehatan dan dinas sosial bahkan sumbangan memberikan bantuan. Kita tadi rapat dengan sekda akan membayar lunas tapi keduluan donatur dan kami ucapkan terimakasih kepada donatur karena masalah selesai dan bayi bisa dibawa pulang," katanya.

Sementara itu Febriyanto selaku orang tua bayi mengungkapkan terimakasih kepada pemerintah dan donatur melunasi tunggakan sehingga bayinya bisa dibawa pulang.

"Alhamdulillah akhirnya saya bisa memeluk anak yang selama ini dirindukan dan terimakasih kepada pemerintah dan donatur yang sudah membantu Delfa untuk kembali kepelukan kami," ucap Febrianto.(Ing)
Share:

Direktur RS Fadillah Bantah Tahan Bayi Karena Ortu Tak Bayar Tunggakan


Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Mengenai pernyataan Febriyanto, seorang ayah yang tak bisa membawa pulang sang bayi Delfa Barqi Abbasy karena diduga ditahan rumah sakit Fadillah Prabumulih ditanggapi pihak rumah sakit.

Direktur Rumah Sakit Fadillah, Drg Mariska dalam wawancaranya dengan sejumlah awak media mengatakan, kalau tuduhan penahanan bayi dari saudara Febrianto tidaklah benar.

"Terkait penahanan bayi itu tidak benar, Rumah sakit ini sudah membantu meringankan beban sang ayah yang digratiskan senilai 10 juta rupiah bahkan kami rawat anaknya sama seperti yang lainnya sampai pegawai disini memberikan perlengkapan bayi secara gratis karena melihat kondisi orangtuanya yang kurang mampu," kata Mariska.

Terkait masalah perjanjian diatas materai 6000, Drg Mariska mengungkapkan surat pernyataan itu atas kehendak sang ayah bayi Delfa Barqi Abbasy yang disaksikan RT, RW, dan Lurah setempat.

"Sebelumnya kami sudah lakukan kebijakan sampai 3 kali mediasi yang disaksikan RT dan RW setempat Kelurahan Muara Dua dengan harapan bayi bisa dibawa pulang orangtuanya dan dari itu kebijakan-kebijakan kita ambil sampai kami gratiskan Rp 10 juta untuk meringankan beban orangtuanya sampai potongan-potongan dari donatur hingga tersisa Rp 17 juta rupiah dari 30 jutaaan sampai pada mediasi terakhir sang ayah Febrianto menyatakan tidak sanggup lagi untuk membayar sehingga kami pertanyakan bagaimana nasib bayi ini tidak mungkin tertahan disini mengingat dari segi kesehatan sudah layak untuk dibawa pulang kerumah," jelas Mariska.

"Sampai akhirnya sang ayah febrianto mengeluarkan pernyataan kalau ada temannya yang ingin mengadopsi anaknya karena tidak sanggup lagi membayar rumah sakit yang disaksikan RT dan RW setempat tanpa ada paksaan apapun bahkan sebelumnya kami anjurkan untuk mencicil meskipun itu Rp 50 ribu kita terima namun harus ada jaminan karena itu prosedur Rumah sakit," tuturnya.

Humas Fadillah, Fuji menambahkan, keringanan dan kebijakan sudah kita ambil sampai kita suruh rujuk ke rumah sakit Umum untuk dirawat disana namun pihak keluarga tidak mau dan tetap ingin dirawat dirumah sakit ini lalu kita sarankan untuk mengurus BPJS ternyata belum ada KK (Kartu Keluarga) dan ternyata setelah dua minggu BPJS di urus namun ada peraturan dari BPJS itu kalau lebih dari 2 minggu maka tidak berlaku.

"Sehingga ditanggal 17 januari 2020 nantinya kita dipertemukan lagi sesuai dengan perjanjian dan kalau memang tidak bisa membayar kita akan koordinasi kepada dinas terkait dan juga RT, RW, dan Lurah setempat dengan harapan bayi bisa dibawa pulang oleh keluarga," tegasnya.(Ing)
Share:

Ortu Tak Bisa Bayar Biaya Perawatan, Bayi Ditahan Rumah Sakit


Prabumulih, Portalsriwijaya.com
- Lantaran tak bisa menebus biaya berobat sang anak yang mencapai puluhan juta, seorang bayi diduga ditahan pihak rumah sakit Fadillah kota Prabumulih.

