Rampas HP Gadis di Pinggir Jalan, Pemuda di Prabumulih Diringkus Polisi


Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Prabumulih, Polda Sumatera Selatan, kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas tindak kriminalitas di wilayah hukumnya. Kali ini, Tim URC Tekab 11 Sat Reskrim Polres Prabumulih berhasil mengamankan seorang pria berinisial AD (34), yang diduga terlibat dalam tindak pidana pencurian dengan pemberatan terhadap seorang perempuan di kawasan Jalan Patra, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Prabumulih Selatan, Kota Prabumulih.

Terduga pelaku yang diketahui bekerja sebagai buruh harian lepas tersebut berhasil diamankan petugas pada Jumat (30/10/2026) sekitar pukul 16.30 WIB, setelah sebelumnya dilakukan serangkaian penyelidikan berdasarkan laporan korban yang masuk ke Polres Prabumulih pada September 2026 lalu.

Peristiwa pencurian tersebut diketahui terjadi pada Rabu (23/9/2026) sekitar pukul 06.30 WIB, tepatnya di Jalan Patra, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Prabumulih Selatan, Kota Prabumulih. Korban diketahui bernama Sera Amelia (19), seorang perempuan asal Desa Pagar Dewa, Kecamatan Lubai Ulu, Kabupaten Muara Enim, yang saat kejadian tengah berjalan kaki menuju tempat kosnya.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun petugas, kejadian bermula ketika korban baru saja selesai berbelanja sayur untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Saat berjalan kaki dalam perjalanan pulang menuju tempat kos, korban tidak menyadari adanya seorang laki-laki yang mendekat menggunakan sepeda motor Honda Scoopy berwarna putih.

Secara tiba-tiba, laki-laki tersebut diduga langsung menarik satu unit telepon genggam merek Oppo A7 TS berwarna oranye yang saat itu sedang berada di tangan kiri korban. Aksi tersebut berlangsung cepat sehingga korban kehilangan telepon genggam miliknya.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp3.500.000 (tiga juta lima ratus ribu rupiah). Merasa dirugikan, korban kemudian melaporkan peristiwa yang dialaminya kepada pihak kepolisian agar dapat diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Laporan korban secara resmi tercatat dalam Laporan Polisi Nomor LP/B/347/IX/2026/SPKT/POLRES PRABUMULIH/POLDA SUMSEL, tertanggal Kamis, 24 September 2026. Berdasarkan laporan tersebut, Sat Reskrim Polres Prabumulih kemudian melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas serta keberadaan terduga pelaku.

Setelah melakukan penyelidikan, Tim URC Tekab 11 Polres Prabumulih akhirnya memperoleh informasi mengenai keberadaan terduga pelaku AD pada Jumat (30/10/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Berdasarkan informasi yang diterima, AD diketahui sedang berada di kawasan Jalan Bukit Lebar, Kelurahan Muara Dua, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Kasat Reskrim Polres Prabumulih, IPTU Rendi Ramadhona, S.H., M.H., langsung memerintahkan Kanit Pidum IPDA Anja Satria Wibawa, S.H., bersama personel Tim URC Tekab 11 untuk bergerak menuju lokasi yang dimaksud guna memastikan keberadaan terduga pelaku.

Setibanya di lokasi, petugas berhasil menemukan dan mengamankan AD tanpa adanya perlawanan yang disebutkan dalam laporan. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal sebagaimana tertuang dalam laporan pengungkapan, AD mengakui perbuatannya terkait dugaan pencurian telepon genggam milik korban yang terjadi pada September 2026 tersebut.

