Dukung Pemerintah, Sejumlah Provider Telekomunikasi di kota Prabumulih Mulai Tertibkan Kabel Semrawut

Perusahaan provider mulai menata kabel-kabel internet yang semrawut di kota Prabumulih. Selengkapnya..

Bupati Edison Lantik Pejabat Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas dan Pejabat Fungsional

Bupati Muara Enim, Edison melantik Pejabat Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas dan Pejabat Fungsional Pemerintah Kabupaten Muara Enim, pada Kamis (19/2/2026)

SPPG Srimenanti Resmi Diluncurkan, Targetkan Pemenuhan Gizi bagi 3000 Siswa

SPPG Srimenanti Kecamatan Buay Pemaca Kabupaten OKU Selatan, resmi diluncurkan pada Rabu (18/2/2026).

Kepsek SDN 15 OKU Bantah Tudingan Dana BOS Fiktif: "Semua Sudah Diaudit Inspektorat"



Baturaja (OKU), Portalsriwijaya.com - Kepala Sekolah SD Negeri 15 Ogan Komering Ulu (OKU), Afriani, akhirnya angkat bicara guna memberikan klarifikasi tegas terkait isu miring yang menerpa institusinya. Langkah ini diambil menyusul adanya pemberitaan dari salah satu media lokal di OKU yang menuding adanya praktik mark-up serta penggunaan anggaran fiktif pada dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Pernyataan resmi ini dikeluarkan untuk menjaga integritas sekolah dan meluruskan persepsi publik yang mulai terdistorsi.

Dalam sesi wawancara khusus dengan tim awak media pada Jumat (08/05/2026), Apriani menegaskan bahwa seluruh tuduhan yang dialamatkan kepada sekolahnya sama sekali tidak berdasar. Ia membantah keras narasi yang menyebutkan adanya penggunaan dana yang tidak dapat dipertanggungjawabkan atau "piktif". Menurutnya, setiap rupiah dari dana BOS tahun anggaran 2025 telah direalisasikan sesuai dengan perencanaan yang telah disepakati bersama.

"Kami sangat menyayangkan adanya pemberitaan sepihak tersebut. Saya tegaskan bahwa apa yang diberitakan oleh salah satu media itu tidak benar. Kami telah bekerja sesuai dengan koridor hukum dan seluruh item pekerjaan yang dituduhkan fiktif itu sebenarnya sudah dikerjakan di lapangan," ungkap Apriani dengan nada bicara yang tegas di hadapan wartawan.

Lebih lanjut, Apriani menjelaskan bahwa mekanisme penggunaan dana BOS di SDN 15 OKU bersifat transparan dan selalu berada di bawah pengawasan ketat. Ia menekankan bahwa laporan penggunaan dana tersebut tidak hanya menjadi dokumen internal sekolah, melainkan telah melewati verifikasi berlapis. Hal ini membuktikan bahwa manajemen keuangan sekolah dilakukan secara profesional dan akuntabel tanpa ada yang ditutup-tutupi.


Sebagai bukti kuat untuk mematahkan tudingan tersebut, Afriani memaparkan bahwa penggunaan dana BOS untuk tahun anggaran 2025, khususnya periode bulan Januari hingga Juni, telah melalui proses audit resmi. Pihak Inspektorat Kabupaten OKU selaku lembaga pengawas internal pemerintah daerah telah melakukan pemeriksaan mendalam terhadap laporan pertanggungjawaban (LPJ) maupun fisik pekerjaan yang ada di sekolah.

"Bulan Januari sampai Juni tahun 2025 itu sudah diaudit secara langsung oleh tim Inspektorat OKU. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa pengerjaannya telah sesuai dengan prosedur operasional standar (SOP). Jadi, tuduhan bahwa anggaran itu fiktif sangatlah keliru dan menyudutkan pihak sekolah secara tidak adil," tambahnya lagi.

