Dukung Pemerintah, Sejumlah Provider Telekomunikasi di kota Prabumulih Mulai Tertibkan Kabel Semrawut

Perusahaan provider mulai menata kabel-kabel internet yang semrawut di kota Prabumulih. Selengkapnya..

Bupati Edison Lantik Pejabat Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas dan Pejabat Fungsional

Bupati Muara Enim, Edison melantik Pejabat Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas dan Pejabat Fungsional Pemerintah Kabupaten Muara Enim, pada Kamis (19/2/2026)

SPPG Srimenanti Resmi Diluncurkan, Targetkan Pemenuhan Gizi bagi 3000 Siswa

SPPG Srimenanti Kecamatan Buay Pemaca Kabupaten OKU Selatan, resmi diluncurkan pada Rabu (18/2/2026).

Kades Banjar Agung Bantah Anaknya Todongkan Pistol, Lapor Balik ke Polres

 


OKU Selatan, Portalsriwijaya.com - Kepala Desa Banjar Agung, Alimudin mengambil langkah hukum dengan melaporkan balik terkait tuduhan yang menyebutkan anak kandungnya diduga membawa dan mengancam menggunakan senjata api jenis pistol. Isu yang sempat viral di media sosial pada Jumat, 10 April 2026 itu dibantah habis-habisan oleh pihak Kades.

Kades Alimudin resmi melapor balik ke Polres OKU Selatan atas tuduhan palsu yang dialamatkan kepada anaknya, Jumat, 10 April 2026. Usai pelaporan balik, Kades Banjar Agung ini memaparkan kronologi sebenarnya kepada awak media. "Perihal senjata yang disebutkan pelapor atas anaknya adalah tuduhan semena-mena," ujarnya menjelaskan.

Menurut Kades, kejadian bermula ketika dirinya dan istri, didampingi perangkat desa, bersilaturahmi ke rumah seseorang warga berinisial MN. Hal ini biasa ia lakukan pada setiap warganya dalam rangka silahturahmi pamong desa ke warga.

"Awalnya saya dan istri didampingi perangkat desa berkunjung ke rumah MN untuk bersilaturahmi. Selaku pamong desa, hal tersebut wajar dilakukan dan sesampainya di sana (rumah warga tersebut), kami berbincang-bincang,"  jelas Kades Alimudin menguraikan kronologi awal.

Saat berbincang dengan tuan rumah, tiba-tiba saudara MN masuk ke dapur sembari membawa senjata tajam jenis kapak. "Melihat situasi sudah tidak kondusif dan membahayakan, maka kami memutuskan untuk segera pulang," tutupnya.

Tiga orang saksi mata yang berada di lokasi kejadian juga membantah tuduhan atas senjata jenis pistol yang dituduhkan pada anaknya. " Kami yang berada di lokasi saat kejadian, kami tidak pernah melihat anak Kepala Desa Banjar Agung membawa ataupun mengeluarkan senjata api yang dituduhkan, ini bentuk fitnah dan kebohongan," ujar para saksi menegaskan. (Fr86)

Share:

Datangi Rumah Warga, Anak Kades Banjar Agung Diduga Todongkan Pistol, Korban Lapor Polisi


OKU Selatan, Portalsriwijaya.com - Belum selesai kasus asusila yang diduga menimpa Oknum Kades AM, sudah menambah kasus baru yakni penodongan menggunakan senjata api jenis pistol oleh anak kandungnya kepada warga. 

Peristiwa tragis hampir merenggut nyawa korbannya itu terjadi di Desa Banjar Agung Kecamatan Buay Rawan Kabupaten OKU Selatan. Kejadian terjadi di rumah Korban Mat Nur tepatnya pada Kamis (9/04/2026) sekira pukul 18.30 WIB.

Korban penodongan senjata api jenis pistol itu bernama Sulis (20) yang merupakan anak Mat Nur, Warga Banjar Agung Kecamatan Buay Rawan. Dalam keterangannya, korban mengungkapkan bahwa peristiwa bermula seusai magrib di rumah Mat Nur orang tua Sulis kedatangan tamu tak diundang. 

Tamu itu merupakan rombongan Kades Alimudin bersama Istri kades, anak dan perangkat Desa berjumlah 6 orang datang ke rumah Mat Nur. Belum diketahui pasti apa alasan rombongan Kades bertamu, namun diduga hendak membahas dan meminta maaf terkait kasus dugaan asusila. Melihat para tamu itu Mat Nur langsung lari ke belakang entah akan mengambil parang atau mau kabur. 


