Narapidana Narkoba Ditemukan Tak Bernyawa di dalam Lapas Muaradua

 


OKU Selatan, Portalsriwijaya.com -  Seorang narapidana kasus narkoba di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muaradua, Kabupaten OKU Selatan, dilaporkan meninggal dunia. Peristiwa tersebut kini dalam penyelidikan kepolisian untuk memastikan penyebab kematian warga binaan tersebut.

Narapidana itu bernama Adi Waswara, warga Desa Damarpura Kecamatan Buana Pemaca Kabupaten OKU Selatan. Adi diketahui meninggal dunia saat berada di dalam sel tahanan Lapas Kelas IIB Muaradua.

Kepala Lapas Kelas IIB Muaradua, Hero Sulistiyono, membenarkan adanya peristiwa tersebut. "Benar, ada narapidana kasus narkoba yang meninggal dunia. Penanganan kasus ini sudah kami serahkan kepada pihak kepolisian, Kami sudah menyampaikan atau menyerahkan almarhum kepada keluarga korban hingga turut serta sampai ke Pemakaman," ujar Hero di ruang kerjanya.Rabu (21/10/2026)


Sementara itu, Kapolres OKU Selatan AKBP I Made Redi Hartana melalui KBO Satreskrim Polres OKU Selatan, Ipda Hendry Farman, juga membenarkan kejadian tersebut. "Ya benar ada warga binaan meninggal dunia pada Jum’at pagi sekitar pukul 06:30 WIB pagi," jelasnya.

Ia menegaskan, penyebab kematian korban belum dapat dipastikan. Polisi masih melakukan pendalaman guna mengungkap kondisi dan dugaan penyebab meninggalnya narapidana tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Adi Waswara merupakan narapidana kasus narkoba yang menjalani hukuman penjara selama tujuh tahun. Saat ditemukan meninggal dunia, korban telah menjalani masa pidana sekitar dua tahun.

Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh komandan regu (Danru) saat pergantian jam piket. Setelah mendapati kondisi korban, Danru kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Lapas. Pihak Lapas selanjutnya membuka pintu sel untuk memeriksa kondisi korban. Dari pemeriksaan awaln tersebut, korban diketahui sudah meninggal dunia.

Untuk memastikan penyebab kematian, jenazah korban kemudian dibawa oleh pihak kepolisian ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Hingga kini, penyebab pasti kematian Adi Waswara masih menunggu hasil pemeriksaan. Kepolisian terus mendalami peristiwa tersebut untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi. (FR86-Red)

Share:

Peringati Hari Jadi ke-75 Humas Polri, Kapolres OKU Selatan AKBP I Made Redi Hartana Sambangi Panti Asuhan Al-Amanah

 


OKU Selatan, Portalsriwijaya.com - Memperingati momentum bersejarah Hari Jadi ke-75 Humas Polri, jajaran Kepolisian Resor Ogan Komering Ulu Selatan (Polres OKU Selatan) menunjukkan wujud nyata Polri bersama masyarakat, melalui aksi sosial bertajuk bakti kemanusiaan di Panti Asuhan Al-Amanah di Kelurahan Pasar Ilir Kecamatan Muaradua, Senin (19/10/2026) sore.

Kegiatan penuh kehangatan dan kekeluargaan ini dipimpin langsung oleh Kapolres OKU Selatan, AKBP I Made Redi Hartana SH SIK MIK didampingi Wakapolres OKU Selatan, Kasat Intelkam, Kasat Lantas, Kasi Propam, Kasi Humas AKP Amir Hamzah SSos MM serta personel Seksi Humas Polres OKU Selatan.

Kehadiran jajaran pimpinan Korps Bhayangkara di tengah anak-anak yatim piatu tersebut bukan sekadar seremoni peringatan hari jadi, melainkan pengejawantahan dari komitmen kepolisian yang senantiasa hadir sebagai pelindung, pengayom, dan sahabat sejati masyarakat.

Kapolres OKU Selatan, AKBP I Made Redi Hartana SH SIK MIK menegaskan bahwa institusi Polri tidak dapat dipisahkan dari denyut kehidupan rakyat. Menurutnya, kekuatan hakiki kepolisian bersumber dari kepercayaan, doa, dan cinta masyarakat.

"Polri dan masyarakat adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Polisi lahir dari rahim rakyat dan bertugas sepenuhnya untuk mengabdi kepada rakyat. Di momentum Hari Jadi ke-75 Humas Polri ini, kami ingin menegaskan kembali komitmen kami bahwa Polri akan selalu hadir bersama masyarakat, tidak hanya dalam memelihara kamtibmas, tetapi juga hadir merangkul serta meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan," tegas AKBP I Made Redi Hartana di hadapan pengurus dan anak-anak panti asuhan.

Lebih lanjut AKBP I Made Redi Hartana menyampaikan bahwa anak-anak di Panti Asuhan Al-Amanah adalah aset dan generasi penerus bangsa yang wajib didukung masa depannya. Beliau berpesan kepada seluruh anak asuh untuk senantiasa giat belajar, menanamkan nilai disiplin, serta tidak berkecil hati dalam menggapai cita-cita setinggi langit.

