Pengurus DPC PKB Prabumulih Dikukuhkan, Efri Oganda Targetkan Kursi di Legislatif

 


Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Kepengurusan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Prabumulih periode 2026–2031 resmi dikukuhkan di Hall Siang Malam Kecamatan Cambai kota Prabumulih, pada Senin (26/10/2026).

Pengukuhan tersebut dirangkai dengan kegiatan orientasi politik dan Musyawarah Kerja Cabang (Mukercab) untuk menjadi langkah awal bagi jajaran pengurus baru untuk memperkuat peran partai dalam kehidupan masyarakat sekaligus mengawal arah pembangunan daerah.

Kegiatan ini dihadiri Walikota Prabumulih H Arlan, Ketua DPW PKB Sumatera Selatan H Nasrul Halim SH, Sekretaris H Sutami dan Bendahara H Ahmad Zakasih, Ketua DPC PKB Prabumulih H Efri Oganda SH serta pengurus dan kader PKB.

Ketua DPW PKB Sumsel, H Nasrul Halim dalam sambutannya mengingatkan bahwa kepengurusan partai bukan sekadar jabatan struktural, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan melalui kerja nyata.

Nasrul menegaskan, sumpah dan janji yang diucapkan para pengurus memiliki makna penting sebagai bentuk komitmen terhadap partai, bangsa, dan negara. Karena itu, setiap kader diharapkan menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai pedoman dalam menjalankan tugas organisasi

"Jabatan merupakan amanah dan tanggung jawab moral. Sumpah dan janji yang diucapkan bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan ikatan kepada PKB, bangsa, dan negara. Ini harus menjadi landasan ideologi dalam berpartai," tegas Nasrul.

Setelah menyampaikan arahan, Nasrul secara resmi mengukuhkan kepengurusan DPC PKB Kota Prabumulih untuk masa bakti 2026–2031.

Sementara itu, Ketua DPC PKB Prabumulih, H Efri Oganda menyatakan bahwa kepengurusan baru akan berupaya memperkuat eksistensi PKB agar semakin dekat dengan masyarakat dan mampu memberikan kontribusi terhadap kemajuan kota.

Efri menjelaskan, partai politik memiliki tanggung jawab untuk turut mengawal kebijakan dan pembangunan daerah agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat. PKB Prabumulih juga menaruh perhatian pada upaya pengentasan kemiskinan serta penguatan hubungan dengan berbagai elemen masyarakat.

Lebih lanjut Efri mengaku, komunikasi dan kerja sama dengan partai politik lain, organisasi kemasyarakatan, serta tokoh masyarakat akan terus dibangun demi menjaga suasana yang harmonis dan kondusif. "Kami berharap PKB bisa mendapatkan tempat di tengah masyarakat Prabumulih dan ikut berkontribusi dalam mewujudkan Prabumulih Makmur dan Sejahtera. Kami juga berharap ke depan PKB dapat berpartisipasi dalam Pilkada Prabumulih dan memperoleh kursi," ujar Efri

Sedangkan, Walikota Prabumulih H Arlan yang akrab disapa Cak Arlan menyambut harapan agar PKB dapat mengambil bagian dalam mendukung pembangunan daerah. Arlan berharap kepengurusan yang baru dikukuhkan mampu menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat serta membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah kota.

Arlan menurutkan, sinergi antara partai politik dan pemerintah daerah menjadi salah satu unsur penting dalam menciptakan pembangunan yang selaras dengan kebutuhan masyarakat. "Harapannya, DPC PKB Prabumulih bisa bermanfaat bagi masyarakat. Jaga keharmonisan dan sinergi dalam mendukung program pembangunan pemerintah," ujarnya.

Arlan juga mendorong agar program kerja PKB Prabumulih dapat dikoordinasikan dengan program Pemerintah Kota Prabumulih sehingga pelaksanaannya dapat berjalan searah dan memberikan dampak positif bagi warga.

Melalui pengukuhan kepengurusan periode 2026–2031 ini, DPC PKB Prabumulih diharapkan tidak hanya memperkuat konsolidasi internal, tetapi juga meningkatkan peran sosial dan politik di tengah masyarakat.

Tantangan ke depan adalah menerjemahkan komitmen organisasi menjadi langkah konkret, mulai dari memperluas komunikasi dengan warga hingga ikut mengawal pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat Kota Prabumulih.(05)

Share:

PDI Perjuangan Prabumulih Targetkan 8 Kursi DPRD dan Posisi Ketua di Pileg Mendatang



Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Prabumulih resmi melantik dan mengukuhkan pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) serta jajaran kepengurusan tingkat bawah masa bakti 2025–2030. 

