Dukung Pemerintah, Sejumlah Provider Telekomunikasi di kota Prabumulih Mulai Tertibkan Kabel Semrawut

Perusahaan provider mulai menata kabel-kabel internet yang semrawut di kota Prabumulih. Selengkapnya..

Bupati Edison Lantik Pejabat Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas dan Pejabat Fungsional

Bupati Muara Enim, Edison melantik Pejabat Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas dan Pejabat Fungsional Pemerintah Kabupaten Muara Enim, pada Kamis (19/2/2026)

SPPG Srimenanti Resmi Diluncurkan, Targetkan Pemenuhan Gizi bagi 3000 Siswa

SPPG Srimenanti Kecamatan Buay Pemaca Kabupaten OKU Selatan, resmi diluncurkan pada Rabu (18/2/2026).

Kades Banjar Agung Bantah Anaknya Todongkan Pistol, Lapor Balik ke Polres

 


OKU Selatan, Portalsriwijaya.com - Kepala Desa Banjar Agung, Alimudin mengambil langkah hukum dengan melaporkan balik terkait tuduhan yang menyebutkan anak kandungnya diduga membawa dan mengancam menggunakan senjata api jenis pistol. Isu yang sempat viral di media sosial pada Jumat, 10 April 2026 itu dibantah habis-habisan oleh pihak Kades.

Kades Alimudin resmi melapor balik ke Polres OKU Selatan atas tuduhan palsu yang dialamatkan kepada anaknya, Jumat, 10 April 2026. Usai pelaporan balik, Kades Banjar Agung ini memaparkan kronologi sebenarnya kepada awak media. "Perihal senjata yang disebutkan pelapor atas anaknya adalah tuduhan semena-mena," ujarnya menjelaskan.

Menurut Kades, kejadian bermula ketika dirinya dan istri, didampingi perangkat desa, bersilaturahmi ke rumah seseorang warga berinisial MN. Hal ini biasa ia lakukan pada setiap warganya dalam rangka silahturahmi pamong desa ke warga.

"Awalnya saya dan istri didampingi perangkat desa berkunjung ke rumah MN untuk bersilaturahmi. Selaku pamong desa, hal tersebut wajar dilakukan dan sesampainya di sana (rumah warga tersebut), kami berbincang-bincang,"  jelas Kades Alimudin menguraikan kronologi awal.

Saat berbincang dengan tuan rumah, tiba-tiba saudara MN masuk ke dapur sembari membawa senjata tajam jenis kapak. "Melihat situasi sudah tidak kondusif dan membahayakan, maka kami memutuskan untuk segera pulang," tutupnya.

Tiga orang saksi mata yang berada di lokasi kejadian juga membantah tuduhan atas senjata jenis pistol yang dituduhkan pada anaknya. " Kami yang berada di lokasi saat kejadian, kami tidak pernah melihat anak Kepala Desa Banjar Agung membawa ataupun mengeluarkan senjata api yang dituduhkan, ini bentuk fitnah dan kebohongan," ujar para saksi menegaskan. (Fr86)

Share:

Datangi Rumah Warga, Anak Kades Banjar Agung Diduga Todongkan Pistol, Korban Lapor Polisi


OKU Selatan, Portalsriwijaya.com - Belum selesai kasus asusila yang diduga menimpa Oknum Kades AM, sudah menambah kasus baru yakni penodongan menggunakan senjata api jenis pistol oleh anak kandungnya kepada warga. 

Peristiwa tragis hampir merenggut nyawa korbannya itu terjadi di Desa Banjar Agung Kecamatan Buay Rawan Kabupaten OKU Selatan. Kejadian terjadi di rumah Korban Mat Nur tepatnya pada Kamis (9/04/2026) sekira pukul 18.30 WIB.

Korban penodongan senjata api jenis pistol itu bernama Sulis (20) yang merupakan anak Mat Nur, Warga Banjar Agung Kecamatan Buay Rawan. Dalam keterangannya, korban mengungkapkan bahwa peristiwa bermula seusai magrib di rumah Mat Nur orang tua Sulis kedatangan tamu tak diundang. 

