Gencarkan Pencegahan Karhutla, Kapolres OKU Selatan Gelar Sosialisasi MPA Zona III


OKU Selatan, Portalsriwijaya.com – Kepolisian Daerah Sumatera Selatan melalui Kepolisian Resort (Polres) OKU Selatan terus menggandeng masyarakat untuk memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Langkah preventif tersebut diwujudkan melalui agenda Sosialisasi Masyarakat Peduli Api (MPA) Zona III yang di selenggarakan di Pendopo Desa Sipatuhu Kecamatan Banding Agung Kabupaten OKU Selatan, Selasa (1/9/2026).

Kegiatan sosialisasi dibuka dan dipimpin langsung oleh Kapolres OKU Selatan AKBP I Made Redi Hartana sekitar pukul 09.45 WIB. Forum ini bertujuan meningkatkan kesiap siagaan warga, memperkuat kemampuan deteksi dini, serta menumbuhkan kesadaran kolektif dalam menjaga kawasan hutan dan perkebunan.

Cakupan wilayah MPA Zona III meliputi area hukum tiga kepolisian sektor (polsek) yang membawahi tujuh kecamatan, yaitu Kecamatan Banding Agung, BPR Ranau Tengah, Warkuk Ranau Selatan, Mekakau Ilir, Pulau Beringin, Sungai Are, dan Sindang Danau.

Hadir dalam kegiatan tersebut Asisten III Setda OKU Selatan Fery Wijaya mewakili Bupati, jajaran pejabat utama Polres OKU Selatan, para Kapolsek Zona III, unsur TNI (Koramil), para Camat, Kepala Desa, Lurah, serta perwakilan dinas terkait dari Dinas Pertanian, BPBD, Dinas Damkar dan Dinas Lingkungan Hidup.

Kapolres OKU Selatan AKBP I Made Redi Hartana SIK menegaskan bahwa penanganan karhutla membutuhkan kolaborasi aktif dari seluruh elemen masyarakat. "Pencegahan dan penanggulangan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan Pemerintah maupun aparat keamanan. Keterlibatan masyarakat, terutama yang berada langsung di wilayah rawan, menjadi kunci penting dalam mempercepat deteksi dini dan penanganan awal apabila ditemukan titik api," ujar AKBP Redi.

Ia juga mengimbau warga agar meninggalkan praktik membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar, mengingat dampak buruknya terhadap ekosistem lingkungan, kesehatan, hingga perputaran ekonomi lokal.

Rangkaian acara turut diisi paparan teknis lintas sektoral, mulai dari mitigasi bencana oleh BPBD dan Dinas Damkar, tata kelola ramah lingkungan oleh Dinas Pertanian dan LH, hingga penegakan hukum pidana oleh KBO Reskrim Polres OKU Selatan. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif bersama relawan MPA hingga selesai pukul 12.25 WIB dalam situasi kondusif.

Sementara itu, Kasi Humas Polres OKU Selatan AKP Amir Hamzah SSos MM menegaskan pentingnya peran relawan di tingkat bawah. "Sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran bersama. Kami mengajak peran aktif relawan MPA dan seluruh lapisan warga untuk menjaga lingkungan agar wilayah OKU Selatan terhindar dari potensi bencana karhutla," ujar Amir Hamzah.(FR86)

Share:

Hadir di Unsri, Gita Wirjawan x Luky A Yusgiantoro Berikan Materi pada Kuliah Umum Hulu Migas SKK Migas - KKKS Wilayah Sumsel


Palembang, Portalsriwijaya.com - Memperkenalkan industri hulu migas kepada mahasiswa/i serta civitas akademika, SKK Migas - KKKS Wilayah Sumatera Selatan laksanakan Kuliah Umum Akbar dengan melibatkan hampir 700 peserta dari 4 Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Sumatera Selatan. Kegiatan diselenggarakan di Aula Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya, pada Rabu (26/8/2026). 

