Persidiwa FC Pangkul Jadi Desa Pertama Tantang Persipra FC, Serasa Main Di Lapangan Internasional

Tim sepak bola kebanggan kota Prabumulih yakni Persipra mengajak tim Persidiwa FC Pangkul bermain sepak bola, Sabtu (20/2/2021)

KPU OKU Selatan Tetapkan Popo Ali-Sholihien Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Terpilih

Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) OKU Selatan langsung menetapkan Bupati dan Wakil bupati terpilih Kabupaten OKU Selatan yakni Popo Ali M B Commerce dan Sholihien Abuasir

Ridho Minta Dukungan Gubernur Realisasikan Program Pusat di Kota Nanas

Kota Prabumulih akan mendapatkan sejumlah pembangunan proyek infrastruktur dari pemerintah pusat.


Polsek Prabumulih Timur Ringkus Pelaku Diduga Bandar Judi Online

 


Prabumulih, Potalsriwijaya.com - Apes nasib dialami Johan bin Salim (44) warga Jalan Bangau No 62 RT 01 RW 01 KelurahanTugu Kecil KecamatanPrabumulih Timur Kota Prabumulih.

Johan terpaksa mendekam di sel tahanan Polsek Prabumulih Timur akibat ulahnya diduga menjadi bandar judi toto gelap alias togel. Pria anak satu ini diringkus tim Gurita Timur di rumahnya pada Selasa (12/10/2021) sekitar pukul 21.30.

Dari tangan pelaku berhasil diamankan barang bukti berupa 1 unit handphone Oppo A37 untuk melakukan komunikasi transaksi, 2 lembar kertas catatan togel dan 2 lembar uang pecahan Rp 50 ribu.

Dari informasi berhasil dihimpun, diringkusnya Johan bermula dari laporan warga ke Polsek Prabumulih Timur dimana menyebutkan di kediaman pelaku sering terjadi transaksi jual togel.

Mendapat laporan itu tim dibawah pimpinan Kanit Reskrim Polsek Prabumulih Timur Ipda Haryoni Amin SH langsung melakukan penyelidikan dan mendapati kebenaran informasi tersebut. 

Tanpa pikir panjang, jajaran petugas langsung meringkus Johan dan berhasil mengamankan kertas catatanan pemasangan nomor di lemari kaca konter tempat pelaku jualan.

"Kita amankan pelaku judi togel online, kota dapat info dari masyarakat lalu kita lakukan penyedikan dan meringkus pelaku," ungkap Kapolres Prabumulih AKBP Siswandi SIK MH melalui Kapolsek Prabumulih Timur AKP Herman Rozi didampingi Kanit Reskrim Ipda Haryoni Amin SH ketika diwawancarai, Rabu (13/10/2021).

Haryono menuturkan, pihaknya akan terus melakukan pengembangan terkait kasus tersebut termasuk pelaku judi lainnya di wilayah hukum Polsek Prabumulih Timur. 

"Tersangka bukan bandar langsung tapi menyalurkan lagi, akibat perbuatannya ini akan kita jerat pasal 303 KUHP tentang perjudian dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara," tegasnya seraya menuturkan tersangka sudah tiga bulan membuka bisnis togel online itu.

Sementara itu, Johan mengaku dirinya bukan bandar namun hanya melanjutkan pemasangan dari teman-temannya dengan cara mengirim pesan Whatsapp ke bandar inisial MM.

"Saya bukan bandar tapi hanya meneruskan siapa yang mau pasang, misal ada yang mau pasang saya teruskan ke MM melalui pesan Whatsapp," ujarnya.

Johan menuturkan dirinya sudah melakoni hal itu selama 1 tahun terakhir dan tidak ada untung yang di dapat dari menjalankan bisnis itu. "Jumlah uang pasang Rp 30 ribu dan yang pasang hanya dua orang itupun teman saya. Saya dulu pemain namun ada yang titip pasang teman saya, saya hanya pasang tidak ada keuntungan," kilah pelaku.(Snt)
Share:

Ridho Akan Sanksi Perumahan Tak Bangun Fasilitas Umum

 



Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Walikota Prabumulih Ir H Ridho Yahya MM meminta para developer pengembang perumahan agar tidak membebankan pembangunan fasilitas umum seperti jalan, drainase dan lainnya ke pemerintah namun harus dibangun sendiri.

Hal itu ditegaskan Ridho ketika diwawancarai usai peletakan batu pertama pembangunan masjid di acara soft opening perumahan Deni Prabu Residence (DPR) di Jalan Matahari Kelurahan Muaradua Kecamatan Prabumulih Timur, pada Sabtu (2/10/2021).

"Fasilitas umum di perumahan itu tanggungjawab developer untuk pembangunan, jangan sampai baru laku 10 rumah lalu memprovokasi warga ramai-ramai ke rumah saya minta dibangunkan padahal itu tanggungjawab developer," ungkapnya.

Ridho mengaku dirinya kedepan akan selektif dalam memberikan izin kepada perusahaan pengembang perumahan dimana harus menandatangani perjanjian untuk pembangunan fasilitas umum di perumahan.

"Kalau selama ini kita kecolongan karena izin di bawah, sekarang izin perumahan harus menghadap ke kita sehingga kita bisa selektif, jangan sampai begitu perumahan laku fasilita umum tidak dibangun dan developer kabur," katanya.

Ditanya apakah ada sanksi jika memang ada developer tidak membangun fasilitas umum dan kabur setelah perumahan habis terjual, orang nomor satu di kota nanas itu mengaku jelas akan menerapkan saksi.

"Jelas akan kita sanksi, sanksinya akan kita cabut izin perumahan dan perusahaan pengembang, sehingga tidak lagi terjadi," tegasnya.

Lebih lanjut Ridho menyambut baik banyak pengembang mengembangkan bisnis perumahan di kota Prabumulih karena menandakan kota nanas maju dan ekonomi berkembang pesat.

"Kita akan permudah izin namun harus juga pihak pengembang sesuai aturan, harus peduli warga sekitar dan tidak kabur meninggalkan fasilitas yang tidak dibangun," harapnya. (SNT)
Share:

Terima SK Kepengurusan, Ketua PKB OKU Selatan Minta Semua Pengurus Kerja Keras


Palembang, Portalsriwijaya.com - Kepengurusan DPC PKB Kabupaten OKU Selatan akhirnya menrima Surat Keputusan (SK) dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa bertempat di Hotel Aston Palembang, pada 27-28 September 2021. 


Penyerahan itu dilakukan dalam kegiatan Pencalegan Dini dan Penyerahan SK untuk Kepengurusan seluruh Kabupaten/Kota Se Sumatera Selatan yang digelar Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Sumsel. 


Adapun Kepengurusan DPC PKB Kabupaten OKU Selatan antara lain, Ketua Dewan Syura Ky Imam Syarbini dan Sekretaris Syuro Nazarudin SH, sementara untuk Ketua Dewan Tanfidz  Ardiyan Gama SH dan Sekretaris Tanfidz Fauzi Rahman. 


Ketua Tanfidz DPC PKB OKU Selatan Ardiyan Gama ketika diwawancarai di sela-sela Penyerahan SK dan Penandatanganan Komitmen kerja mengungkapkan rasa optimis menghadapi Pemilu 2024 dengan politik kerja keras dan kerja cerdas sesuai intruksi dari DPP PKB kepada seluruh jajaran di Indonesia. 


Pria yang akrab disapa Gama itu menuturkan, kedepan DPC bertekad untuk mendapatkan satu fraksi penuh di kursi legeslatif DPRD Kabupaten OKU Selatan. 


"Kita yakin dan optimis akan meraih 4 kursi atau satu fraksi penuh di Legeslatif mendatang," tegas Gama didampingi Sekretaris Fauzi Rahman dan Ketua LPP Tisna Buana. 


Gama menambahkan, segenap pengurus DPC PKB mengharapkan kerja keras dan kerja cerdas kedepan demi meraih kemenangan agar terwujudnya kesejahteraan konstituen dan Masyarakat pada umumnya. 


"Kami mengharapkan semua pengurus untuk bekerja keras agar kedepan meraih kemenangan, karena tanpa kerja keras semua jajaran pengurus maka apa yang dicita-citakan tidak akan berhasil," harapnya. (FR86)

Share:

Tak Libatkan Perangkat Desa, Kades Muara Payang Ditahan Kejari OKU Selatan Korupsi DD



OKU Selatan, Portalsriwijaya.com - Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan menahan Kepala Desa (kades) Muara Payang, Kecamatan Kisam Tinggi Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan Provinsi Sumatera Selatan, Senin (13/8/2021).


Kepala Desa Muara Payang inisial YA ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan dengan kasus dugaan korupsi Dana Desa (DD) tahun anggaran 2017 hingga 2019. 

Penetapan tersangka sekaligus penahanan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Kejari OKU Selatan, Kusri SH didampingi Kasi Intel, Kasi Pidum, Kasi Pidsus dan jajaran Kejari OKU Selatan, pada Senin (13/9/2021).

"Tersangka YA ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan atas dugaan korupsi pengelolaan dana desa Muara Payang tahun anggaran 2017 hingga 2019 sebesar Rp.1.702.374.581," tegasnya.

Adapun nilai kerugian negara atas dugaan penyelewengan dana desa berdasarkan laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Sumatera Selatan Nomor: SR-353/PW07/5/2021 9 Agustus 2021 yakni sebesar Rp699.307.536,74.

Nilai kerugian sebesar itu, disebabkan tersangka melakukan penyalahgunaan dana desa selama 3 tahun anggaran berturut-turut mulai dari tahun 2017, 2018 dan 2019.

"Selain itu dalam pelaksanaan pengelolaan anggaran dana desa itu, tersangka YA ini, tidak melibatkan perangkat desa atau PTPKD/PPKD," tambahnya.


Tak hanya itu, Kajari mengungkapkan penggunaan Dana Desa tidak sesuai peruntukan sebagaimana telah dituangkan di dalam APBDes maupun RAB kegiatan, merekayasa dokumen SPJ Dana Desa yang dibuat seolah-olah telah sesuai dengan peruntukannya.(FR86)

Share:

Polres OKU Selatan Bongkar Sindikat Pemalsuan Surat Swab Antigen, Selembar Surat Dijual Mahal



OKU Selatan, Portalsriwijaya.com - Jajaran Polres OKU Selatan berhasil membongkar sindikat pemalsuan Surat Keterangan Swab Antigen Covid19.

Hal ini terungkap dari Press Rilise atau gelar perkara pada Senen 13 September 2021 di halaman Mapolres OKU Selatan.

Dari hasil pemeriksaan Jajaran Polres terungkap surat Swab Antigen palsu yang di buat oleh 4 orang pelaku tersangka mantan Honorer UPTD Puskesmas Kecamatan Banding Agung.

Para pelaku yakni Defan Afreli (35 tahun) warga Desa Sukajaya Kecamatan Warkuk Ranau Selatan, Desra Efendi (34 tahun) warga Kelurahan Bandar Agung Kecamatan Banding Agung, Midra Yani (40 tahun) warga Desa Hangkusa Kecamatan BPR Ranau Tengah dan mantan honorer UPT Puskesmas BPR Ranau Tengah yakni Rando (34 tahun) warga Desa Hangkusa Kecamatan BPR Ranau Tengah.

Sindikat ini dapat di tangkap oleh Jajaran Reskrim Polres atas dasar Laporan korban seorang Dokter yang bertugas di Kecamatan Banding Agung berinisial AF (43 tahun).

Dari hasil pemeriksaan Jajaran Polres terungkap modus operandi para pelaku adalah motif ekonomi. Dari para tersangka di dapat barang bukti berupa surat palsu swab antigen, satu unit ponsel, satu unit printer dan beberapa lembar uang hasil pemberian para korban kepada pelaku.

Kapolres OKU Selatan AKBP Indra SIK menyampaikan pada press rilise, para tersangaka sudah beberapa kali melakukan aksinya yakni sejak awal bulan September tepatnya tanggal 5 September 2021.

"Para tersangka akan dikenakan pasal 263 KUHPidana tentang pemalsuan surat dengan ancaman kurungan penjara paling lama 6 tahun," tegas Kapolres.

Sementara para tersangka mengakui terpaksa melakukan aksi kejahatan itu karena kondisi ekonomi yang membutuhkan uang. "Setiap lembar surat Swab Antigen palsu kami minta tarif sebesar Rp 100 ribu dan dibagi empat masing-masing Rp 25 ribu," beber para pelaku kepada polisi. (FR86)
Share:

Portalsriwijaya.com