Kapolres OKU Selatan-Warga Sepakat Larang Hiburan Malam, Berantas Narkoba dan Tambah Personel Daerah Rawan



OKU Selatan, Portalsriwijaya.com - Suasana hangat namun penuh ketegasan terasa dalam acara Coffee Morning Kapolres OKU Selatan bersama masyarakat yang digelar di mapolres Kabupaten OKU Selatan, pada Jumat (6/11/2026).

Acara yang digelar dalam rangka pembahasan Larangan Hiburan Malam dan Pemberantasan Narkoba tersebut dihadiri Seluruh Kapolres beserta seluruh jajarannya, Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan mahasiswa, kepala desa, hingga perwakilan media, termasuk pimpinan redaksi Media Portal Sriwijaya.

Dalam sesi dialog, perwakilan media menyampaikan usul dan saran dari masyarakat salah satunya terkait maraknya kasus pencurian di beberapa wilayah OKU Selatan dalam beberapa bulan terakhir disoroti.

"Bukan tidak mungkin dampak dari hiburan malam yang kebablasan, menyebabkan oknum masyarakat melakukan berbagai pencurian. Habis begadang, mabuk, butuh uang untuk narkoba, akhirnya mencuri. Ini yang dikeluhkan warga," ujar perwakilan Media dalam forum tersebut.

Usulan itu disambut serius oleh Kapolres OKU Selatan AKBP I Made Redi Hartana SH SIK MIK. Menurut Kapolres, hiburan malam yang tidak terkontrol memang menjadi salah satu pemicu gangguan kamtibmas, mulai dari perkelahian, mabuk-mabukan, hingga penyalahgunaan narkoba.

"Mari kita bersama-sama seluruh elemen masyarakat menegakkan Perda yang sudah di buat Pemerintah Daerah yaitu perda no18 tahun 2025 tentang Pelarangan Hiburan malam atau orgen tunggal," tegas Kapolres.

Masyarakat juga menyampaikan harapan besar agar tugas Bhabinkamtibmas lebih ditingkatkan dan lebih responsif terhadap laporan masyarakat yang mengalami musibah seperti pencurian.

"Kami minta Bhabinkamtibmas lebih cepat merespons. Kalau warga lapor pencurian jam 2 malam, jangan baru datang jam 10 pagi. Kami butuh kehadiran polisi di desa," keluh satu diantara warga.


* Hanya 50 Orang Untuk 252 Desa dan 7 Kelurahan

Menanggapi keluhan itu, Kapolres OKU Selatan secara terbuka menyampaikan kendala yang dihadapi jajarannya. "Saat ini personel Bhabinkamtibmas kami hanya 50 orang personel yang harus mem-back up 252 Desa dan 7 Kelurahan di seluruh Kabupaten OKU Selatan. Satu orang Bhabin bisa pegang 5 sampai 6 desa, tentu ini sangat berat," ungkap Kapolres. Namun Kapolres menegaskan sudah mengambil langkah strategis dengan akan melakukan penebalan personel di wilayah yang rawan.

"Memang saya sudah mengusulkan penebalan personel untuk seluruh wilayah Kabupaten OKU Selatan. Kami sudah ajukan penambahan personel Bhabinkamtibmas agar pelayanan ke masyarakat lebih maksimal," tegasnya.


* Khusus Kecamatan Buay Pemaca Diprioritaskan 

Dalam pernyataanya, Kapolres memberikan perhatian khusus untuk Kecamatan Buay Pemaca yang disampaikan wartawan rawan akan dilakukan penebalan pengamanan khusus.

"Khusus Kecamatan Buay Pemaca, atas saran Mas Rahman dari Media Portal Sriwijaya, akan saya prioritaskan. Kami akan upayakan penambahan dan penebalan personel disana terlebih dahulu karena tingkat kerawanan dan laporan masyarakat cukup tinggi," ujar Kapolres yang disambut tepuk tangan peserta Coffee Morning.

Sementara itu, pimpinan redaksi Media Portal Sriwijaya, Fauzi Rahman mengapresiasi respons cepat Kapolres tersebut dan berharap komitmen itu benar-benar direalisasikan.

"Kami dari media hanya menyuarakan aspirasi masyarakat. Terima kasih Pak Kapolres sudah mau mendengar. Semoga Buay Pemaca dan seluruh OKU Selatan semakin aman dari hiburan malam liar, narkoba dan pencurian," ujarnya.