Mengangkat tema “Leadership & Collaboration” kegiatan ini memberikan penjelasan yang sangat informatif terkait A to Z hulu migas, kebijakan dan aturan serta gambaran kondisi geopolitik energi kepada seluruh peserta. 

Gita Wirjawan yang menjadi salah satu narasumber menyebutkan bahwa dalam perkembangan saat ini para mahasiswa harus melek teknologi, harus mampu memahami gejolak serta kondisi geopolitik dan diharapkan dapat berpikir lebih visioner untuk bisa menguasai wawasan yang akan dibutuhkan dalam industri pada masa yang akan datang.

"Para mahasiswa saat ini harus mau belajar lebih luas, lebih kritis dan memahami secara gamblang apa sebetulnya yang dibutuhkan industri pada masa yang akan datang. Mahasiswa yang kemudian akan mengepakkan sayap belajar hingga keluar negeri, diharapkan mau untuk kembali dan memanfaatkan ilmunya bagi perkembangan serta kemajuan daerah asal," ungkap Gita. 

Namun demikian, ia juga menyampaikan bahwa untuk dapat mewujudkan SDM yang brilian kembali ke daerah asal dan mengembangkan kemapuannya setelah belajar banyak selama pendidikan maka dibutuhkan dukungan secara regulasi dan dukungan insentif yang sesuai sebagai bagian dari kepedulian dan apresiasi terhadap pencapaian SDM brilian tersebut. 

Selain itu, host of endgame ini juga menjelaskan bahwa baik para civitas akademika maupun pelaku industri hulu migas juga harus memiliki kesadaran yang lebih tinggi bahwa negara kita sangat membutuhkan pendapatan melalui investasi. Untuk itu, dikatakannya agar semua segmentasi masyarakat dapat menjaga iklim investasi yang ada agar berjalan dengan baik dan lancar. 

"Kita harus menjaga bersama beberapa hal untuk menjaga hal ini diantaranya dengan Penegakan hukum yang benar-benar berdiri tegak, peningkatan kapasitas transplasi dari ketidakpastian ke resiko," tegasnya. 

Sementara itu, Sekretaris SKK Migas, Luky A Yusgiantoro dalam sesinya sebagai narasumber menjelaskan banyak hal terkait gambaran kegiatan hulu migas. Ia menyampaikan capaian-capaian, upaya, tantangan hingga target industri hulu migas yang terus beroperasi untuk ketahanan energi nasional. 

"Pengelolaan industri hulu migas masih dalam kendali negara sementara operasional dilakukan oleh KKKS, target yang dititipkan kepada kami membutuhkan kolaborasi dan sinergi antar semua pihak," ungkap Luky.

Luky juga menjelaskan bahwa apa yang dilakukan oleh industri hulu migas adalah tugas yang dijalankan untuk memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. "Tidak hanya fokus pada kegiatan operasional, tapi industri hulu migas juga memberikan efek berganda bagi masyarakat, dengan tujuan agar masyarakat dapat merasakan langsung efek adanya kegiatan hulu migas di sekitar mereka," lanjut Luky.

Luky juga menyampaikan bahwa kolaborasi yang disiplin, terstruktur, dan berorientasi hasil adalah kunci untuk mencapai ketahanan energi, mewujudkan kesejahteraan dan menjaga keberlanjutan bagi generasi mendatang. 

Menanggapi pertanyaan peserta terkait kesempatan untuk berkarir di Industri Migas, Tokoh yang telah 20 tahun lebih berkecimpung di industri migas dan energi ini memberikan motivasi besar kepada para peserta untuk dapat mendalami ilmu yang dipelajari saat masa perkuliahan karena di masa mendatang generasi inilah yang akan mengisi industri migas Indonesia.

"Migas ini membutuhkan SDM multi disiplin, hampir semua keilmuan ada di industri ini, sehingga tidak berfokus kepada satu keilmuan saja," jelasnya. Selanjutnya ia juga menyampaikan agar mahasiswa/i dapat terus mengembangkan talenta, ilmu dan inovasi keilmuan sebagai bekal untuk kehidupan di masa mendatang.

