Antisipasi Penyebaran Covid, Tim Gugus Tugas Prabumulih Rapid Tes Karyawan dan Pengunjung Citimall

Mengantisipasi angka penyebaran Covid 19 di Kota Prabumulih, Dinas Kesehatan Prabumulih melakukan Rapid test dadakan dan penyemprotan disinfektan di Citimall

Curi Kotak Amal Masjid Al Muhtadin, Remaja Asal Talang Padang Ini Babak Belur Dihajar Massa

Remaja berinisial AA (16 tahun) melakukan pencurian Kotak Amal di Masjid Agung Al-Muhtadin Kelurahan Batu Belang Kaya Kecamatan Muaradua.

PT BA dan Kadin Muaraenim Jalin Kerjasama Kembangkan Tanaman Rosela Untuk Sejahterakan Warga

PT Bukit Asam dan Kadin Muara Enim resmi jalin kerjasama pembinaan terhadap para calon Petani Rosela di Kabupaten Muara Enim.


Demi Belajar Daring Tiga Anaknya, Tukang Ojek Ini Terpaksa Kumpulkan Uang Sedikit Demi Sedikit Untuk Beli Android Bekas



Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Sebagai orang tua apapun keperluan anak apalagi untuk menggapai cita-cita dan meraih pendidikan tinggi pasti siap melakukan berbagai cara.

Seperti kisah Andri Kurniawan dan Siti Khodijah. Andri terpaksa banting tulang dan peras keringat berjuang mengumpulkan pundi-pundi uang demi membeli sebuah HP Android agar anak-anaknya bisa mengikuti pelajaran daring dari sekolah.

Hanya bekerja sebagai tukang ojek dengan tiga anak dan istri tidak bekerja, Andri harus bekerja ekstra keras mengumpulkan sedikit demi sedikit uang agar bisa membeli HP Android.

Andri terpaksa harus menabung sedikit demi sedikit lantaran jika hasil ojek sehari-hari sangat sedikit, sementara disamping harus menyisihkan untuk membeli hp juga harus memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.

Belum lagi rumah papan yang dikontrak keluarganya di RT 06 RW 05 Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur kota Prabumulih harus dibayar setiap bulan yakni sebesar Rp 250 ribu.

Butuh waktu satu bulan bagi Andri untuk mengumpulkan uang Rp 100 ribu dari hasil mengojek sehari-hari.


Beruntung, setelah menabung selama sebulan ada kenalan Andri yang menjual hp android bekas seharga Rp 100 ribu sehingga anaknya mampu ikut pelajaran Daring dari sekolah.

Namun setelah Hp bisa dibeli, Andri justru kembali harus bekerja ekstra lantaran handphone membutuhkan kuota untuk dipakai belajar daring.

Kuota dengan cepat habis lantaran anak sulungnya yang sekolah di salah satu SMP di Prabumulih harus bergantian dengan dua adik kembarnya yang masih SD untuk menggunakan Hp agar bisa belajar daring.

"Beginilah buk, susah bekejaran terus dengan keperluan sehari-hari, belum ditambah belajar anak sistem daring ini, sementara ojek sepi," kata Andri Kurniawan dengan raut muka sedih ketika dibincangi wartawati Portalsriwijaya.com, Senin (3/8/2020).

Andri mengaku sehari-hari dirinya hanya mampu mengumpulkan uang dari hasil menarik ojek di kisaran Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu setiap harinya.

"Kamarin terpaksa mengumpulkan uang sedikit demi sedikit untuk membeli Hp karena sepi tarikan ojek, untung ada teman jual hp bekas Rp 100 ribu jadi anak bisa belajar daring tapi malah kuota yang jadi kendala," keluhnya.

Mirisnya, meski tergolong keluarga miskin namun hingga saat ini keluarga Andri Kurniawan tak pernah mendapatkan bantuan apapun baik berupa Kuota, PKH, KIP dan lainnya baik diterima dari sekolah maupun pemerintah Kota Prabumulih.

"Selama ini belum ada bantuan apapun baik PKH, BLT maupun KIP baik dan jujur saja untuk kuota saja terpaksa beli 2 hari sekali dengan harga 8 ribu rupiah untuk belajar setiap harinya dalam waktu satu Minggu," ucap Andri.

Sementara itu, Diah Rahmawati anak pertama dari pasangan Andri Kurniawan dan Siti Khodijah mengungkapkan, jika terpaksa bergantian dengan adiknya untuk belajar daring dan tugas sekolah.