Anak korban Sulis dan istrinya melihat itu langsung berteriak dan meminta rombongan itu keluar rumah disusul Sulis ke halaman rumah. Namun tiba-tiba anak Kades mengeluarkan dan mengacungkan senjata api jenis pistol diduga mengancam hendak menembak ke arah korban dan keluarganya. Melihat anak kades mencacungkan pistol itu, Sulis yang keluar rumah mengantar rombongan kades menjadi takut dan trauma karena khawatir menjadi korban penembakan. Khawatir dengan keselamatan keluarga, Mat Nur bersama anak istri dan kerabat kemudian melaporkan apa yang dialaminya tersebut ke Satreskrim Polres OKU Selatan.

Keluarga korban Hairul Asnawi (55) menyampaikan minta kepada Aparat Penegak Hukum untuk menegakkan hukum yang berlaku dan meminta permasalahan tersebut diusut tuntas. Terlebih apakah masyarakat bisa bebas membawa senjata api terlebih itu digunakan diduga untuk mengancam. "Kami berharap petugas kepolisian segera mengamankan terlapor yang membawa dan memiliki senjata api itu, apalagi untuk menakut-nakuti dan mengancam orang lain," katanya.

Sementara itu, Kades Banjar Agung, Alimudin mengungkapkan bahwa dirinya datang selaku Kepala Desa bukan untuk mengaku salah dan untuk saling memaafkan. "Nyak ratong selaku Kepala Desa nyak Haga kilu maaf, ain nyak Haga ngaku salah. Madaki niku wargaku Mak ku tegor (saya datang selaku Kades mau meminta maaf, bukan mengaku salah. Masa wargaku sendiri tidak ku tegur-red)," tegas Alimudin.

Terpisah, Sirin ( 41) warga Banjar Agung mengungkapkan kepada wartawan, bahwa pernah melihat Kepala Desa Alimudin menunjukkan pistol kepada dirinya. Pada saat itu Kades meminta kepada Sirin untuk tidak memberitahukan kepada orang banyak.

"Dang niku abor-aborko nyak wat senpi sa Long (jangan kamu bicarakan saya punya senjata api ini-red)," kata Sirinmenirukan kata-kata Alimudin beberapa yang waktu lalu. 

Kasat Reskrim Polres OKU Selatan, AKP Aston Sinaga membenarkan adanya laporan tersebut namun belum bisa memastikan kronologis dalam laporan lantaran masih di Polda Sumsel. Namun meski demikian, jajaran Polres OKU Selatan akan melakukan tindak lanjut dengan menangani laporan tersebut. (Fr86)

Share:

Sempat Heboh, Kadinsos OKU Selatan Akui Tak Pernah Ajak Wartawan Berkelahi, Justru Oknum Ancam Laporkan Dirinya

 


OKU Selatan, Portalsriwijaya.com - Setelah sempat heboh, akhirnya Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Inada buka suara terkait pemberitaan yang menyebut dirinya bersikap arogan hingga mengintimidasi wartawan saat menjalankan tugas jurnalistik.

Kepada sejumlah wartawan Inada menyampaikan klarifikasi dan mengaku dirinya tidak pernah memiliki niat untuk bersikap arogan, menyakiti, maupun mengintimidasi pihak mana pun khususnya wartawan yang selama ini dianggap sebagai mitra kerja.

"Jika ada wartawan yang merasa terintimidasi, saya juga tidak menduga hal tersebut karena selama ini hubungan kita sangat baik dan tidak ada niat dalam hati saya untuk bersikap arogan maupun menyakiti apalagi mengintimidasi," tutur Inada, Selasa (7/4/2026).


Pria yang pernah menjadi Camat Kecamatan Tiga Dihaji itu bahkan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka apabila dalam interaksi dengan siapa saja termasuk wartawan jika terdapat sikap yang kurang berkenan.

"Kalau pun ada sikap saya yang salah, secara pribadi dan sebagai Kepala Dinas Sosial OKU Selatan, saya mohon maaf," katanya.

Pernyataan dan klarifikasi itu disampaikan terkait berita penertiban ODGJ Mariam Sombong yang viral Kota Muaradua. Dalam pemberitaan yang beredar, disebutkan bahwa pejabat tersebut diduga mengajak dua orang wartawan untuk berkelahi.

Seorang saksi yakni Tisna Buana mengatakan saat kejadian berlangsung dirinya ada Tempat Kejadian Perkara (TKP) yaitu di dalam ruangan Kepala Dinas Sosial dan mendengar dengan jelas seluruh percakapan yang terjadi antara kedua belah pihak. 

"Berdasarkan apa yang saya dengar dan lihat secara langsung, sejauh ini saya pastikan bahwa tidak ada satu pun kalimat atau ucapan dari Kepala Dinas Sosial yang bermaksud mengajak kedua wartawan tersebut untuk berkelahi," ungkap Tisna menjelaskan fakta di lokasi.

 

Lebih jauh lagi Tisna menegaskan keseriusannya dalam memberikan keterangan ini demi kebenaran. Ia menyatakan kesiapannya untuk menjadi saksi dalam forum apa pun demi membuktikan kebenaran peristiwa tersebut.