Coffee Morning ditutup dengan kesepakatan bersama untuj mendukung Larangan Hiburan Malam, Perangi Narkoba dan Perkuat Bhabinkamtibmas.(FR86)

Share:

Tingkatkan Kesejahteraan Warga, Dinsos Prabumulih Gelar Sosialisasi Pendataan Perlinsos



Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Pemerintah Kota Prabumulih melalui Dinas Sosial (Dinsos) menyatakan kesiapannya untuk menyukseskan program pendataan Perlindungan Sosial (Perlinsos). 

Sebagai langkah konkret, pemerintah daerah akan segera menerjunkan petugas ke lapangan guna melakukan pendataan langsung menggunakan portal Perlinsos Digital dan bisa mendaftar di link https://agent-perlinsos.kemensos.go.id.

Guna mendukung kelancaran program tersebut, seluruh operator Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIK-NG) serta jajaran sumber daya manusia (SDM) yang tersedia akan dikerahkan secara optimal. 

Langkah ini diambil karena dinilai selaras dengan visi Walikota Prabumulih, H Arlan dalam mewujudkan program Prabumulih MAS (Makmur dan Sejahtera).

Dalam kegiatan sosialisasi yang digelar, hadir pula petugas dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) setempat serta para agen prlinsos. Sementara nara sumber kegiatan yakni Ketua Tim PKH Kota Prabumulih, Akromal Fadhli.

Kehadiran jajaran Disdukcapil ini bertujuan untuk memfasilitasi aktivasi aplikasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) bagi masyarakat dan petugas. Aktivasi IKD ini menjadi syarat mutlak dan krusial untuk dapat mengakses serta mengaktifkan portal Perlinsos Digital.

Melalui integrasi data kependudukan digital ini, Pemerintah Kota Prabumulih berharap penyaluran program-program perlindungan sosial di masa mendatang dapat berjalan lebih tepat sasaran, transparan dan efisien demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Prabumulih.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial, Firmansah Putra SE MSi melalui Kabid Data dan Informasi Dinsos, Fitriyadi SH membenarkan adanya kegiatan itu.

Fitriyadi menuturkan, kegiatan itu dalam rangka memastikan penyaluran bantuan sosial yang semakin tepat sasaran, inklusif dan akuntabel, serta memastikan tidak ada masyarakat yang berhak menerima bantuan tertinggal dari proses pendataan dan registrasi.

"Untuk mengatasi hal itu diperlukan percepatan pelaksanaan Perlinsos Digital di seluruh wilayah Indonesia termasuk kota Prabumulih, sehingga diselenggarakan kegiatan pendataan ke lapangan melalui portal Perlinsos," ungkapnya. (05)

Share:

Jelang HUT ke-69, Bank Sumsel Babel Prabumulih Salurkan 20 Paket Sembako Untuk Warga Kurang Mampu



Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69, Bank Sumsel Babel (BSB) Cabang Prabumulih menunjukkan kepedulian sosial dengan menyalurkan bantuan paket sembako kepada warga kurang mampu di wilayah Kecamatan Prabumulih Timur.

Bantuan tersebut diberikan kepada 20 warga yang membutuhkan, masing-masing 10 warga Kelurahan Muara Dua Barat dan 10 warga Kelurahan Prabu Jaya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-69 Bank Sumsel Babel sekaligus wujud kepedulian terhadap masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan.

Pimpinan Cabang Bank Sumsel Babel Prabumulih, Izzudin, mengatakan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian berbagi kebahagiaan dengan masyarakat.

Menurutnya, nilai utama dari kegiatan sosial ini bukan terletak pada besar kecilnya bantuan yang diberikan, melainkan ketulusan dalam berbagi.

"Jangan melihat dari isi atau jumlah bantuan yang kami berikan, tetapi lihatlah dari keikhlasan kami untuk berbagi. Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat dan sedikit meringankan kebutuhan masyarakat," ungkap Izzudin. (04/11).

Ia berharap, momentum peringatan HUT ke-69 Bank Sumsel Babel tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga memperkuat komitmen perusahaan untuk terus hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Camat Prabumulih Timur, Reki Saputra, menyampaikan apresiasi atas kepedulian Bank Sumsel Babel yang telah berbagi dengan warga kurang mampu di wilayahnya.

"Kami sangat mengapresiasi kepedulian Bank Sumsel Babel yang telah berbagi kebaikan kepada warga kurang mampu di Kecamatan Prabumulih Timur. Semoga ke depan semakin banyak pihak yang tergerak melakukan kegiatan serupa," ujarnya.

