Ponpes Al-Ittifaqiah dan Warga Tiga Dihaji Gelar Shalat Istisqa

 



OKU Selatan, Portalsriwijaya.com - Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Itifaqiah bersama Pemerintah Kecamatan Tiga Dihaji menggelar shalat Istisqa, di lapangan ponpes Al-Ittifaqiah, Jumat pagi (18/9) sekitar pukul 7.30 WIB. Pelaksanaan shalat meminta hujan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama menghadapi fenomena musim kemarau berkepanjangan yang menyebabkan kemeringan di wilayah Kecamatan Tiga Dihaji.

Shalat Istisqa yang berlangsung khusuk tersebut dihadiri langsung Camat Tiga Dihaji M Yamin, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, para santri, pelajar dan lapisan masyarakat. Shalat yang dipandu oleh Mudir Al-Itifaqiah Ilhamudin MHum, bertindak selaku imam Ustadz Ante Zal Kurniawan dan khatib disampaikan langsung oleh M Yamin.

Dalam khutbahnya, khatib mengajak para jemaah dan masyarakat umumnya untuk sama-sama introsfeksi diri dan memperbanyak istighfar, merendahkan diri dan menjaga persatuan dalam menghadapi musim kemarau yang saat ini sedang melanda. 

Selanjutnya, jemaah juga diajak untuk bermunajat dan memohon ampunan kepada Allah SWT agar dilimpahkan rahmat berupa hujan yang dapat membawa keberkahan bagi masyarakat di Kecamatan Tiga Dihaji.

Sementara itu Mudir Al-Itifaqiah Ilhamudin MHum mengatakan, saat ini kekeringan terjadi dimana-mana yang berdampak langsung terhadap ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Lahan pertanian, perkebunan dan persawahan juga mengalami kekeringan sehingga dapat mempengaruhi hasil produksi dan letersediaan pangan bagi masyarakat.

"Melalui shalat Istisqa ini, kita memohon kepada Allah SWT agar diberikan hujan," ujarnya.(05)

Share:

Lapas Muaradua Mantapkan Tugas dan Fungsi, Integritas


OKU Selatan, Portalsriwijaya.com - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muaradua melaksanakan rapat penguatan tugas dan fungsi pemasyarakatan bersama seluruh jajaran sebagai bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme, kedisiplinan, serta kualitas pelaksanaan tugas dan pelayanan pemasyarakatan. Selasa (15/09/2026).

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Lapas Muaradua tersebut diikuti oleh jajaran pejabat manajerial dan non manajerial. Rapat menjadi wadah untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas sekaligus memperkuat koordinasi dan komitmen bersama dalam menjalankan amanah sebagai insan pemasyarakatan.

Dalam arahannya, Kepala Lapas Muaradua, Hero Sulistiyono menegaskan bahwa pelaksanaan tugas pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan target pekerjaan, tetapi juga harus dilandasi dengan integritas, tanggung jawab, profesionalisme, dan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku.

Setiap petugas di ingatkan untuk senantiasa menjaga sikap dan perilaku dalam menjalankan tugas. Integritas harus menjadi landasan utama dalam setiap pelaksanaan pekerjaan, baik dalam berinteraksi dengan warga binaan, sesama petugas, maupun masyarakat,tegasnya.

“Integritas bukan hanya slogan, tetapi harus diwujudkan melalui sikap dan tindakan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Setiap petugas memiliki tanggung jawab untuk menjaga nama baik organisasi dan kepercayaan masyarakat". Papar Hero.

Selain itu, seluruh jajaran diingatkan untuk menjaga komunikasi, kekompakan, serta koordinasi dalam melaksanakan tugas. Setiap permasalahan yang muncul di lapangan agar segera disampaikan dan diselesaikan secara bersama dengan tetap berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Melalui rapat penguatan ini, Lapas Muaradua berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, transparan, dan berintegritas.

Seluruh jajaran diharapkan dapat mengimplementasikan hasil rapat dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, sehingga mampu mewujudkan pelayanan pemasyarakatan yang semakin baik serta mendukung terciptanya lingkungan kerja yang bersih dari praktik penyimpangan,jelas Hero. (Red)

Share:

Kepala Desa Sukaraja 1 Imbau Warga Jangan Bakar Lahan & Buang Putung Rokok Sembarangan


OKU Selatan, Portalsriwijaya.com - Memasuki musim kemarau, Kepala Desa Sukaraja 1 Kecamatan Buay Sandang Aji, Arahman mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh warga.

Warga diminta tidak membakar lahan baru dan tidak membuang puntung rokok menyala di area perkebunan dan hutan Desa Sukaraja 1.