"Kalau Belajar daringnya gantian sama adik karena kalau adek sekolahnya siang dan kalau saya sekolahnya pagi jadi gantian sama adek karena cuma punya HP satu," ungkap Diah.

Andri Kurniawan juga mengharapkan agar Pemerintah Kota Prabumulih ada kepedulian sosial dan bantuan Kuota Gratis.

"Keinginan kami agar pemerintah ada kepedulian sosial dan bantuan untuk kami rakyat kecil seperti ini dan jujur saja kami selaku orangtua kesulitan untuk membeli kuota Internet," harapnya. (Ing)
Share:

Empat Hari Dicari, Tubuh Ikbal Akhirnya Ditemukan


OKU Selatan, Portalsriwijaya.com - Setelah dilakukan pencarian selama empat hari oleh tim BPBD dan warga, akhirnya Ikbal (20) ramaja tenggelam di sungai Saka Selabung akhirnya ditemukan.

Tubuh Ikbal ditemukan oleh warga Kelurahan Kisau bernama Dalom (55) ketika akan mandi di pangkalan sungai tepatnya di Kisau.

Ikbal ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa lagi pada Senin (3/7/2020) sekitar pukul 07.30 WIB.

Dalom yang menemukan jenazah korban langsung memanggil warga lainnya dan memberitahu petugas terkait.

Tim gabungan dan petugas kesehatan dari puskesmas setempat langsung melakukan evakuasi terhadap tubuh korban.

"Tubuh korban ditemukan warga bernama Dalom dalam keadaan sudah tidak bernyawa," ungkap Camat Kecamatan Muaradua Kabupaten OKU Selatan, Putra Bani SSos MSi kepada wartawan.

Putra Bani menuturkan saat ini jenazah korban telah dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan yang layak di pemakaman keluarga.

"Warga saat itu akan mandi pagi, lalu tiba-tiba menemukan jenazah korban," kata Putra ketika dibincangi. (FR86)

Baca Juga : 





Share:

DMI Dan SMSI Dorong Belajar Daring Fungsikan Masjid Hadapi Covid-19



Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Masjid sebagai sarana ibadah dan sosial merupakan sarana vital di tengah mayoritas masyarakat Muslim.

Menghadapi Covid-19 ini, Masjid dapat menjadi ujung tombak dalam membantu anak usia sekolah untuk belajar dari jarak jauh dengan daring. 

"Pengurus masjid di Indonesia diharapkan bisa membantu anak-anak usia sekolah dengan memasang Wifi," kata Ketua Pengurus Pusat Dewan Masjid Indonesia (PP DMI) bidang Kerja sama Antara Lembaga dan Luar Negeri, M Natsir Zubaidi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (2/8/2020).

Menurutnya, pada masa pandemi Covid-19 ini anak-anak diharuskan belajar jarak jauh, sementara fasilitas yang dimilikinya belum memadai.

"Tanggungjawab pendidikan tidak hanya oleh pemerintah saja, tetapi juga menjadi tanggungjawab keluarga dan masyarakat," ujar Natsir.

Indonesia yang wilayahnya terbentang dari Sabang hingga Merauke, tidak sedikit anak-anak kesulitan mendapatkan akses jaringan internet.

Dari kondisi tersebut, sudah semestinya masjid di Indonesia yang jumlahnya sekitar 850 ribu itu diharapkan  dapat memberikan solusi bagi lingkungan dalam memfasilitasi belajar mengajar baik kepada siswa maupun kepada relawan penggiat pendidikan.

"Bahkan masjid-masjid yang memiliki kemampuan disamping memasang Wifi, juga dapat menyediakan komputer, charger handphone bagi anak-anak usia belajar, dan tetap dalam koridor protokol kesehatan yang ketat," ungkap aktivis pemuda masjid tahun 1970-an ini.

Natsir juga mengatakan, saat ini adalah momentum yang tepat mengembalikan remaja untuk aktif dan mencintai masjid dengan memberikan fasilitas terhadap pusat minat mereka yakni belajar dan sekaligus bisa beribadah serta berdoa.

"Selama ini, kita melihat para pelajar diajak ramai-ramai berdoa pada saat menjelang ujian saja. Masjid harus kita fungsikan secara kaaffah (komprehensif) sebagai tempat ibadah, tarbiyah dan dakwah serta kegiatan muamalah, termasuk pemberdaya umat lainnya," pungkasnya.

Terkait himbauan Pengurus Dewan Masjid yang di sampaikan Natsir Zubaidi tersebut, Firdaus Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) ikut serta mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk bekerjasama memfungsikan rumah ibadah.

