Kronologis Dua Saudara Habisi dan Kubur Saudara Kandung, Berawal Hendak Obati Sakit Mental



Muaradua, