Persidiwa FC Pangkul Jadi Desa Pertama Tantang Persipra FC, Serasa Main Di Lapangan Internasional

Tim sepak bola kebanggan kota Prabumulih yakni Persipra mengajak tim Persidiwa FC Pangkul bermain sepak bola, Sabtu (20/2/2021)

KPU OKU Selatan Tetapkan Popo Ali-Sholihien Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Terpilih

Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) OKU Selatan langsung menetapkan Bupati dan Wakil bupati terpilih Kabupaten OKU Selatan yakni Popo Ali M B Commerce dan Sholihien Abuasir

Ridho Minta Dukungan Gubernur Realisasikan Program Pusat di Kota Nanas

Kota Prabumulih akan mendapatkan sejumlah pembangunan proyek infrastruktur dari pemerintah pusat.


Tak Libatkan Perangkat Desa, Kades Muara Payang Ditahan Kejari OKU Selatan Korupsi DD



OKU Selatan, Portalsriwijaya.com - Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan menahan Kepala Desa (kades) Muara Payang, Kecamatan Kisam Tinggi Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan Provinsi Sumatera Selatan, Senin (13/8/2021).


Kepala Desa Muara Payang inisial YA ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan dengan kasus dugaan korupsi Dana Desa (DD) tahun anggaran 2017 hingga 2019. 

Penetapan tersangka sekaligus penahanan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Kejari OKU Selatan, Kusri SH didampingi Kasi Intel, Kasi Pidum, Kasi Pidsus dan jajaran Kejari OKU Selatan, pada Senin (13/9/2021).

"Tersangka YA ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan atas dugaan korupsi pengelolaan dana desa Muara Payang tahun anggaran 2017 hingga 2019 sebesar Rp.1.702.374.581," tegasnya.

Adapun nilai kerugian negara atas dugaan penyelewengan dana desa berdasarkan laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Sumatera Selatan Nomor: SR-353/PW07/5/2021 9 Agustus 2021 yakni sebesar Rp699.307.536,74.

Nilai kerugian sebesar itu, disebabkan tersangka melakukan penyalahgunaan dana desa selama 3 tahun anggaran berturut-turut mulai dari tahun 2017, 2018 dan 2019.

"Selain itu dalam pelaksanaan pengelolaan anggaran dana desa itu, tersangka YA ini, tidak melibatkan perangkat desa atau PTPKD/PPKD," tambahnya.


Tak hanya itu, Kajari mengungkapkan penggunaan Dana Desa tidak sesuai peruntukan sebagaimana telah dituangkan di dalam APBDes maupun RAB kegiatan, merekayasa dokumen SPJ Dana Desa yang dibuat seolah-olah telah sesuai dengan peruntukannya.(FR86)

Share:

Polres OKU Selatan Bongkar Sindikat Pemalsuan Surat Swab Antigen, Selembar Surat Dijual Mahal



OKU Selatan, Portalsriwijaya.com - Jajaran Polres OKU Selatan berhasil membongkar sindikat pemalsuan Surat Keterangan Swab Antigen Covid19.

Hal ini terungkap dari Press Rilise atau gelar perkara pada Senen 13 September 2021 di halaman Mapolres OKU Selatan.

Dari hasil pemeriksaan Jajaran Polres terungkap surat Swab Antigen palsu yang di buat oleh 4 orang pelaku tersangka mantan Honorer UPTD Puskesmas Kecamatan Banding Agung.

Para pelaku yakni Defan Afreli (35 tahun) warga Desa Sukajaya Kecamatan Warkuk Ranau Selatan, Desra Efendi (34 tahun) warga Kelurahan Bandar Agung Kecamatan Banding Agung, Midra Yani (40 tahun) warga Desa Hangkusa Kecamatan BPR Ranau Tengah dan mantan honorer UPT Puskesmas BPR Ranau Tengah yakni Rando (34 tahun) warga Desa Hangkusa Kecamatan BPR Ranau Tengah.

