OKU Selatan, Portalsriwijaya.com - Oknum Kepala Desa (Kades) Danau Jaya Kecamatan Buay Pemaca Kabupaten OKU Selatan berinisial RZ diduga telah melelang atau menjual tanah bangunan polindes atau perumahan Bidan Desa.
Informasi terkait penjualan tanah Polindes atau perumahan Bidan Desa tersebut disampaikan langsung oleh masyarakat desa setempat kepada sejumlah wartawan, belum lama ini.
Kepada wartawan, sumber yang meminta namanya tidak disebutkan itu membeberkan jika tanah bangunan berikut Kantor polindes Bidan Desa diduga sudah dijual oleh oknum Kepala Desa. Tanah Polindes tersebut menurut informasi didapat dijual kepada warga desa setempat dan saat ini dibuatkan Sumur Bor.
"Oknum kades kami diduga jual tanah Polindes ke warga, terbukti sekarang ini tanah itu sudah dibangun sumur bor milik warga yang membeli," ungkap sumber tersebut kepada wartawan.
Tidak sampai disana saja, sumber itu menyebutkan jika dugaan penjualan tanah berikut bangunan Polindes itu tanpa ada musyawarah dengan masyarakat termasuk dan BPD serta Perangkat Desa. "Penjualan lahan bangunan ini tidak transparan dan ini diduga jelas melanggar hukum," tutur warga.
Selain dugaan menjual lahan dan bangunan tersebut, oknum kepala desa sempat dikeluhkan warga karena diduga melakukan pemotongan Dana BLT pada tahun 2023-2024.
Oknum Kepala Desa serta perangkat Desa melakukan pemotongan Dana Bantuan Langsung Tunai ( BLT) dengan nilai bervariasi mulai dari Rp 100 ribu bahkan Rp 200 ribu. "Besaranya bervariasi, ini terjadi tepatnya di dusun 7 Desa Danau Jaya," terang Warga yang siap bersaksi di depan APH jika dibutuhkan.
Terpisah, Oknum Kepala Desa berinisal RZ ketika dikonfirmasi wartawan terkait dugaan penjualan Lahan Polindes, dirinya membantah sudah menjualkan lahan tersebut. "Lahan itu masih ada di situ kang, idak kemano-mano," jelas Kades dalam sambungan telp kepada wartawan.
Kemudian saat di ditanya tentang pemotongan Dana BLT, dirinya juga membantah bahkan menanyakan pada bulan berapa dana tersebut di potong, sebab dirinya baru menjabat sejak Mei tahun 2023.
Dan tentang Dana Ketahanan Pangan yang di peruntukkan untuk Sapi yang pertanyakan masyarakat, di jelaskan oleh Kepala Desa memang benar ada pembelian sapi sebanyak 5 ekor. "Namun sebenarnya anggaran pada Dana Desa hanya 4 Ekor. Berhubung masih ada dana sisa makanan di belikan satu ekor anak sapi," tegas Kades pada Media Portal Sriwijaya.
Masyarakat berharap kepada pihak berwenang untuk turun mengecek laporan masyarakat tersebut dan berharap Oknum Kepala Desa tidak bertindak semena-mena dan Arogan.(Tim)


















