Lupa Ambil HP, Buruh di Prabumulih Kehilangan Oppo Reno 8, Pelakunya Ditangkap Tekab 11


Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Cuma karena HP ketinggalan di rumah teman, seorang buruh harian lepas di Prabumulih harus kehilangan Oppo Reno 8 miliknya. Namun pelaku pencurian itu akhirnya dibekuk Tim URC Tekab 11 Polres Prabumulih.

Pelaku berinisial SU alias LE (53). Pria itu diamankan atas dugaan tindak pidana pencurian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 476 KUHP.

Kasus ini terungkap berawal dari laporan korban, Holil Ibrahim (59), warga Kecamatan Prabumulih Timur. Korban membuat laporan polisi Nomor: LP/B/263/VII/2026/SPKT/Polres Prabumulih/Polda Sumsel, tertanggal 30 Juli 2026.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu, 29 Juli 2026, sekira pukul 14.30 WIB. Saat itu, korban menyadari satu unit HP merek Oppo Reno 8 warna silver miliknya tertinggal di rumah temannya di Jalan Kemang Sari, Kelurahan Mangga Besar, Kecamatan Prabumulih Utara.

Korban pun langsung kembali ke rumah temannya itu untuk mengambil HP-nya. Namun, saat tiba di lokasi, HP tersebut sudah tidak ada di tempat semula. Diduga sudah diambil orang yang tidak bertanggung jawab.

Akibat kejadian itu, korban merugi satu unit HP Oppo Reno 8 warna silver. Ia pun melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polres Prabumulih.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Sat Reskrim Polres Prabumulih langsung melakukan penyelidikan. Hingga akhirnya, pada Jumat, 6 September 2026, sekira pukul 21.00 WIB, Tim URC Tekab 11 mendapat informasi keberadaan SU alias LE di Jalan Alipatan, RT 025 RW 010, Kelurahan Pasar Prabumulih II, Kecamatan Prabumulih Utara.

Mendapat informasi itu, Kasat Reskrim Polres Prabumulih IPTU Rendi Ramadhona, S.H., M.H., langsung memerintahkan Kanit Pidum IPDA Anja Satria Wibawa, S.H., bersama Tim URC Tekab 11 untuk bergerak ke lokasi.

Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan penangkapan terhadap SU alias LE. Kepada petugas, terduga pelaku mengakui perbuatannya. Ia pun langsung dibawa ke Sat Reskrim Polres Prabumulih untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Petugas juga mengamankan barang bukti berupa satu unit HP Oppo Reno 8 warna silver.

Kasat Reskrim Polres Prabumulih IPTU Rendi Ramadhona menegaskan, pengungkapan ini adalah bentuk keseriusan Sat Reskrim dalam menindaklanjuti setiap laporan masyarakat. "Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap laporan masyarakat secara profesional dan melakukan upaya penyelidikan serta penegakan hukum terhadap setiap dugaan tindak pidana. Pengungkapan ini merupakan hasil kerja Tim URC Tekab 11 Polres Prabumulih dalam menindaklanjuti informasi terkait keberadaan terduga pelaku," ujar Rendi.

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap barang-barang pribadi, terutama HP dan barang berharga lainnya. Jangan lalai meletakkan atau meninggalkan barang, dan segera lapor ke polisi jika mengalami atau mengetahui tindak pidana. Saat ini, SU alias LE disangkakan Pasal 476 KUHP tentang pencurian. Perkara ini masih ditangani Sat Reskrim Polres Prabumulih untuk proses hukum lebih lanjut.

Polres Prabumulih juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kamtibmas tetap aman dan kondusif. Jika mengetahui atau mengalami tindak pidana, segera laporkan ke kantor polisi terdekat atau melalui Call Center Polri 110. (Ikb)

Share:

Akhirnya Jalan Prupus - Simpang Lubuk Dalam OKUS Dibangun Akhir Tahun 2026, Camat Heriyanto Sebut Dana 25 Miliar


OKU Selatan, Portalsriwijaya.com - Kabar gembira bagi warga OKU Selatan khususnya Desa Prupus Kecamatan Buay Runjung menuju Desa Simpang Lubuk Dalam Kecamatan Muaradua Kisam. Jalan berlubang seperti kolam yang selama ini dikeluhkan warga, akhirnya akan segera dibangun.