Dalam kesempatan yang sama, Kasi Humas Polres OKU Selatan, AKP Amir Hamzah SSos MM memaparkan bahwa bakti sosial ini diisi dengan penyerahan tali asih berupa uang santunan dan paket kebutuhan pokok lengkap, meliputi beras, telur, mie instan, hingga minyak goreng.

Sementara itu, pihak pengurus Panti Asuhan Al-Amanah mengungkapkan rasa haru dan apresiasi mendalam atas kedatangan Kapolres OKU Selatan beserta jajaran. Kehadiran para personel kepolisian secara langsung dinilai membawa suntikan motivasi moral dan kebahagiaan luar biasa bagi anak-anak asuh di panti tersebut.

Melalui kegiatan ini, Polres OKU Selatan berharap jalinan silaturahmi yang harmonis antara aparat kepolisian dan seluruh elemen masyarakat dapat semakin kukuh, sekaligus memperkuat sinergi bersama dalam memelihara situasi kamtibmas yang aman, damai dan sejuk di Bumi Serasan Seandanan.(FR86)

Share:

Hadiri Paripurna HUT Prabumulih, Gubernur Sumsel Dorong Daerah Rasionalisasi Pendapatan



Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr H Herman Deru mengapresiasi kemajuan pembangunan dan kinerja Pemerintah Kota Prabumulih menjelang seperempat abad perjalanan daerah tersebut sebagai daerah otonom.

Di tengah tantangan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah, ia mendorong Pemkot Prabumulih untuk melakukan rasionalisasi pendapatan dan belanja secara terukur serta mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa membebani masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Herman Deru dalam Rapat Paripurna Istimewa peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Prabumulih Tahun 2026 di Gedung DPRD Kota Prabumulih, Senin (19/10/2026).

Menurut Herman Deru, usia 25 tahun menjadi momentum penting bagi Prabumulih untuk menunjukkan kematangan tata kelola pemerintahan sekaligus mengevaluasi capaian pembangunan yang telah diraih.

Ia menilai, perjalanan Prabumulih sejak menjadi daerah otonom baru tidak terlepas dari berbagai tantangan. Namun, beragam dinamika tersebut justru menjadi bagian dari proses pendewasaan pemerintahan dan kemajuan daerah.

Secara umum, kelembagaan yang sudah berusia 25 tahun merupakan organisasi yang matang karena telah melewati berbagai rintangan, jalan terjal, berbukit, hingga berbelok. Mungkin masyarakat dan pemerintah setempat tidak terlalu merasakan perubahannya, tetapi kami yang melihat dari luar cukup takjub menyaksikan kemajuan Prabumulih hingga berada di titik ini,” ungkapnya.

Herman Deru menegaskan, berbagai capaian pembangunan yang telah diraih harus menjadi modal untuk melanjutkan program-program prioritas dan memenuhi target pembangunan yang telah direncanakan.

Meski demikian, ia mengingatkan pemerintah daerah agar tetap realistis dalam menyusun kebijakan anggaran. Pasalnya, kondisi keuangan daerah tidak selalu berjalan sesuai dengan proyeksi ketika perencanaan pembangunan disusun.

Karena itu, rasionalisasi pendapatan dan belanja dinilai penting agar kebijakan fiskal tetap terukur, efektif, dan sesuai dengan kemampuan keuangan daerah. Di sisi lain, optimalisasi PAD perlu dilakukan secara cermat dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi serta kemampuan masyarakat.

Momentum Hari Jadi ke-25 Kota Prabumulih diharapkan tidak sekadar menjadi ajang perayaan, tetapi juga menjadi refleksi bagi pemerintah daerah untuk memperkuat tata kelola keuangan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan menjaga keberlanjutan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat. (Ikb)

Share:

Babak Baru Perkara Eks Kades Sukarami, Diduga Catut Nama Warga Jadi Guru Ngaji Honor Tak Pernah Diberikan


OKU Selatan, Portalsriwijaya.com - Kasus dugaan penyimpangan yang menyeret Oknum mantan Kepala Desa (Kades) Sukarami berinisial CA, memasuki babak baru. Seorang warga yang diduga namanya dicatut sebagai guru ngaji fiktif akhirnya buka suara.

Hal ini terungkap setelah sejumlah perwakilan masyarakat Peduli Desa Sukarami yang dipimpin oleh Fauzi Rahman, Julius dan Putra mendatangi Kantor Kejari OKU Selatan.

Saksi berinisial TH yang merupakan warga Desa Sukarami mengaku namanya dimasukkan sebagai penerima insentif guru ngaji oleh Eks Kades CA, padahal dirinya tidak pernah mengajar dan tidak pernah menerima uang tersebut.

Dengan nada berapi-api, TH menuntut keadilan langsung di depan awak media atas apa yang diduga telah dilakukan eks Kades Sukarami terhadap dirinya.