Tamu itu merupakan rombongan Kades Alimudin bersama Istri kades, anak dan perangkat Desa berjumlah 6 orang datang ke rumah Mat Nur. Belum diketahui pasti apa alasan rombongan Kades bertamu, namun diduga hendak membahas dan meminta maaf terkait kasus dugaan asusila. Melihat para tamu itu Mat Nur langsung lari ke belakang entah akan mengambil parang atau mau kabur. 


Anak korban Sulis dan istrinya melihat itu langsung berteriak dan meminta rombongan itu keluar rumah disusul Sulis ke halaman rumah. Namun tiba-tiba anak Kades mengeluarkan dan mengacungkan senjata api jenis pistol diduga mengancam hendak menembak ke arah korban dan keluarganya. Melihat anak kades mencacungkan pistol itu, Sulis yang keluar rumah mengantar rombongan kades menjadi takut dan trauma karena khawatir menjadi korban penembakan. Khawatir dengan keselamatan keluarga, Mat Nur bersama anak istri dan kerabat kemudian melaporkan apa yang dialaminya tersebut ke Satreskrim Polres OKU Selatan.

Keluarga korban Hairul Asnawi (55) menyampaikan minta kepada Aparat Penegak Hukum untuk menegakkan hukum yang berlaku dan meminta permasalahan tersebut diusut tuntas. Terlebih apakah masyarakat bisa bebas membawa senjata api terlebih itu digunakan diduga untuk mengancam. "Kami berharap petugas kepolisian segera mengamankan terlapor yang membawa dan memiliki senjata api itu, apalagi untuk menakut-nakuti dan mengancam orang lain," katanya.

Sementara itu, Kades Banjar Agung, Alimudin mengungkapkan bahwa dirinya datang selaku Kepala Desa bukan untuk mengaku salah dan untuk saling memaafkan. "Nyak ratong selaku Kepala Desa nyak Haga kilu maaf, ain nyak Haga ngaku salah. Madaki niku wargaku Mak ku tegor (saya datang selaku Kades mau meminta maaf, bukan mengaku salah. Masa wargaku sendiri tidak ku tegur-red)," tegas Alimudin.

Terpisah, Sirin ( 41) warga Banjar Agung mengungkapkan kepada wartawan, bahwa pernah melihat Kepala Desa Alimudin menunjukkan pistol kepada dirinya. Pada saat itu Kades meminta kepada Sirin untuk tidak memberitahukan kepada orang banyak.

"Dang niku abor-aborko nyak wat senpi sa Long (jangan kamu bicarakan saya punya senjata api ini-red)," kata Sirinmenirukan kata-kata Alimudin beberapa yang waktu lalu. 

Kasat Reskrim Polres OKU Selatan, AKP Aston Sinaga membenarkan adanya laporan tersebut namun belum bisa memastikan kronologis dalam laporan lantaran masih di Polda Sumsel. Namun meski demikian, jajaran Polres OKU Selatan akan melakukan tindak lanjut dengan menangani laporan tersebut. (Fr86)

Share:

Sempat Heboh, Kadinsos OKU Selatan Akui Tak Pernah Ajak Wartawan Berkelahi, Justru Oknum Ancam Laporkan Dirinya

 


OKU Selatan, Portalsriwijaya.com - Setelah sempat heboh, akhirnya Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Inada buka suara terkait pemberitaan yang menyebut dirinya bersikap arogan hingga mengintimidasi wartawan saat menjalankan tugas jurnalistik.

Kepada sejumlah wartawan Inada menyampaikan klarifikasi dan mengaku dirinya tidak pernah memiliki niat untuk bersikap arogan, menyakiti, maupun mengintimidasi pihak mana pun khususnya wartawan yang selama ini dianggap sebagai mitra kerja.

"Jika ada wartawan yang merasa terintimidasi, saya juga tidak menduga hal tersebut karena selama ini hubungan kita sangat baik dan tidak ada niat dalam hati saya untuk bersikap arogan maupun menyakiti apalagi mengintimidasi," tutur Inada, Selasa (7/4/2026).