Apriani menilai bahwa munculnya tudingan mark-up ini kemungkinan besar disebabkan oleh kurangnya pemahaman atau tidak adanya upaya konfirmasi yang mendalam sebelum berita tersebut dipublikasikan. Ia mengimbau kepada seluruh rekan media untuk menjalankan fungsi kontrol sosial secara objektif dan berimbang, agar tidak menciptakan kegaduhan di lingkungan pendidikan yang sedang fokus mencerdaskan siswa.

Menutup keterangannya, pihak SDN 15 OKU menyatakan tetap terbuka terhadap kritik dan saran yang membangun selama didasarkan pada fakta yang valid. Dengan adanya hasil audit dari Inspektorat, Apriani berharap polemik mengenai dana BOS ini dapat berakhir, sehingga pihak sekolah dapat kembali fokus pada program peningkatan mutu pendidikan dan kenyamanan belajar bagi seluruh siswa di Kabupaten OKU.(Tim)

Share:

Gedung Selesai Dibangun, KMP Pangkul Terima Dua Unit Motor Roda Tiga


Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Koperasi Merah Putih (KMP) di desa Pangkul Kecamatan Cambai kota Prabumulih telah selesai dibangun dan kini telah mendapat bantuan dua unit sepeda motor roda tiga dari pemerintah pusat.

Selain dua unit motor tersebut, untuk mendukung operasional koperasi merah putih itu kedepannya juga akan dibantu satu unit mobil Pickup dan satu unit truk. Hal itu diungkapkan Kepala Desa Pangkul, Zakaria Yadi SH MM ketika diwawancarai sejumlah wartawan di kantor desa Pangkul pada Rabu (6/5/2026).

"Alhamdulillah saat ini bangunan KMP telah selesai dibangun dan kita juga telah menerima dua unit motor roda tiga untuk operasional koperasi merah putih, bantuan motor diberikan pada Jumat 10 April 2026 lalu ke kita," ungkapnya.

Zakaria mengatakan pihaknya saat ini masih menunggu persemian gedung KMP dan setelah itu nantinya akan mulai operasional secara bertahap. "Untuk pengurus juga sudah terbentuk, sudah siap semuanya tinggap operasional saja," katanya.

Lebih lanjut pria akrab disapa Jaka ini menuturkan, untik bantuan terhadap operasional KMP tidak hanya berhenti sampai di situ namun dukungan dari pihak swasta khususnya PT Agrinas akan terus berlanjut dalam waktu dekat.

"Insyaallah dalam waktu dekat dari PT Agrinas akan ada tambahan 1 unit truk dan 1 unit mobil pickup sejenis L300 yang akan segera dikirim ke Desa Pangkul," jelasnya.

Dengan adanya tambahan kendaraan operasional tersebut, diharapkan kapasitas dan jangkauan usaha koperasi akan semakin meningkat terutama dalam hal distribusi barang dalam skala lebih besar serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat desa.

"Adanya koperasi ini menjadi harapan baru bagi masyarakat desa Pangkul dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa serta meningkatkan kesejahteraan warga secara berkelanjutan," tambahnya.(05)

Share:

Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Bantuan Tani, Tokoh Masyarakat Sukarami Bakal Polisikan Kades


OKU Selatan, Portalsriwijaya.com - Suasana Desa Sukarami, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS) memanas. Kepala Desa Sukarami, Cik Ani terancam dilaporkan ke pihak berwajib atas dugaan tindak pidana pemalsuan tanda tangan dalam penyaluran bantuan pertanian yang bersumber dari Dana Desa tahun anggaran 2022-2023.

Rencana laporan ke Polres OKU Selatan ini mencuat setelah salah satu tokoh masyarakat setempat berinisial PA menemukan adanya kejanggalan administratif yang fatal. Hal tersebut terungkap saat PA memenuhi panggilan penyidik Kejari OKU Selatan untuk memberikan keterangan sebagai saksi pada Selasa (28/4/2026).