Selanjutnya, terduga pelaku dibawa ke Kantor Sat Reskrim Polres Prabumulih guna menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut. Dalam pengungkapan kasus tersebut, petugas juga mencatat sejumlah barang bukti berupa satu unit handphone merek Oppo A7 TS berwarna oranye, satu helai baju hoodie berwarna hitam, serta satu unit sepeda motor Honda Scoopy yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Kasat Reskrim Polres Prabumulih, IPTU Rendi Ramadhona, S.H., M.H., menjelaskan bahwa pengungkapan perkara ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat yang diterima pihak kepolisian. Penanganan perkara dilakukan melalui proses penyelidikan hingga akhirnya petugas berhasil menemukan keberadaan terduga pelaku.

Draf pernyataan Kasat Reskrim — perlu konfirmasi sebelum dipublikasikan sebagai kutipan langsung.

“Pengungkapan kasus ini merupakan tindak lanjut dari laporan korban yang masuk ke Polres Prabumulih. Setelah dilakukan penyelidikan, Tim URC Tekab 11 memperoleh informasi mengenai keberadaan terduga pelaku. Anggota kemudian bergerak ke lokasi dan berhasil mengamankan yang bersangkutan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” ujar IPTU Rendi Ramadhona.

Lebih lanjut, Kasat Reskrim menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan upaya penegakan hukum terhadap berbagai bentuk tindak pidana yang meresahkan masyarakat, termasuk pencurian yang menyasar warga ketika sedang beraktivitas.

“Kami berkomitmen menindaklanjuti setiap laporan masyarakat secara profesional dan sesuai prosedur hukum. Setiap dugaan tindak pidana akan kami proses berdasarkan alat bukti yang diperoleh, dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kasat Reskrim juga mengimbau masyarakat Kota Prabumulih agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan, khususnya ketika membawa barang berharga seperti telepon genggam, dompet, maupun barang pribadi lainnya saat berada di jalan raya atau tempat umum.

“Kami mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat beraktivitas, terutama ketika membawa barang berharga di tempat terbuka. Apabila mengalami atau mengetahui adanya tindak pidana, segera laporkan kepada pihak kepolisian terdekat agar dapat segera ditindaklanjuti,” tambahnya.

Atas perbuatannya, AD diproses terkait dugaan tindak pidana pencurian dengan pemberatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 477 KUHP, sesuai dengan pasal yang dicantumkan dalam laporan pengungkapan. Penyidik Sat Reskrim Polres Prabumulih selanjutnya melakukan pendalaman perkara guna melengkapi proses penyidikan dan memastikan terpenuhinya unsur-unsur tindak pidana yang disangkakan.

Keberhasilan pengungkapan kasus ini sekaligus menjadi wujud keseriusan Polres Prabumulih dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Melalui langkah penegakan hukum yang profesional dan berkelanjutan, Polres Prabumulih berharap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Prabumulih tetap terjaga, sehingga warga dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman dan nyaman.(Ikb)

Share:

248 Perenang Berbagai Kabupaten kota Ikuti Kejuaraan Renang Fun Swimming, Wako Arlan Berharap Hasilkan Bibit Atlet Baru


Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Sebanyak 248 pelajar tingkat SD hingga SMA sederajat mengikuti Kejuaraan Renang Fun Swimming di kolam renang Leny Tirta Kelurahan Sukaraja kota Prabumulih Selatan kota Prabumulih, Sabtu (31/10/2026).

Kejuaraan renang yang diselenggarakan oleh Federasi Akuatik Indonesia (FAI) kota Prabumulih tersebut digelar dalam rangka memperingati HUT kota Prabumulih ke 25. Kegiatan yang bertujuan memberikan peluang prestasi bagi atlet muda itu dihadiri dsn dibuka secara langsung oleh Walikota Prabumulih H Arlan bersama Ketua TP PKK Hj Linda, Sekretaris Daerah H Elman ST MM dan para pejabat lainnya.

Ketua FAI Prabumulih Hendri Lee didampingi Ketua KONI Prabumulih, Wedi Saputra mengatakan kegiatan diikuti 248 peserta dari berbagai daerah di Sumatera Selatan.

