Apel Perdana 2026, ASN Prabumulih Diingatkan Jangan Joget dan Nyanyi Pakai Baju Dinas di Medsos

Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah kota Prabumulih diingatkan untuk tidak sembarangan membuat konten di media sosial apalagi mengenakan atribut dan pakaian dinas

Luar biasa ! Kurang dari 24 Jam Polres OKU Selatan Berhasil Ungkap Kasus Curas dan Percobaan Pembunuhan

Kurang dari 24 jam setelah menerima laporan, jajaran Polres OKU Selatan berhasil mengungkap kasus dugaan percobaan pembunuhan berencana dan pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan luka berat.

PHR Zona 4 Menangkan PROPER Dua Emas dan Empat Hijau dari Kementerian LH

PT Pertamina Hulu Rokan Regional (PHR) Zona 4 berhasil meraih dua penghargaan PROPER kategori Emas dan empat kategori hijau dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).


SPPG Batu Belang Jaya Resmi Beroperasional, Siap Penuhi MBG 2500 Siswa

 


OKU Selatan, Portalsriwijaya.com - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batu Belang Jaya resmi dilaunching dan beroperasional pada Selasa (3/2/2026). 

Kegiatan peresmian dihadiri Plt Kadin Pendidikan Pemkab OKU Selatan, Handoko mewakili Bupati OKU Selatan, Wakil Ketua DPRD Carles Minarko SE, Ketua DPC Gerindra OKUS yg merupakan Ketua Komisi IV WahyudinSH dan berbagai pejabat lainnya. 


SPPG Batu Belang Jaya dibawah naungan Yayasan Delima Indonesia Raya diketuai oleh Zainal Muhtadin SH MM, sedangkan pemilik dapur atau mitra yakni Candra Mahesa. Diresmikannya SPPG ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi 2500 siswa di wilayah kecamatan Muaradua Kabupaten OKU Selatan.


Dalam sambutannya, Ketua Korwil SPPI, Hafiz Brawindra SKom MM menyampaikan harapannya agar SPPG Batu Belang Jaya dapat menjadi projek percontohan bagi dapur SPPG yang lain.

Sementara itu, Iwan Hermawan ST MM sebagai Ketua Korwil sekaligus pembina yayasan 20 SPPG OKUS, mengucapkan terima kasih atas dukungan dari berbagai pihak. "Kita membangun 20 dapur SPPG dan 15 dapur sudah selesai. Sementara 5 dapur lainnya dalam tahap pembangunan, dan hari ini perdana di launching dapur SPPG Batu Belang Jaya," ujar Iwan.


Pelaksana Tugas (Plt) Kadin Pendidikan Handoko, mewakili Bupati OKU Selatan mengapresiasi upaya pendirian SPPG Batu Belang Jaya dan berharap SPPG BBJ ini dapat berkomitmen dalam pemenuhan gizi nasional. (Fr86)

Share:

Hadiri Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah, Edison-Sumarni Dukung Penuh Program Astacita Prabowo-Gibran


Muaraenim, Portalsriwijaya.com - Bupati Muara Enim, H Edison SH MHum bersama Wakil Bupati Muara Enim, Ir Hj Sumarni MSi dan Forkopimda Kabupaten Muara Enim menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Sentul International Convention Center (SICC) Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat, Senin (2/2/2026). 


Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati beserta Forkopimda dalam Rakornas yang sekaligus mendengarkan taklimat Presiden Prabowo tersebut, merupakan bentuk komitmen Pemkab. 


Muara Enim dalam mendukung program asta cita Presiden Prabowo melalui penyelarasan program kerja yang tertuang dalam RKPD tahunan maupun RPJMD Kabupaten Muara Enim 2025-2030.

Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 merupakan forum strategis yang digelar Kemendagri untuk menyatukan langkah kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah.


Forum ini bertujuan untuk memberikan arahan kepada seluruh kepala daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam rangka mendukung pelaksanaan program prioritas Presiden Republik Indonesia, di antaranya Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat serta Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.


Bupati Edison dalam kesempatan ini mengatakan arahan Presiden serta paparan dari para menteri menjadi pedoman penting bagi pemerintah daerah dalam menyelaraskan dan menyusun arah kebijakan pembangunan pada tahun 2026. 