Reki juga menegaskan bahwa pihak Kecamatan Prabumulih Timur siap mendukung berbagai kegiatan sosial yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.

"Pada prinsipnya, Kecamatan Prabumulih Timur siap mendukung dan menyuport kegiatan positif seperti ini. Kami berharap kepedulian antarsesama terus tumbuh sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya," tambahnya.

Melalui kegiatan tersebut, Bank Sumsel Babel Prabumulih berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh, sejalan dengan perjalanan 69 tahun Bank Sumsel Babel dalam memberikan pelayanan dan kontribusi bagi masyarakat.(Ikb)

Share:

Kapolres OKU Selatan Gelar Kegiatan Kumpul Bersama Masyarakat di Muaradua

 


Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Guna mempererat kemitraan dan menyerap langsung aspirasi warga, Kepolisian Resor (Polres) Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan menggelar kegiatan silaturahmi bertajuk "Kumpul Bersama Masyarakat" di Rumah Makan Kedai Mama, Kelurahan Batu Belang Jaya, Kecamatan Muaradua, Rabu (4/11/2026).

Kegiatan ini merupakan langkah konkret Polres OKU Selatan dalam mengimplementasikan program prioritas Kapolri, yakni "Polisi Bersama Masyarakat", sekaligus selaras dengan program unggulan Kapolres OKU Selatan yaitu DEKAT (Dedikasi, Etika, Kolaborasi, Aksi, Terpercaya) dengan moto kebanggaan "Di Dalam Kita Kuat, Di Luar Kita Hebat".

Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB ini dipimpin langsung oleh Kapolres OKU Selatan, AKBP I Made Redi Hartana, S.H., S.I.K., M.I.K., didampingi Wakapolres Kompol H. Novan Dwi Putra, S.H., M.H., Kabag SDM AKP Jumeidi, Kasat Binmas Iptu Simanjuntak, Kasat Reskrim AKP Aston L Sinaga, S.H., M.H., Kapolsek Muaradua AKP Haryanto, S.IP., serta jajaran personel Polres OKU Selatan dan Polsek Muaradua.

Kapolres OKU Selatan, AKBP I Made Redi Hartana S.H., S.I.K., M.I.K, menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah warga bukan sekadar menjalankan fungsi pembinaan, melainkan membuka ruang dialog dua arah yang setara dan transparan.

"Melalui kegiatan kumpul bersama ini, kami ingin mendengar langsung apa yang menjadi keluhan, masukan, dan harapan masyarakat terkait situasi kamtibmas di lingkungannya. Deteksi dini dan pencegahan gangguan keamanan akan jauh lebih efektif jika terjalin komunikasi yang harmonis antara polisi dan warga," ujar AKBP I Made Redi Hartana.

Selain berdialog dan menyerap aspirasi, jajaran Polres OKU Selatan turut mensosialisasikan layanan kepolisian cepat tanggap melalui Call Center 110. Layanan bebas pulsa ini disiapkan agar masyarakat dapat dengan mudah dan cepat melaporkan tindak kejahatan, potensi gangguan keamanan, maupun bencana alam yang terjadi di sekitar mereka,tegasnya.

Melalui pendekatan yang humanis dan kolaboratif ini, Polres OKU Selatan berharap peran aktif masyarakat sebagai mitra strategis Polri semakin kuat, demi terwujudnya stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) yang berkelanjutan di seluruh wilayah Bumi Serasan Seandanan,tukasnya.

Salah satu tokoh masyarakat yang di jumpai Kapolres, Oktono atau akrab disapa Nung mengungkapkan terima kasih atas kunjungan pihak Kapolres,Kami ucapkan banyak terima kasih atas kunjungan bapak Kapolres yang sudah berkenan mengunjungi kediaman kami serta menyapa kami,sehingga terasa lebih akrab bersama masyarakat,tegas Nung. (Fr86)

Share:

Rebutan Lahan Warisan 15 Hektar di Prabumulih Memanas, Ahli Waris Layangkan Somasi



Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Sengketa tanah warisan peninggalan almarhum Muhammad Yusuf Wahid di Kelurahan Sukajadi Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih, memasuki babak baru. Pihak ahli waris resmi menunjuk LAW Firm Dr Usman Firmansyah SH MH dan Partner sebagai kuasa hukum untuk memperjuangkan hak atas sejumlah bidang tanah yang diklaim sebagai harta peninggalan keluarga.

