DPRD Prabumulih Sepakat KUA PPAS APBD Perubahan kota Prabumulih Bertambah Rp 81 Miliar



Prabumulih, Portalsriwijaya.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Prabumulih bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih menandatangai kesepakatan bersama tentang Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Perubahan dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan Kota Prabumulih Tahun Anggaran 2026.

Kesepakatan tersebut ditetapkan dalam Rapat Paripurna DPRD Prabumulih dipimpin Ketua DPRD H Deni Victoria SH MSi dsn wakil-wakil yakni Aryono dan Ir H Dipe Anom di Ruang Rapat DPRD Kota Prabumulih, Rabu (23/9/2026).

Paripurna yang dihadiri Walikota Prabumulih H Arlan dan Wakil Walikota Franky Nasril SKom Mm itu lebih dulu mendengarkan laporan hasil kerja Badan Anggaran (Banggar) yang dibacakan langsung oleh Wakil Badan Anggaran DPRD Kota Prabumulih, Hartono Hamid.

Dalam laporannya dari hasil pembahasan, diketahui total APBD induk Kota Prabumulih Tahun Anggaran 2026 tercatat sebesar Rp1.065.665.634.782 dan mengalami perubahan menjadi Rp1.147.048.824.072 di APBD Perubahan 2026. Dengan demikian, terdapat penambahan anggaran sebesar Rp81.383.189.290 dibandingkan dengan APBD induk 2026.

"Terdapat pebambahan total anggaran dalam Rancangan APBD Perubahan Kota Prabumulih 2026 yakni sebesar Rp 81.383.189.290," ungkap Hartono Hamid saat membacakan laporan hasil pembahasan Banggar DPRD Kota Prabumulih.

Hartono menjelaskan, dalam pembahasan KUA Perubahan dan PPAS Perubahan tersebut, Banggar DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) melakukan pembahasan terhadap berbagai komponen anggaran.

Pembahasan tersebut mencakup kebutuhan anggaran pada masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Prabumulih. Dari hasil pembahasan, terdapat sejumlah OPD yang mengalami kenaikan anggaran. Namun, di sisi lain terdapat pula OPD yang mengalami penurunan anggaran setelah dilakukan penyesuaian dalam APBD Perubahan 2026. "Perubahan alokasi anggaran tersebut merupakan bagian dari proses penyesuaian APBD dengan kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan program pembangunan daerah," lanjutnya. 

Setelah laporan Banggar disampaikan, rapat dilanjutkan dengan pengambilan keputusan terhadap KUA Perubahan dan PPAS Perubahan Kota Prabumulih Tahun Anggaran 2026. Persetujuan tersebut kemudian dituangkan melalui penandatanganan nota kesepakatan bersama antara Pemerintah Kota Prabumulih dan DPRD Kota Prabumulih.

Ketua DPRD Kota Prabumulih, H Deni Victoria SH MSi mengungkapkan, KUA dan PPAS Perubahan 2026 beserta plafon anggaran perubahan telah mendapatkan persetujuan dalam rapat paripurna. "Persetujuan KUA dan PPAS Perubahan menjadi salah satu tahapan penting dalam proses penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Kota Prabumulih Tahun Anggaran 2026," ujar Deni dalam paripurna itu. (Ikb)

Share:

Memilukan ! Pelajar di OKU Selatan Nekat Naik Atap Angkot Datang ke Sekolah, Warga Minta Pemerintah Peduli



OKU Selatan, Portalsriwijaya.com - Sebuah video yang memperlihatkan aksi nekat sejumlah siswa-siswi SMP Cokro Muaradua menaiki atap angkutan kota (angkot) viral di media sosial. Aksi berbahaya di trayek Muaradua - Tanjung Beringin (TJB) ini langsung memicu sorotan tajam dari warga dan pengguna jalan. 

Bukannya geram karena kenakalan remaja, masyarakat justru iba. Warga mengungkapkan bahwa para pelajar tersebut terpaksa bertaruh nyawa di atas kap mobil karena keterbatasan armada angkutan umum di wilayah mereka. 

"Angkot sedikit, jamnya tidak tentu, isinya penuh. Anak-anak takut terlambat sekolah. Jadi terpaksa naik di atap. Mohon perhatian pemerintah," ujar salah satu orang tua siswa asal Tanjung Beringin kepada wartawan, Rabu (23/9/2026). 

Kondisi overload ini rutin terjadi setiap hari pada jam-jam krusial, yakni saat berangkat sekolah pukul 06.30 WIB dan jam pulang sekolah sekitar pukul 13.00-14.00 WIB. Karena jumlah mobil yang terbatas, banyak siswa yang kerap tertinggal jika tidak nekat memanjat ke atas atap angkot. 

