Dukung Pemerintah, Sejumlah Provider Telekomunikasi di kota Prabumulih Mulai Tertibkan Kabel Semrawut

Perusahaan provider mulai menata kabel-kabel internet yang semrawut di kota Prabumulih. Selengkapnya..

Bupati Edison Lantik Pejabat Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas dan Pejabat Fungsional

Bupati Muara Enim, Edison melantik Pejabat Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas dan Pejabat Fungsional Pemerintah Kabupaten Muara Enim, pada Kamis (19/2/2026)

SPPG Srimenanti Resmi Diluncurkan, Targetkan Pemenuhan Gizi bagi 3000 Siswa

SPPG Srimenanti Kecamatan Buay Pemaca Kabupaten OKU Selatan, resmi diluncurkan pada Rabu (18/2/2026).

Konferkab PWI OKU Selatan Berakhir Kisruh, Panitia Minta PWI Pusat Batalkan Hasil Pemilihan


OKU Selatan, Portalsriwijaya.com - Konferensi Kabupaten (Konferkab) III Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) OKU Selatan yang digelar di Ruang Serasan Seandanan, Pemkab OKU Selatan, Selasa (23/6/2026), berakhir ricuh. Sejumlah peserta memilih walk out dari ruang sidang setelah proses pemilihan ketua dinilai melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.

Panitia pelaksana bahkan secara tegas menyatakan hasil Konferkab tersebut cacat hukum dan meminta PWI Pusat turun tangan untuk menyelesaikan polemik yang terjadi. Menurut keterangan panitia, kericuhan bermula saat tahapan pemilihan ketua berlangsung. Mereka menuding adanya dugaan pelanggaran aturan organisasi yang dilakukan oleh sejumlah pihak dari PWI Provinsi Sumatera Selatan.

Panitia menyoroti masuknya nama pemilih yang status keanggotaannya disebut telah tidak aktif atau kartu anggota PWI-nya telah mati lebih dari satu tahun. Namun, menjelang proses pemungutan suara, keanggotaan yang bersangkutan disebut kembali diaktifkan sehingga dapat menggunakan hak pilihnya.

Selain itu, panitia juga mempertanyakan perubahan jumlah pemilik hak suara yang sebelumnya telah ditetapkan, namun berubah pada saat-saat terakhir menjelang pemilihan. "Kami menilai telah terjadi pelanggaran terhadap mekanisme organisasi yang berlaku. Ada perubahan jumlah pemilik hak suara pada detik-detik terakhir sebelum pemungutan suara dilaksanakan," ujar Usman didampingi Asmidan selaku Ketua dan Sekretaris Panitia Konferkab.


Situasi tersebut memicu protes dari sejumlah peserta yang merasa proses pemilihan tidak lagi berjalan sesuai aturan. Sebagai bentuk penolakan, mereka memilih meninggalkan ruang sidang atau melakukan walk out. Panitia menegaskan bahwa berbagai pelanggaran prosedural yang terjadi membuat hasil pemilihan kehilangan legitimasi organisasi. " Panitia Konferkab PWI OKU Selatan menyatakan hasil Konferkab III ini cacat hukum. Karena itu, kami menilai produk yang dihasilkan tidak memiliki dasar legitimasi yang kuat sesuai aturan organisasi," tegas pernyataan panitia.

Tak hanya itu, panitia juga menuding adanya intervensi dalam jalannya sidang yang dinilai telah mencederai independensi forum tertinggi organisasi di tingkat kabupaten tersebut. Mereka meminta PWI Pusat segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses Konferkab dan mengambil langkah tegas guna menjaga marwah organisasi. "Kami meminta PWI Pusat turun tangan dan memeriksa seluruh proses yang terjadi dalam Konferkab ini agar organisasi tetap berjalan sesuai aturan dan tidak menimbulkan perpecahan di internal," lanjut pernyataan tersebut.


Sementara itu, Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat Atal S. Depari saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon dan WhatsApp menyatakan bahwa anggota yang status keanggotaannya tidak aktif tidak diperkenankan menggunakan hak suara dalam Konferkab. "Tidak bisa. Jika memang terjadi seperti itu, silakan dilaporkan ke PWI Pusat untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Jika terbukti, hasil Konferkab dapat dibatalkan,"ujar Atal.