Pemberian kuasa khusus dari keluarga ke kuasa humum tersebut dilakukan pada Selasa (3/11/2026). Langkah hukum ini diambil menyusul adanya dugaan penguasaan, penggarapan, hingga transaksi sepihak atas sejumlah bidang tanah yang menurut ahli waris merupakan bagian dari harta warisan keluarga mereka.

Cucu pertama almarhum Muhammad Yusuf Wahid sekaligus perwakilan keluarga dari garis keturunan almarhum Romsani, Hengky Marselin mengungkapkan bahwa persoalan utama yang memicu keresahan keluarga adalah aktivitas penggarapan lahan di belakang SMA Negeri 3 Prabumulih.

Lahan seluas kurang lebih 15 hektar tersebut disinyalir akan dikembangkan menjadi kawasan perumahan oleh salah satu pengembang (developer). Pihak keluarga kini mempertanyakan dasar penguasaan serta legalitas pemanfaatan tanah tersebut.

"Kami ingin persoalan tanah warisan ini segera mendapatkan kejelasan. Kami juga mempertanyakan keberadaan surat-surat tanah yang menjadi hak waris keluarga. Jangan sampai ada transaksi atau pengalihan hak sebelum persoalan ini benar-benar diselesaikan," kata Hengky saat memberikan keterangan didampingi pamannya, Rudi Arsat.

Selain lahan di belakang SMAN 3 Prabumulih, Hengky membeberkan ada dua objek tanah lain yang turut dipersoalkan. Pertama, sebidang tanah seluas sekitar 2.400 meter persegi (60x40 meter) yang terletak di depan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sukajadi. Kedua, lahan seluas kurang lebih 1 hektar di depan Masjid Thoyyibah tepatnya di Jalan Nigata Kelurahan Sukajadi, yang diduga telah diperjualbelikan kepada pihak tertentu.

Hengky menegaskan, keluarga besar berharap penyelesaian ini tidak hanya menyangkut ketiga bidang tanah tersebut, melainkan seluruh aset berupa rumah dan harta peninggalan almarhum Muhammad Yusuf Wahid.


Merespons konflik tersebut, kuasa hukum ahli waris, Dr Usman Firmansyah SH MH menyatakan telah melayangkan surat somasi kepada pihak-pihak terkait. Usman meminta agar segala bentuk tindakan pengalihan hak maupun pemrosesan administrasi atas objek tanah yang bersengketa dihentikan sementara waktu hingga status kepemilikan menjadi jelas.

"Kami mengingatkan pemerintah setempat agar tidak terlebih dahulu memproses administrasi apa pun yang berkaitan dengan tanah warisan almarhum Muhammad Yusuf Wahid selama persoalan ini masih disengketakan. Terlebih, kami memperoleh informasi bahwa sebagian lahan diduga sudah digusur untuk pembangunan perumahan," ujar Usman.

Berdasarkan laporan dari kliennya, Usman menyebut lahan di Kelurahan Sukajadi yang diduga telah digarap secara sepihak oleh pengembang diperkirakan sudah mencapai 2 hingga 3 hektar. Oleh karena itu, ia mendesak pihak-pihak yang saat ini menguasai lahan untuk menunjukkan dokumen legalitas kepemilikan mereka.

"Prinsip kami, persoalan ini harus clear and clean terlebih dahulu. Artinya, status kepemilikan dan hak masing-masing pihak harus jelas sebelum ada proses administrasi maupun tindakan lebih lanjut terhadap tanah tersebut," kata Usman menambahkan.

Meski situasi mulai memanas, Usman menegaskan bahwa kliennya masih membuka pintu dialog dan mengutamakan penyelesaian melalui jalur kekeluargaan atau musyawarah. Namun, jika somasi tersebut diabaikan dan ditemukan tindakan yang merugikan hak-hak kliennya, maka Usman menegaskan pihaknya siap menempuh jalur hukum formal.

"Kami berharap persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik. Namun, apabila tidak ada iktikad baik dari pihak-pihak terkait, kami akan mengambil langkah hukum tegas untuk melindungi hak-hak klien kami sebagai ahli waris," tegasnya.

Sampai berita ini diturunkan, masih berupaya menghubungi pihak pengembang dan pemerintah kelurahan setempat untuk mendapatkan konfirmasi serta perimbangan informasi lebih lanjut terkait status legalitas lahan tersebut. (O5)

Share:


Portalsriwijaya.com

Arsip