* Antisipasi Karhutla

Imbauan disampaikan melalui pengeras suara masjid, grup WA desa dan Media Sosial Tiktok dan Berita Online pada Minggu, 13 September 2026.

"Kami minta kepada seluruh warga Sukaraja 1 untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Selain merusak lingkungan, juga bisa kena sanksi hukum," tegas Kades Arahman.

Beliau juga mengingatkan bahaya puntung rokok. "Jangan buang rokok yang masih menyala di kebun, di hutan, atau di pinggir jalan. Angin kemarau kencang, sedikit saja bisa jadi api besar," lanjutnya.

* Dampaknya Luas

Menurut Kades, kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla tidak hanya merusak ekosistem. Asapnya juga mengganggu kesehatan anak, lansia, dan aktivitas warga.

"Kebun kita sendiri yang rugi. Udara jadi tidak sehat. Anak sekolah juga terganggu. Mari kita jaga desa kita bersama-sama," ujarnya.

* Ada Sanksi & Posko Siaga

Pemerintah Desa Sukaraja 1 bersinergi bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan relawan desa telah membentuk tim patroli Karhutla.

Warga yang kedapatan membakar lahan bisa diproses sesuai UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dengan ancaman pidana dan denda. "Lebih baik kita cegah dari awal. Kalau ada yang lihat titik api, segera lapor ke RT, BPD, atau langsung ke kantor desa," imbau Kades.

* Warga Dukung

Imbauan ini disambut baik warga. "Setuju pak Kades. Musim panas gini rawan. Kami di kebun juga lebih hati-hati sekarang," kata Sarip Tokoh Masyarakat.(FR86)

Share:

Batik Boek Khaman, Gores Perjuangan Perempuan Lubuk Raman Bangkitkan Ekonomi

MANDIRI - Pertamina EP Limau Field mendorong perempuan-perempuan di Lubuk Raman untuk mandiri melalui kegiatan membatik, pertanian organik, hingga membuat olahan pangan dalam program Rumah Kreatif Boek Khaman


Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Matahari belum lama terbit di langit Muara Enim, tetapi asap sudah menyembul di tungku malam. Ira (42) tampak duduk di atas dingklik. Kain putih terkulai di tangan kirinya. Canting berisi malam di tangan kanannya.

Tangan Ira meliuk-liuk, menuntun malam menyusuri pola di atas kain. Berjam-jam ia habiskan di atas dingklik, ditemani malam yang mendidih di atas tungku.

Sudah sekitar tiga tahun Ira menekuni pekerjaan sebagai pengrajin batik di Rumah Kreatif Boek Khaman. Di hari biasa, ia membatik pada siang hingga sore, setelah membereskan pekerjaan di rumah. Saat pesanan menumpuk, Ira bersama 11 orang perempuan pembatik lainnya bisa membatik sejak fajar terbit hingga terbenam.

Bilamana pesanan batik Khaman sedang tinggi, Ira sering teringat masa-masa perjuangan pascapandemi. Kala itu, keluarga Ira menggantungkan hidup pada penghasilan sang kepala keluarga, Sandra Sugianto (52), yang berprofesi sebagai buruh karet.

Pendapatan dari mengurus kebun karet orang, tak menentu. Biasanya, keluarga Ira hanya memiliki penghasilan sekitar Rp1 juta hingga Rp2 juta per bulan. Demi menyambung hidup bersama suami dan dua anaknya, Ira mesti berjualan kue. Tambahan penghasilan pun tak sebanding dengan usaha keras berjualan kue saat masa pandemi.

Sekitar tahun 2021, Ira mendapat tawaran dari Ketua Kelompok Batik Boek Khaman Etika Oktasari untuk membantu produksi batik. Sedikit demi sedikit Ira belajar membatik. Kemudian ia tularkan semangat belajar itu ke anaknya, Syafira Dese Novianti (22), serta perempuan-perempuan di Desa Lubuk Raman, Kecamatan Rambang Niru, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Syafira kini bisa menyandang status sarjana berkat ikut membatik di Rumah Kreatif Boek Khaman.

Ketekunan Ira, Etika, dan perempuan-perempuan di Lubuk Raman menginspirasi Pertamina EP (PEP) Limau Field. Perusahaan migas yang menjadi bagian Pertamina Subholding Upstream Regional 1 Zona 4 (Pertamina Hulu Rokan/PHR Zona 4) itu menggelar program Community Involvement and Development (CID) dalam mendorong pemberdayaan masyarakat melalui Rumah Batik Boek Khaman sejak 2023.

PEP Limau Field memberi pendampingan melalui pelatihan tata kelola keuangan dan administrasi kelompok, strategi penjualan produk, pembuatan batik eco-print, pengelolaan IPAL, perbaikan sarana dan prasarana, branding dan pengemasan produk, hingga perluasan akses pasar.