Pria yang pernah menjadi Camat Kecamatan Tiga Dihaji itu bahkan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka apabila dalam interaksi dengan siapa saja termasuk wartawan jika terdapat sikap yang kurang berkenan.

"Kalau pun ada sikap saya yang salah, secara pribadi dan sebagai Kepala Dinas Sosial OKU Selatan, saya mohon maaf," katanya.

Pernyataan dan klarifikasi itu disampaikan terkait berita penertiban ODGJ Mariam Sombong yang viral Kota Muaradua. Dalam pemberitaan yang beredar, disebutkan bahwa pejabat tersebut diduga mengajak dua orang wartawan untuk berkelahi.

Seorang saksi yakni Tisna Buana mengatakan saat kejadian berlangsung dirinya ada Tempat Kejadian Perkara (TKP) yaitu di dalam ruangan Kepala Dinas Sosial dan mendengar dengan jelas seluruh percakapan yang terjadi antara kedua belah pihak. 

"Berdasarkan apa yang saya dengar dan lihat secara langsung, sejauh ini saya pastikan bahwa tidak ada satu pun kalimat atau ucapan dari Kepala Dinas Sosial yang bermaksud mengajak kedua wartawan tersebut untuk berkelahi," ungkap Tisna menjelaskan fakta di lokasi.

 

Lebih jauh lagi Tisna menegaskan keseriusannya dalam memberikan keterangan ini demi kebenaran. Ia menyatakan kesiapannya untuk menjadi saksi dalam forum apa pun demi membuktikan kebenaran peristiwa tersebut.

"Saya siap dan sanggup memberikan kesaksian di mana pun dan kapan pun dibutuhkan. Keterangan yang saya sampaikan ini adalah fakta yang sebenarnya, dan saya juga bersumpah untuk mempertanggung jawabkan ucapan saya ini di atas sumpah," lanjut Tisna dengan tegas.

Di ungkapkan lebih lanjut, pada saat awal kejadian selisih paham, datangnya dua rekan Wartawan tersebut langsung masuk ke dalam ruangan Kadinsos tanpa izin terlebih dahulu dengan petugas jaga di depan kantor, hal ini di benarkan oleh dua petugas Pol Pamong Praja. 

"Kemudian oknum Wartawan inisial SF mengatakan kepada saya akan melaporkan Kadinsos dan Ernita Sriyana. Lalu dijawab Kadinsos benar bahwa apa kendak dan keinginan siap aku ladeni," tegas Tisna di benarkan Kadinsos. (Red/FR86)

Share:

Apel Bulanan Pemkot Prabumulih, H Arlan Ingatkan Disiplin ASN dan Pelayanan Publik


Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Pemerintah Kota Prabumulih melaksanakan apel bulanan yang bertempat di Lapangan Stadion Talang Jimar. Apel tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Prabumulih, H Arlan dan diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Prabumulih.

Dalam amanatnya, H Arlan menekankan pentingnya peningkatan kedisiplinan bagi seluruh pegawai. Ia menyampaikan bahwa bersama Inspektorat akan dilakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna memastikan kedisiplinan dan kinerja pegawai tetap terjaga.

Selain itu, ia juga mengingatkan agar seluruh ASN memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan penuh tanggung jawab dan profesionalisme. "Apabila terdapat pegawai yang melanggar aturan atau tidak disiplin, saya minta kepada kepala dinas agar segera melaporkannya kepada Inspektorat," tegasnya.

Di akhir amanatnya, H Arlan kembali mengajak seluruh pegawai untuk terus meningkatkan kedisiplinan serta menjaga kekompakan dalam bekerja demi mewujudkan pelayanan publik yang optimal. Apel bulanan berlangsung dengan tertib dan khidmat serta menjadi momentum untuk memperkuat komitmen ASN dalam meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.(Ikb)

Share:

Wako Prabumulih bersama Ratusan Warga Prabumulih Ikuti Senam Sehat dan Kick Off Piala Dunia 2026


Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Ratusan masyarakat kota Prabumulih memeriahkan senam bersama sekaligus kick off Piala Dunia FIFA 2026 yang digelar di stadion Talang Jimar Kecamatan Prabumulih Kota Prabumulih, Minggu (5/4/2026).