Agenda yang berlangsung di Fave Hotel Prabumulih, Minggu (25/10/2026) sore, menjadi momentum penguatan mesin partai guna menghadapi agenda politik ke depan.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Prabumulih Ir Dipe Anom menjelaskan, pembentukan struktur kepengurusan sebenarnya telah rampung beberapa bulan lalu. Namun, prosesi pelantikan formal baru digelar saat ini untuk memberikan legitimasi organisasi yang kuat bagi seluruh kader dalam menjalankan roda partai.

Prosesi pengambilan sumpah jabatan dan penyerahan surat keputusan (SK) kepengurusan dipimpin langsung oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Selatan Devi Suhartoni.

Dipe Anom menegaskan bahwa konsolidasi ini menjadi pijakan penting untuk menyongsong Pemilihan Legislatif (Pileg) mendatang. PDI-P Kota Prabumulih secara terbuka membidik target politik yang signifikan. "Target PDI Perjuangan Kota Prabumulih ke depan adalah meraih delapan kursi DPRD. Dengan capaian tersebut, kami berharap bisa memperjuangkan posisi Ketua DPRD Kota Prabumulih," ujar Dipe.

Target delapan kursi tersebut, lanjut Dipe, dirumuskan berdasarkan kalkulasi politik yang matang dan pemetaan sebaran suara di setiap daerah pemilihan (dapil). Kendati demikian, partai tetap mengantisipasi dinamika regulasi pemilu, termasuk potensi perubahan atau pemekaran dapil. Selain mengejar target baru, PDI-P berkomitmen mempertahankan basis kursi yang sudah ada.

Untuk merealisasikan target tersebut, DPC PDI-P Prabumulih menginstruksikan seluruh kader dan pengurus hingga tingkat akar rumput untuk aktif bergerak di tengah masyarakat. Kader diminta tidak hanya hadir, tetapi juga menyerap langsung keluhan dan aspirasi warga. Aspirasi tersebut nantinya akan disalurkan secara kelembagaan melalui fraksi PDI-P di DPRD Kota Prabumulih maupun DPRD Provinsi Sumatera Selatan.

"Pengurus dan kader harus merangkul masyarakat, membangun komunikasi, serta memperjuangkan aspirasi dan keinginan warga di wilayah masing-masing," tegas Dipe.

Di sisi lain, Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Selatan Devi Suhartoni mengingatkan pentingnya soliditas internal sebelum melangkah pada strategi eksternal. Usai pelantikan PAC, ia meminta konsolidasi segera diturunkan ke tingkat ranting dan anak ranting guna memastikan seluruh struktur terisi penuh.

"Sekarang kita konsolidasi ke dalam dulu. Kita lantik PAC, kemudian PAC turun ke ranting dan anak ranting. Semuanya harus terisi. Kalau internalnya sudah bagus, insyaallah yang lain akan melihat bahwa organisasi kita berbeda dan lebih baik," kata Devi.

Terkait peta politik lokal dan hubungan dengan pemerintah daerah, Devi menyatakan fraksi PDI-P di parlemen tetap menjaga kemitraan yang harmonis dengan pihak eksekutif, tanpa harus mengintervensi ranah kebijakan pemerintah secara langsung.(05)

Share:

PKB Prabumulih Dorong Kader Lebih Hadir di Tengah Masyarakat, Muskercab Digelar Besok


Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Menjelang pelaksanaan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) 2026, geliat konsolidasi internal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Prabumulih kian menguat. Tidak sekadar agenda rutin lima tahunan, Muskercab kali ini diproyeksikan menjadi momentum strategis dalam menentukan arah perjuangan partai ke depan.

Pengurus DPC PKB kota Prabumulih secara masif mengajak seluruh kader untuk berpartisipasi aktif menyukseskan Muskercab yang dijadwalkan berlangsung di Hall 2 RM Siang Malam, Cambai Prabumulih, Senin (26/10/2026). 

Seruan ini bukan tanpa alasan, mengingat Muskercab akan dilakukan usai beberapa agenda seperti orientasi politik, pengukuhan pengurus DPC PKB digelar yang menjadikan forum penting dalam merumuskan kebijakan, strategi politik, hingga penguatan peran partai di tengah masyarakat.

Ketua DPC Prabumulih, H Efri Oganda SH melalui Bendahara, Rifki Baday, SH MKn didampingi Sekretaris DPC PKB, IR Yogi Astrada, ST MSi menegaskan bahwa Muskercab merupakan titik krusial dalam perjalanan organisasi.

"Mari bersama rapatkan barisan, kita sukseskan Muskercab PKB kota Prabumulih. Ini bukan sekadar agenda formal, tetapi momentum untuk memperkuat arah perjuangan partai ke depan," ujar Rifki Baday, Minggu (25/10/2026).