Rangkaian paparan materi yang dimoderatori oleh Sr. Manager PEP Prabumulih Field M Lutfi berjalan interaktif dan menarik serta dihadiri pula oleh Wakil Rektor 1 Universitas Sriwijaya, Prof Dr Ir Rujito Agus Suwignyo M Agr, Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel, Bambang Dwi Djanuarto.(05)

Share:

Tengah Malam, Warga Rengas Gotong Royong Padamkan Api di Bukit Rengas Muaradua

 

KEBAKARAN - Satu diantara warga Rengas Kabupaten OKU Selatan menaiki bukit membawa jeriken berisi air untuk memadamkan kebakaran hutan bukit Rengas, Senin (30/8/2026) malam.


OKU Selatan, Portalsriwijaya.com – Semangat kebersamaan warga lingkungan Rengas Kelurahan Muaradua Kabupaten OKU Selatan, kembali diuji. Di tengah malam, puluhan warga bahu-membahu memadamkan api yang membakar semakbbelukar di Bukit Rengas Kelurahan Muaradua, pada Senin (30/8/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.

Api pertama kali terlihat oleh warga yang sedang melaksanakan ronda. Kobaran api terlihat oleh warga dengan cepat membesar karena angin malam dan banyaknya semak kering.

Tanpa menunggu bantuan dan tanpa komando, warga langsung turun ke lokasi berbekal lampu senter, sentolop, ember dan ranting untuk memadamkan api. Dipimpin Rahman dan kawan-kawan, warga menyisir titik api yang sudah masuk ke dalam kayu pandan yang sudah mati. 

"Kejadian kebakarannya malam. Kami takut api merembet ke pemukiman kalau dibiarkan. Jadi langsung teriak panggil warga untuk gotong royong memadamkan api," ungkap Rahman kepada Portalsriwijaya.com.

Butuh waktu sekitar 1 jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.00 WIB. Warga tetap berjaga dan melakukan pendinginan sampai pukul 22.00 WIB agar api tidak menyala kembali.

* Apresiasi Dari Kelurahan

Lurah Muaradua, Bambang Ardiansyah SE mengapresiasi kesigapan warga Rengas Kecamatan Muaradua Kabupaten OKU Selatan dalam memadamkan api secara gotong royong tersebut.

"Ini luar biasa. Tengah malam warga tetap kompak turun gunung padamkan api. Berkat gotong royong, api tidak sampai ke rumah warga. Terima kasih untuk Rahman dan seluruh warga Rengas," ujarnya.

Lurah muda dan murah senyum itu mengimbau sekaligus mengajak masyarakat khusunya masyarakat Rengas untuk bersama menjaga lingkungan baik dari kamtibmas dan musibah kebakaran saat kemarau sekarang ini. "Mari kita jaga Bukit Rengas bersama. Keamanan dan ketertiban lingkungan serta terbebas dari musibah kebakaran menjadi tanggung jawab kita semua," imbau Lurah.

Tidak ada korban jiwa maupun kerugian material. Luas lahan yang terbakar ditaksir sekitar seperempat hektare.(FR86)

Share:

Manager PLN Tegaskan Kebakaran Sinar Marga Berawal dari Rumah Warga, Bukan Gardu




OKU Selatan, Portalsriwijaya.com – Polemik penyebab kebakaran di Desa Sinar Marga Kecamatan Mekakau Ilir Kabupaten OKI Selatan yang menghanguskan 3 rumah dengan kerugian sekitar Rp 1,2 miliar akhirnya mendapat klarifikasi.

Manager PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Muaradua, Bayu Murtala menegaskan kebakaran bukan berasal dari gardu listrik. Setelah melakukan pengecekan langsung ke lokasi, pihak PLN memastikan jaringan dan gardu di sekitar TKP dalam kondisi aman.

"Kami tegaskan bahwa kebakaran ini berasal dari rumah warga, bukan dari gardu listrik di seputar lokasi. Gardu kami tidak ada yang terbakar, meledak, atau konslet. Tegangan dan instalasi juga normal," tegas Manager PLN Muaradua kepada wartawan.

