OKU Selatan, Portalsriwijaya.com - Belum selesai kasus asusila yang diduga menimpa Oknum Kades AM, sudah menambah kasus baru yakni penodongan menggunakan senjata api jenis pistol oleh anak kandungnya kepada warga.
Peristiwa tragis hampir merenggut nyawa korbannya itu terjadi di Desa Banjar Agung Kecamatan Buay Rawan Kabupaten OKU Selatan. Kejadian terjadi di rumah Korban Mat Nur tepatnya pada Kamis (9/04/2026) sekira pukul 18.30 WIB.
Korban penodongan senjata api jenis pistol itu bernama Sulis (20) yang merupakan anak Mat Nur, Warga Banjar Agung Kecamatan Buay Rawan. Dalam keterangannya, korban mengungkapkan bahwa peristiwa bermula seusai magrib di rumah Mat Nur orang tua Sulis kedatangan tamu tak diundang.
Tamu itu merupakan rombongan Kades Alimudin bersama Istri kades, anak dan perangkat Desa berjumlah 6 orang datang ke rumah Mat Nur. Belum diketahui pasti apa alasan rombongan Kades bertamu, namun diduga hendak membahas dan meminta maaf terkait kasus dugaan asusila. Melihat para tamu itu Mat Nur langsung lari ke belakang entah akan mengambil parang atau mau kabur.
Anak korban Sulis dan istrinya melihat itu langsung berteriak dan meminta rombongan itu keluar rumah disusul Sulis ke halaman rumah. Namun tiba-tiba anak Kades mengeluarkan dan mengacungkan senjata api jenis pistol diduga mengancam hendak menembak ke arah korban dan keluarganya. Melihat anak kades mencacungkan pistol itu, Sulis yang keluar rumah mengantar rombongan kades menjadi takut dan trauma karena khawatir menjadi korban penembakan. Khawatir dengan keselamatan keluarga, Mat Nur bersama anak istri dan kerabat kemudian melaporkan apa yang dialaminya tersebut ke Satreskrim Polres OKU Selatan.
Keluarga korban Hairul Asnawi (55) menyampaikan minta kepada Aparat Penegak Hukum untuk menegakkan hukum yang berlaku dan meminta permasalahan tersebut diusut tuntas. Terlebih apakah masyarakat bisa bebas membawa senjata api terlebih itu digunakan diduga untuk mengancam. "Kami berharap petugas kepolisian segera mengamankan terlapor yang membawa dan memiliki senjata api itu, apalagi untuk menakut-nakuti dan mengancam orang lain," katanya.
Sementara itu, Kades Banjar Agung, Alimudin mengungkapkan bahwa dirinya datang selaku Kepala Desa bukan untuk mengaku salah dan untuk saling memaafkan. "Nyak ratong selaku Kepala Desa nyak Haga kilu maaf, ain nyak Haga ngaku salah. Madaki niku wargaku Mak ku tegor (saya datang selaku Kades mau meminta maaf, bukan mengaku salah. Masa wargaku sendiri tidak ku tegur-red)," tegas Alimudin.
Terpisah, Sirin ( 41) warga Banjar Agung mengungkapkan kepada wartawan, bahwa pernah melihat Kepala Desa Alimudin menunjukkan pistol kepada dirinya. Pada saat itu Kades meminta kepada Sirin untuk tidak memberitahukan kepada orang banyak.
"Dang niku abor-aborko nyak wat senpi sa Long (jangan kamu bicarakan saya punya senjata api ini-red)," kata Sirinmenirukan kata-kata Alimudin beberapa yang waktu lalu.
Kasat Reskrim Polres OKU Selatan, AKP Aston Sinaga membenarkan adanya laporan tersebut namun belum bisa memastikan kronologis dalam laporan lantaran masih di Polda Sumsel. Namun meski demikian, jajaran Polres OKU Selatan akan melakukan tindak lanjut dengan menangani laporan tersebut. (Fr86)