"Peserta berasal dari 44 Perwakilan yang terdiri dari 14 perwakilan club renang dan 30 perwakilan dari sekolah. Kejuaraan ini juga diikuti peserta dari luar daerah seperti dadi Baturaja, Lahat, Lubuklinggau, Palembang dan Muaraenim," ungkap Hendri.

Lebih lanjut pria yang juga owner air minum Winro ini menjelaskan kegiatan dilaksanakan selama dua hari dimana hari pertama untuk pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD), sedangkan hari kedua untuk tingkat SMP dan SMA. "Untuk kategori ada enam, mulai dari usia 6 tahun hingga usia 17 tahun. Untuk kejuaraan ini ada gaya dada, gaya bebas dan lainnya," jelasnya.

Sedangkan untuk penilaian kata Hendri, penilaian dilakukan berdasarkan waktu tercepat, namun untuk seluruh peserta mendapatkan sertifikat dan mendali. "Untuk juara 1 sampai 3 mendapatkan mendali emas, perak, perunggu, sertifikat dan uang pembinaan," tuturnya.

Lebih lanjut Hendri menuturkan, melalui kejuaraan tersebut diharapkan dapat memberikan ruang kepada generasi muda untuk berkompetisi dan menelurkan bibit-bibit atlet untuk mengharumkan nama kota Prabumulih kedepannya.

Sementara itu, Walikota Prabumulih H Arlan mengapresiasi kegiatan kejuaraan dalam rangka HUT kota Prabumulih berupa renang untuk anak-anak generasi muda tersebut. "Kegiatan ini merupakan rangkaian HUT Kota, kita sangat mendukung dan pemerintah kota Prabumulih mensupport penuh kegiatan ini," ujarnya.

Orang nomor satu di kota Prabumulih itu mengharapkan dengan kejuaraan renang tersebut dapat menghasilkan bibit atlet sehingga kedepan dalam ajang-ajang bergengsi lainnya dapat mewakili kota Prabumulih. "Harapan kita dapat menemukan bibit atlet renang yang nantinya akan menjadi kebanggaan kota Prabumulih," kata Arlan saat diwawancarai wartawan.(CK)

Share:

Merajut Asa di Rumah Batik Boek Khaman, Napas Baru Budaya dan Ekonomi Perempuan Lubuk Raman

 


Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Lentik jari Ira (42) ketika memegang canting, ia sedang merangkai masa depannya, tidak hanya menciptakan motif, tetapi juga menciptakan penghasilan untuk keluarganya, menciptakan percaya diri untuk dirinya, dan menciptakan masa depan keluarganya

Keterampilan, ketekunan dan keuletan membatik Ira, menjadi sebuah karya dan peluang ekonomi untuk menambah penghasilan keluarga. Setiap hari Ira menekuni sebagai perajin di Rumah Kreatif Boek Khaman di Desa Lubuk Raman Kecamatan Rambang Niru Kabupaten Muara Enim berdirilah Rumah Batik Boek Khaman.

Bagi perempuan paru baya itu, belajar membatik mengasah keterampilannya dalam bidang seni menggambar diatas kain, dan membuka kesempatan baru untuk membantu perekonomian rumah tangga.

Sebelumnya, pendapatan rumah tangganya bertumpu pada sang suami yang bekerja sebagai penyadap karet. Namun, penghasilan dari pekerjaan tersebut tidak selalu menentu. Hasil yang diperoleh bergantung pada kondisi cuaca dan harga komoditas yang fluktuatif. Ketidakpastian itulah yang mendorong Ira menekuni batik. Keterampilan yang sebelumnya bahkan tak pernah dikenalnya.

"Namanya penghasilan keluarga minim, jadi Alhamdulillah ada tambahan. Bisa untuk membantu suami. Apalagi kalau kita sebelumnya tidak ada penghasilan, ya, satu bulan dapat Rp1 juta," ujarnya.

Pendapatan sebelumnya, Ira hanya mengandalkan penghasilan suami yang bekerja sebagai penyadap karet. Penghasilan tersebut tidak menentu dan hasil yang diperoleh tergantung cuaca dan harga komunitas.

Dari himpitan ekonomi itulah mendorong Ira untuk menekuni seni membatik demi bisa menghidupi dam membahagiakan keluarganya, yang sebelumnya tidak pernah menyangka bisa seterampil seperti sekarang ini.


Ira tidak hanya sendirian, ada temannya sesama ibu-ibu di Rumah Batik Boek Khaman, Ira turut mengerjakan pesanan yang jumlahnya bisa mencapai puluhan hingga ratusan lembar kain dalam sebulan. Pembelinya beragam, mulai dari perorangan hingga perusahaan. Harga setiap lembar kain batik berkisar Rp 250 ribu hingga Rp 500 ribu, bergantung pada tingkat kesulitan motif dan kualitas kain yang digunakan.

Penghasilan dari membatik tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bagi Ira, uang yang diperoleh dari lembar demi lembar kain yang diselesaikannya juga berarti kesempatan untuk membiayai pendidikan kedua anaknya.

Rumah Batik Boek Khaman berperan penting dalam mengangkat identitas budaya Kabupaten Muara Enim. Sebagai daerah yang dikenal dengan potensi energi dan perkebunan, Muara Enim membutuhkan ikon ekonomi kreatif berbasis budaya.

Batik Khaman mengembangkan motif khas yang terinspirasi dari alam Lubuk Raman, seperti motif Sungai Kelekar, Daun Karet, Padi dan Nanas, yang mencerminkan kehidupan masyarakat Rambang Niru. Dengan dukungan dari PT Pertamina Hulu Rokan Zona (PHRZ) 4 batik khas Lubuk Raman ini dapat dipromosikan sebagai warisan budaya Muara Enim yang bernilai jual tinggi dan menjadi kebanggaan Sumatera Selatan.

Sejarah singkat motif Khaman yang diusung oleh Batik Khaman, terkait dengan sejarah pendirian Desa Lubuk Raman dengan suku Rambang Niru, merupakan sebuah desa yang subur, makmur, rukun dan damai. Di desa ini tumbuh tanaman buah Khaman (buah menyerupai mangga) yang besar dan rindang dengan sumber kehidupan Ayek Buluh. Pada tumpal Batik Khaman terdapat 4 Buah Khaman, Kapak Beliung dan Bambu. Empat buah Khaman yang melambangkan 4 Puyang pendiri desa yaitu Puyang Setegal, Puyang Repati, Puyang Meraje Sakti, dan Puyang Pati Begune. Kapak Beliung merupakan kapak pembelah kayu dengan mata besi baja yang tajam dan runcing. Dan bambumelambangkan Ayik/ Air/Sungai Buluh yang merupakan sumber penghidupan masyarakat desa Lubuk Raman.

Kini, Rumah Batik Boek Khaman bukan lagi sekadar tempat mencari nafkah tambahan, la telah menjelma menjadi simbol kemandirian ekonomi sekaligus penjaga kelestarian identitas lokal. Salah satu kekuatan utama Rumah Kreatif Boek Khaman adalah Batik Khaman yang dikelola oleh sepuluh perempuan, terdiri atas ibu rumah tangga dan generasi muda desa. Batik Khaman tengah banjir pesanan oleh para pecinta batik yang berasal dari Kabupaten Muara Enim sendiri, maupun dari berbagai daerah di Provinsi Sumatera Selatan bahkan sampai luar provinsi.


Menurut Etika Oktasari, Ketua Rumah Kreatif Boek Khaman, saat ini pesanan Batik Khaman yang diproduksi oleh Rumah Kreatifnya sudah mencapai lebih kurang 200 lembar per bulannya dan Pembuat batik ini menggunakan bahan alami yang di campur dengan bahan kimia.

"Pencapaian ini berkat pendampingan yang diberikan Pertamina EP Limau Field sejak 2023 yang lalu," terangnya di hadapan awak media saat gelaran Media Field Trip, 15 Oktober 2026.