Buah dari pendampingan tak hanya berfokus pada produksi batik Khaman, melainkan juga pengembangan produk UMKM berupa olahan pangan hingga buah tangan. Hingga saat ini, sudah terdapat 6 UMKM yang bergabung didalam Rumah Kreatif Boek Khaman.  Saat ini, Rumah Kreatif Boek Khaman mampu memproduksi sekitar 200 lembar batik setiap bulan. Omzet penjualan berkisar di angka Rp20 juta hingga Rp30 juta per bulan.

Ira bercerita saat ini setiap pembatik di Rumah Kreatif Boek Khaman bisa mengantongi sekitar Rp2 juta hingga Rp3 juta setiap bulannya. Bila pesanan sedang banyak, pendapatan mereka bisa menyentuh angka Rp5 juta per bulan.

Program CID di Rumah Kreatif Boek Khaman akan berjalan hingga 2027. PEP Limau Field telah menyusun strategi pendampingan untuk memastikan kelompok ini dapat mandiri saat perusahaan tidak lagi memberi bantuan dan pendampingan (exit program).

"Melalui dukungan terhadap Rumah Kreatif Boek khaman, Pertamina EP Limau Field ingin menyampaikan pesan bahwa semangat perjuangan sekelompok perempuan mampu menggerakkan perekonomian berkelanjutan di sebuah wilayah. Kami ingin memastikan semangat mereka tak padam dan justru menjadi inspirasi untuk kelompok-kelompok masyarakat lainnya di sekitar wilayah operasi kami," ucap Manager CID PHR Iwan Ridwan Faizal.

Program tersebut telah mendapatkan apresiasi dari berbagai instansi. Rumah Kreatif Boek Khaman meraih penghargaan Gold pada kategori Economic Empowerment ajang Indonesia Social Responsibility Award (ISRA) 2026.

Penghargaan pada kategori Economic Empowerment ISRA 2026 diberikan kepada instansi yang memiliki inisiatif memperkuat ketahanan ekonomi serta mata pencaharian komunitas masyarakat melalui program-program pengembangan yang berkelanjutan dan inkluusif.

Program tersebut juga meraih penghargaan Best Program Kategori Ekonomi pada ajang Community Involvement & Development Upstream Award (CID UA) 2026. Ajang tersebut merupakan wadah apresiasi terhadap program pengembangan masyarakat (PPM) di lingkungan Pertamina Subholding Upstream.(Ril)

Share:

BPN OKU Selatan dampingi Polda Sumsel Ambil Titik Koordinat Lokasi Kebakaran di PT Paramitra Mulia Langgeng



OKU Selatan, Portalsriwijaya.com - BPN  Kabupaten OKU Selatan turut memperkuat penanganan kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di wilayah PT Paramitra Mulia Langgeng (PML). Dalam langkah sinergis, pihak Kantah mendampingi tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Selatan guna melakukan pengambilan titik koordinat secara akurat di lokasi kejadian.

Kegiatan pendampingan ini dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Survei dan Pemetaan BPN OKU Selatan, Fajar Wirakrama, S.Tr., QRMO, beserta jajaran staf. Kehadiran tim ini bertujuan memastikan pengumpulan data spasial di lapangan berjalan tepat, lengkap, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pengambilan titik koordinat ini bukan sekadar prosedur rutin. Data lokasi yang diperoleh akan menjadi dasar resmi yang kuat dalam proses penelusuran fakta, penanganan hukum, hingga langkah lanjutan terkait peristiwa Karhutla. Dengan titik lokasi yang presisi, pihak berwenang dapat memetakan luas dampak, batas wilayah, serta memastikan tidak ada celah yang terlewat dalam penanganan kasus.

"Melalui sinergi dan koordinasi antarinstansi, Kantah OKU Selatan terus mendukung upaya penanganan Karhutla melalui penyediaan data pertanahan dan spasial yang akurat," tegas keterangan resmi dari Kantah OKU Selatan.

Keterlibatan Kantah dalam proses ini menunjukkan komitmen nyata lembaga untuk tidak hanya mengurus administrasi pertanahan, tetapi juga hadir menjaga kelestarian lingkungan. Data yang valid dan transparan menjadi kunci agar setiap peristiwa kebakaran dapat ditelusuri, ditindak, dan dicegah terulang kembali.

BPN OKU Selatan menegaskan akan terus melayani secara Profesional, Melayani, Terpercaya — hadir di tengah masyarakat, mendukung penegakan hukum, serta menjaga setiap jengkal bumi OKU Selatan dari kerusakan.(Fr86)

Share:


Portalsriwijaya.com

Arsip