Apel Perdana 2026, ASN Prabumulih Diingatkan Jangan Joget dan Nyanyi Pakai Baju Dinas di Medsos

Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah kota Prabumulih diingatkan untuk tidak sembarangan membuat konten di media sosial apalagi mengenakan atribut dan pakaian dinas

Luar biasa ! Kurang dari 24 Jam Polres OKU Selatan Berhasil Ungkap Kasus Curas dan Percobaan Pembunuhan

Kurang dari 24 jam setelah menerima laporan, jajaran Polres OKU Selatan berhasil mengungkap kasus dugaan percobaan pembunuhan berencana dan pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan luka berat.

PHR Zona 4 Menangkan PROPER Dua Emas dan Empat Hijau dari Kementerian LH

PT Pertamina Hulu Rokan Regional (PHR) Zona 4 berhasil meraih dua penghargaan PROPER kategori Emas dan empat kategori hijau dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).


Limbah dari Dapur MBG Desa Pelangki Sebarkan Aroma Menyengat Lingkungan

 




OKU Selatan, Portalsriwijaya.com - Dugaan pencemaran lingkungan yang bersumber dari Dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Pelangki Kecamatan Muaradua Kabupaten OKU Selatan, terus menuai keluhan warga. 


Limbah yang diduga berasal dari aktivitas dapur tersebut dilaporkan meluap setiap kali hujan turun dan mengalir hingga ke badan jalan, menimbulkan bau menyengat serta kekhawatiran terhadap dampak kesehatan. Sejumlah warga menyebut persoalan ini telah berlangsung cukup lama dan belum menunjukkan penyelesaian yang permanen.

"Kami sudah berulang kali menyampaikan keluhan. Setiap hujan turun, limbah meluber ke jalan dan baunya sangat mengganggu. Kami ingin ada tindakan nyata, bukan sekadar janji," ujar seorang warga yang meminta namanya tidak dipublikasikan.


Secara regulatif, setiap pelaku usaha memiliki kewajiban untuk mengelola limbah hasil kegiatan usahanya agar tidak mencemari lingkungan. Hal tersebut diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang menegaskan bahwa setiap orang atau badan usaha dilarang melakukan perbuatan yang mengakibatkan pencemaran dan atau kerusakan lingkungan hidup.


Selain itu, pelaku usaha wajib memiliki dokumen persetujuan lingkungan, termasuk UKL-UPL atau AMDAL sesuai skala kegiatan, serta memastikan sistem pengolahan limbah berfungsi dengan baik dan memenuhi baku mutu lingkungan yang ditetapkan pemerintah. Dalam konteks ini, warga mempertanyakan apakah sistem pengolahan limbah di Gedung MBG telah dirancang sesuai standar teknis dan diawasi secara berkala oleh instansi berwenang. 


Tim wartawan telah berupaya meminta klarifikasi kepada pemilik dapur MBG berinisial DI melalui pesan WhatsApp. Sebelumnya, penjaga dapur menyatakan tidak dapat memberikan komentar. Dalam tanggapannya, DI menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan sejumlah unsur terkait, termasuk Babinsa, Kepala Dusun dan Kepala Desa Pelangki. 


Namun demikian, warga menilai bahwa koordinasi administratif belum cukup apabila persoalan teknis di lapangan belum terselesaikan secara menyeluruh. Mereka mendesak adanya evaluasi independen terhadap sistem pengolahan limbah serta pengawasan langsung dari dinas terkait di tingkat kabupaten.


Masyarakat menegaskan bahwa mereka tidak menolak keberadaan usaha tersebut. Namun, mereka menuntut agar operasional kegiatan tidak mengorbankan hak warga atas lingkungan yang bersih dan sehat, sebagaimana dijamin dalam peraturan perundang-undangan. 


Hingga berita ini diterbitkan, warga masih menantikan langkah konkret dari pihak pengelola maupun instansi berwenang guna memastikan persoalan limbah dapat ditangani secara tuntas, transparan, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku (Tim)

Share:

Satu Energi untuk Berbagi, PWI Prabumulih dan PHR Zona 4 Rayakan HPN 2026 dengan Aksi Sosial


Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Kota Prabumulih tak hanya diisi refleksi dan seremoni. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Prabumulih bersama PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 memilih merayakannya dengan aksi nyata dengan menyalurkan 30 paket sembako dan 50 santunan bagi anak-anak yatim serta warga kurang mampu, Jumat (13/2/2026).


Di halaman Panti Asuhan Riyadhul Kholisin, suasana hangat terasa sejak pagi. Anak-anak menyambut rombongan dengan senyuman, sementara para pengurus panti menyiapkan tempat sederhana untuk penyerahan bantuan. Paket sembako berisi beras, minyak goreng, gula, dan kebutuhan pokok lainnya diserahkan langsung, disusul santunan untuk 50 anak yatim dan warga kurang mampu.


General Manager PHR Zona 4, Djujuwanto, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah wujud komitmen perusahaan untuk terus hadir di tengah masyarakat. "Dengan penuh syukur, Pertamina bersama PWI Kota Prabumulih hadir berbagi 30 paket sembako dan 50 santunan bagi anak-anak yatim. Ini menegaskan bahwa Pertamina hadir untuk masyarakat, bergerak dalam satu tujuan dan satu energi untuk menyalakan kepedulian menjadi harapan nyata," ujarnya.