Bayi tersebut yakni Delfa Barqi Abbasy kelahiran 23 September 2019 lalu dan hingga saat ini masih ditahan pihak rumah sakit.

Delfa merupakan anak dari pasangan Febriyanto (27) dan Yul Armi Kurniati (23), warga Kelurahan Muaradua Kecamatan Prabumulih Timur kota Prabumulih.

Akibat keterbatasan biaya untuk menebus sang bayi, Febryanto dan istri terpaksa menahan rindu berhari-hari untuk menggendong si buah hati.

Tak hanya itu, kedua pasangan yang merupakan keluarga tidak mampu itu harus terpaksa bolak balik Rumah Sakit untuk melihat sang anak Delfa Barqi Abbasy.

Sungguh ironis dialami pasangan tersebut. Akibat tak memiliki uang bahkan keduanya terpaksa mengemis meminta donatur dan mencari dermawan untuk mengumpulkan uang agar bisa menebus sang buah hati.

Bayi Delfa Barqi Abbasy sendiri lahir kembar dengan bayi almarhum Dilfa. Keduanya lahir dalam keadaan Prematur atau Sepsis Neonatorum yang disebabkan oleh Virus dan Bakteri sehingga kedua bayi harus dirawat intensif di dalam inkubator agar bisa bertahan hidup di luar rahim dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.

Hal itulah yang membuat biaya perawatan dua bayi kembar tersebut membengkak mencapai Rp 30 juta. Sementara sang ayah yang hanya mengandalkan keuangan hanya dari buruh bangunan sehingga tak mampu membayar biaya rumah sakit.

Sebulan mendapatkan perawatan, Dilfa kembaran Delfa pamit untuk selamanya sebelum sempat berkumpul dengan keluarga besarnya. Rasa haru, sedih dan keterbatasan ekonomi keluarganya menambah penatnya fikiran sang ayah dan ibu Delfa.

Hitungan bulan terus berjalan sampai saat ini sang bayi pun sudah mulai aktif belajar merangkak namun belum pernah dan tak mengenal hangatnya pelukan ayah dan manisnya air susu ibu (asi).

Dari bulan ke bulan, Febri dan keluarga besar terus melakukan upaya untuk melunasi hutang perawatan sang anak dengan mencicil dari uang bantuan para donatur. Saat ini jumlah hutang yang harus ia tanggung masih sekitar Rp 17 juta untuk bisa mengambil buah hatinya dari rumah sakit.

"Sebenarnya anakku yang lahir itu kembar namun kakaknya meninggal dunia usia 1 bulan karena sakit dan untuk kembarannya sudah ditebus senilai Rp 2,7 juta rupiah sehingga bisa di bawa pulang dan karena sibuk mengurusi anak saya yang meninggal akhirnya keterlambatan untuk mengurusi BPJS untuk adiknya (Delfa)," ujar Febri.

"BPJS sudah ada tapi dari pihak rumah sakit tidak berlaku, terhitung sudah 3 bulan lebih sampai sekarang anakku tertahan di rumah sakit karena biaya yang sudah membengkak yang awalnya mencapai Rp 34 juta, lalu dibantu oleh dinas kesehatan Rp 3 juta, Rp 2 juta sudah dicicil oleh keluarga sendiri dan Rp 12 juta dipotong rumah sakit karena katanya subsidi jadi tersisa Rp 17 juta, kemana saya harus mencari uang sebanyak itu, saya hanya buruh," keluhnya saat diwawancara wartawan Portalsriwijaya.com pada Minggu(12/01/2020).

Febri mengaku sudah meminta pertolongan kepada Walikota namun Rumah Sakit Swasta di luar program pemerintah namun dibantu Rp 3 juta karena diarahkan ke Dinas Kesehatan.

"Saya sudah menghadap Pak Ridho namun berhubung Rumah Sakit Swasta dia mengangkat tangan karena diluar program pemerintah sehingga menyarankan untuk ke dinas kesehatan dan dibantu Rp 3 juta," kata Febri.