Menurut Firdaus sudah saatnya pemerintah pusat dan pemerintah daerah melawan Covid-19 secara total, dengan memfungsikan rumah ibadah sebagai sentra kegiatan dengan memfasilitasi belajar jarak jauh, karena belajar di rumah ibadah selain mempercepat proses siswa adaptasi memasuki era digital 4.0, juga mendekatkannya pada nilai iman dan taqwa sebagai benteng pertahanan bangsa dan negara hari ini dan masa akan datang," jelas Firdaus.(Ing)
Share:

Video : Meski Telah Jadi Anggota Dewan, Zainuddin Tak Malu Tetap Jualan Sapi dan Kambing



Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Kisah yang unik dari seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Prabumulih, H Zainuddin.

Meski telah menjadi satu diantara anggota legislatif namun Zainuddin tak malu untuk tetap menggeluti usahanya sebagai seorang penjual Kambing dan Sapi.

Tidak hanya pada Hari Raya Kurban saja namun penjualan kambing dan sapi digeluti politisi Golkar itu sehari-hari.

Bahkan nama Zainuddin melekat dengan di tengah masyarakat kota Prabumulih. Sebelum hari raya idul adha Zainuddin berjualan kambing di rumahnya sendiri yang berada di Kelurahan Wonosari Kecamatan Prabumulih Utara.

Dikatakannya, jika suatu kepuasan dan hobi sendiri berprofesi sebagai penjual kambing dan sapi meski sekarang menjadi Anggota DPRD Kota Prabumulih.

Klik Videonya : 

"Ini memang usaha turun menurun dan walaupun saya menjabat sebagai anggota DPRD namun berprofesi sampingan sebagai penjual sapi merupakan suatu kepuasan dan juga hobi dari kecil memelihara sapi," terangnya kepada Portalsriwijaya.com.

Tak merasa sombong dan tinggi hati Wakil Rakyat yang mengemban tugas di Komisi III ini memiliki rencana besar untuk membangun perekonomian masyarakat melalui pertanian dan peternakan.

Pria yang akrab disapa Udin ini menjelaskan, hewan qurban sapi dan kambing yang dijualnya lumayan cukup murah dengan harga yang dipatok berkisar Rp 2 juta hingga Rp 6,5 juta untuk harga kambing, sedangkan sapi dengan harga Rp 10 juta hingga paling besar Rp 50 juta tergantung bobot sapi tersebut.

"Ada rupa ada harga, harga tergantung ukuran hewan namun biasanya kalau ada yang ingin benar-benar Qurban tapi uangnya tidak cukup tetap kita bantu," katanya.

"Karena kita jualan tidak hanya cari untung semata tapi juga mencari berkah," ungkap anggota DPRD Prabumulih ini. (Ing)
Share:

Warga Bersama BPBD Cari Tubuh Ikbal Hingga Damarpura, Namun Belum Ditemukan

Warga ikut mencari korban tenggelam

Muaradua, Portalsriwijaya.com - Pasca hilang tenggelam sejak Jumat (31/7/2020) sekitar pukul 17.30, tubuh Ikbal (21 tahun) hingga Minggu (2/7/2020) belum juga ditemukan.

Tim BPBD bersama masyarakat terus melakukan pencarian tubuh korban namun belum juga membuahkan hasil.

Pantauan Portalsriwijaya.com, terlihat masyarakat yang turut mencari korban hilang menggunakan jaring dan menambangkan perahu di tengah sungai Saka Selabung.

Dari siang hingga larut malam warga terus standby melakukan pencarian dan memantau dari atas perahu untuk melihat apakah korban akan nampak di permukaan air atau tidak.

Baca Juga :'Kawanku Terjun Dak Nimbul Lagi', Remaja Diduga Hanyut Saat Mandi Bersama Temannya

"Kami pasang jaring dan akan cari sampai malam kagek, kami melok nunggui kalu korban lewat," tutur warga.

"Kalu kagek tejingok oleh kami, kagek kami kabarin pak," tukas warga yang tidak mau menyebutkan namanya kepada Portalsriwijaya.com

Kepala BPBD Kabupaten OKU Selatan Doni Agusta SKM mengungkapkan kepada media, pencarian pada Minggu di akhiri hingga pukul 17.00 belum juga menemukan korban.

"Kami sudah mencari hingga ke Desa Damarpura menyisir tepi sungai dan menyelami lubuk-lubuk, tapi belum ditemukan," terang Doni.

"Besok akan kita lanjutkan pencarian lagi dengan seluruh tim dan pihak keluarga," tambahnya. (FR 86)
Share:

Portalsriwijaya.com