Etika Oktasari, mengatakan bahwa Rumah Kreatif Boek Khaman menjadi wadah pelatihan, pemasaran, pemberdayaan masyarakat dibawah binaan PT Pertamina EP Limau Field. pendampingan PT Pertamina memberikan dampak besar terhadap pengembangan batik boek khaman.

"Peran dari Pertamina merupakan sebagai bapak asuh, sebagai pembina dari rumah kratif Boek Khaman mendapatkan pelatihan, pemasaran, dan pemberdayaan kepada masyarakat," kata Ketua Rumah Kreatif Boek Khaman, Etika Oktasari.


Perubahan selera pasar menjadi tantangan tersendiri bagi usaha kerajinan. Para perajin harus mampu menjaga kualitas sekaligus menghadirkan desain yang sesuai dengan kebutuhan pembeli. Karena itu, peningkatan keterampilan produksi berjalan bersama upaya memperluas pemasaran. Batik Boek Khaman mulai diperkenalkan melalui Instagram dan Facebook, dipasarkan  lewat Shopeee serta diikutsertakan dalam sejumlah pameran.

Cara ini membuka kesempatan bagi produk desa untuk dikenal oleh calon pembeli di luar lingkungan sekitar. Dampak perkembangan Rumah Kreatif Boek  Khaman juga meluas ke pelaku usaha lain. Saat ini, enam UMKM bergabung dengan beragam produk, mulai dari makanan olahan hingga suvenir.

Kehadiran mereka membuat rumah kreatif tersebut tidak hanya berpusat pada kegiatan membatik. Tempat ini juga menjadi ruang bagi pelaku usaha lokal untuk mengembangkan produk, berbagi peluang dan memperkenalkan hasil karya masing-masing.

Di balik proses produksi yang semakin meningkat, ada perhatian khusus yaitu limbah air dari kegiatan pewarnaan membatik. Limbah produksi berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan. Oleh karena itu, pengembangan usaha batik juga perlu disertai pengelolaan limbah yang bertanggung jawab.

Pewarna yang digunakan berasal dari bahan-bahan alami dan limbah cair hasil produksi diolah melalui Instalasi Pengelohan Air Limbah (IPAL) sebuah bentuk kepedulian lingkungan dari Pertamina EP Limau Field dan dan Batik Boek Khaman, batik ramah lingkungan yang menjaga warisan budaya.(Iqbal)

Share:

Cetak Hattrick Juara 1 Tingkat Polda Sumsel, Tim PKS Binaan Polres OKU Selatan Harumkan Nama Daerah


OKU Selatan, Portalsriwijaya.com - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Polres Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Polda Sumatera Selatan. Tim Patroli Keamanan Sekolah (PKS) binaan Polres OKU Selatan berhasil meraih Juara 1 Lomba Patroli Keamanan Sekolah Tingkat Polda Sumatera Selatan Tahun 2026, sekaligus mempertahankan gelar juara untuk ketiga kalinya secara berturut-turut. Rabu (28/10/26)

Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan bagi jajaran Polres OKU Selatan, dunia pendidikan, Pemerintah Kabupaten OKU Selatan, serta seluruh masyarakat. Prestasi ini mencerminkan hasil pembinaan generasi muda yang dilaksanakan secara konsisten melalui penanaman nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kepemimpinan, dan kepedulian terhadap keamanan lingkungan sekolah.

Pencapaian tiga kali juara berturut-turut bukanlah sesuatu yang diraih secara instan. Di balik keberhasilan tersebut terdapat proses panjang berupa latihan rutin, pendampingan, pembinaan kedisiplinan, serta kerja sama antara kepolisian, pihak sekolah, dan para pelajar yang tergabung dalam tim PKS.

Kapolres OKU Selatan, AKBP I Made Redi Hartana, S.H., S.I.K., M.I.K., menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada seluruh anggota tim PKS, para pembina, serta pihak sekolah yang telah menunjukkan dedikasi dan kerja keras dalam mengharumkan nama Kabupaten OKU Selatan.