"Saya siap dan sanggup memberikan kesaksian di mana pun dan kapan pun dibutuhkan. Keterangan yang saya sampaikan ini adalah fakta yang sebenarnya, dan saya juga bersumpah untuk mempertanggung jawabkan ucapan saya ini di atas sumpah," lanjut Tisna dengan tegas.

Di ungkapkan lebih lanjut, pada saat awal kejadian selisih paham, datangnya dua rekan Wartawan tersebut langsung masuk ke dalam ruangan Kadinsos tanpa izin terlebih dahulu dengan petugas jaga di depan kantor, hal ini di benarkan oleh dua petugas Pol Pamong Praja. 

"Kemudian oknum Wartawan inisial SF mengatakan kepada saya akan melaporkan Kadinsos dan Ernita Sriyana. Lalu dijawab Kadinsos benar bahwa apa kendak dan keinginan siap aku ladeni," tegas Tisna di benarkan Kadinsos. (Red/FR86)

Share:

Apel Bulanan Pemkot Prabumulih, H Arlan Ingatkan Disiplin ASN dan Pelayanan Publik


Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Pemerintah Kota Prabumulih melaksanakan apel bulanan yang bertempat di Lapangan Stadion Talang Jimar. Apel tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Prabumulih, H Arlan dan diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Prabumulih.

Dalam amanatnya, H Arlan menekankan pentingnya peningkatan kedisiplinan bagi seluruh pegawai. Ia menyampaikan bahwa bersama Inspektorat akan dilakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna memastikan kedisiplinan dan kinerja pegawai tetap terjaga.

Selain itu, ia juga mengingatkan agar seluruh ASN memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan penuh tanggung jawab dan profesionalisme. "Apabila terdapat pegawai yang melanggar aturan atau tidak disiplin, saya minta kepada kepala dinas agar segera melaporkannya kepada Inspektorat," tegasnya.

Di akhir amanatnya, H Arlan kembali mengajak seluruh pegawai untuk terus meningkatkan kedisiplinan serta menjaga kekompakan dalam bekerja demi mewujudkan pelayanan publik yang optimal. Apel bulanan berlangsung dengan tertib dan khidmat serta menjadi momentum untuk memperkuat komitmen ASN dalam meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.(Ikb)

Share:

Wako Prabumulih bersama Ratusan Warga Prabumulih Ikuti Senam Sehat dan Kick Off Piala Dunia 2026


Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Ratusan masyarakat kota Prabumulih memeriahkan senam bersama sekaligus kick off Piala Dunia FIFA 2026 yang digelar di stadion Talang Jimar Kecamatan Prabumulih Kota Prabumulih, Minggu (5/4/2026).

Walikota Prabumulih H Arlan dan Wakil Walikota Prabumulih Franky Nasril SKom MM yang hadir secara langsung menyambut antusias kegiatan senam sehat dan sosialisasi piala dunia itu.

Kegiatan diawali dengan senam bersama ratusan masyarakat kota Prabumulih yang memadati stadion Talang Jimar dan dilanjutkan dengan pelepasan balon tanda kick off piala dunia yang akan disiarkan oleh televisi nasional pada Juni 2026 mendatang.

"Mari kita saksikan pada Juni 2026 mendatang Piala Dunia melalui televisi nasional kita," ajak Orang nomor satu di kota Prabumulih tersebut.

Pria akrab disapa Cak Arlan itu mengungkapkan dirinya secara pribadi dan pemerintah kota Prabumulih mendukung penuh perhelatan dunia Piala Dunia 2026 dan berharap sukses disiarkan oleh televisi nasional tanpa kendala.

"Kegiatan ini bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga tentang kebersamaan dan semangat kita sebagai bagian dari masyarakat yang mendukung sepak bola dunia," kata Walikota Prabumulih itu.

Sementara pelaksanaan senam bersama, Arlan mengaku setiap minggu digelar pemerintah kota Prabumulih di stadion Talang Jimar. "Kita lakukan senam bersama agar tubuh sehar, serta untuk terus meningkatkan tali silaturahmi antar masyarakat," tuturnya.

Pantauan di lapangan, kegiatan senam bersama dan kick off piala dunia itu tidak hanya diikuti oleh masyarakat umum namun juga para pegawai, para wakil rakyat dan perwakilan instansi vertikal hingga para pelajar dari berbagai sekolah.

Hadir juga Ketua TP PKK Hj Linda Arlan, Staf Ahli TP PKK, Nuning Mulya Franky, Sekretaris Daerah, Asisten 1 dan Asisten 3, Staf Ahli walikota, Kapolsek Timur Kota Prabumulih, seluruh OPD ruang lingkup Pemerintah Kota Prabumulih.(Ikb)

Share:


Portalsriwijaya.com

Arsip