Pernyataan senada disampaikan Ketua Dewan Kehormatan PWI Sumatera Selatan H. Oktaf Riady. Ia menegaskan bahwa anggota yang kartu keanggotaannya mati selama lebih dari satu tahun tidak dapat langsung menggunakan hak organisasi. "Anggota yang kartu PWI-nya mati lebih dari satu tahun harus mengikuti kembali proses dan mekanisme keanggotaan sesuai aturan organisasi. Silakan laporkan ke PWI Pusat dengan tembusan ke PWI Sumsel," tegas Oktaf.

Hingga berita ini ditulis, Ketua PWI Sumatera Selatan belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan pelanggaran AD/ART dan dugaan intervensi dalam pelaksanaan Konferkab III PWI OKU Selatan.

Kasus ini kini menjadi sorotan di kalangan insan pers, yang menantikan langkah PWI Pusat dalam menyikapi polemik yang berpotensi memicu perpecahan di tubuh organisasi wartawan tersebut.(FR86)

Share:

BPK Temukan Pelanggaran, Pemkot Prabumulih Buru 6 Kendaraan Dinas yang Masih Dikuasai Swasta


Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Ketegasan ditunjukkan oleh Bagian Umum Sekretariat Daerah (Setda) Pemkot Prabumulih. Dipicu oleh temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Sumsel, pemerintah setempat kini bergerak cepat memburu belasan kendaraan dinas yang telanjur dipinjam-pakaikan kepada organisasi swasta. Berdasarkan aturan terbaru, aset negara sama sekali tidak boleh dipinjamkan ke pihak swasta, melainkan hanya antarinstansi pemerintah.
Dari total 16 kendaraan yang sempat berpindah tangan, 10 di antaranya berhasil ditarik kembali ke gudang aset. Kini, tersisa 6 kendaraan dinas lagi yang masih berada di tangan pihak luar.
"Dulu memang diperbolehkan, namun aturan terbaru melarang hal tersebut sehingga menjadi temuan BPK. Kami minta semua kendaraan dikembalikan," tegas Kabag Umum Setda Prabumulih, Ferdi Rambang, didampingi stafnya Agus pada Senin (22/6/2026).
Ferdi menambahkan bahwa mayoritas pengurus organisasi sudah tahu dan berjanji akan mengembalikan aset tersebut. Alasan keterlambatan bervariasi, mulai dari kendaraan yang masih dipakai hingga kondisi mobil yang rusak.
Menanggapi hal itu, Pemkot Prabumulih tidak mau ambil pusing. Selain akan mengirimkan surat teguran resmi, mereka sudah menyiapkan opsi terakhir yang cukup ekstrem. Jika ada organisasi yang beralasan mobilnya mogok atau rusak, Pemkot siap menerjunkan mobil derek untuk menjemput paksa aset negara tersebut.(Ikb)
Share:

Kisah Sukses Operasi Nurwana: Bukti Nyata RSUD Muaradua Menuju Pusat Rujukan Mandiri


OKU Selatan, Portalsriwijaya.com - Kabar baik datang dari Kecamatan Tiga Dihaji Kabupaten OKU Selatan Provinsi Sumatera Selatan. Nurwana, seorang warga setempat, berhasil menjalani operasi pengangkatan tumor di RSUD Muaradua. Operasi yang dipimpin oleh dr Egha SpB bersama tim medis tersebut berlangsung hingga larut malam pada Kamis (18/6/2026) dan berjalan dengan sukses.

Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan Perawat Marwiyah, atau yang akrab disapa Maya, asal Desa Kuripan 2 Kecamatan Tiga Dihaji. Maya turut mendampingi dan merawat Nurwana selama masa pemulihan di rumah sakit. Atas dedikasi tersebut, pihak keluarga menyatakan kepuasan mendalam terhadap pelayanan yang diberikan RSUD Muaradua.