Awalnya menurut Febri, pihak rumah sakit meminta jaminan sertifikat tanah ataupun BPKB motor namun karena tidak ada hanya tersisa motor jelek sehingga rumah sakit tidak mau.

"Akhirnya bikin perjanjian yang diminta oleh pihak Rumah sakit dengan tertanda diatas materai 6000 akan menebus administrasi paling lambat 17 Januari 2020 ini, jika lewat maka terpaksa saya harus mencarikan pengadopsi anakku, saat ini saya meminta bantuan Lembaga Sosial Kemasyarakatan Yayasan Insan Merdeka Indonesia untuk dicarikan donatur," tuturnya.

Sementara itu Ketua LSK YIMI (Lembaga Sosial Kemasyarakatan Yayasan Insan Merdeka Indonesia), Nunung Damayanti mengungkapkan kalau adanya perjanjian dari penebusan administrasi untuk anak Febrianto dari pihak Rumah sakit terkesan dipaksakan.

"Saudara Febrianto sebenarnya sudah lama menghubungi saya tapi karena tunggakan mencapai Rp 34 juta dan kami hanya bisa membantu Rp 5 juta kebawah akhirnya kami berinisiatif untuk datang ke rumah wakil Walikota Prabumulih untuk meminta bantuan sehingga pak Fikri menelpon Direktur Rumah Sakit Fadillah dan di bantu potongan Rp 12 juta, Rp 3 juta dibantu oleh dinkes dan Rp 2 juta sudah dicicil oleh pihak keluarga sehingga sisa Rp 17 juta," ungkap Nunung.

"Namun yang saya tidak setuju adanya surat perjanjian kalau pihak Rumah sakit meminta ayahnya untuk mencarikan adopsi untuk anaknya dan itukan terkesan dipaksakan, mana ada orangtua yang ingin merelakan anaknya untuk diadopsi oleh orang lain apalagi mereka belum merasakan menggendong bayinya. Sayapun sempat menangis melihatnya dan prinsip kita untuk menyelamatkan bayi tersebut," bebernya.

Sementara pihak rumah sakit belum dapat memberikan konfirmasi. (Ing)
Share:

Gelar Muscab Srikandi, Rifky Baday : Pemuda Pancasila Bukan Ormas Preman Tapi Kedepankan Otak Bukan Otot


Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Organisasi Masyarakat (Ormas) Pemuda Pancasila (PP) kota Prabumulih yang diketuai Rifky Baday Baihaqqi SH Mkn menggelar Muscab pertama Srikandi PP di Hotel Grand Nikita Kota Prabumulih, Sabtu (11/01/2020).

Hadir dalam acara tersebut Assisten III HM Rasyid, perwakilan Polres Prabumulih, Dandim, KNPI, Kesbangpol serta anggota Pemuda Pancasila yang berasal Luar Kota Prabumulih MPC PP OKU Induk, OKU Selatan, OKU Timur dan dari MPC Lubuk Linggau serta Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Srikandi dan Dewan Perwakilan Wilayah Srikandi Pemuda Pancasila Provinsi Sumatera Selatan.

Serta turur hadir sebanyak 700 anggota Pemuda Pancasila dari kota Prabumulih menghadiri acara Muscab perdana srikandi PP Prabumulih itu.

Dalam sambutannya Assisten III Pemkot Prabumulih, HM Rasyid mengatakan, sangat mendukung dan mensuport Organisasi Pemuda Pancasila dengan anggota yang sangat banyak.

"Saya pribadi dan selaku mewakili pemerintah kota sangat mendukung dan dalam acara ini sedikit terkejut ternyata organisasi pemuda pancasila sudah ada srikandi dan SAPMA sehingga ini sangat positif tanpa sengaja bisa menimbulkan potensi ketua maupun anggota yang baru," kata Rasyid kepada media usai acara.

Sementara itu Ketua Organisasi Pemuda Pancasila Kota Prabumulih, Rifky Baday Baihaqqi mengatakan, kedepan akan membawa organisasi itu lebih baik lagi dan merangkul semua elemen yang pernah tercecer.

"Saya selaku ketua Pemuda Pancasila akan merangkul kembali semua elemen yang pernah tercecer sampai ketingkat anak ranting untuk bersama-sama masyarakat membangun dan memberi Kontibusi terbaik untuk Pembangunan Kota Prabumulih," jelasnya.