Salah satu siswa yang kedapatan duduk di atas kabin angkot mengaku sebenarnya merasa takut. Namun, ia merasa tidak memiliki opsi lain agar bisa sampai ke sekolah.  "Tidak ada pilihan, Pak. Mau bagaimana lagi, terpaksa kami di pucuk (atas) atap, Pak," kata siswa tersebut saat ditanya wartawan Portal Sriwijaya. 


* Bayar Rp 12 Ribu Sehari dan Harapan Angkot Gratis 

Beban para siswa ini tidak hanya soal keselamatan, tetapi juga biaya. Untuk bisa pulang-pergi sekolah dengan bertaruh nyawa seperti itu, mereka harus merogoh kocek yang tidak sedikit. "Kami bayar Rp 12.000 setiap hari, Pak," ungkap seorang siswi dengan nada lesu. 

Kondisi miris ini membuat masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKU Selatan, khususnya Dinas Perhubungan dan Dinas Pendidikan, segera turun tangan. Warga berharap pemerintah memfasilitasi angkot khusus pelajar yang aman, layak, dan terjangkau. 


Ada tiga poin utama yang diharapkan warga, yaitu: 

* Penambahan armada angkot sekolah pada jam sibuk pagi dan siang hari.

* Adanya subsidi atau program angkot gratis untuk pelajar seperti di daerah lain.

* Penyediaan angkot khusus pelajar yang aman, sehingga tidak ada lagi anak yang duduk di atap atau bergelantungan di pintu.

"Kami tidak minta yang mewah. Yang penting anak kami bisa berangkat dan pulang sekolah dengan selamat, tepat waktu, dan ongkos murah," tegas salah seorang wali murid. 


* DPRD dan Dishub Diminta Jangan Tutup Mata  

Desakan juga datang dari tokoh masyarakat setempat. Ditegaskan bahwa DPRD dan Dinas Perhubungan OKU Selatan harus segera meninjau langsung kondisi riil di lapangan sebelum jatuh korban jiwa. 

"Ini soal keselamatan generasi kita. Kalau dibiarkan naik atap, jatuh bisa fatal. Pemerintah harus hadir. Jangan tunggu ada korban baru bergerak. Fasilitasi angkot untuk anak sekolah sekarang," pungkas tokoh masyarakat tersebut. 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi ataupun respons dari pihak Dinas Perhubungan OKU Selatan terkait keluhan warga dan aksi viral para pelajar ini. Di sisi lain, harapan besar agar nasib mereka diperhatikan tersirat dari celetukan polos para siswa saat ditemui di depan gerbang SMP Cokro Muaradua. "Tolong diposting ya, Pak. Biar viral dan mobil kami pacak (bisa) bagus juga," harap salah seorang siswi penuh harap.(Tim)

Share:

SMSI Sumsel Lantik Pengurus 8 Kabupaten/Kota Masa Bakti 2026-2029


Palembang, Portalsriwijaya.com - Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Sumatera Selatan melantik pengurus SMSI di delapan kabupaten/kota untuk masa bakti 2026-2029. Pelantikan berlangsung di Hotel OPA, Senin (21/9/2026) malam.

Delapan kepengurusan yang dilantik masing-masing Ketua, Sekretaris dan Bendahara SMSI Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Muara Enim, Empat Lawang, Musi Banyuasin, Ogan Komering Ulu (OKU), OKU Timur, OKU Selatan, serta Kota Lubuklinggau.

Pelantikan tersebut dihadiri jajaran pemerintah daerah, Dewan Penasihat dan pengurus SMSI Sumsel, pengurus SMSI kabupaten/kota, serta sejumlah organisasi perusahaan media dan organisasi wartawan.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati OKU Selatan, Drs. H. Misnadi, M.M., M.Si, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus SMSI yang baru dilantik. Ia menilai pelantikan bukan sekadar seremoni organisasi, tetapi menjadi amanah dan tanggung jawab besar bagi para pengurus dalam menjalankan tugas sebagai insan media.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital dan media sosial membuat arus informasi semakin cepat menjangkau masyarakat, tidak hanya di perkotaan tetapi juga hingga pelosok desa, kawasan perkebunan dan pegunungan.

Karena itu, keberadaan media yang profesional dinilai penting untuk menghadirkan informasi yang benar sekaligus membantu masyarakat membedakan informasi yang valid dengan berita bohong dan misinformasi.

