OKU Selatan, Portalsriwijaya.com - Petani di Kecamatan BPRRT Kabupaten OKU Selatan Provinsi Sumatera Selatan, kembali menjadi korban dugaan penyelewengan harga pupuk oleh 5 PPTS. Harga pupuk yang dijual mencapai angka fantastis, jauh diatas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah.
Keputusan Menteri Pertanian No. 1117/Kpts./SR.310/M/10/2025 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Pertanian Nomor 800/KPTS./SR.310/M/09/2025 tentang Jenis, Harga Eceran Tertinggi dan Alokasi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2025.
Dimana harga urea yakni Rp1.800 per kilogram dan NPK Phonska seharga Rp1.840 per kilogram
"Kami sangat kesulitan dengan harga pupuk yang tinggi ini. Kami tidak tahu lagi bagaimana cara meningkatkan produksi pertanian dengan harga pupuk yang seperti ini," ujar seorang petani dengan nada kecewa.
Pengecekan yang dilakukan oleh Awak Media di Lapangan menemukan bahwa PPTS CV GYF diduga tidak memiliki gudang di wilayah Kecamatan BPRRT. Hal ini menimbulkan kecurigaan bahwa PPTS tersebut hanya menjadi perantara untuk menjual pupuk dengan harga tinggi.
Hal ini di buktikan dengan keterangan beberapa petani yang ditemui di Lapangan yang mengungkapkan, bahwa mereka tidak pernah mengetahui adanya nama PPTS tersebut apalagi lokasi tempat usaha.
"Kami tidak pernah mendengar ada PPTS nama tersebut,bahkan gudang apalagi,setau kami hanya ada gudang pak Samsun",terang Petani yang tidak ingin di sebutkan namanya.
Ketika dihubungi, direktur PUD PT RAF tidak memberikan jawaban yang jelas melalui WhatsApp, bahkan tidak merespon lebih lanjut atas pertanyaan lokasi gudang. Hal ini semakin membuat Awak Media merasa tidak dihargai dan diabaikan.
Beragam argumen yang timbul dari Petani, setelah mengetahui ada PPTS yang tidak mereka ketahui gudangnya, "ini adalah penindasan terhadap petani! Kami berharap pemerintah dapat segera mengambil tindakan untuk menurunkan harga pupuk, ketersediaan stok pupuk, dan meningkatkan kesejahteraan petani," tambah petani tersebut dengan nada protes.
Apakah pemerintah akan membiarkan petani terus menjadi korban penyelewengan harga pupuk,gumam petani. (Tim86)







0 comments:
Posting Komentar