Warga Keluhkan PDAM Tirta Prabujaya Sering Mati, Alasan Pipa Pecah dan Terbakar


Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Kinerja jajaran Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Prabujaya terus dikeluhkan warga khususnya para pelanggan. Pasalnya, di musim kemarau air yang sangat dibutuhkan justru PDAM malah sering tidak mengalir alias jarang hidup.

Parahnya, meski aliran air jarang mengalir namun bayaran tidak penurunan bahkan mengalami kenaikan.

Kondisi tersebut membuat pelanggan kesal dan mengeluhkan kinerja perusahaan daerah yang dari tahun ke tahun tidak memperbaiki pelayanan.

Para pelanggan merasa dirugikan dan akibat sering padamnya aliran air justru harus membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Rumsani yang merupakan warga Kelurahan Wonosari Kecamatan Prabumulih Utara ketika dibincangi mengeluhkan air PDAM yang jarang mengalir dan sangat merugikan pihaknya.

Rumsani menuturkan, kalau air dari PDAM jarang mengalir padahal selalu bayar dan ini terkadang membuat kesal bagi penggunanya.

"Ya kami yang tinggal di kos-kosan ini kan orangnya banyak dan mau tidak mau harus berbagi air, kalau air PDAM jarang hidup kesal dak bisa mandi dan mencuci kami. Air jarang ngalir tapi bayaran tetap sama, parahnya kalau hidup airnya kecil tidak deras," ungkap Rumsani kepada wartawan, Jum'at (06/12/2019).

Hal yang sama disampaikan warga lainnya yang mengaku sedikit kesal dengan pelayanan PDAM dari tahun ke tahun tidak memberikan pelayanan terbaik.

"Semestinya semakin tua umur daerah pelayanan PDAM makin bagus, ini malah makin menurun pelayanan masyarakat," katanya Edi, warga lainnya.


Menanggapi hal tersebut Direktur PDAM Tirta Prabujaya, Ari Fajar melalui Kabag Administrasi dan Keuangan, Rika Mardiansyah menjelaskan jika pengaliran atau distribusi air PDAM saat ini mengalami kendala terjadi pecahnya pipa dan mesin air yang terbakar.

"Kendala pendistibusian air yang terkadang tersendat itu di karenakan adanya pipa yang pecah dan mesin yang terbakar. Saat ini kami lagi melakukan perbaiki di tambah lagi dengan debit air sungai lematang yang sudah berkurang membuat kendala bertambah," jelas Rika saat di konfirmasi.

Rika menuturkan, diperkirakan ada 3 titik rawan yang sering pecah pipa berada di Desa Sungai Medang, dimana pusatnya tempat pengelolahan pipa air bersih yang akan di alirkan. "Selain itu kendala lain saat mesin mati tekanan air menjadi tidak stabil," tuturnya.

Ditanya soal standar pipa pria yang akrab dipanggil Eka ini menjelaskan, pihaknya mengunakan pipa 500 ukuran 20 inchi untuk distribusi aliran air PDAM dan akan diupayakan untuk membenahi pipa yang pecah.

"Untuk pergantian pipa kami juga terkendala masalah anggaran, untuk mengatasi solusi itu kami membenahi secara teknis agar aliran distribusi air dapat mengalir," pungkasnya seraya memohon maaf ke pelanggan dan pihaknya berjanji akan melakukan pembenahan.(Ing)
Share:

0 komentar:

Posting Komentar


Portalsriwijaya.com

Arsip