Bupati menegaskan bahwasannya Pemkab Muara Enim siap bersinergi mendukung seluruh program asta cita pemerintah pusat, tentunya dengan tetap memperhatikan kebutuhan masyarakat. Dirinya yakin keselarasan antara program pemerintah dengan 20 porgram strategis pada visi Muara Enim Bangkit Rakyat Sejahtera (Membara) Maju dan Berkelanjutan mampu mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Bumi Serasan Sekundang. (Nov)

Share:

Dilaporkan Dugaan Intimidasi Wartawan, Kades Talang Padang Akui Ajak Wartawan Berkelahi

 


OKU Selatan, Portalsriwijaya.com - Kepala Desa (Kades) Talang Padang Kecamatan Buay Pemaca Kabupaten OKU Selatan, Sulaidi memenuhi panggilan Polres OKU Selatan untuk menjalani pemeriksaan terkait dugaan kasus intimidasi terhadap wartawan. Kasus ini bermula saat Sulaidi diduga mengintimidasi dan menantang wartawan berkelahi di Desa Tanjung jaya Kecamatan Buay Pemaca, pada Selasa 6 Januari 2026.


Saat dikonfirmasi, Sulaidi membantah tudingan intimidasi, namun secara mengejutkan mengakui bahwa dia memang mengajak wartawan berkelahi. "Saya memang mengajaknya berkelahi, tapi itu karena dia khilap," kata Sulaidi ketika diwawancarai wartawan.

Polres OKU Selatan kini menyelidiki kasus ini dan memanggil saksi-saksi, termasuk Kadus 8 dan Kadus 9, untuk klarifikasi. Apakah Sulaidi akan dikenakan sanksi atas tindakannya?. Penyidikan kasus ini masih berlangsung, dan pihak kepolisian belum memberikan pernyataan resmi terkait kemungkinan sanksi bagi Sulaidi. 


Kasat Reskrim Polres OKU Selatan, AKP Aston Sinaga, menyatakan telah melakukan pemeriksaan terhadap PM dan akan memanggil saksi-saksi untuk klarifikasi lebih lanjut. "Siapa pun yang terbukti salah akan kami tindak sesuai peraturan hukum, sesuai fakta realita di lapangan, apakah masuk delik Pengancaman dan Pencemaran nama baik atau Menghalangi tugas-tugas jurnalistik," tegasnya. 


Seperti diketahui, tindakan perlakuan tidak baik dan dihalang-halangi dalam bekerja diterima sejumlah wartawan di Kabupaten OKU Selatan Provinsi Sumatera Selatan. Para awak media menjadi korban dalam peristiwa dugaan Perbuatan Kriminalisansi dan dihalang-halangi tugasnya sebagai Wartawan oleh Oknum Kepala Desa Talang Padang Kecamatan Buay Pemaca bernama Sulaidi.

Peristiwa dugaan intimidasi, tidak baik dan menghalang-halani kerja wartawan itu bermula ketika beberapa awak media tengah berdialog dengan Kepala Desa Tanjung Jaya Kecamatan Buay Pemaca Kabupaten OKU Selatan bersama suami kades yakni Pulung. Para wartawan mempertanyakan terkait pengelolaan bibit jagung program ketahanan pangan yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat.


Tak lama berselang, Oknum Kepala Desa Talang Padang yakni Sulaidi tiba-tiba datang ke lokasi dan tanpa mengetahui konteks pembicaraan, langsung menuduh salah seorang wartawan melakukan pemerasan terhadap Kepala Desa Tanjung Jaya. Tuduhan itu disampaikan dengan nada tinggi disertai ucapan, "Ngapo kau meras kades Tanjung Jaya" sambil menunjuk ke arah wartawan yang bersangkutan.


Sulaidi bahkan mengaku sebagai "Preman pelindung" Kepala Desa Tanjung Jaya dan menyatakan dirinya dipanggil untuk bertanggung jawab serta mengusir awak media dari lokasi. Situasi semakin memanas ketika ia menantang wartawan untuk berduel dengan mengatakan, "Payo kito duel bae di belakang (kantor desa)" sembari terlihat hendak menarik sesuatu dari bagian pinggangnya.(Fr86)

Share:

Jembatan Rusak Dikerjakan Oknum Kades, Agun Suprapto PPK Dinas PUPR OKUS Sebut Tak Masalah


OKU Selatan, Portalsriwijaya.com - Rusaknya Jembatan Gantung Desa Belimbing Jaya Kecamatan Mekakau Ilir yang baru sebulan diserahterimakan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten OKU Selatan, ditanggapi PPK proyek dari Dinas PUPR OKU Selatan.

Agun Suprapto ST selaku PPK Dinas PU Kabupaten OKU Selatan saat ditemui di ruang kerjanya mengungkapkan, tidak ada masalah jika pengerjaan proyek pembanguna  jembatan dilakukan oleh kepala desa. "Monggo-monggo wae jika Pemborong jembatan tersebut oknum kades, dan tidak jadi soal," tegasnya kepada wartawan saat ditemui di ruang kerja.