Walikota Prabumulih H Arlan dan Wakil Walikota Prabumulih Franky Nasril SKom MM yang hadir secara langsung menyambut antusias kegiatan senam sehat dan sosialisasi piala dunia itu.

Kegiatan diawali dengan senam bersama ratusan masyarakat kota Prabumulih yang memadati stadion Talang Jimar dan dilanjutkan dengan pelepasan balon tanda kick off piala dunia yang akan disiarkan oleh televisi nasional pada Juni 2026 mendatang.

"Mari kita saksikan pada Juni 2026 mendatang Piala Dunia melalui televisi nasional kita," ajak Orang nomor satu di kota Prabumulih tersebut.

Pria akrab disapa Cak Arlan itu mengungkapkan dirinya secara pribadi dan pemerintah kota Prabumulih mendukung penuh perhelatan dunia Piala Dunia 2026 dan berharap sukses disiarkan oleh televisi nasional tanpa kendala.

"Kegiatan ini bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga tentang kebersamaan dan semangat kita sebagai bagian dari masyarakat yang mendukung sepak bola dunia," kata Walikota Prabumulih itu.

Sementara pelaksanaan senam bersama, Arlan mengaku setiap minggu digelar pemerintah kota Prabumulih di stadion Talang Jimar. "Kita lakukan senam bersama agar tubuh sehar, serta untuk terus meningkatkan tali silaturahmi antar masyarakat," tuturnya.

Pantauan di lapangan, kegiatan senam bersama dan kick off piala dunia itu tidak hanya diikuti oleh masyarakat umum namun juga para pegawai, para wakil rakyat dan perwakilan instansi vertikal hingga para pelajar dari berbagai sekolah.

Hadir juga Ketua TP PKK Hj Linda Arlan, Staf Ahli TP PKK, Nuning Mulya Franky, Sekretaris Daerah, Asisten 1 dan Asisten 3, Staf Ahli walikota, Kapolsek Timur Kota Prabumulih, seluruh OPD ruang lingkup Pemerintah Kota Prabumulih.(Ikb)

Share:

Komang Wardiasa Bantah Klaim Ketua Bawaslu OKU Selatan, Sebut Tidak Tahu Aturan ASN Bawaslu Meninggal


OKU Selatan, Portalsriwijaya.com - Kepala Sekretariat Bawaslu OKU Selatan, Jailani membagikan video dalam grup internal Bawaslu pada 3 April 2025 sebagai ungkapan terima kasih dari keluarga korban saat proses pemulangan jenazah Maria simaremare ke Bagan Batu Rokan Ilir Riau.

Namun, Doni Candra langsung merespons dengan meminta agar video tersebut dijadikan status di media sosial. "Bagi yang berkenan, tolong video tersebut dibuat status," tulis Doni dalam pesan resminya.

Menanggapi hal ini, anggota Bawaslu OKU Selatan sekaligus Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi, Komang Wardiasa SKom MMT CMed secara tegas membantah klaim Doni Candra. Komang menegaskan bahwa usaha pemulangan jenazah sepenuhnya merupakan inisiatif pribadinya tanpa campur tangan komisioner lain, bahkan Ketua Bawaslu.


"Dalam proses pemulangan jenazah itu tidak perlu diklaim. Saya tegaskan ini adalah usaha pribadi dan tidak melibatkan dukungan dari siapapun, termasuk ketua dan pimpinan lainnya," tegas Komang.

Lebih lanjut, Komang menyerukan kejujuran dan integritas kepada Doni Candra, "Kita semua beragama, jadi mari berlaku jujur. Saya membantu keluarga Maria tanpa menggunakan anggaran kantor sama sekali. Jangan memperbesar masalah ini. Mohon maaf jika saya harus mengatakan demikian," tambahnya dengan tegas.


"Bahwa pemulangan jenazah tersebut merupakan bentuk tanggung jawabnya sebagai pimpinan Bawaslu Oku Selatan dan misi kemanusiaan atas peristiwa yang terjadi," lanjut Komang.