Ia juga mengajak SMSI di seluruh kabupaten/kota untuk membangun komunikasi dan koordinasi yang baik dengan pemerintah daerah. "Jadikan SMSI sebagai mitra yang baik bagi pemerintah kabupaten dan kota. Bangun komunikasi dan koordinasi yang baik untuk bersama-sama memberikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat,"  ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sumatera Selatan, Rika Efianti, S.E., M.M, yang mewakili Gubernur Sumsel, menyampaikan apresiasi atas pelantikan pengurus SMSI delapan kabupaten/kota tersebut.

Ia mengatakan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berharap SMSI terus bersinergi dengan pemerintah dalam menyampaikan informasi yang akurat serta menangkal hoaks dan misinformasi.

“Kami sangat percaya dan yakin bahwa SMSI ke depan dapat terus bersinergi dan bersama-sama dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota untuk menyebarkan informasi yang benar serta menangkal hoaks dan misinformasi,” ujarnya.

Rika Efianti, juga menegaskan pentingnya kebersamaan sebagai fondasi organisasi agar SMSI dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat Sumatera Selatan.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua SMSI Sumatera Selatan Jon Heri menjelaskan bahwa SMSI didirikan pada 2017 sebagai wadah perusahaan media siber sekaligus mendorong profesionalisme media online di Indonesia.

Menurutnya, perkembangan media siber harus diiringi dengan tanggung jawab dalam menghasilkan pemberitaan yang akurat, berimbang dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia mengingatkan para pengurus dan wartawan SMSI agar selalu mengedepankan kode etik jurnalistik, melakukan konfirmasi terhadap pihak terkait serta tidak membuat pemberitaan berdasarkan asumsi.

“Berita harus benar. Kalau ada dugaan terhadap seseorang atau suatu persoalan, harus ada konfirmasi. Jangan sampai berita yang dibuat tidak berimbang,” tegasnya.

Jon Heri juga menyampaikan bahwa SMSI Sumsel terus mendorong peningkatan kompetensi wartawan melalui berbagai kegiatan, termasuk uji kompetensi wartawan, sehingga profesionalisme dan kualitas jurnalistik dapat terus ditingkatkan.

Selain itu, SMSI Sumsel mendorong peran media dalam mengawal pembangunan desa. Media diharapkan tidak hanya memberitakan persoalan, tetapi juga menyampaikan potensi, program pembangunan dan berbagai kegiatan positif yang dilakukan pemerintah desa kepada masyarakat.

Ia meminta seluruh pengurus SMSI kabupaten/kota yang baru dilantik menjaga kekompakan dan membangun sinergi dengan berbagai pihak. “Setelah kembali ke daerah masing-masing, saya berharap seluruh pengurus tetap kompak. Bangun komunikasi yang baik dan jalankan organisasi sesuai aturan,” pesan Jon Heri. 

Pelantikan delapan pengurus SMSI kabupaten/kota ini diharapkan semakin memperkuat jaringan organisasi media siber di Sumatera Selatan sekaligus mendorong terwujudnya ekosistem pers yang profesional, bertanggung jawab dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (Ril)

Share:

PTBA Raih Dua Penghargaan Katadata ESG Insight Award 2026


Jakarta, Portalsriwijaya.com - PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID, meraih dua penghargaan dalam ajang Katadata ESG PTBA Raih Dua Penghargaan Katadata ESG Insight Award 2026 (KESGI) Award 2026 yang berlangsung di Sudirman Hall, Sequis Tower, Jakarta, Kamis (17/9/2026).

PTBA menerima apresiasi pada Pilar ESG atas kinerja unggul dalam pengelolaan emisi dan tata kelola dekarbonisasi jangka panjang. Perseroan juga memperoleh penghargaan pada Pilar Lingkungan atas kinerja lingkungan melalui elektrifikasi armada serta pengembangan teknologi Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS).

Corporate Secretary Division Head PTBA, Eko Prayitno, mengatakan apresiasi tersebut mencerminkan upaya perseroan dalam mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola ke dalam kegiatan usaha.

“Apresiasi ini menjadi motivasi bagi PTBA untuk semakin memperkuat penerapan prinsip ESG dalam menjalankan kegiatan usaha. Kami berupaya menjaga keseimbangan antara kinerja operasional, pengelolaan lingkungan, tata kelola yang baik, serta penciptaan manfaat bagi masyarakat dan pemangku kepentingan,” ujar Eko.

Menurut Eko, transformasi perusahaan diarahkan untuk menciptakan pertumbuhan bernilai tambah dengan tetap memperhatikan keberlanjutan jangka panjang. “Bagi PTBA, keberlanjutan merupakan bagian dari transformasi perusahaan. Langkah ini diwujudkan melalui peningkatan efisiensi, inovasi teknologi, pengurangan emisi, serta penguatan tata kelola untuk mendukung perjalanan menuju target Net Zero Emission,” tambahnya.