Hal itu ditegaskan langsung oleh Camat Muaradua Kisam, Heriyanto SE kepada wartawan Portal Sriwijaya ketika diwawancarai pada Minggu (8/11/2026).

"Jalan berlubang tersebut akan segera dibangun pada akhir tahun ini. Rencananya akan dibangun oleh Pemerintah melalui dana Kementerian PU dengan dana lebih kurang Rp 25 Miliar," tutur Heriyanto pada Media.

Herianto menjelaskan, jalan Prupus - Simpang Lubuk Dalam ini merupakan jalan strategis penghubung dua kecamatan Buay Runjung dan Muaradua Kisam, sehingga menjadi prioritas pemerintah pusat. "Alhamdulillah, bupati sudah memperjuangkan jalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat dan usulan direspons oleh Kementerian PU. Mohon doa masyarakat agar prosesnya lancar, tidak ada kendala dan bisa segera dikerjakan," ujar Camat Herianto.

Camat menambahkan, Kabar gembira ini sudah disampaikan oleh bupati OKU Selatan Abu Sama kepada pihaknya pada Minggu lalu. Pihaknya berterimakasih kepada bupati dan berharap dalam pelaksanaannya tidak ada kendala. "Semoga tidak ada kendala yang berarti dan segera selesai sehingga bisa dinikmati oleh masyarakat," ujar Heri.

Mendengar kabar tersebut, warga Desa Prupus dan Simpang Lubuk Dalam menyambut dengan suka cita, namun tetap meminta bukti nyata. " Alhamdulillah, kalau benar akhir tahun ini dibangun dengan dana 25 Miliar, kami sangat bersyukur. Tapi tolong jangan hanya janji. Kami sudah bertahun-tahun menderita, motor terperosok, mobil amblas, jalan seperti kolam," ujar salah seorang warga Desa Prupus.

Warga berharap pengerjaan jalan tersebut dilakukan dengan kualitas terbaik, bukan asal-asalan, agar tidak cepat rusak kembali. "Kalau 25 Miliar, harusnya jalannya bagus, aspal hotmix, ada drainase. Jangan sampai baru 3 bulan sudah hancur lagi," tegas tokoh masyarakat Simpang Lubuk Dalam.

Meseki demikian tokoh itu mengapresiasi dan terimakasih kepada Bupati OKU Selatan yang telah peduli dengan masyarakat dan peduli keluhan masyarakat dengan mengajukan pembangnan jalan yang menjadi akses utama masyarakat tersebut. "Kami ucapkan terimakasih kepada Pak Bupati atas perjuangannya sehingga jalan kami akan dibangun," katanya senang.

Terkait pembangunan itu, media Portal Sriwijaya akan terus mengawal realisasi pembangunan jalan tersebut hingga benar-benar dikerjakan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Hal itu diperlukan agar dalam pembangunan tidak ada permainan sehingga pembangunan sesuai dengan ketentuan berlaku.

"Kami ucapkan terima kasih kepada Camat Muaradua Kisam Herianto yang sudah terbuka memberikan informasi. Ini yang ditunggu warga, kepastian. Kami akan kawal sampai jalan ini mulus," ujar Rahman yang merupakan pimpinan redaksi Media Portal Sriwijaya. (FR86)

Share:

Dinsos Prabumulih Akan Data Ulang Ribuan Pekerja Sosial Penerima Insentif, Tak Aktif Akan Dicoret

 


Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Bagi para pekerja sosial yang selama ini menerima intensif dari Pemerintah kota Prabumulih namun tidak aktif menjalankan tugas, siap-siap diputus dan dipastikan tak akan mendapat pencairan intensif triwulan IV tahun 2026.

Penyebabnya, dalam waktu dekat Pemerintah kota Prabumulih melalui Dinas Sosial akan melakukan pendataan terhadap ribuan pekerja sosial untuk memastikan apakah masih aktif menjalankan tugas dan tepat sasaran atau tidak.

Adapun ribuan pekerja sosial pemerintah kota Prabumulih itu terdiri dari beberapa jenis pekerjaan antara lain seperti Guru Ngaji Tradisional, Guru TK/TPA, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), LVRI, Warakawuri/Perip, penjaga rumah ibadah, penjaga Tempat Pemakaman Umum (TPU), dan penerima insentif lainnya.