Kepada awak media, PA mengaku sangat terkejut ketika diperlihatkan dokumen berita acara penerimaan bantuan oleh penyidik. Namanya tercantum sebagai penerima manfaat, namun ia merasa tidak pernah menandatangani dokumen tersebut.

"Tanda tangan saya diduga kuat dipalsukan oleh oknum kepala desa. Saya baru mengetahui hal ini setelah diperiksa dan melihat langsung dokumennya di hadapan penyidik. Secara tegas saya sampaikan, saya tidak pernah menandatangani berita acara penerimaan bantuan apa pun," ungkap PA dengan nada kecewa.

PA menjelaskan bahwa program tersebut menyasar sekitar 160 petani dengan alokasi bantuan berupa 50 kg bibit (padi) dan 50 kg bibit jagung per anggota kelompok tani. Meski secara administratif data menunjukkan bantuan telah tersalurkan 100 persen, fakta di lapangan menunjukkan adanya dugaan manipulasi data melalui pemalsuan tanda tangan penerima.

Menurutnya, tindakan ini bukan sekadar pelanggaran administrasi, melainkan sudah masuk ke ranah tindak pidana murni yang merugikan hak-hak masyarakat tani di Desa Sukarami.

"Kami meminta Polres OKUS mengusut tuntas dugaan pemalsuan dokumen ini. Bantuan negara yang seharusnya menyejahterakan petani tidak boleh disalahgunakan atau dijadikan ajang manipulasi untuk kepentingan pribadi," tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Sukarami, Cik Ani, belum memberikan tanggapan atau klarifikasi resmi terkait tudingan serius yang dialamatkan kepadanya.(FR86)

Share:

Terpilih Jadi Tim Formatur, Evi Susanti Berpeluang Duduki Kursi PPP Prabumulih

 



Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Setelah menjalani dinamika persidangan hingga pleno ke VII, akhirnya Evi Susanti SE terpilih menjadi satu diantara anggota formatur dan berpeluang menduduki kursi Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan Kota Prabumulih.

Hal itu diketahui setelah partai berlambang Kakbah tersebut menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) ke VI di Fave Hotel Prabumulih, pada Selasa (5/5/2026). Pelaksanaan Muscab yang digelar alot hingga pleno ke VII dan berakhir pukul 16.00 WIB tersebut dihadiri secara langsung oleh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Provinsi Sumatera Selatan, H Ahmad Palo SE dan jajaran pengurus DPW lainnya.

Dalam muscab tersebut terpilih tiga anggota tim formatur antara lain dari pengurus harian DPC yakni Evi Susanti, dua dari pengurus Partai Anak Cabang (PAC) yakni Dalison dan Sumiarna. Sedangkan dua formatur lainnya dari DPW yakni Ketua DPW Sumsel H Ahmad Palo dan daei DPP yakni Wakil Sekretaris Jendral DPP Jabal Idris sebagai ketua Formatur. 

"Tim formatur ini nantinya akan menyusun seluruh struktur kepengurusan mulai dari ketua hingga pengurus. Kami memiliki waktu satu minggu sejak hari ini untuk menyusun kepengurusan, tapi kami telah meminta waktu satu minggu ke Wasekjen dan diberi waktu setidaknya hingga akhir Mei 2026 selesai," ungkap Ketua DPW Sumsel H Ahmad Palo SE ketika diwawancarai usai Mucab. 

Diainggung apakah yang terpilih menjadi anggota formatur secara otomatis akan terpilih jadi ketua DPC, pria yang juga anggota DPRD Sumsel ini mengatakan yang terpilih harus jadi ketua DPC namun ada kebiasaan yang ada dalam format formatur mencerminkan mereka mendapat dukungan dari pengurus untuk dijadikan ketua DPC. 