Menurutnya, kebersamaan tersebut bukan sekadar kegiatan sosial tahunan, melainkan bagian dari upaya membangun kepercayaan dan saling menguatkan antara perusahaan, insan pers, dan masyarakat.


Sementara itu, Ketua PWI Prabumulih menyampaikan bahwa HPN harus dimaknai lebih dari sekadar peringatan hari lahir pers nasional. " Pers harus hadir dan dirasakan manfaatnya. Momentum HPN menjadi pengingat bahwa tugas kami bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga ikut berbagi dan peduli," katanya.


Bagi anak-anak panti, bantuan tersebut bukan hanya soal nilai materi. Ada perhatian, ada rasa dihargai, dan ada kebersamaan yang menguatkan, mereka tampak tak henti tersenyum saat foto bersama.

Aksi sosial ini sekaligus memperlihatkan sinergi harmonis antara dunia usaha dan insan pers di Kota Prabumulih. Kolaborasi yang dibangun tidak berhenti pada ruang publikasi, tetapi menjelma menjadi langkah konkret menyentuh masyarakat yang membutuhkan.


HPN 2026 pun menjadi lebih bermakna. Di tengah dinamika tugas dan tanggung jawab masing-masing, PWI Prabumulih dan PHR Zona 4 membuktikan bahwa satu langkah kecil berbagi dapat menghadirkan harapan besar, menyalakan kepedulian, menebar kehangatan, dan menghadirkan keberkahan bagi sesama.(Ikb)

Share:

Sambut Ramadhan 1447 H, IKATRI Prabumulih Bagikan 100 Paket Sembako Untuk Petugas Kebersihan

 


Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Ikatan Istri Anggota DPRD (IKATRI) Prabumulih menggelar kegiatan bakti sosial dalam rangka menyambut bulan puasa atau bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.


Kegiatan ini berlangsung di dalam kantor DPRD Prabumulih, pada hari Rabu, (21/3/2025) ini dipimpin langsung oleh Ketua IKATRI DPRD Prabumulih, Hj Lenni Kartika SH MSi didampingi suami H Deni Victoria SH MSi selaku Ketua DPRD Prabumulih.


Sebanyak 100 orang menerima bantuan paket sembako kepada petugas kebersihan di ruas jalan dan taman yang tersebar di Kota Prabumulih. Tika sapaan Lenni Kartika menjelaskan bahwa kegiatan bakti sosial dilaksanakan dalam rangka menyambut bulan puasa atau bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. "Kami dari IKATRI Prabumulih ingin berbagi paket sembako kepada petugas kebersihan yang ada di Prabumulih," ujar Tika.


Tika berharap bantuan paket sembako ini dapat membantu meringankan beban dan menambah semangat para petugas kebersihan dalam menjalankan ibadah puasa. "Semoga apa yang kami berikan, dapat bermanfaat, meringankan beban dan menambah semangat untuk menjalani ibadah puasa nanti", cetus Tika.

Tika juga menekankan bahwa pemberian paket sembako ini merupakan bentuk kepedulian IKATRI DPRD Prabumulih terhadap petugas kebersihan di  Kota Prabumulih. Selain itu, Tika mengajak kita semua menyambut bulan suci Ramdhan 1441 Hijriah dengan lebih semangat dan sucikan hati. "Marilah kita sambut bulan puasa tahun ini dengan hati yang bersih, penuh keikhlasan dan menambah keimanan kita kepada Allah SWT," ucap Tika.


IKATRI Prabumulih juga mengucapkan selamat menyambut bulan puasa Ramadhan 1447 Hijriah. Salah satu petugas kebersihan mengucapkan terima kasih atas bantuan dan kepeduliannya dari IKATRI Prabumulih. "Terima kasih pak, terima kasih bu atas bantuannya sudah peduli sama kami dan terkhusus ucapan terima kasih kepada IKATRI Prabumulih," ujar satu diantara penerima kepada wartawan. (Ikb)

Share:

Harga Pupuk di Kecamatan Banding OKU Selatan Melambung Tinggi, Petani Menjerit

 


OKU Selatan, Portalsriwijaya.com - Masyarakat Desa Banding, Kecamatan Banding, OKU Selatan, kembali dihebohkan dengan harga pupuk yang jauh di atas Harga Eceran tertinggi (HET). Menurut petani setempat, harga pupuk subsidi mencapai 130 ribu per sak, bahkan ada yang menjual hingga 160 ribu per sak.


Berdasarkan data yang di himpun Wartawan di lapangan, terhadap salah seorang petani yang membeli pupuk di PPTS inisial CV PAT, Kalau dulu 160 ribu per sak, sekarang agak turun jadi 130 ribu per sak baik Pupuk Urea maupun Phonska. Itu pun kami ambil sendiri di di gudang PPTS, Padahal kami sudah masuk di RDKK kelompok tani" ujar seorang petani, yang tidak ingin disebutkan namanya kepada Publik.