Terlihat jelas Doni Candra baru berperan aktif setelah viral berita tentang dirinya kurang empati dalam kasus pemulangan jenazah. Saat di konfirmasi bahkan ketua Bawaslu Doni Candra mengungkapkan belum mengetahui tentang aturan Pemulangan dan santunan Jenazah. "Saya belum tau dan belum baca apa bunyi aturan itu," tegas Doni Rabu di ruang kerjanya. 

Masyarakat OKU Selatan kini menuntut penjelasan dan klarifikasi resmi dari Doni Candra terkait dugaan penyalahgunaan wewenang yang mencoreng kredibilitas lembaga. " Sangat memalukan melihat seorang Ketua Bawaslu memanfaatkan keluarga korban demi kepentingan pribadi. Kami mendesak adanya klarifikasi serius dan tindakan tegas terhadap Doni Candra," ujar salah seorang warga OKU Selatan yang prihatin.

Situasi ini membuka ruang diskusi lebih luas mengenai etika dan moralitas pejabat publik dalam menjalankan tugasnya, sekaligus menuntut transparansi dan akuntabilitas demi menjaga kepercayaan masyarakat.(Tim)

Share:

Dari Prabumulih untuk Dunia, Semangat Sepak Bola Menyatukan Semua, Prabumulih Dukung Piala Dunia 2026

 


Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Ada semangat yang tak pernah padam di hati para pecinta sepak bola. Semangat yang lahir dari sorak sorai, dari kebersamaan, dan dari mimpi tentang kebanggaan di panggung dunia. Kini, semangat itu akan terasa di Kota Prabumulih.

Melalui kegiatan Senam Sehat Bersama yang dirangkaikan dengan sosialisasi kick off Piala Dunia FIFA 2026, Pemerintah Kota Prabumulih mengajak seluruh masyarakat untuk merasakan euforia sepak bola dalam balutan kebersamaan yang hangat.

Kegiatan bertajuk Bola Gembira bersama TVRI Sumatera Selatan ini akan dilaksanakan pada Minggu, 5 April 2026, mulai pukul 05.00 WIB hingga selesai, bertempat di Stadion Olahraga Talang Jimar.

Di pagi yang sejuk itu, bukan hanya tubuh yang bergerak mengikuti irama senam, tetapi juga hati yang dipenuhi semangat kebersamaan. Anak-anak, orang tua, hingga generasi muda akan berkumpul dalam satu ruang berbagi tawa, energi, dan cinta terhadap sepak bola.


Wali Kota Prabumulih, H. Arlan, mengajak seluruh masyarakat untuk tidak melewatkan momen berharga ini. "Kegiatan ini bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga tentang kebersamaan dan semangat kita sebagai bagian dari masyarakat yang mendukung sepak bola dunia," ujarnya.

Lebih dari sekadar kegiatan, ini adalah perayaan. Perayaan tentang sehatnya tubuh, hangatnya kebersamaan, dan besarnya semangat warga Prabumulih dalam menyambut pesta sepak bola dunia.

Mari ajak keluarga, sahabat, dan tetangga. Datanglah dengan senyum, dengan semangat, dan dengan rasa bangga. Karena dari kota ini, kita tunjukkan bahwa dukungan untuk sepak bola tidak hanya ada di layar kaca, tetapi juga hidup di tengah masyarakat.

" Sampai jumpa di Stadion Talang Jimar tempat di mana semangat, kesehatan, dan kebersamaan bertemu menjadi satu," katanya. (Ikb)

Share:

Ketua DPRD & Walikota Prabumulih Hadiri Entry Meeting Pemeriksaan LKPD 2025 Bersama BPK RI