"Usaha tidak mengkhianati hasil. Latihan mereka yang konsisten selama ini membuahkan hasil yang maksimal. Keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras, kedisiplinan, kekompakan, dan semangat pantang menyerah seluruh anggota tim PKS. Alhamdulillah, kita kembali berhasil meraih Juara 1 tingkat Polda Sumatera Selatan untuk ketiga kalinya secara berturut-turut," ujar Kapolres.

Menurut Kapolres, keberhasilan tersebut membuktikan bahwa proses pembinaan dan latihan yang dilakukan secara berkesinambungan mampu menghasilkan prestasi. Konsistensi para pelajar dalam berlatih menjadi salah satu faktor penting yang mengantarkan tim PKS Polres OKU Selatan mempertahankan predikat terbaik di tingkat provinsi.


Secara khusus, Kapolres juga menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Bupati OKU Selatan beserta jajaran Pemerintah Kabupaten OKU Selatan atas dukungan terhadap kegiatan pembinaan generasi muda yang dilaksanakan Polres OKU Selatan.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati OKU Selatan beserta jajaran Pemerintah Kabupaten OKU Selatan atas dukungan dan perhatian yang telah diberikan. Prestasi ini menjadi kebanggaan kita bersama dan menunjukkan pentingnya sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan dunia pendidikan dalam mencetak generasi muda yang disiplin, berkarakter, serta mampu mengharumkan nama daerah," ungkap Kapolres.

Kapolres menegaskan bahwa program Patroli Keamanan Sekolah bukan sekadar kegiatan perlombaan, melainkan sarana pembentukan karakter pelajar melalui penanaman nilai kedisiplinan, kepemimpinan, tanggung jawab, dan kesadaran terhadap keamanan serta ketertiban.

Ia berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh pelajar di Kabupaten OKU Selatan untuk terus mengembangkan potensi diri, berlatih dengan sungguh-sungguh, serta tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan.

"Jangan cepat berpuas diri dengan prestasi yang telah diraih. Teruslah belajar, berlatih, dan menjaga kekompakan. Jadikan keberhasilan ini sebagai motivasi untuk meraih prestasi yang lebih tinggi sekaligus menjadi teladan bagi pelajar lainnya," tambahnya.

Sementara itu, Wakapolres OKU Selatan, KOMPOL H. Novan Dwi Putra, S.H., M.H., turut memberikan apresiasi atas keberhasilan tim PKS yang kembali mempertahankan predikat terbaik di tingkat Polda Sumatera Selatan.

"Kami memberikan apresiasi kepada seluruh anggota tim PKS, para pembina, dan pihak sekolah atas keberhasilan ini. Tiga kali meraih juara secara berturut-turut merupakan pencapaian yang membanggakan. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi para pelajar untuk terus meningkatkan kedisiplinan dan menjadi teladan bagi generasi muda lainnya," ujar Wakapolres.

Di sisi lain, Kasi Humas Polres OKU Selatan, AKP Amir Hamzah, S.Sos., M.M., menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut mencerminkan komitmen Polres OKU Selatan dalam mendukung pembinaan generasi muda melalui kegiatan positif, edukatif, dan berkelanjutan.

Menurutnya, program PKS memiliki peran penting dalam membentuk karakter pelajar yang disiplin, memiliki jiwa kepemimpinan, serta peduli terhadap keselamatan dan ketertiban di lingkungan sekolah.

"Melalui program Patroli Keamanan Sekolah, Polri tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan, tetapi juga menjadi mitra dan pembimbing generasi muda. Kami berharap prestasi ini dapat menginspirasi pelajar lainnya untuk terus melakukan kegiatan positif, menjauhi kenakalan remaja, dan menjadi pelopor ketertiban serta keselamatan di lingkungan sekolah," jelas Kasi Humas.

