Ajak Pelajar Hemat Gunakan Migas, Pertamina EP Asset 2 Terapkan Program Cerdas Migas



* Butuh Dana Besar dan Puluhan Tahun Cari Sumber Migas

Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Untuk memberikan pengetahuan tentang minyak dan gas (migas), hulu dan hilir serta cara memperoleh serta hal-hal berkaitan dengan itu, PT Pertamina EP Asset 2 membuat program cerdas migas bagi ratusan pelajar SMA dan SMK di lingkungan operasional perusahaan.

Kegiatan dilakukan selama 10 hari dengan peserta secara bergantian dari berbagai sekolah di Prabumulih, Muaraenim dan Pali itu digelar di gedung HR Pertamina, pada Kamis (5/3/2020).

Adapun sejumlah materi diberikan seperti materi fungsi RAM Prabumulih field dengan pemateri Dimas Prayoga, Fungsi Engineering Planning (PE) oleh Reza Ramadhan, Fungsi HSSE oleh Nurhadi Muslim dan Fungsi Legal & Relation oleh Arie Fahlupi.

Tidak hanya diberikan edukasi terkait migas, para pelajar yang hadir pada Kamis dari SMA Negeri 1 Lubai juga diajak diperkenalkan langsung dengan alat-alat untuk melakukan pengeboran di Museum 3D dan Demo Room PT Pertamina EP Asset 2.

Arie Fahlupi selaku Staf Legal & Relation mengatakan, PT Pertamina EP Asset 2 saat membuat program cerdas migas untuk mengetahui tentang cara mencari migas yang membutuhkan waktu bertahun tahun serta harus mengeluarkan dana besar.


"Kita sekarang ada program baru bernama cerdas migas yang sudah dilakukan sejak beberapa hari yang lalu dengan memberikan edukasi kepada pelajar SMA tentang bagaimana proses pencarian minyak dan gas bumi Indonesia dari eksplorasi sampai produksi maupun dari ilir sampai ke rumah-rumah," kata Arie ketika diwawancarai usai memberikan edukasi ke pelajar.

Ditanya tujuan dari edukasi migas itu, Ari menuturkan agar para pelajar tahu cara mencari minyak dan gas bumi yang tidak mudah dan berharap migas digunakan dengan bijak.

"Dari rangkaian kegiatan hari ini para pelajar dapat tahu kalau produksi migas ini sekarang cuma 900 ribu barel perdetik sedangkan kebutuhan kita sehari-hari digunakan sebanyak 1,4 juta artinya masih dikatakan minus. Untuk itu hendaknya dapat menggunakan BBM dan gas dengan hemat karena indonesia bukan kaya raya minyak lagi, stok semakin menipis jika tidak terus dicari," katanya.

"Memang saat ini selain energi fosil minyak bumi, ada juga energi terbarukan seperti matahari, angin dan panas bumi namun itu semua belum termanfaat dengan baik," lanjutnya seraya menuturkan tahun 2020 ini pihaknya menargetkan ada 23 sumur produksi dan program sesmic semoga target kita tahun ini 18 ribu barel perday akan tercapai.

Semntara itu, Ketua OSIS SMA Negeri 1 Kecamatan Lubai mengungkapkan, banyak sekali pengetahuan dan ilmu yang didapat pada kegiatan edukasi migas itu dan pihaknya sangat berterimakasih.

"Dengan adanya kegiatan ini kita lebih tahu bagaimana cara proses pencarian minyak dari mulai eksplorasi sampai memproduksi dan ini ilmu yang berharga bagi kami untuk kedepannya," ungkapnya.(Ing)
Share:

1 komentar:


Portalsriwijaya.com

Arsip