Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Sebanyak 115 ibu-ibu dan bapak-bapak lanjut usia (Lansia) resmi di wisuda usai menjalani pendidikan resmi di Sekolah Lansia Tangguh Harapan Bunda Desa Pangkul Kecamatan Cambai Kota Prabumulih, Selasa (12/5/2026).
Wisuda Sekolah Lansia Standar 1 (S1) Standar 2 (S2) Standar 3 (S3) itu yang digelar di Gedung Serba Guna Desa Pangkul itu dihadiri langsung Walikota Prabumulih H Arlan dan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumsel, Dr Anos Saplis. Turut hadir Ketua TP PKK Hj Linda Apriana Arlan, Staf Ahli TP PKK Nuning Mulya, Kepala Desa Pangkul Zakaria Yadi SH MM dan pejabat lainnya.
Dalam sambutannya, Walikota Prabumulih H Arlan mengaku menyambut baik program pendidikan Sekolah Lansia Tangguh Harapan Bunda tersebut. Arlan mengaku dengan adanya program sekolah itu membuat para lansia tetap aktif dalam mengisi masa tua dan tidak hanya diam di rumah.
"Pemerintah kota Prabumulih menyambut baik program sekolah lansia BKKBN ini, kami berharap dengan adanya program ini para lansia selalu aktif dan produktif sehingga tubuh menjadi sehat," ujarnya seraya mengatakan jika selama ini hanya diam saja di rumah menjadi ada kegiatan.
Arlan berharap program sekolah lansia tidak hanya ada di desa Pangkul namun dapat terus berkembang dan hadir di desa-desa lainnya di wilayah Kota Prabumulih. "Adanya sekolah lansia ini sangat bermanfaat besar bagi mereka, tidak hanya bagi kesehatan fisik para lansia tetapi juga kesehatan mental dan sosial mereka," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Desa Pangkul, Zakaria Yadi SH MM menjelaskan bahwa Sekolah Lansia Tangguh Harapan Bunda dibentuk sebagai wadah pembelajaran dan pemberdayaan bagi masyarakat lanjut usia di desa tersebut. Program ini bertujuan menciptakan lansia yang tangguh, mandiri, sehat, dan tetap produktif di usia senja. "Kami berharap para lansia tetap aktif, produktif dan mandiri. Mereka tidak merasa sendiri dan tetap memiliki aktivitas yang positif di masa tua mereka," ujarnya.
Lebih lanjut pria akrab disapa Jaka ini menuturkan untuk materi pembelajaran yang diberikan di sekolah lansia disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan para peserta. Materi tersebut mencakup edukasi kesehatan, aktivitas fisik ringan, pembinaan mental spiritual, keterampilan sederhana, hingga pembelajaran sosial yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup lansia.
"Pelajaran yang diberikan tentunya disesuaikan dengan usia mereka. Para pengajar juga merupakan orang-orang yang memang memiliki pengalaman dalam memberikan edukasi kepada lansia," jelasnya seraya mengatakan keberadaan sekolah lansia memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Pangkul dan membantu menjaga kesehatan dan kebugaran para lansia.(Ikb)