"Jadi dalam rangka meningkatkan ketepatan sasaran, tertib administrasi serta memastikan validitas data penerima insentif, Dinas Sosial Kota Prabumulih akan melaksanakan verifikasi dan validasi ulang terhadap data penerima insentif," ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial, Firmansah Putra SE MSi melalui Kabid Data dan Informasi Dinsos, Fitriyadi SH kepada wartawan, Minggu (8/11/2026).

Terkait rencan pendataan itu, Fitriyadi berharap seluruh pihak kelurahan dan desa turut bekerjasama, sehingga proses verifikasi dan validasi ulang yang akan dilakukan itu dapat berjalan dengan baik, transparan dan akuntabel. "Harapan kita dengan verifikasi dan validasi ini, insentif yang diberikan oleh Pemerintah Kota Prabumulih benar-benar diterima oleh pihak yang berhak dan masih aktif menjalankan tugasnya," katanya.

Pria yang pernah menjabat Lurah Gunung Ibul itu menegaskan, bagi para petugas penerima insentif yang tidak aktif menjalankan tugas maka akan dilakukan pemutusan kerjasama dan dipastikan tidak menerima insentif triwulan 4 yang akan segera dibagikan dalam waktu dekat. "Bagi yang tidak aktif lagi akan diputus dan dipastikan tidak akan menerima lagi insentif triwulan IV tahun 2026 ini," tuturnya. 

Apa yang akan dilakukan Dinas Sosial tersebut sejalan dengan apa yang seringkali disampaikan Walikota Prabumulih H Arlan dalam berbagai kesempatan. Orang nomor satu di kota Prabumulih itu berharap para pekerja sosial bekerja dengan baik dan melakukan kerja sesuai ketentuan sehingga tidak hanya menerima insentif saja namun tetap bekerja. 

Tak hanya itu, Walikota Prabumulih itu juga pernah menegaskan akan memberikan reward (hadiah) dan punishment (hukuman) bagi pekerja sosial aktif dan tidak aktif. "Akan kita lakukan penilaian secara berkala, bagi yang aktif akan kita berikan reward umroh dan bagi yang tidak akan kita coret dari penerima insentif," ungkap H Arlan dalam berbagai kesempatan acara bersama para pekerja sosial. (05)

Share:

DPC PPP Kabupaten OKU Selatan & Fraksi PPP Satu Komando Dukung Hasil Mukernas dan Rakornas III

 



OKU Selatan, Portalsriwijaya.com - Dukungan terhadap hasil Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) dan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) III Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tahun 2026 terus mengalir dari jajaran pengurus daerah.

Keputusan secara tegas juga disampaikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kabupaten OKU Selatan. "Secara tegas kita sampaikan bahwa DPC PPP OKU Selatan satu suara, khususnya terkait keputusan organisasi dalam memecat Agus Suparmanto dan Taj Yasin melalui mekanisme organisasi," tutur Ketua DPC PPP Kabupaten OKU Selatan, Carles Minarko SE kepada Portal Sriwijaya, Sabtu (7/11/2026).

Menurut Carles, dukungan tersebut bukan merupakan sikap yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari kesamaan pandangan dan hasil konsolidasi organisasi yang telah dibangun melalui forum-forum resmi partai di tingkat nasional.

"Dukungan yang disampaikan DPC PPP Kabupaten OKU Selatan ini,bukan berdiri sendiri, tetapi mengikuti hasil pembahasan dan koordinasi yang dilakukan di tingkat nasional," ujarnya.

Sesepuh PPP Kabupaten OKU Selatan itu menjelaskan bahwa Mukernas dan Rakornas merupakan forum strategis bagi partai politik untuk membahas berbagai persoalan organisasi, menyamakan persepsi, sekaligus merumuskan langkah dan kebijakan yang menjadi pedoman bagi seluruh jajaran kepengurusan.

Ketua DPC PPP OKU Selatan Carles Minarko SE beserta jajaran DPC Sekretaris Mustafa Lukman SP, seluruh anggota Fraksi PPP ketua H Ruslan Ismail, Sekretaris fraksi Iskandar dan Anggota fraksi Rudi Hernawan sudah bulat menyatakan keputusan tersebut.

Hal itu menyelaraskan sikap jajaran partai di tingkat daerah terhadap keputusan organisasi terkait usulan penonaktifan Agus Suparmanto dari jabatan Wakil Ketua Umum (Waketum) serta Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin dari posisi Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PPP periode 2025–2030.