Menurutnya, orientasi politik, hingga agenda Muskercab yang digelar nantinya akan menjadi ruang evaluasi sekaligus perumusan strategi menghadapi berbagai agenda politik ke depan, mulai dari Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), Pemilihan Legislatif (Pileg), hingga program-program sosial yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat.

Namun demikian, Rifki yang merupakan seorang Notaris dan PPAT muda yang sukses ini menekankan bahwa esensi PKB tidak semata-mata terletak pada kontestasi politik. Lebih dari itu, PKB harus tetap konsisten hadir di tengah masyarakat dalam berbagai situasi.

"PKB bukan partai yang hanya muncul lima tahun sekali saat Pileg. Kami ingin memastikan bahwa kehadiran PKB di Prabumulih kedepan akan lebih dirasakan setiap saat oleh masyarakat, baik melalui kegiatan politik maupun sosial," tegasnya.

Sementara, Sekretaris DPC PKB kota Prabumulih IR Yogi Astrada ST MSi menambahkan, komitmen tersebut menjadi pondasi utama dalam menjaga kepercayaan publik. PKB, kata dia, terus berupaya memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat, terutama dalam menjawab berbagai persoalan sosial yang dihadapi warga.

Di lapangan, semangat yang sama juga terlihat dari para kader PKB di sejumlah wilayah kota Prabumulih. Mereka bergerak aktif melakukan sosialisasi orientasi politik dan Muskercab, sekaligus memperkuat komunikasi politik dengan masyarakat akar rumput. "Kehadiran PKB harus membawa manfaat. Harapan kami, PKB tetap konsisten dalam komitmennya untuk peduli umat dan melayani rakyat," terang Yogi. 

Dengan semangat kebersamaan dan konsolidasi yang semakin solid, orientasi politik hingga Muskercab PKB Kota Prabumulih 2026 diharapkan tidak hanya melahirkan kepemimpinan kepengurusan PAC PKB di seluruh wilayah yang ada di Prabumulih yang kuat, tetapi juga mempertegas posisi PKB sebagai partai yang responsif, inklusif dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas. (05)

Share:

Semarak HUT ke-25 Kota Prabumulih, Sekda H Elman dan Ketua TP PKK Hj Linda Arlan Senam Bersama Ribuan Warga di Stadion Talang Jimar



Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Suasana penuh energi dan keceriaan menyelimuti Stadion Talang Jimar, Kota Prabumulih, Minggu pagi. Ribuan masyarakat tumpah ruah mengikuti kegiatan senam bersama dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Kota Prabumulih.

Kegiatan yang menjadi salah satu rangkaian resmi HUT Kota Prabumulih tahun 2026 ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Prabumulih, H. Elman, ST., MM., bersama Ketua TP PKK Kota Prabumulih, Hj. Linda Arlan, dan Staf Ahli TP PKK, Nuning Mulya Franky. Sejak pagi, stadion kebanggaan warga Prabumulih tersebut sudah dipadati peserta. Tidak hanya masyarakat umum, jajaran Pemerintah Kota Prabumulih juga kompak hadir dengan balutan kostum olahraga senada. Turut hadir memeriahkan acara Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik, seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kota Prabumulih, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP), Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Prabumulih, para camat dan lurah se-Kota Prabumulih, serta tamu undangan lainnya. Senam bersama dipandu instruktur profesional yang membuat seluruh peserta bergerak kompak mengikuti irama musik. Tawa, semangat, dan antusiasme warga begitu terasa. Momen ini benar-benar menunjukkan kekompakan antara pemerintah dan masyarakat. Sekda Kota Prabumulih, H. Elman, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan senam bersama ini bukan sekadar olahraga, melainkan simbol kebersamaan dalam membangun Kota Prabumulih yang lebih sehat dan sejahtera di usia yang ke-25 tahun. "Di usia ke-25 tahun ini, Kota Prabumulih telah banyak mengalami kemajuan. Semangat kebersamaan seperti pagi ini adalah modal utama kita. Dengan tubuh yang sehat, kita bisa bekerja lebih produktif untuk mewujudkan Prabumulih yang Jaya, Makmur dan Sejahtera," ujar H. Elman.

