Gegara Hal Sepele, Suporter Lubuklinggau Vs Lahat Cabor Volly Duduk Nyaris Ricuh


Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Pelaksanaan Pekan Paralympic Provinsi (Peparprov) II Sumsel yang digelar di kota Prabumulih, sedikit ternoda.

Penyebabnya, para sporter tim atlet cabang olahraga (cabor) volly duduk di laga final antara Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Lahat nyaris bentrok.

Kedua suporter dua tim nyaris bentrok hanya karena masalah sepele diduga akibat terlalu keras dan berteriak-teriak memberikan dukungan.

Namun perseteruan antar suporter tersebut berhasil dilerai petugas kepolisian dan panitia yang mengamankan serta memantau jalannya pertandingan.

Pantauan Portalsriwijaya.com, pertandingan final volly duduk yang diselenggarakan dibawah terik matahari yang panas itu dilaksanakan di Lapangan Miring Komplek Pertamina EP Asset 2 Prabumulih.


Peristiwa bermula ketika terjadi adu mulut antar suporter dua daerah bahkan sempat ada yang membantingkan kursi plastik kepada lawan namun petugas kepolisian serta panitia berhasil memisahkan.

Sholeh, yang merupakan pelatih dari kontingen kota Lubuklinggau mengatakan kalau kejadian ini dipicu salah satu perempuan yang juga suporter kabupaten lahat yang diduga melakukan provokasi.

"Kita dari tadi diam saja dan saya menghimbau kepada para suporter masing-masing jangan menjadi provokasi namun secara spotan seorang perempuan dengan suara nada tinggi menantang," katanya.

"Saya bilang tolong bicara dengan baik-baik saja jangan menghentak namun dia terus menantang saya selaku pelatih, saya emosi dan yang lainnya pun ikut-ikutan sehingga terjadilah perselisihan," jelas Sholeh.

Sedangkan dari pihak kontingen kabupaten Lahat menjelaskan kalau selaku atlet kurang tahu apa penyebab kericuhan itu terjadi karena dirinya hanya fokus bermain.

"Saya kurang tahu masalahnya dimana yang nama nya perselisihan suporter itu biasa saja selagi tidak ada adu jotos dan mereka kan mendukung jagoan masing masing juga kalaupun di luar lapangan mereka berdamai saja," ungkap sekjen atlit Kabupaten Lahat

Sementara itu M Farouk selaku petugaa kepolisian dari Bhanbinkamtibmas yang mengamankan menjelaskan kalau kericuhan antar suporter itu sudah biasa dan ini sering terjadi di permainan.

"Ya sebenarnya guna suporter itu memberi semangat kepada kontingen nya masing masing dan Kita selaku petugas kepolisian berharap aman saja harus tertib dengan adanya kejadian ini kita tetap waspada," tegas M Faoruk.

Sedangkan Ketua Panitia Volly Duduk, Dwi Koryana mengungkapkan jika keributan itu hal biasa dan sudah damai. "Tidak ada masalah, ribut-ribut sedikit itu biasa dalam permainan," bebernya. (Ing)
Share:

0 komentar:

Posting Komentar


Portalsriwijaya.com

Arsip