Ditanya yang membedakan organisasi ini dibanding organisasi lainnya Rifky Baday Baihaqqi mengungkapkan, Pemuda Pancasila beserta Srikandi akan bertegak dengan kaki sendiri tanpa ada intimidasi dari pihak manapun.

"Kami akan bertegak sendiri tanpa ada intimidasi manapun menjalankan tugas kita yakni ideologi pancasila terutama sila-sila dan  apabila ada yang bertentangan atau tidak sejalan baik secara sosial, ekonomi dan hukum maka kita akan turun langsung mengkritik memgawasi bahkan menentang hal itu," ungkap Rifky.

"Selanjutnya, apalagi diawal bulan maret kita akan ada pelantikan besar sehingga senior Pemuda Pancasila yang sudah lama kita rangkul dan disatukan kembali dalam bentuk silahturahmi besar untuk mengajak bersama-sama menjadi bagian pembangunan Kota Prabumulih yang beretika dan beradab karena kami tidak mau lagi dipandang sebagai ormas preman tapi kita sekarang tidak lagi gunakan otot tetapi otak yang bekerja," tegasnya. (Ing)
Share:

Lurah GIB Gotong Royong Antisipasi DBD Hingga Salurkan Sembako-Kursi Roda Ke Warga

Lurah Gunung Ibul Barat dan Polisi ketika menyalurkan bantuan

Prabumulih, Portalsriwijaya.com
- Lurah Gunung Ibul Barat (GIB) Kecamatan Prabumulih Timur kota Prabumulih, Joko Arif bersama Baznas, kepolisian dan warga melakukan gotong royong serta menyalurkan bantuan ke warga.

Gotong royong sendiri dilakukan mengantisipasi banjir dan pencegahan penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue). Selain membersihkan drainase dan membuang sampah yang menyumbat aliran air, Lurah dan jajaran juga membagikan serbuk abate ke warganya.

Tidak hanya itu, Lurah Gunung Ibul Barat bersama Wakil Polsek Prabumulih Timur dan satuan Intelkam serta Baznas membagikan bantuan kepada dua orang kaum duafa di Kelurahan Gunung Ibul Barat.

"Alhamdulillah saya selaku lurah Gunung Ibul Barat sangat senang tim dari Polsek Prabumulih Timur bisa berbagi di Jumat berkah ini sebuah bantuan sembako dan juga kursi Roda yang di salurkan oleh baznas yang diberikan kepada ibu Sakdiah dan Bastian," ujarnya Lurah GIB, Joko Arif kepada wartawan, Jumat (10/01/2020).

Untuk Sakdiah diberikan bantuan sembako dan untuk Bastian diberikan bantuan sebuah Kursi Roda.

"Kami memberikan bantuan alakadarnya dan kami berharap bantuan itu dapat meringankan beban serta membantu ibu Sakdiah dan pak Bastian," katanya.


Sementara terkait Gotong Royong, Arif mengaku akan dilakukan rutin bersama warga untuk menciptakan lingkungan bersih dan warga sehat yang bebas dari banjir.

"Kalau lingkungan bersih maka warga akan sehat dan itu perlu disadari seluruh masyarakat, apalagi musim hujan ini sudah banyak orang kena DBD dan kami tidak ingin terjadi terhadap warga kami. Selain itu dengan pembersihan sampah dapat mengsntisipasi banjir," jelasnya berharap seluruh warga bersama menciptakan hal itu.

Sementara, Sakdiah selaku penerima bantuan mengaku terharu dan senang karena bantuan tersebut sangat berharga baginya.

"Senang sekali kami sangat memerlukannya dan terimakasih kepada pak lurah, pihak kepolisian dan juga baznas karena telah perduli pada kondisi kami," tuturnya.

Bripka Wahyu Perdana selaku Bhabinkamtibmas wilayah Gunung Ibul Barat berharap program dan kerjasama pihak pemerintah dan kepolisian dapat terus berjalan dengan baik.