Sindikat ini dapat di tangkap oleh Jajaran Reskrim Polres atas dasar Laporan korban seorang Dokter yang bertugas di Kecamatan Banding Agung berinisial AF (43 tahun).

Dari hasil pemeriksaan Jajaran Polres terungkap modus operandi para pelaku adalah motif ekonomi. Dari para tersangka di dapat barang bukti berupa surat palsu swab antigen, satu unit ponsel, satu unit printer dan beberapa lembar uang hasil pemberian para korban kepada pelaku.

Kapolres OKU Selatan AKBP Indra SIK menyampaikan pada press rilise, para tersangaka sudah beberapa kali melakukan aksinya yakni sejak awal bulan September tepatnya tanggal 5 September 2021.

"Para tersangka akan dikenakan pasal 263 KUHPidana tentang pemalsuan surat dengan ancaman kurungan penjara paling lama 6 tahun," tegas Kapolres.

Sementara para tersangka mengakui terpaksa melakukan aksi kejahatan itu karena kondisi ekonomi yang membutuhkan uang. "Setiap lembar surat Swab Antigen palsu kami minta tarif sebesar Rp 100 ribu dan dibagi empat masing-masing Rp 25 ribu," beber para pelaku kepada polisi. (FR86)
Share:

Rutan Prabumulih Gelar Sholat Ghoib Usai Salat Jumat, Do'akan Korban Kebakaran Lapas Tangerang


Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Rasa duka tentunya dirasakan oleh Keluarga napi yang menjadi korban dari Tragedi Kebakaran namun lembaga Permasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan ) yang ada di Indonesia.


Seperti halnya yang dilakukan Rutan Kelas II B Kota Prabumulih yang pada hari ini melaksanakan sholat ghaib bagi para Korban yang mengalami kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang Banten.


Seusai Sholat Jum'at para napi dan pegawai Rutan Prabumulih melaksanakan sholat ghoib berjamaah di masjid At Taubah Rutan Kelas II B Prabumulih untuk mendo'akan para korban tragedi Kebakaran Lapas Banten Tangerang tersebut.


Ucapan bela sungkawa pun disampaikan Kepala Rutan Kelas IIB Prabumulih David Rosehan Amd IP SH agar Keluarga korban diberikan ketabahan.


"Saya Kepala Rutan Kelas IIB Prabumulih mengucapkan turut berduka cita yang sedalam dalamnya teruntuk para Keluarga Napi yang menjadi Korban Kebakaran Lapas Kelas 1 Prabumulih agar diberikan ketabahan," ucapnya Jum'at (10/09/2021).


Tak hanya itu, Kepala Rutan Prabumulih David Rosehan Amd IP SH mengatakan jika para napi dan pegawai turut berduka kebakaran yang menewaskan 41 Napi yang ada di Lapas Kelas 1 Tangerang Banten yang terjadi pada Rabu 08 September 2021 lalu.


"Kami hari ini para napi maupun pegawai Rutan Prabumulih Kelas IIB seusai sholat Jum'at melaksanakan sholat ghaib berjamaah untuk para napi yang menjadi korban dari tragedi Kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang Banten semoga almarhum diterima disiainya," tutupnya.(Ing)

Share:

Daerah Tetangga Ingin Tes PCR Silahkan ke Prabumulih, Kota Nanas Segera Miliki Laboratorium PCR


PRABUMULIH, PS - Dibawah Kepemimpinan Wali Kota Prabumulih Ir H Ridho Yahya MM dan Wakil Walikota H Andriansyah Fikri SH. Pembangunan di kota Prabumulih terus melaju pesat meskipun berada di tengah keterbatasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). 


Selain pembangunan proyek fisik dan sosial, Pemkot Prabumulih juga segera memiliki laboratorium tes PCR yang berada di RSUD Kota Prabumulih. Hal itu tentu saja merupakan salah-satu keseriusan Pemkot untuk penanggulangan Covid-19. 