"Alhamdulillah, operasi Ibu Nurwana yang dipimpin dr Egha SpB berjalan sukses. Kami sangat berterima kasih atas konsultasi dan arahan beliau di tempat praktik, hingga menyarankan tindakan bedah di RSUD Muaradua," ujar Sahrul, kakak kandung Nurwana kepada Portalsriwijaya.com.

Sahrul juga mengapresiasi seluruh perawat di Ruang Rawat Inap Rakihan Cindo serta Perawat Maya yang sigap mengarahkan pasien. "Pelayanan RSUD Muaradua sekarang sudah semakin baik, tidak seperti yang sering dibilang orang di luar sana. Sabtu pagi ini Ibu Nurwana bahkan sudah diizinkan pulang," tambahnya.

* Respons Direktur dan Komitmen Layanan Prima

Direktur RSUD Muaradua, dr Agus Arif Wijaya SpPD FINASIM turut memberikan apresiasi sekaligus menanggapi komentar negatif yang sempat berkembang di masyarakat. Menurutnya, kritik tersebut menandakan tingginya harapan warga terhadap satu-satunya rumah sakit di OKU Selatan yang melayani lebih dari 420 ribu jiwa ini.

"RSUD terus berbenah dengan menambah layanan untuk memenuhi harapan masyarakat. Kami ingin menjadi pusat rujukan yang mandiri, bermutu tinggi, dan berorientasi pada kepuasan pelanggan," ujar dr Agus.

Pihak manajemen kini berfokus membenahi sarana prasarana, peralatan medis, ketersediaan obat, serta menanamkan budaya kerja 6S (Salam, Sapa, Senyum, Sentuh, Simpatik, dan Segera) kepada seluruh pegawai.


* Peningkatan Kunjungan dan Rencana Ekspansi Besar

Tingkat kepercayaan masyarakat yang melonjak tercermin dari angka keterisian tempat tidur (Bed Occupancy Rate/BOR) yang kini mencapai 80–90 persen dari total 80 tempat tidur yang tersedia. Bahkan, saat lonjakan operasi sesar (SC) dan bedah umum, BOR bisa menyentuh 100 persen sehingga sebagian pasien terpaksa dirujuk akibat keterbatasan ruangan.

Menjawab tantangan tersebut, Kemenkes tengah membangun gedung Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC). PHTC adalah program quick win presidem prabowo selain MBG, yaitu pembangunan RS berkualitas dan lainnya. Fasilitas baru ini nantinya akan menambah sekitar 70 tempat tidur rawat inap berstandar KRIS (Kamar Rawat Inap Standar) serta ruangan VIP. Selain itu, gedung baru tersebut akan dilengkapi dengan fasilitas canggih seperti ruang CT Scan, Cath Lab (pemasangan cincin jantung), ruang kemoterapi, serta ruang intensif (ICU) untuk dewasa, anak, dan bayi.Komitmen pemerintah daerah ini telah dituangkan dalam Rencana Strategis (Renstra) RSUD Muaradua 2025–2029. 

Dalam lima tahun ke depan, RSUD Muaradua ditargetkan tidak hanya melayani spesialisasi dasar, tetapi juga menyediakan layanan mata, saraf, THT, jantung, kemoterapi kanker, hingga cuci darah. "Semua ini kami siapkan agar masyarakat OKU Selatan kelak tidak perlu lagi berobat jauh-jauh ke luar daerah," pungkas dr Agus. (Lipsus-RED)

Share:

TPP OKU Selatan Ikuti OJT Pelaporan Dana Desa, Optimalkan Kerja


OKU Selatan, Portalsriwijaya.com - Untuk lebih mengoptimalkan kerja pendampingan dan pelaporan pelaksanaan kegiatan Dana Desa (DD) di wilayah Kabupaten OKU Selatan, jajaran tenaga ahli (TAPM) TPP Kabupaten OKU Selatan melakukan On the Job Training (OJT) terhadap seluruh tenaga Pendamping Desa (PD) dan Pendamping Lokal Desa (PLD) se-Kabupaten OKU Selatan. 