Agun mengatakan, bahwa pemborong rehabilitasi tersebut orang OKU Timur dan ketika wartawan mencoba meminta nomor kontak pemborong tersebut untuk memberikan hak jawab agar berita berimbang, PPK tidak bisa memberikan dengan alasan di dalam lebtop. 

Diberitakan sebelumnya, Baru sebulan diserahterimakan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten OKU Selatan, Jembatan Gantung Desa Belimbing Jaya Kecamatan Mekakau Ilir, sudah rusak Berat.


Padahal anggaran untuk merehab jembatan itu tidak sedikit yakni sekitar Rp 287 juta lebih yang bersumber dari APBD Kabupaten OKU Selatan tahun anggaran 2205. Parahnya lagi, proyek rehabilitasi tersebut diduga dikerjakan oleh oknum kepala desa Kepayang Kecamatan Mekakau Ilir berinisial SR. Hal itu ditegaskan masyarakat Desa Selabung Jaya kepada wartawan Portalsriwijaya.com, Rabu (28/1/2026).

"Rehab jembatan dilakukan tahun lalu namun belum lama tapi sudah rusak parah tak bisa dilalui," ungkap satu diantara warga desa seraya meminta namanya ditidak dipublis kepada wartawan. Sumber itu mengungkapkan jika pengerjaan jembatan diduga dilakukan oleh oknum kades namun saat rusak justru masyarakat yang melakukan perbaikan. "Yang mengerjakan setahu kami oknum kepala desa inisial SR," jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPC LSM Penjara Indonesia Kabupaten OKU Selatan, Dodi Asriadi mengecam keras dugaan korupsi rehab Jembatan Gantung Belimbing Jaya Kabupaten OKU Selatan itu. "Kami mengecam dugaan pengerjaan priyek rehab jembatan diduga dikerjakan asal-asalan dan tidak sesuai spesifikasi atau RAB yang ditetapkan," tegas Dodi kepada Portalsriwijaya.com, Kamis (29/1/2026).


Dodi bahkan menegaskan pihaknya meminta aparat penegak hukum (APH) di kabupaten OKU Selatan untuk melakukan penyelidikan atau mengusut tuntas dugaan penyimpanan dalam pembangunan rehab jembatan itu. (FR86)

Share:

Ratusan Siswa SMK Negeri 1 OKU Selatan Demo, Tuntut Kepala Sekolah Mundur Diduga Potong Dana PIP

 



OKU Selatan, Portalsriwijaya.com - Ratusan pelajar Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 OKU Selatan menggelar aksi unjuk rasa di halaman sekolah pada Jumat (30/1/2026) pagi. Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan pihak sekolah dan aparat setempat.


Dalam orasinya, para siswa secara tegas menuntut Kepala SMKN 1 OKU Selatan untuk mundur dari jabatannya. Tuntutan tersebut dipicu oleh dugaan pemotongan dana Program Indonesia Pintar (PIP) yang seharusnya diterima penuh oleh siswa penerima bantuan.

Para pelajar menilai dugaan pemotongan dana PIP tersebut telah merugikan siswa dan mencederai hak mereka sebagai penerima bantuan pendidikan dari pemerintah. Mereka mendesak pihak sekolah untuk bersikap transparan serta memberikan klarifikasi terbuka terkait pengelolaan dana PIP di lingkungan sekolah.


Selain menuntut kepala sekolah mundur, para siswa juga menuntut pencopotan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, pengembalian dana PIP yang diduga dipotong, serta penjelasan rinci mengenai penggunaan uang hasil pemotongan tersebut.

Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah keseluruhan siswa di SMKN 1 OKU Selatan mencapai 507 orang, dengan penerima Program Indonesia Pintar sebanyak 186 siswa. Dari jumlah tersebut, sekitar 40 siswa mengaku mengalami pemotongan dana PIP dengan nominal bervariasi, mulai dari Rp 20 ribu, Rp 50 ribu hingga Rp 600 ribu per siswa.


Aksi unjuk rasa ini menjadi bentuk kekecewaan dan protes terbuka siswa terhadap kebijakan pihak sekolah yang dinilai tidak adil dan tidak transparan. Para siswa berharap tuntutan mereka segera ditindaklanjuti oleh pihak berwenang guna menegakkan keadilan dan menjaga integritas dunia pendidikan.


Sementara itu, Kepala SMKN 1 OKU Selatan, Sri Elyana, melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Sunita menyampaikan bahwa pihak sekolah masih menunggu arahan pimpinan untuk memberikan jawaban resmi atas tuntutan para siswa. (Fr86)

Share:





Portalsriwijaya.com

Arsip