Sementara itu, Ketua TP PKK Hj. Linda Arlan yang tampil energik bersama masyarakat menambahkan, TP PKK akan terus mendukung program hidup sehat di tengah keluarga. "Kesehatan adalah kunci kebahagiaan keluarga. Melalui senam bersama ini, kita ajak seluruh ibu-ibu dan masyarakat untuk membiasakan pola hidup sehat, aktif dan ceria," ungkap Hj. Linda Arlan disambut tepuk tangan peserta. Kemeriahan acara semakin pecah saat sesi pengundian hadiah doorprize. Panitia telah menyiapkan berbagai hadiah menarik mulai dari peralatan rumah tangga, sepeda, hingga hadiah utama yang membuat peserta antusias menanti nomor undian dipanggil. Sorak-sorai kegembiraan terdengar setiap kali nama pemenang doorprize diumumkan. Kegiatan senam bersama ini menjadi bukti nyata bahwa peringatan HUT ke-25 Kota Prabumulih tidak hanya seremonial, tetapi juga menyentuh langsung masyarakat dengan kegiatan yang positif, sehat, dan mempererat tali silaturahmi. Dengan semangat "25 Tahun Kota Prabumulih, Bersinergi Membangun Negeri", diharapkan momentum ulang tahun perak ini menjadi titik tolak baru bagi Kota Prabumulih untuk terus melaju menjadi kota yang modern, berdaya saing, dan tetap menjunjung tinggi nilai kebersamaan Seinggok Sepemunyian. Masyarakat yang hadir pun mengaku senang dan berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan. "Seru, rame, sehat dapat, hadiah dapat. Selamat ulang tahun Kota Prabumulih ke-25, semoga makin jaya!" ujar salah seorang warga peserta senam.(Ikb)
Share:

Napi Tewas Dianiaya Empat Rekannya, Kalapas : Tak Ada Ditutupi, Pelanggar Hukum Akan Ditindak Tegas


OKU Selatan, Portalsriwijaya.com - Menanggapi isu yang berkembang di masyarakat terkait dugaan penganiayaan yang diduga terjadi di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muaradua, Kepala Lapas Muaradua, Hero Sulistiyono Bc IP S, angkat bicara dengan sikap yang tegas dan transparan.

Hero Sulistiyono menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menutup-nutupi apapun terkait peristiwa yang sedang menjadi sorotan tersebut. Ruang untuk mencari kejelasan tetap terbuka lebar bagi semua pihak.

"Saya tidak akan menutup ruang bagi siapapun yang menginginkan kejelasan. Saya tidak akan menutupi kebenaran. Apapun bentuk dan jenis pelanggaran yang terjadi di dalam lingkungan Lapas, saya akan bertindak tegas tanpa pandang bulu," tegas Hero Sulistiyono.

Hero menambahkan komitmen penegakan hukum yang tidak bisa ditawar dan setiap pelanggaran hukum dirinya tidak akan segan untuk meminta kepada pihak kepolisian agar ditindak tegas. "Setiap ada bau pelanggaran hukum, saya tidak segan untuk meminta kepada pihak kepolisian untuk memproses dan menindak tegas tanpa kecuali," katanya.

Pernyataan ini disampaikan sebagai bukti keseriusan pihak Lapas Muaradua dalam menjaga akuntabilitas dan kepercayaan publik. Lembaga pemasyarakatan harus menjadi tempat pembinaan yang aman dan tertib, bukan tempat dimana pelanggaran dibiarkan berlarut-larut.

Kepala Lapas juga memohon dukungan sekaligus pengawasan dari seluruh lapisan masyarakat. Jika masyarakat mendengar atau mengetahui hal-hal yang mencurigakan di lingkungan Lapas, silakan disampaikan secara resmi. Transparansi dan keterbukaan adalah kunci utama agar kebenaran selalu berada di atas.

Pihak Lapas Muaradua memastikan perkembangan selanjutnya akan disampaikan secara terbuka kepada publik setelah proses pemeriksaan selesai dilakukan.

Untuk diketahui, seorang narapidana bernama Adi Waswara (AW) dikerahui meninggal di Lapas Kelas IIB Muaradua, Kabupaten OKU Selatan. Setelah dilakukan penyelidikan diketahui jika korban tewas diduga dianiaya. Berdasarkan pemeriksaan medis di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, korban mengalami luka serius berupa memar di kepala belakang dan sisi kiri, luka robek di wajah, memar di sekitar mata, resapan darah pada leher, pendarahan paru-paru kiri, serta patah tulang rusuk.

Petugas Polres OKU Selatan lalu menetapkan empat narapidana sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan hingga tewas terhadap seorang narapidana bernama Adi Waswara (AW) tersebut. Empat orang tersangka yang ditetapkan tersangka tersebut masing-masing berinisial RK, R, Y dan R, dimana tersangka RK diduga berperan sebagai pelaku utama. Para tersangka dijerat dengan Pasal 466 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan kematian dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara.(FR86)

Share:


Portalsriwijaya.com

Arsip