OKU Selatan, Portalsriwijaya.com - Akses warga Desa Kuripan Kecamatan Tiga Dihaji Kabupaten OKU Selatan Provinsi Sumatera Selatan, kembali disorot karena kondisi jembatan yang memprihatinkan.
Jembatan penghubung di Desa Kuripan mengalami kerusakan cukup parah karena kondisi plat besi lantai jembatan sudah lepas dengan kondisi tajam.
Untuk melintas, lantai plat besi yang telah mengangkat ditimpa warga menggunakan papan dan balok kayu, sehingga warga bisa melintasi jembatan. Namun untuk kendaraan roda dua yang selama ini bisa melintas, saat ini sama sekali tak bisa melintas.
Kondisi ini sangat menyulitkan masyarakat dua desa bahkan warga di Kecamatan di Tiga Dihaji. Padahal jembatan tersebut menjadi akses utama waega yang dilalui setiap pagi dan sore.
Jembatan menjadi akses utama anak sekolah, petani, sampai ibu-ibu yang ke pasar harus antre bergantian di atas papan sekeping tersebut untuk menyeberang. Parahnya, saat hujan kondisi papan sangat licin dan dengan kondisi jembatan yang goyang membuat warga takut jatuh ke sungai.
"Sudah beberapa kali hampir jatuh. Kami sering bertengkar juga gara-gara rebutan mau lewat duluan karena hanya papan sekeping yang bisa dilewati, sangat berbahaya sekali tapi inilah jalan tercepat untuk menyeberang," ungkap warga Tiga Dihaji kepada wartawan.
Warga berharap pemerintah Kabupaten OKU Selatan maupun Pemerintah desa untuk melakukan upaya perbaikan sehingga masyarakat dapat melintas dengan tenang serta nyaman ketika menyeberang.
"Kami mengharapkan bantuan pemerintah kabupaten, kecamatan dan desa memperbaiki, jangan sampai menunggu ada korban jatuh dulu baru bertindak," kata warga lainnya.
Jika tidak ada tindak lanjut perbaikan, warga berharap Kejaksaan Negeri OKU Selatan untuk mengaudit penggunaan Dana Desa di desa tersebut khususnya berkaitan dengan infrastruktur karena memperbaiki jembatan dinilai masuk dalam pembangunan desa.
"Harapan kita ketika seperti inilah dana desa itu digunakan, jangan harus menunggu warga jatuh baru mau memperbaiki," keluh warga seraya berharap jaksa mengaudit penggunaan dana desa di desa setempat. (FR86)