"Semoga kedepannya kegiatan ini terus dilaksanakan dan sinergi antara pemerintah dan Kepolisian dapat terus berjalan dengan baik sehingga dapat membantu warga yang sangat membutuhkan," harapnya.(Ing)
Share:

Keluarga Pajero Indonesia Buka Warung Nasi Cukup Bayar Rp 1000 Makan Sepuasnya

Warga ramai datangi warung Bayar Seribu

Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Jumat bagi warga muslim merupakan hari yang baik untuk berbagi dan bersedekah, terlebih bagi para kaum dhuafa dan anak yatim.

Seperti yang dilakukan sejumlah warga yang tergabung dalam Keluarga Pajero Indonesia (KPI) Kota Prabumulih yang membuka warung nasi BARU atau hanya Bayar Seribu bisa makan sepuasnya khusus bagi para kaum duafa maupun yatim.

Ketua KPI kota Prabumulih, Budi Sikumbang mengungkapkan kegiatan tersebut sebetulnya telah dilakukan sejak beberapa waktu lalu dimana anggota keluarga pajero indonesia secara sukarela memberikan sumbangan dan kemudian disalurkan dengan cara membuka warung bayar seribu.

"Kita membuka warung BARU atau bayar seribu ini tiap Jumat dan ini kita tujukan untuk membantu meringankan beban para kaum dhuafa dan fakir miskin," katanya ketika dibincangi, Jumat (10/01/2020).

Awalnya kata Budi, saat kumpul keluarga pajero indonesia ada seorang kerabat mengeluh penghasilannya berkurang karena usaha tidak jalan akibat sepi.

"Dia biasa jualan makanan di kalangan-kalangan tapi jumat stop karena sepi. Kemudian kita suruh jualan dan dagangan kita beli dengan catatan dijual Seribu dan hasil jualan dibagikan ke masjid-masjid, lalu jadilah warung bayar seribu itu," katanya.

Warung itu menutur Budi menyediakan berbagai jenis lauk seperti ayam, ikan, telur, sayur serta lainnya.

"Pakai lauk apa saja, misal nasi ayam, nasi ikan dan seterusnya tetap cukup dibayar Rp 1000, atau kalau tidak punya uang tidak bayar juga tidak apa-apa," lanjutnya seraya mengatakan kegiatan itu murni sedekah untuk para kaum dhuafa dan warga miskin.


Samsudin (35) yang merupakan penjual Warung Nasi Baru (Bayar Seribu) mengatakan, kegiatan berbagi kasih untuk kaum duafa kami lakukan setiap hari Jumat karena bagi kaum muslim.

"Kami jualan tiap jumat, Alhamdulillah warung nasi baru ini sudah dijalankan selama 2 bulan, dengan harga seribu rupiah warga miskin bisa makan nasi sepuasnya dengan lauk bebas seperti ikan, ayam, dan telor serta di dampingi sambal dan sayur dan kalau memang tidak ada uang kita kasih gratis niat kita memang untuk membantu," katanya saat diwawancara wartawati Portalsriwijaya.com.

Ditanya banyaknya bungkus nasi di perjualkan dalam 1 hari Samsudin mengungkapkan, Warung nasi Baru ini habiskan 200 sampai 300 bungkus dalam satu hari di setiap jumatnya.

"Kalau satu hari bisa menghabiskan 200 sampai 300 bungkus itupun tidak hanya di padat karya saja namun setiap Jumat kita berhenti di tempat yang berbeda seperti untuk hari ini kita khususkan di padat karya dan minggu depannya di Meter, Pasar, Patih Galung dan yang pasti ditempat keramaian Kota Prabumulih," ungkap Samsudin.

Sementara itu Ketua RT 10 Padat Karya Kelurahan Gunung Ibul mengaku, senang dan sangat mendukung adanya warung nasi dengan harga seribu Rupiah yang di khusukan untuk Kaum duafa.

"Selaku RT kami sangat mensuport adanya Warung nasi dengan harga yang sangat murah Seribu rupiah karena saya lihat para pemulung baik anak kecil maupun dewasa setiap harinya ada di sini dan mereka sangat terbantu," jelasnya.