"Tentu ini akan menjadi pertimbangan baik oleh formatur DPW hingga formatur pusat. Secara tersirat begitu (Evi Susanti terpilih-red) tapi kami tidak akan mendahului karena mekanisme PPP kami menentukan formatur, bisa jadi yang tepilih formatur dan bisa jadi juga diluar tapi kebiasaan jarang terjadi," tegasnya. 

Palo berharap dengan selesainya Muscab tersebut seluruh jajaran DPC PPP Prabumulih akan makin kompak, makin solid serta makin merangkul. "Pelaksanaan muscab yang aman dan tertib ini menunjukkan seluruh pengurus kompak dan solid. Harapan kedepan, apa yang menjadi cita-cita PPP seperti yang diharapkan teman-teman kedepan PPP masuk lagi ke pimpinan DPRD insyaallah terkabul," harapnya. 

Sementara itu, Evi Susanti SE mengaku dengan terbentuknya formatur ini kedepan akan menyusun kepengurusan dan dirinya berharap PPP Prabumulih kedepan makin solid, bersatu dan menghilangkan perbedaan. 

"Pastinya kami harus bekerjasama menyatukan visi misi bersama kader-kader PPP. Muscab telah selesai, saatnya kami konsolidasi bersama, bersatu, menghilangkan perbedaan demi tercapainya tujuan kami seperti pendahulu kami," tegasnya.

Usai pelaksanaan Muscab para kader dan pengurus memberikan ucapan selamat kepada Evi Susanti lantaran terpilih menjadi tim formatur berpeluang menjadi ketua DPC PPP Prabumulih. (05)

Share:

Diduga Selewengkan Pupuk Bersubsidi, Distributor di Simpang Martapura Jual Stok ke Luar OKU Selatan

PUPUK - Mobil Pick up diduga bermuatan pupuk subsidi ketika dibawa ke arah kota Baturaja


OKU SELATAN, Portalsriwijaya.com - Praktik penyalahgunaan penyaluran pupuk bersubsidi diduga merambah hingga ke wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan Provinsi Sumatera Selatan. Sebuah distributor pupuk di kawasan Simpang Martapura disinyalir menjual pupuk jenis Phonska dan Urea bersubsidi ke luar wilayah tugasnya, yang jelas melanggar ketentuan distribusi nasional.
Berdasarkan pantauan lapangan, aktivitas mencurigakan ini terendus saat dua unit mobil pick-up terlihat mengangkut pupuk dari gudang distributor milik seorang pengusaha berinisial A di Simpang Martapura. Bukannya didistribusikan ke petani lokal di OKU Selatan, kendaraan tersebut justru bergerak menuju arah Kota Baturaja.
Tim investigasi media sempat melakukan pengejaran untuk memastikan arah tujuan pupuk tersebut. Kedua mobil terpantau melaju hingga melintasi perbatasan dan memasuki wilayah Desa Umpam Kecamatan Lengkiti Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).
Menurut penuturan warga sekitar lokasi gudang yang meminta identitasnya dirahasiakan, aktivitas pengangkutan pupuk oleh mobil-mobil pick-up ini memang sering terjadi, bahkan hingga menimbulkan antrean di badan jalan lintas.
"Sering terlihat pak. Kalau sedang mengantri (mengambil pupuk), mobil-mobil pick-up itu sampai ke jalan besar ini," ungkap sumber tersebut.
Tindakan menjual pupuk bersubsidi keluar dari wilayah peruntukan yang telah ditetapkan pemerintah merupakan pelanggaran berat bagi distributor. Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait masih menelusuri total volume pupuk yang diduga telah diselewengkan tersebut.
Sementara itu, pihak dinas terkait belum dapat dikonfirmasi namun menurut penuturan beberapa pihak di dinas pertanian OKU Selatan nenyebutkan jika praktik tersebut disinyalir menyalahi aturan dan ketentuan namun perlu dipastikan terlebih dahulu kebenarannya. (FR86)
Share:


Portalsriwijaya.com

Arsip