PLN juga mengimbau masyarakat agar rutin mengecek instalasi listrik di rumah masing-masing dan tidak melakukan sambungan ilegal sehingga tidak terjadi konslet dan terjadi musibah kebakaran.

* DPRD Tetap Desak Tanggung Jawab
Sementara itu, Anggota DPRD OKU Selatan Jaharpudin SE mendesak PLN bertanggung jawab karena menurut keterangan warga api muncul setelah ada suara ledakan.

"Kami tetap minta PLN ikut membantu. Apapun penyebabnya, warga yang rugi. Minimal ada bentuk kepedulian untuk meringankan beban 3 kepala keluarga yang kehilangan rumah," ujar Jaharpudin.(Tim)
Share:

Kemarau Panjang, Ratusan ASN dan Warga Prabumulih Salat Istisqa di Halaman Pemerintah Kota


Prabumulih, Portalsriwijaya.com – Ratusan pegawai dan warga kota Prabumulih mengikuti Salat Istisqa diselenggarakan di halaman Pemerintah Kota Prabumulih, Senin (31/8/2026).

Salat istisqa diselanggarakan sebagai bentuk ikhtiar dan doa bersama untuk memohon turunnya hujan kepada Allah SWT di tengah kondisi kekeringan dan kebutuhan masyarakat akan ketersediaan air yang semakin sulit. 

Salat tersebut dihadiri dan diikuti langsung oleh Walikota Prabumulih H Arlan bersama Wakil Walikota Prabumulih Franky Nasril SKom MM bersama para pejabat forkopimda lainnya.

Dalam sambutannya, Walikota Prabumulih, H Arlan mengatakan pelaksanaan Shalat Istisqa menjadi salah satu bentuk ikhtiar pemerintah dan masyarakat kota Prabumulih dalam menyikapi kondisi kemarau yang berlangsung di wilayah Prabumulih.

Menurut pria akrab disapa Cak Arlan ini, kondisi kemarau mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih dan aktivitas masyarakat sehingga pemerintah daerah terus melakukan langkah-langkah untuk membantu warga yang terdampak. "Sebagai pemerintah, kita tidak boleh berpangku tangan. Kita harus terus melakukan langkah-langkah nyata, seperti menyediakan air bersih, mencegah dampak karhutla dan berbagai upaya lainnya untuk masyarakat kota Prabumulih," ujar Arlan.

Selain langkah penanganan di lapangan, Arlan mengatakan pemerintah bersama masyarakat juga melakukan ikhtiar secara spiritual melalui Shalat Istisqa dan doa bersama. "Kita memohon doa agar hujan segera turun melalui Shalat Istisqa ini. Ini bagian dari usaha dan ikhtiar kita," katanya.

Arlan berharap hujan segera turun sehingga kondisi kemarau yang berdampak pada masyarakat dapat teratasi dan jika terjadi hujan hendaknya nanti membawa manfaat dan keberkahan bagi warga Prabumulih.

Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan terlihat selama pelaksanaan Salat Istisqa. Para peserta mengikuti rangkaian ibadah dengan penuh kesungguhan, seraya berharap doa yang dipanjatkan bersama dapat dikabulkan oleh Allah SWT.

Pemerintah Kota Prabumulih juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan kondisi kekeringan ini sebagai momentum meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, memperbanyak amal ibadah, istighfar, sedekah serta menjaga lingkungan dan sumber-sumber air yang ada.

Turut hadir dalam pelaksanaan Salat Istisqa tersebut Ketua DPRD Kota Prabumulih H Deni Victoria SH MSi, unsur Polres dan Kejaksaan Negeri, Danyonzipur, Danramil, Pabung, Asisten I, Asisten II, Staf Ahli Wali Kota, Ketua DWP PKK beserta jajaran, para Kepala OPD, Camat dan Lurah, organisasi masyarakat Islam, Ketua RT/RW, tokoh agama serta masyarakat. (Ikb)

.

Share:


Portalsriwijaya.com

Arsip