"Kami menuntut Keadilan di Kejari OKU Selatan, tolong tegakkan keadilan untuk kami masyarakat Sukarami. Apakah pak Kejari sanggup menegakkan keadilan untuk rakyat Sukarami?, sudah cukup keluarga kami menderita oleh perbuatan kades selama dua periode," tegas TH berapi-api, Senin (19/10/2026).

TH mengaku sudah memberikan keterangan dan siap menjadi saksi di Kejari OKU Selatan jika dipanggil atas dugaan yang menjerat mantan kepala desa Sukarami tersebut. "Saya tidak pernah jadi guru ngaji. Tiba-tiba nama saya ada. Saya tidak pernah tanda tangan, tidak pernah terima uang. Ini fitnah yang merugikan keluarga saya. Selama dua periode kami dibodohi, sekarang kami minta keadilan," lanjutnya dengan mata berkaca-kaca.

Informasi yang dihimpun Portalsriwijaya.com, modus guru ngaji fiktif ini diduga digunakan untuk mencairkan anggaran Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) pos pembinaan keagamaan. Nama-nama warga dicatut, dibuatkan daftar penerima fiktif, lalu anggaran dicairkan namun uangnya diduga tidak sampai ke penerima. "Jika terbukti, perbuatan ini berpotensi merugikan keuangan negara dan masuk dalam kategori tindak pidana korupsi," katanya.


* Warga Desak Kejari OKU Selatan Tuntaskan Perkara

Pernyataan TH ini membuat warga Desa Sukarami semakin geram. Mereka mendesak Kejari OKU Selatan tidak main-main dan segera melakukan penetapan tersangka.

"Ini sudah ada saksi yang berani bicara, yang namanya dicatut. Kami mohon Pak Kajari, dengar jeritan kami masyarakat Sukarami kecil ini. Dua periode kami menderita," ujar tokoh masyarakat Sukarami sesuai beraudiensi ke Kejari.

Hingga berita ini diturunkan, Oknum Eks Kades Sukarami CA belum berhasil dikonfirmasi untuk hak jawab. Media Portal Sriwijaya masih berupaya menghubungi yang bersangkutan dan siap menerbitkan hak jawab jika yang bersangkutan memberikan klarifikasi.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Bambang Setiawan SH MH Li menegaskan pihaknya akan objektif, profesional sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan akan selalu menginformasikan perkembangan kasus ini kepada masyarakat Desa Sukarami.

"Kita akan objektif dan profesional sesuai dengan SOP salam bekerja, selanjutnya segala informasi perkembangan tentu akan kami sampaikan kepada masyarakat Sukarami," tuturnya.(Tim)

Share:

Gelap Gulita! Jalan Rengas Menuju Mapolres OKU Selatan Tanpa Lampu, Warga: Rawan Laka Dan Begal

GELAP GULITA - Kondusi jalan Simpang Rengas menuju Mapolres OKU Selatan yang gelap gulita

OKU Selatan, Portalsriwijaya.com - Warga mengeluhkan kondisi jalan utama terpatnya dari Simpang Rengas menuju Mapolres OKU Selatan yang gelap gulita tanpa penerangan jalan umum (PJU). Sepanjang jalur tersebut, tidak ada satu pun lampu jalan yang menyala. Bahkan tiang lampu pun minim.

Jalur Rengas - Mapolres adalah jalur vital. Setiap hari dilalui ratusan warga, pelajar, pegawai, dan kendaraan logistik. Namun saat malam hari, jalur ini berubah menjadi jalur paling menakutkan.

"Gelap total bang dari Rengas sampai Mapolres. Motor harus pakai lampu jauh terus. Kalau papasan silau, bisa masuk parit. Kami takut ada begal atau kecelakaan," ujar Edi, warga Muaradua yang mengkau tiap malam melintas ketika dibincangi.

Warga lain yakni Joni menambahkan, jalur tersebut rawan kecelakaan karena marka jalan tidak terlihat dan lubang jalan tidak kelihatan saat gelap. "Apalagi kalau hujan. Lubang ketutup air, tidak kelihatan. Sudah banyak yang jatuh di situ karena gelap," katanya.

Warga menilai sangat ironis, jalur menuju Markas Polres OKU Selatan* ll yang seharusnya menjadi contoh keamanan dan ketertiban justru dibiarkan gelap. " Ini jalan menuju Mapolres lho, pusat keamanan. Masa jalannya gelap begini? Bagaimana mau aman kalau penerangan saja tidak ada,"  sindir warga.

Masyarakat meminta Pemerintah Kabupaten OKU Selatan melalui Dinas Perhubungan dan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman (Perkim) segera memasang dan menghidupkan lampu jalan di sepanjang jalur Rengas - Mapolres.

Jangan tunggu ada korban begal atau kecelakaan maut baru diperbaiki. Untuk itu wasga meminta instansi berwenang memasang penerangan di sepanjang Jalan Rengas - Mapolres. "Anggaran PJU kan ada setiap tahun. Tolong lah perhatikan jalur utama ini. Kami butuh terang, bukan gelap," harap warga.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas terkait prihal jalan menuju markas kepolisian justru gelap gulita dan diduga rawan tindak pidana kejahatan. (FR86)

Share:


Portalsriwijaya.com

Arsip