"Kami berharap jangan kalau bisa jangan hanya 1 mobil mengingat mereka selalu pindah tempat sedangkan kaum duafa di prabumulih inikan banyak susah juga mereka harus mencarinya," harapnya.(Ing)
Share:

Prihatin 30 Persen Warganya Nganggur, Kades Tapus Muaraenim Siapkan Program Ini


Kades Tapus, Hasanul

Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Pasca dilantik Desember 2019 lalu, Kepala Desa Tapus Kecamatan Lembak Kabupaten Muara Enim, Hasanul terus berupaya menghimpun masyarakatnya bersatu membangun desa agar lebih maju.

Tidak hanya itu, Hasanul mengaku prihatin dengan angka pengangguran di desanya yang mencapai 30 persen.

Untuk itu dirinya mengajak semua elemen masyarakat desa bersatu dan bergotong royong menghilangkan perbedaan demi membangun desa.

"Saya mengajak seluruh masyarakat dan pemuda agar menyatukan barisan membangun, bergotong royong, mengaktifkan karang taruna yang lama tidak aktif agar bersama membangun desa," ajaknya ketika dibincangi wartawan di kediamannya, Kamis (09/01/2020).

Hasanul yang baru menjabat 9 hari pasca dilantik ini menuturkan, akan memfokuskan pemberdayaan masyarakat dengan membantu warga yang tidak punya ijazah agar mendapat pekerjaan dan tidak menganggur.

"Karena angka pengangguran di Desa Tapus mencapai 30 persen, makanya kita akan melakukan program pemberdayaan masyarakat bagi mereka yang tak berijazah. Kita akan usahakan warga yang menganggur dapat bekerja," katanya.

Kades yang sempat diisukan berijazah palsu itu mengaku kedepan pemerintah desa akan menyiapkan mesin pembuatan batako sehingga para penggangguran di desa dapat diberdayakan dan dapat penghasilan.

"Mereka yang tak punya ijazah bisa bekerja dengan mencetak batako dan bagi warga Tapus nantinya tak susah lagi untuk membeli batako di luar Desa yang terbilang cukup jauh jaraknya, cukup beli hasil warga sendiri," lanjutnya.

Disinggung mengenai program desa kedepan, Kades Tapus mengaku kedepan akan mengusulkan pembangunan jalan, pembuatan lapangan sepakbola dan lainnya.

"Kami berharap pemerintah kabupaten support penuh pembangunan Desa Tapus tahun ini dan mensupport dalam penuntasan pengangguran di desa kami," harapnya.

Sementara itu, salah satu Warga Desa Tapus mengungkapkan, pihaknya siap mendukung kepala desa untuk memajukan desa sepanjang apa yang selama ino disampaikan dan menjadi visi misi agar komitmen dilakukan.


"Saya sebagai warga hanya bisa berharap agar kades tapus dapat komitmen terhadap programnya terutama bisa mempekerjakan anak yang tidak bersekolah karena di Desa Tapus masih banyak yang pengangguran," tegas salah satu warga yang tak mau disebutkan namanya ini.(Ing)
Share:

Polres Prabumulih Luncurkan Mobil SKCK Keliling, Warga Ingin Buat Cukup Datang Kesini



Prabumulih, Portalsriwijaya.com
- Kepolisian Resort (Polres) Prabumulih resmi meluncurkan Mobil pelayanan SKCK Keliling, Kamis (09/01/2020).

Peluncuran mobil SKCK Keliling itu langsung dilakukan Kapolres Prabumulih, AKBP I Wayan Sudarmaya SIK MH dalam apel di halaman Mapolres Prabumulih.

Mobil SKCK Keliling itu sendiri merupakan mobil dari Polda Sumsel yang diberikan sebagai reward kepada Polres Prabumulih yang telah berhasil meraih predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK).

Kapolres Prabumulih, I Wayan Sudarmaya SIK MH berharap dengan peluncuran mobil tersebut pelayanan masyarakat agar dapat langsung membuat SKCK tanpa harus mendatangi Polres Prabumulih.

"Bersyukur kita bisa meluncurkan mobil SKCK keliling, masyarakat tak perlu lagi ke Polres Prabumulih untuk memperpanjang pembuatan SKCK," ungkapnya.

