Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Di atas atap rumah yang dikepung air, Wartini (35) hanya bisa menatap nanar. Harapan warga Desa Tebat Agung, Muara Enim ini seolah ikut hanyut bersama banjir yang merendam Sumatera Selatan sejak awal tahun 2026. Tak ada jalan keluar, tak ada lahan tani yang tersisa—hanya sisa-sisa kegagalan panen dan sunyi yang mencekam.
"Sebelum ada bantuan, kami tidak bisa ke mana-mana," kenangnya lirih. Banjir Januari-Februari itu memang bukan sekadar genangan air. Bagi warga di 21 desa dan kelurahan di Sumsel, ia adalah pemutus nadi ekonomi. Namun, di tengah kepungan air yang melumpuhkan aktivitas, sebuah gerakan kemanusiaan perlahan muncul ke permukaan.
Bukan sekadar urusan teknis pengeboran, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 hadir membawa pesan bahwa energi terbaik mereka tidak hanya mengalir di dalam pipa-pipa migas. Melalui program Community Involvement & Development (CID), bantuan mulai menembus titik-titik isolasi.
Dari PEP Pendopo hingga Limau Field, sebanyak 520 paket sembako bergerak menyapa para kepala keluarga yang kehilangan pegangan. Di Kecamatan Tanah Abang, PALI, di mana 11 desa sempat lumpuh total, 100 paket bantuan mendarat sebagai penyambung hidup di masa darurat. Begitu pula di Empat Petulai Dangku dan pelosok Musi Rawas hingga Kota Prabumulih.
Bagi Manager CID PHR, Iwan Ridwan Faizal, aksi ini adalah mandat kemanusiaan. Ia percaya bahwa keberhasilan operasional perusahaan harus berjalan berkelindan dengan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. "Kehadiran kami saat bencana adalah komitmen membangun hubungan yang harmonis dan berkelanjutan," ujarnya.
Kini, saat air mulai surut di Tebat Agung, senyum tipis kembali menghiasi wajah Wartini. Sembako di tangannya mungkin akan habis, namun rasa kepedulian yang ia terima memberikan kekuatan baru untuk menata kembali hidup yang sempat terendam. Di tanah Sumatera Selatan, energi itu kini punya makna baru: ia bukan lagi soal komoditas, melainkan tentang kebersamaan yang mengalir dikala sulit.(05)







0 comments:
Posting Komentar