Tak menunggu waktu lama, laboratorium PCR yang berada di RS pelat merah itu pun segera beroperasional dalam waktu dekat. Hal itu terungkap usai audiensi Kepala Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Palembang dr Andi Yussianto M Epid dan Sub Koordinator Pemantapan Mutu BBLK Joko Miharto SKM MKes terkait supervisi persiapan pembangunan laboratorium PCR di RSUD Kota Prabumulih, di ruang kerja Wali Kota Prabumulih, Rabu (18/8).


Usai melakukan audiensi, Wali Kota Prabumulih H Ridho Yahya, asisten II Yusuf Arni dan perwakilan kepala OPD serta Kepala BBLK Palembang dan tim melanjutkan peninjauan lokasi pembangunan di gedung laboratorium PCR RSUD Kota Prabumulih yang berada di Jalan Lingkar Timur Prabumulih.


Dalam kesempatan itu, Wali Kota Prabumulih H Ridho Yahya yang merupakan salah-satu penggagas berdirinya lab PCR di kota nanas mengaku secepatnya laboratorium akan dioperasionalkan. "Kita sangat mengapresiasi berdirinya laboratorium PCR di Prabumulih," akunya menyebut secepatnya akan difungsikan.


Selain meningkatkan penanggulangan Covid-19 di kota Prabumulih, juga akan mempermudah penanggulangan covid di kabupaten/kota tetangga bahkan Palembang jika sudah "panjang" antrean hasil tes PCR.


Kepala BBLK Palembang, dr Andi Yussianto mengaku gedung laboratorium di Prabumulih sudah cukup baik dan siap beroperasional. Hanya ada beberapa teknis seperti perubahan pintu masuk yang perlu sedikit perbaikan. "Kita memberikan masukan namun secara umum sudah cukup baik," ucapnya.


Sementara, Dirut RSUD Kota Prabumulih dr Hesty Widyaningsih melalui Kabag TU Adi Kuanto mengatakan saat ini pembangunan gedung PCR sudah berprogres 50 persen yang merupakan bantuan dari para pengusaha di Prabumulih, tenaga kesehatan sudah di magangkan di BBLK Palembang dan alat tes PCR sudah ada di Dinas Kesehatan Palembang. "Masalah administrasi dan lainnya sudah berjalan dan regulasi terus dilengkapi, target kita secepatnya bakal segera dioperasionalkan," imbuhnya.


Dengan adanya laboratorium PCR, Adi mengaku tes PCR bisa dilakukan dengan hitungan jam dan tak perlu menunggu berhari-hari lagi. Tracking di Puskesmas juga bisa langsung diarahkan dan tak perlu menunggu waktu berhari-hari.


Kepala Dinkes Prabumulih dr Happy Tedjo melalui Sekretaris drg Sri Widiastuti menambahkan, laboratorium merupakan gagasan Wali Kota Prabumulih. Sedangkan untuk peralatan PCR sudah disetujui dari hasil DAK (Dana Alokasi Khusus) Kementerian Kesehatan RI. "Secepatnya segera dioperasionalkan, karena semua regulasi sudah berjalan dan terus dilengkapi," tukasnya. (05)


Sumber : Diskominfo Prabumulih

Share:

KPI Prabumulih Kumpulkan Donasi Bantu Maha Gena, Bocah 9 Tahun Alami Katub Jantung Bocor Sejak Lahir



Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Peduli dengan bocah usia 9 tahun yakni Maha Gena Fhate yang sejak lahir mengalami penyakit Atresia Pulmonalis atau kebocoran katub jantung, Keluarga Pajero Indonesia (KPI) Prabumulih dan Kapolres Prabumulih menyambangi rumahnya dan memberikan bantuan.

KPI Prabumulih dan Kapolres Prabumulih mengumpulkan donasi untuk membantu Maha Gena Fhate agar bisa dioperasi di Jakarta atau bisa dirawat di rumah sakit di Palembang.

Bantuan diberikan langsung kepada ayah Maha Gena yakni Liguan Sadan di kediamannya si Jalan Jenderal Sudirman Dusun Prabumulih Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih pada akhir pekan lalu.