Sejak 2018 Polres Prabumulih telah memiliki program SKCK Datang Kerumah Anda (SIDAKA) dan diharap dengan kehadiran mobil keliling itu dapat memaksimalkan pelayanan SKCK bagi masyarakat.

"Tidak hanya di dalam kota tapi kita harap dapat menjangkau ke pedesaan sehingga masyarakat mudah dalam membuat SKCK," harapnya.

Untuk tempat serta jadwal mobil SKCK keliling, Wayan mengaku pihaknya akan menyusun terlebih dahulu untuk selanjutnya disosialisasikan ke masyarakat.

"Nanti akan kita buatkan jadwal dan tentu untuk tempat di lokasi keramaian, sehingga bisa dijangkau masyarakat, nanti akan kita sosialisasikan," bebernya.

Sementara itu Kasat Intel Polres Prabumulih, AKP Aan Sumardi SE MM mengungkapkan, mobil SKCK keliling harus di sosialisasikan kepada masyarakat agar diketahui.

"Karena masyarakat belum banyak mengetahui Mobil SKCK Keliling maka untuk sementara kita sosialisasikan dan fokuskan di depan PTM (Pasar Tradisional Modern) yang berada di Jalan Jendral Sudirman. Warga ingin buat SKCK sementara ini datang saja ke PTM, kita akan standby sementara di sana," katanya.(Ing)
Share:

Pedagang Bandel Jualan Diatas Trotoar, Dewan Minta Satpol PP Tertibkan

Foto : PTM Prabumulih/net

Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Sejumlah Pedagang yang kembali berjualan memakan bahu jalan Jendral Sudirman kawasan pasar Kota Prabumulih seperti tidak ada upaya penertiban oleh Satuan Polisi Pamong Praja (satpol PP), dipertanyakan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Ketua Komisi II DPRD Prabumulih, Hendriansyah mengungkapkan, pihaknya mengharapkan jajaran Satpol PP kota Prabumulih untuk terus rutin melakukan razia bagi pedagang yang masih berjualan kaki lima atas trotoar kawasan Pasar Prabumulih.

"Kami mengharapkan Pol PP setiap hari melakukan razia dan menertibkan para pedagang agardapat tertib," ungkap Hendri kepada sejumlah wartawan, Selasa (07/01/2020).

Para pedagang telah ada tempat yang disiapkan pemerintah, termasuk para pedagang tumpah juga telah disiapkan lokasi di belakang PTM 1 yang baru selesai diaspal.

"Jika pedagang tidak ditertibkan akan menjamur dan pedagang akan banyak berjualan di sana, tapi kalau setiap hari ditertibkan, tidak lagi," katanya.

Hendri menegaskan, jika memang satuan polisi pamong praja tidak juga melakukan penertiban maka pihaknya akan melakukan pemanggilan terhadap jajaran Satpol PP.

"Jika tidak tentu akan kita undang, kenapa tidak tertibkan," katanya pedagang di atas trotoar menggangu pejalan kaki dan pedagang tumpah jika berjualan hingga siang maka akan ganggu lalulintas.

Menanggapi itu Kepala Satpol PP Pemkot Prabumulih, Hartono mengatakan, petugasnya terus melakukan penertiban kepada pedagang yang masih berjualan di bahu jalan sepanjang Jendral Sudirman.

"Petugas kita terus melakukan penertiban setiap hari sampai batas jam 6 pagi, pedagang mau tidak mau harus sudah bersih dan untuk sementara kita perbolehkan namun ada batasnya," kata Hartono.

Selanjutnya, Kepala SatPol PP Kota Prabumulih Hartono menegaskan, kalau  pembangunan Pasar Gunung Ibul sudah rampung sejumlah pedagang akan dipindahkan kesana.

"Sebenarnya itu hanya sementara karena pedagang juga akan di pindah ke pasar Gunung Ibul yang saat ini sedang di bangun oleh pemerintah Prabumulih," jelas Hartono

"Seandainya mereka masih membandel atau tidak mau dipindahkan maka sesuai peraturan daerah kami akan lakukan peringatan terhadap pedagang dan jika masih tidak bisa di atur apa boleh buat kita lakukan penegasan lebih lanjut," tegasnya.(Ing)
Share:

Bersembunyi Dirumah Pacar, Dono Berhasil Diringkus Polisi


Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Tim opsnal Polsek Prabumulih Barat berhasil mengamankan tersangka pencurian minyak  mentah jenis Kondesat milik Pertamina Asset 2 Kota Prabumulih, pasca pencurian 12 september 2019 lalu.