Prabumulih, Portalsriwijaya.com – Wali Kota Prabumulih H Arlan bersama Ketua DPRD Kota Prabumulih H Deni Victoria SH MSi menghadiri Entry Meeting atas Pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2025 bersama Anggota V Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia secara virtual, yang dilaksanakan di Ruang Rapat Wali Kota Prabumulih.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pemeriksaan Keuangan Negara V dan dipimpin langsung oleh Dirjen Pemeriksaan Keuangan Negara V, Widhi Hidayat.
Dalam sambutannya, Widhi Hidayat menyampaikan tahapan dan timeline pemeriksaan LKPD Tahun 2025. Dimulai pada Januari 2026 dengan komunikasi teknis awal bersama pemerintah daerah guna memastikan kesiapan dokumen dan koordinasi. Selanjutnya, pada Februari hingga pertengahan Maret 2026 dilakukan pemeriksaan pendahuluan, yang meliputi pemahaman pengelolaan keuangan daerah, penilaian Sistem Pengendalian Intern (SPI), serta identifikasi area berisiko.
Ia juga menyampaikan bahwa hingga akhir Maret 2026, sebanyak 16 pemerintah daerah telah menyampaikan laporan keuangan unaudited secara tepat waktu. Tahapan berikutnya adalah pelaksanaan Entry Meeting pemeriksaan LKPD Tahun 2025 yang digelar pada 2 April 2026.
Selain itu, Dirjen juga menekankan pentingnya transformasi digital dan disiplin dalam pengelolaan keuangan daerah. Menurutnya, daerah yang mampu menjaga transparansi, disiplin, serta kualitas belanja yang baik akan lebih mandiri dalam mengelola keuangan dan mampu mengurangi ketergantungan terhadap transfer dari pemerintah pusat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kota Prabumulih H Elman ST MM, Kepala BPKAD, Inspektur Kota Prabumulih, Kepala Bappeda, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Perkim, serta Sekretaris DPRD Kota Prabumulih.(Ikb)
Share:

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Lantik Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko dan Staff Ahli Iwan Santoso

  



Jakarta, Portalsriwijaya.com - Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, melantik dan memimpin pengambilan sumpah dua Pimpinan Tinggi Madya di lingkungan Kementerian Imigrasi dan  Pemasyarakatan (Kemenimipas), Rabu (1/4), di Jakarta. 

Dua pejabat yang dilantik adalah Hendarsam Marantoko sebagai Direktur Jenderal Imigrasi, serta Iwan Santoso sebagai Staf Ahli Menteri Bidang Pelayanan Publik dan Reformasi Hukum Kemenimipas. Bersamaan dengan pelantikan tersebut, dilaksanakan serah terima jabatan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Imigrasi dari Brigjen Pol Yuldi Yusman kepada Hendarsam Marantoko. 

Yuldi Yusman telah mengemban amanah sebagai Plt Dirjen Imigrasi selama kurang lebih satu tahun terakhir. Dalam sambutannya, Menteri Agus menyampaikan selamat kepada kedua pejabat yang baru dilantik, sekaligus menegaskan bahwa kepercayaan yang diberikan membawa tanggung jawab yang melampaui sekadar pelaksanaan tugas administratif. 

"Semoga amanah yang resmi saudara emban mulai hari ini bukan hanya sekadar menjalankan tugas dan tanggung jawab jabatan, tetapi juga sebagai panutan dalam profesionalisme dan etika kerja," ujar Menteri Agus.

Ia mengingatkan bahwa Kemenimipas, sebagai bagian dari Kabinet Merah Putih, mengemban kewenangan yang merupakan pendelegasian langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Karena itu, seluruh jajaran kementerian dituntut memberikan kontribusi terbaik demi mendukung tercapainya tujuan nasional sebagaimana termaktub dalam alinea keempat UUD 1945. "Perlu kita sadari bahwa segala kewenangan yang kita miliki adalah merupakan pendelegasian dari kewenangan Bapak Presiden kepada kita sekalian," tegasnya.

Menteri Agus juga menekankan bahwa seluruh anggaran yang membiayai kegiatan kementerian bersumber dari uang rakyat, sehingga setiap rupiah yang dibelanjakan harus sepenuhnya berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. "Anggaran yang membiayai seluruh kegiatan kita adalah uang rakyat. Jadi penggunaannya harus berorientasi untuk memberikan kontribusi bagi upaya mewujudkan kesejahteraan rakyat," ujarnya.