OJT ini dibagi 6 titik yang dipusatkan di Kecamatan BPR Ranau Tengah, Pulau Beringin, Buay Rawan, Muaradua, Kisam Ilir dan Runjung Agung. OJT ini dipandu oleh PIC Pemanfaatan DD Kabupaten OKU Selatan Sri Mulyanto.

Koordinator TA Kabupaten OKU Selatan, Fery Antoni mengatakan OJT yang dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan kinerja para pendamping desa dalam melaksanakan tugas-tugas pendampingan khususnya dalam penyajian pelaporan kegiatan dana desa berdasarkan format pelaporan yang telah ditentukan oleh Kementerian Desa.

‘’OJT ini kita fokuskan agar TPP bisa menyajikan pelaporan rutin setiap minggu secara berjenjang mulai dari PLD, PD hingga TA Kabupaten. Dan selanjutnya, menjadi pelaporan Kabupaten OKU Selatan ,’’ ujarnya.

Menurut Fery Antoni, melalui OJT ini diharapkan seluruh TPP OKU Selatan dapat menyusun dan menyampaikan pelaporan berjenjang secara rutin dan terupdate. Dengan seringnya dilakukan OJT ini juga diharapkan semua TPP dapat melaksanakan tugas pendampingan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) yakni mendampingi, memfasilitasi dan mengawal penyelenggaraan pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat.

‘’Setiap TPP kami berharap dapat memastikan program berjalan partisipatif, transparan dan akuntabel sesuai regulasi Kementerian Desa,’’ harapnya. (02)

Share:

Memprihatinkan ! Jembatan Desa Kuripan OKU Selatan Rusak Parah, Warga Bergantian Meniti Sekeping Papan


OKU Selatan, Portalsriwijaya.com - Akses warga Desa Kuripan Kecamatan Tiga Dihaji Kabupaten OKU Selatan Provinsi Sumatera Selatan, kembali disorot karena kondisi jembatan yang memprihatinkan.

Jembatan penghubung di Desa Kuripan mengalami kerusakan cukup parah karena kondisi plat besi lantai jembatan sudah lepas dengan kondisi tajam.

Untuk melintas, lantai plat besi yang telah mengangkat ditimpa warga menggunakan papan dan balok kayu, sehingga warga bisa melintasi jembatan. Namun untuk kendaraan roda dua yang selama ini bisa melintas, saat ini sama sekali tak bisa melintas.

Kondisi ini sangat menyulitkan masyarakat dua desa bahkan warga di Kecamatan di Tiga Dihaji. Padahal jembatan tersebut menjadi akses utama waega yang dilalui setiap pagi dan sore.

Jembatan menjadi akses utama anak sekolah, petani, sampai ibu-ibu yang ke pasar harus antre bergantian di atas papan sekeping tersebut untuk menyeberang. Parahnya, saat hujan kondisi papan sangat licin dan dengan kondisi jembatan yang goyang membuat warga takut jatuh ke sungai.

"Sudah beberapa kali hampir jatuh. Kami sering bertengkar juga gara-gara rebutan mau lewat duluan karena hanya papan sekeping yang bisa dilewati, sangat berbahaya sekali tapi inilah jalan tercepat untuk menyeberang," ungkap warga Tiga Dihaji kepada wartawan.

Warga berharap pemerintah Kabupaten OKU Selatan maupun Pemerintah desa untuk melakukan upaya perbaikan sehingga masyarakat dapat melintas dengan tenang serta nyaman ketika menyeberang.

"Kami mengharapkan bantuan pemerintah kabupaten, kecamatan dan desa memperbaiki, jangan sampai menunggu ada korban jatuh dulu baru bertindak," kata warga lainnya.

Jika tidak ada tindak lanjut perbaikan, warga berharap Kejaksaan Negeri OKU Selatan untuk mengaudit penggunaan Dana Desa di desa tersebut khususnya berkaitan dengan infrastruktur karena memperbaiki jembatan dinilai masuk dalam pembangunan desa. 

"Harapan kita ketika seperti inilah dana desa itu digunakan, jangan harus menunggu warga jatuh baru mau memperbaiki," keluh warga seraya berharap jaksa mengaudit penggunaan dana desa di desa setempat. (FR86)

Share:


Portalsriwijaya.com

Arsip