Sementara itu, Sustainability Division Head PTBA, Dedy Saptaria Rosa, menjelaskan bahwa pengelolaan aspek lingkungan dilakukan melalui berbagai inisiatif yang terintegrasi dengan operasional perusahaan.

“Kami mengembangkan berbagai langkah untuk meningkatkan kinerja lingkungan dan menurunkan emisi, antara lain melalui elektrifikasi peralatan tambang dan pengembangan teknologi rendah emisi. Implementasinya dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan teknologi, efektivitas, serta kontribusinya terhadap sasaran dekarbonisasi perusahaan,” kata Dedy.

Dedy menambahkan, pencapaian sasaran tersebut juga membutuhkan tata kelola yang terukur, mulai dari perencanaan hingga evaluasi kinerja. “Pengelolaan ESG membutuhkan konsistensi dan tata kelola yang kuat. Karena itu, kami memperkuat proses perencanaan, pengukuran, serta evaluasi agar setiap inisiatif memberikan hasil yang terukur bagi perusahaan dan lingkungan,” ujarnya.

KESGI Award 2026 merupakan bagian dari rangkaian Katadata Sustainability Action for The Future Economy (SAFE) 2026, flagship event Katadata di bidang keberlanjutan. Memasuki tahun ketujuh penyelenggaraan, Katadata SAFE 2026 mengangkat tema “The Green Changer”. Forum ini menjadi wadah bagi perusahaan, pemangku kebijakan, masyarakat sipil, dan akademisi untuk bertukar gagasan serta membahas berbagai perkembangan dan praktik keberlanjutan. (05)

Share:

SMA Negeri 1 Prabumulih Ukir Prestasi, Tim Dance Raih 3rd Place Aqua DBL Dance 2026



Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Prestasi membanggakan ditorehkan oleh SMA Negeri 1 Prabumulih melalui tim dance. Tim dance SMA Negeri 1 Prabumulih berhasil meraih 3rd Place atau Juara 3 dalam ajang Aqua DBL Dance 2026.

Pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang dijalani para anggota tim. Berbagai latihan intensif, rasa lelah, tantangan, serta dinamika selama masa persiapan menjadi bagian dari perjalanan hingga akhirnya mereka mampu membawa nama SMA Negeri 1 Prabumulih ke atas podium.

Bagi tim dance, raihan Juara 3 bukan sekadar pencapaian dalam sebuah kompetisi. Prestasi tersebut menjadi bukti atas kerja keras, kekompakan, keberanian dan semangat para anggota untuk memberikan penampilan terbaik hingga akhir.

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari peran pelatih Rahmad Wahyudi, yang secara konsisten memberikan arahan, melatih dan membimbing para anggota tim selama proses persiapan menghadapi kompetisi.

Dukungan juga diberikan oleh para guru pendamping yakni Jaliareti, Betty dan Lin yang senantiasa mendampingi, memberikan motivasi serta memberikan dukungan kepada tim sepanjang perjalanan kompetisi.

Tim dance SMA Negeri 1 Prabumulih turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Walikota Prabumulih, H Arlan atas dukungan yang diberikan kepada tim.

"Terima kasih atas dukungan dan support Bapak Walikota Prabumulih, H Arlan. Dukungan tersebut menjadi salah satu penyemangat bagi kami untuk terus berjuang, memberikan yang terbaik, dan membawa nama baik SMA Negeri 1 Prabumulih," ujar perwakilan tim dance.

Saat nama SMA Negeri 1 Prabumulih diumumkan sebagai peraih 3rd Place Aqua DBL Dance 2026, suasana haru dan bangga menyelimuti seluruh anggota tim. Perjuangan yang telah dilalui selama masa persiapan akhirnya terbayar dengan sebuah pencapaian yang membanggakan.

Bagi para anggota tim, pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa sebuah prestasi tidak hanya berbicara tentang hasil akhir, tetapi juga tentang proses, kebersamaan dan perjuangan yang dilalui bersama.

Setiap latihan, rasa lelah, dukungan, hingga keberanian untuk bangkit dari berbagai tantangan menjadi bagian dari perjalanan yang akan selalu dikenang. Keberhasilan meraih Juara 3 ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi tim dance SMA Negeri 1 Prabumulih untuk terus berkembang dan meningkatkan kemampuan.

Pengalaman di Aqua DBL Dance 2026 juga menjadi bekal untuk menghadapi berbagai kompetisi dan meraih prestasi lainnya di masa mendatang. Prestasi ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan bagian dari proses untuk terus tumbuh, berkarya dan membawa nama baik SMA Negeri 1 Prabumulih serta Kota Prabumulih.(05)

Share:


Portalsriwijaya.com

Arsip