Pelaku yakni Subandono alias Dono (36) warga Simpang Tugu Nanas Kelurahan Patih Galung Kecamatan Prabumulih Barat yang bekerja sebagai buruh.

Pelaku melakukan pemukulan terhadap petugas keamanan yakni Herwanto alias Anto (34) warga Simpang Tiga Gunung Kemala dengan menggunakan kayu bulat sepanjang kurang lebih 0,5 m ke arah pelipis korban sebanyak 3 kali yang menyebabkan luka robek pada pelipis kiri korban.

Pelaku melakukan pencurian dengan cara melubangi pipa menggunakan alat bor dan menyalurkannya ke dalam mobil truck yang baknya telah dimodifikasi.

Selanjutnya, pelaku sempat melarikan diri dan tim opsnal Polsek Prabumulih Barat berhasil menangkap pelaku bersembunyi di rumah pacarnya yang berada di Simpang Penimur, Senin (06/01/2020) sekira pukul 20.30 WIB.

Dari tangan pelaku berhasil diamankan barang bukti berupa 1 (satu) batang kayu bulat yang panjangnya sekitar 0.5 m dan satu unit truck berisi kondensat yang telah diamankan di satreskrim Polres Prabumulih.

Kapolres Prabumulih, AKBP I Wayan Sudarmaya SIK melalui Kasat Reskrim Polres Prabumulih, membenarkan adanya tangkapan tersebut.

"Pelaku telah kami amankan dan saat ini masih menjalani proses penyelidikan petugas kita dan akan di kenakan pasal 363 KUHP," tegasnya.(Ing)
Share:

Larangan Merokok Bagi Pejabat Prabumulih Diberlakukan, Jika melanggar Jabatan Dicopot

Net

Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Larangan merokok bagi pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Prabumulih, akhirnya benar-benar diberlakukan Walikota Prabumulih, Ir Ridho Yahya MM terhitung mulai 1 Januari 2020.

Jika warga mendapati Sekretaris Daerah (Sekda), Asisten, Kepala Dinas, Kabid, Camat dan Lurah masih merokok maka diminta Walikota dilaporkan ke dirinya agar bisa dicopot dari jabatan.

"Himbauan ini kita sudah berlakukan per januari dan siapa yang melanggar sanksinya akan dicopot dari jabatannya sendiri dan itu berlaku untuk Sekda, Asisten, Kepala Dinas, Kabid, Camat dan Lurah," tegas Walikota Prabumulih, Ir Ridho Yahya ketika diwawancarai sejumlah wartawan, Senin (06/01/2020).

Tidak hanya di kawasan kantor, namun Orang nomor satu di Prabumulih itu juga menuturkan jika aturan itu berlaku bagi pejabat di tengah masyarakat dan di rumah.

"Kalau wartawan atau masyarakat mendapati pejabat merokok di luar atau di rumah lapor kita, akan kita panggil dan ditanya apakah mau tetap merokok atau dicopot dan kalau masih tetap merokok maka akan kita copot dari jabatan," bebernya.

Apalagi jika ada laporan dari istri pejabat tersebut, Ridho mengaku akan langsung menindaklanjuti.

"Larangan itukan untuk kebaikan dan kesehatan mereka sendiri tanpa sadar juga mereka bisa menghemat kantong sendiri, kepada para istri pejabat lapor saja kalau suaminya merokok maka akan kita copot jabatannya karena saya berlakukan ini untuk kesehatan," akunya.

Awalnya menurut adik Wakil Gubernur H Mawardi Yahya itu, ia memberikan pengecualian dalam memberlakukan larangan merokok yakni terhadap wakil walikota, H Andriansyah Fikri SH.

"Namun justru ketika kita keluarkan himbauan dua bulan lalu wawako tidak lagi merokok, artinya bisa kebiasaan merokok itu dihilangkan, sampai istri wakil walikota berterima kasih kepada saya," katanya. (Ing)
Share:

Portalsriwijaya.com

Arsip