Pernyataan dukungan tersebut disampaikan CMK sapaan akrab ketua DPC OKU Selatan itu menyusul sikap serupa yang sebelumnya disuarakan DPW PPP Sumatera Selatan dan sejumlah DPW PPP dari berbagai daerah di Indonesia.

Carles menilai, konsolidasi organisasi menjadi faktor penting dalam menjaga soliditas internal serta memastikan keselarasan komunikasi dan sikap antara pengurus pusat hingga daerah.

Dengan pernyataan tersebut, DPC PPP OKU Selatan menegaskan komitmennya untuk tetap sejalan dengan hasil Mukernas dan Rakornas III PPP tahun 2026, khususnya terkait keputusan organisasi terhadap Agus Suparmanto dan Taj Yasin Maimoen.

Lain daripada itu, CMK juga mengajak seluruh kader untuk tetap berdiri kompak dalam barisan H Mardiono selaku Ketua Umum PPP. "Saya menghimbau untuk semua kader PPP untuk tetap berdiri di barisan Ketum H Mardiono," tutupnya. 

Sementada itu, Ketua Fraksi PPP, H Ruslan Ismail menyatakan tegak lurus dengan keputusan ketua DPC dan DPW PPP sesuai hasil Mukernas dan Rakornas III DPP PPP. "Dengan tegas kami menyatakan tegak lurus dengan keputusan DPC dan DPW PPP," tegas Ruslan.(Red-FR82)

Share:

DPC PPP Prabumulih Solid Dukung Mardiono, Tegaskan Dukung Pennonaktifan Agus Suparmanto dan Taj Yasin

 



Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Prabumulih menegaskan komitmennya mendukung hasil Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) III PPP yang digelar di Makassar.

Dukungan tersebut juga ditujukan kepada Ketua Umum PPP, H Mardiono terkait keputusan pemberhentian dua elite partai, yakni Wakil Ketua Umum Agus Suparmanto dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) H Taj Yasin.

Ketua DPC PPP Kota Prabumulih, Hj Evi Susanti SE mengatakan dukungan tersebut merupakan bentuk kepatuhan terhadap keputusan dan mekanisme organisasi partai.

Menurut Anggota DPRD Prabumulih dua periode itu, pemberhentian kedua pengurus tersebut bukan merupakan keputusan sepihak, melainkan bagian dari proses konsolidasi organisasi yang berangkat dari usulan DPW PPP se-Indonesia.

"Keputusan itu merupakan bagian dari proses konsolidasi dan pengambilan keputusan organisasi yang berasal dari usulan DPW PPP se-Indonesia," tegas Evi kepada wartawan, pada Sabtu (7/11/2026).

Politisi yang kritis menyuarakan kepentingan masyarakat di kota Prabumulih itu menjelaskan, usulan pemberhentian tersebut disampaikan dalam Rakornas III PPP pada Selasa, 27 Oktober 2026. Menurut Evi, setiap langkah dan keputusan partai harus berpedoman pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) sebagai landasan dalam menjalankan roda organisasi.

Lebih lanjut Evi juga menanggapi terkait isu dualisme kepengurusan yang berkembang di internal PPP, dimana menurutnya tidak ada dualisme kepengurusan. Evi mengaku, legalitas kepengurusan harus mengacu pada surat keputusan (SK) kepengurusan yang menjadi dasar resmi organisasi.

"Karena hanya terdapat satu surat keputusan (SK) kepengurusan yang menjadi dasar legalitas kepengurusan partai jadi tidak ada dualisme," tegasnya.

Pada kesempatan itu, ibu yang terkenal tegas di DPRD Prabumulih itu juga menyatakan DPC PPP Kota Prabumulih mendukung penyelesaian setiap dinamika internal melalui mekanisme dan forum resmi partai. Hal itu perlu dilakukan menurutnya agar perbedaan pandangan di internal organisasi tidak sampai menghambat konsolidasi maupun perjuangan PPP dalam menjalankan fungsi politik di tengah masyarakat.

"Prinsip yang harus dijaga adalah kepatuhan terhadap AD/ART, penghormatan terhadap mekanisme organisasi dan kepentingan PPP secara keseluruhan," bebernya.

Evi berharap seluruh kader dapat mengedepankan kepentingan partai dibandingkan kepentingan pribadi maupun kelompok. "Jangan sampai perbedaan pandangan justru mengganggu konsolidasi dan perjuangan partai di tengah masyarakat," tambahnya.(05)

Share:


Portalsriwijaya.com

Arsip