Keberhasilan tim PKS binaan Polres OKU Selatan sekaligus menunjukkan pentingnya kerja sama antara Polri, pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan masyarakat dalam membentuk generasi muda yang unggul dan berkarakter.

Dengan dukungan berbagai pihak, Polres OKU Selatan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan pelajar serta menghadirkan program-program positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Tiga kali berturut-turut menjadi juara tingkat Polda Sumatera Selatan menjadi bukti bahwa latihan yang konsisten, kerja keras, kedisiplinan, dan semangat pantang menyerah mampu membuahkan hasil maksimal. Sebagaimana pesan Kapolres OKU Selatan, "Usaha tidak mengkhianati hasil." (Liputan khusus)

Share:

Tersangka Dugaan Korupsi Mantan Kepala Desa Dititip ke Lapas, Kalapas Muaradua Pastikan Tak Ada Perlakuan Istimewa


OKU Selatan , Portalsriwijaya.com - Jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muaradua resmi menerima penitipan seorang tersangka kasus dugaan korupsi berinisial CA dari Kejaksaan Negeri (Kejari) OKU Selatan, pada Selasa (27/10/2026) sore.

Kepala Lapas Kelas IIB Muaradua Hero Sulistiyono Bc IP S menegaskan tidak ada perlakuan istimewa terhadap tersangka kasus dugaan korupsi yang ditahan sementara di Lapas Muaradua tersebut. "Tidak ada perlakuan istimewa, sama dengan yang lain," tegas Kalapas kepada wartawan.

Lebih lanjut Hero Sulistiyono mengatakan penitipan tersangka oleh jajaran kejaksaan negeri Kabupaten OKU Selatan itu dilakukan pada Selasa Sore. Tersangka mengenakan baju tahanan, turun memasuki Lapas dan kemudian proses penyerahan tersangka dilakukan pihak penegak hukum kejaksaan.

"Ya, benar. Sore hari ini pihak kami telah menerima penitipan tersangka berinisial CA yang tersandung kasus dugaan korupsi dari Kejaksaan Negeri OKU Selatan," ujar Kalapas Muaradua.

Penitipan ini dilakukan setelah berkas perkara dan penyidikan yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) OKU Selatan dinilai telah mencukupi untuk diltingkatkan ke tahap selanjutnya. Tersangka CA selanjutnya akan menjalani penahanan sementara di Lapas Kelas IIB Muaradua sambil menunggu proses pelimpahan berkas perkara ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) untuk menjalani proses persidangan lebih lanjut.

Proses penyerahan tersangka berlangsung dengan aman, tertib dan tetap menerapkan standar operasional prosedur (SOP) penerimaan tahanan baru yang berlaku di lingkungan Lapas Kelas IIB Muaradua, termasuk pemeriksaan kesehatan awal bagi tersangka.

Baca Juga : Kajari OKU Selatan Tetapkan dan Tahan Mantan Kades Sukarami, Diduga Korupsi Dana Desa Kerugian Rp 759 Juta

Seperti diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) OKU Selatan menetapkan dan menahan mantan Kepala Desa Sukarami Kecamatan Buay Sandang Aji (BSA) Kabupaten OKU Selatan berinisial CA alias Cik Ani, pada Selasa (27/10/2026).

Mantan kepala desa Sukarami itu ditahan dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) Sukarami Tahun Anggaran 2022 hingga 2024.

Tak main-main, kerugian keuangan negara yang ditimbulkan dalam perkara tersebut berdasarkan hasil audit Inspektorat Kabupaten OKU Selatan mencapai Rp 759,5 juta atau tepatnya Rp 759.564.810,39.

Selanjutnya tersangka CA dibawa menggunakan mobil tahanan Kejaksaan ke rumah tahanan (Rutan) Kelas IIB Muaradua, untuk dilakukan penahanan selama 20 hari kedepan. (FR86)

Share:


Portalsriwijaya.com

Arsip