Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Sebanyak 159 petugas dilepas Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Pemerintah kota Prabumulih untuk Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Bumi Seinggok Sepemunyian, Minggu (14/6/2026).
Pelepasan ratusan petugas yang digelar di Taman Kota Prabujaya Kecamatan Prabumulih Timur itu dilakukan langsung oleh Kepala BPS Provinsi Sumatera Selatan Moh Wahyu Yulianto SSi SST MSi bersama Walikota Prabumulih H Arlan.
Turut hadir dalam kegiatan itu, Kepala BPS Kota Prabumulih, Jupni Amnus SE MM, Sekretaris Daerah H Elman ST MM, Ketua DPRD Deni Victoria SH MSi, Ketua TP PKK Prabumulih Hj Linda Apriana Arlan, unsur Forkopimda, serta tamu undangan lainnya.
Sebanyak 159 petugas akan melaksanakan pendataan lapangan secara door to door ke rumah warga untuk menanyakan berbagai aktivitas usaha di Kota Prabumulih selama periode 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 mendatang.
Kepala BPS Sumatera Selatan Moh Wahyu Yulianto mengatakan, Sensus Ekonomi 2026 merupakan kegiatan statistik nasional yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali untuk memotret kondisi dunia usaha, mulai dari usaha mikro hingga usaha besar.
Menurut Wahyu, data yang dihasilkan akan menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi, penguatan sektor usaha, dan penciptaan lapangan kerja. Selain itu Wahyu juga menekankan pentingnya profesionalisme petugas, dukungan pemerintah daerah, serta partisipasi aktif masyarakat demi keberhasilan sensus.
"Para petugas kami harap bekerja dengan profesional dan kami juga mengharapkan bantuan serta dukungan pemerintah daerah sehingga dalam pelaksanaannya berjalan lancar tanpa kendala," ungkapnya.
Sementara itu, Walikota Prabumulih H Arlan menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan langkah strategis dalam menyediakan data yang akurat dan terpercaya untuk mendukung pembangunan daerah.
Untuk itu Arlan mengajak seluruh RT dan RW untuk turut menyosialisasikan pelaksanaan sensus kepada masyarakat dan pelaku usaha, serta mengimbau agar memberikan data yang benar kepada petugas karena kerahasiaannya dijamin oleh undang-undang.
"Kalian adalah ujung tombak keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 sekaligus bagian penting dalam kemajuan Kota Prabumulih. Hari ini secara resmi saya melepas petugas untuk melaksanakan tugas pendataan di lapangan," ujar H Arlan.
Untuk diketahui, Sensus Ekonomi 2026 ini merupakan sensus ekonomi kelima yang dilaksanakan di Indonesia. Kegiatan ini digelar setiap 10 tahun sekali dan telah berlangsung sejak tahun 1986, kemudian 1996, 2006, 2016, dan kini 2026.
Melalui pelaksanaan sensus ini, diharapkan tersedia data ekonomi yang akurat, lengkap, dan mutakhir sebagai dasar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta pembangunan yang lebih tepat sasaran khususnya di Kota Prabumulih.(Ikb)