Ketua KPI Prabumulih Budi Kumbang mengatakan, pihaknya melakukan donasi lantaran melihat postingan yang memperlihatkan kondisi Maha Gena yang memprihatinkan dan butuh biaya.

"Kita lakukan donasi alhamdulilah terkumpul dana, tadi sudah kita berikan dengan harapan bisa merawat adik kita Maha Gena," bebernya seraya menuturkan donasi akan terus dilakukan pihaknya dengan harapan Maha Gena sembuh.


Sementara, Kapolres Prabumulih AKBP Siswandi SIK MH menuturkan pihaknya berkunjung ke kediaman keluarga Maha Gena memberikan sedikit bantuan dan pihaknya menghubungi RS Bhayangkara agar bisa dirawat disana.

"Niat kami adalah untuk selalu peduli terhadap masyarakat kota Prabumulih dan kami mengajak mari kita berbuat kebaikan dimana saja dan kapan saja untuk sesama masyarakat," ungkapnya.

Informasi dihimpun, berdasarkan hasil diagnosa dari tim dokter Prabumulih, jalur darah Gena tecampur, bilik kanan tetutup, arteri pun tunggal yang seharusnya bercabang.

Begitu juga kondisi oksigen pernapasannya tidak menyebar dengan merata, serta jalur peredaran oksigen dengan darah dari jantung Gena menjadi tidak teratur mengakibatkan darah bagus dan kotor becampur.

Kondisi itu membuat Gena selalu mengalami rasa sakit sejak kecil, terlebih ketika kambuh maka rasa kesakitan luar biasa akan dialami bocah kelas 5 SD itu.


Saat ini, anak ke enam dari enam bersaudara pasangan Liguan Sadan dan Supriatin itu masih terbaring di ICU RSUD Prabumulih untuk mendapatkan perawatan.


Tim dokter sendiri sudah beberapa kali meminta keluarga Gena agar dilakuakan operasi di Jakarta. Namun karena ekonomi keluarga yang tergolong tidak mampu, membuat Gena terpaksa hanya dibawa ke rumah sakit saja.

Mirisnya lagi, ayah Gena yakni Liguan Sadan yang menggantungkan hidup dengan menyadap karet serta ojek menjadi korban pembegalan beberapa waktu lalu sehingga membuat dirinya terpaksa naik ojek dan meminjam motor tetangga untuk menjenguk anaknya di rumah sakit.

Sementara Liguan Sadan ketika dibincangi mengatakan dirinya bersama keluarga pasrah lantaran anaknya sudah 9 tahun mengidap penyakit katub jantung bocor dan sudah tidak memiliki uang lagi.

"Kita dirujuk ke Palembang dan operasi ke jakarta, tapi karena kita tidak ada sepeserpun duit bagaimana mau membawa ke Palembang. Apalagi kalau dibawa ke (rumah sakit-red) Palembang otomatis biaya sendiri bukan ditanggung rumah sakit, jadi pasrah kita," kata Liguan Sadan sedih.

Liguan Sadan mengaku dirinya juga saat ini mentok dalam mencari uang untuk kebutuhan sehari-hari dan perawatan anaknya lantaran motor kesayangan untuk usaha hilang dibegal. "Kalau saat ini ke rumah sakit saja harus minjam motor ke terangga, anak sakit motor hilang. Coba mau bagaimana, mentok pikiran saya," katanya.

Liguan Sadan mengaku berterimakasih Kapolres dan komunitas KPI memberikan bantuan serta dikoordinasikan ke RS Bhayangkara untuk perawatan anaknya Maha Gena.

"Kapolres datang ke rumah kita menelpon RS Bhayangkara, katanya bisa dirawat disana karena di rumah sakit umum Palembang tidak ada ruangan, penuh, kita sangat berterimakasih kalau bisa dirawat di RS Bhayangkara," tuturnya.(05)
Share:

Portalsriwijaya.com