Menteri Agus turut menyampaikan pesan filosofis yang mendalam kepada seluruh hadirin. Ia mengajak para pejabat untuk memandang setiap momen sebagai kesempatan baru untuk berbuat bermakna, alih-alih terbebani oleh rutinitas jabatan semata. "Setiap saat adalah baru. Dan yang kita jalani adalah sisa. Mudah-mudahan sisa perjalanan yang ada adalah manfaat kepada orang lain. Mudah-mudahan di sisa waktu yang ada bersama kita, bukan hanya kelihatan hidup, tetapi benar-benar hidup," tuturnya.

Dengan kerangka pikir tersebut, Menteri Agus mendorong seluruh jajaran untuk melepaskan diri dari bayang-bayang masa lalu dan menatap ke depan dengan orientasi yang jelas, menjadi berarti bagi sesama. "Saudara sekalian telah mencapai puncak jabatan, namun arah gerak saudara ke depan akan menentukan seberapa besar makna kehadiran saudara bagi institusi, masyarakat, bangsa, dan negara," katanya.

Pencapaian puncak karier, tegasnya, bukanlah tujuan akhir. Ia mengingatkan bahwa jabatan tertinggi sekalipun hanya bermakna apabila digunakan sebagai sarana untuk meninggalkan jejak kebaikan. "Jadikan jabatan ini sebagai alat untuk memperluas manfaat, bukan sekadar gelar atau untuk kebanggaan pribadi semata. Manfaatkan kesempatan yang baik ini untuk menciptakan perubahan yang bermakna, memperkaya pengalaman, dan meninggalkan warisan kebaikan bagi generasi pengganti dan penerus," pungkasnya.

Kepada Hendarsam Marantoko selaku Direktur Jenderal Imigrasi yang baru, Menteri Agus berpesan agar menjadikan 15 Program Aksi Kemenimipas sebagai pedoman dalam mengembangkan dan mengoptimalkan kebijakan serta program-program keimigrasian. "Semoga di bawah kepemimpinan Bapak, Imigrasi memberikan pelayanan semakin baik kepada masyarakat, menjadi instansi yang kuat, dan mudah-mudahan bisa menjadi contoh bagi yang lain," pesan Menteri Agus.

Sementara kepada Iwan Santoso, Menteri Agus menegaskan bahwa posisi Staf Ahli Menteri bukan jabatan seremonial, melainkan peran yang bersifat strategis dan krusial dalam proses perumusan kebijakan. "Jabatan staf ahli adalah jabatan strategis. Saudara diharapkan menjadi radar sekaligus kompas bagi saya dalam merumuskan kebijakan," ujarnya.

Menutup arahannya, Menteri Agus menekankan bahwa di tengah dinamika global yang terus berubah, seluruh insan Kemenimipas tidak bisa lagi bekerja dengan pendekatan yang lama. Soliditas internal dan kolaborasi lintas fungsi menjadi keniscayaan. "Saya berharap kepada seluruh insan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dapat terus menjaga soliditas, menjaga kekompakan, kerja sama kolaborasi dan komunikasi, baik internal maupun eksternal," tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Agus pun menyampaikan penghargaan yang tulus kepada Brigjen Pol Yuldi Yusman atas dedikasi selama menjalankan tugas sebagai Plt Direktur Jenderal Imigrasi. "Atas nama Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Pak Yuldi beserta ibu yang telah mengabdikan pengabdiannya kepada institusi Imigrasi selama ini. Begitu banyak capaian positif dan prestasi selama era kepemimpinan beliau," ujar Menteri Agus.

Ia berharap agar seluruh capaian yang telah dibangun selama masa kepemimpinan Yuldi Yusman dapat dipertahankan dan terus dikembangkan oleh kepemimpinan yang baru. Menteri Agus menutup sambutannya dengan mengajak seluruh jajaran untuk senantiasa menjaga keutuhan institusi sebagai rumah bersama. "Pohon besar Imigrasi dan Pemasyarakatan merupakan milik kita bersama yang harus kita jaga keutuhan dan kekokohannya sebagai tempat kita berteduh dan bernaung bagi rekan-rekan sampai nanti saat purnatugas," tutupnya.(Fr86)

Share:


Portalsriwijaya.com

Arsip