Petani lainnya menambahkan, "Kami sangat kesulitan dengan harga pupuk yang tinggi ini, terkadang ketersedian pupuk di gudang tidak ada,Kami membeli Urea di arahkan membeli Pupuk Phonska. Kami berharap pemerintah dapat membantu menurunkan harga pupuk agar kami dapat meningkatkan produksi pertanian,harapnya"


Sayangnya, 5 PPTS pupuk di Kecamatan Banding Agung Kabupaten OKU Selatan tampaknya tidak mengindahkan peraturan Kementerian Pertanian (Kementan) tentang harga eceran tertinggi (HET) pupuk subsidi. Mereka terus menjual pupuk dengan harga yang tinggi, tanpa memperhatikan kesulitan petani.

"Kami berharap pemerintah dapat segera mengambil tindakan untuk menurunkan harga pupuk dan meningkatkan kesejahteraan petani," tambah petani tersebut.


Harapan Kami sebagai rakyat jelata, pemerintah akan segera mengambil tindakan untuk membantu petani di Kecamatan Banding Agung dan Menindak para Produsen pupuk di wilayah tersebut.(Tim)

Share:

Putus Rantai Tengkulak, Polri Fasilitasi Permodalan KUR dan Penyerapan Bulog bagi Petani Jagung


Jakarta, Portalsriwijaya.com - Polri menyelenggarakan rapat koordinasi bersama Kementan, Perum Bulog, BPK, Asosiasi Pabrik Pakan Ternak dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dalam rangka mememperkuat ketahanan pangan nasional melalui ekosistem pertanian jagung pakan ternak. Langkah strategis ini dilakukan untuk mengawal proses produksi jagung dari hulu hingga hilir, sekaligus memastikan kesejahteraan petani binaan Polri di berbagai wilayah Indonesia.


Rakor yang diselenggarakan di Mabes Polri ini juga diikuti oleh seluruh gugus tugas Polda se-Indonesia secara daring, dipimpin Karobinkar SSDM Polri selalu wakil posko gugus tugas ketahanan Pangan, Brigjen Langgeng Purnomo.

"Kami melaksanakan analisa dan evaluasi hasil kinerja tahun sebelumnya, Indonesia berhasil tanpa Impor jagung pabrik pakan ternak pada tahun 2025 sehingga Rakor ini kami laksanakan untuk konsolidasi dan kolaborasi menjalankan strategi ke depan tahun 2026 menjadi lebih baik lagi" Ujar Brigjen Langgeng.


Di sisi hulu, Polri hadir sebagai jembatan bagi Poktan jagung dalam mengatasi kendala permodalan. Melalui skema pembiayaan melibatkan Himbara, Polri memfasilitasi akses Poktan ke perbankan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Salah satu implementasi nyatanya terlihat di wilayah Polda Jawa Barat, tepatnya di Nagreg dan Ciamis, di mana petani mendapatkan kredit modal untuk kembali menanam dan memperluas lahan pertanian jagung.


Danang Andi Wijanarko selaku senior vice president BRI dalam paparannya mewakili dari Himbara menyampaikan bahwa BRI sendiri pada tahun 2026 sudah menyiapkan plafond senilai 180T rupiah untuk pembiayaan KUR Mikro di bidang pertanian termasuk ekosistem pertanian Jagung.

Tidak hanya urusan modal, Polri melalui Gugus Tugas Ketahanan Pangan juga memberikan perlindungan kepada petani dengan menjaga stabilitas harga. Polri memastikan hasil panen petani tidak terjebak dijual ke tengkulak dengan harga rendah. Sebagai solusinya, Polri menjalin kerja sama dengan Perum Bulog untuk menyerap hasil panen dengan harga lebih baik.

Pelaksanaan pengadaan jagung tahun 2026 oleh Bulog didasarkan pada Surat dinas Internal nomor SDI-217/DU000/PD.02.01/12012026 tanggal 12 Januari 2026 tentang pengadaan Jagung dengan target 1 juta ton untuk Cadangan pangan pemerintah tahun 2026 dengan harga 6.400 Rupiah per Kilogram.


"Fokus kami adalah menjaga agar harga jagung di tingkat petani minimal sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Di beberapa wilayah, seperti di Jabar dan di Kalsel, kolaborasi ini mendorong pembelian harga yang berpihak ke petani jagung, yakni mencapai Rp6.400 per kg sesuai standar HPP Bulog." Ujar Brigjen Langgeng Purnomo selaku Wakil Posko Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polri.


Program ini bertujuan untuk mengembangkan lahan tidur, membebaskan petani dari jebakan tengkulak dan meningkatkan produksi jagung nasional. Dengan pendampingan manajerial yang tepat, diharapkan petani mampu membayar pinjaman modal tepat waktu dan meningkatkan taraf hidup mereka secara berkelanjutan.

Melalui rapat koordinasi program ketahanan pangan tahun 2026, Polri berharap dapat memperkuat ekosistem pertanian jagung pakan ternak dan mensejahterakan petani jagung Indonesia.(Ril/FR86)

Share:





Portalsriwijaya.com

Arsip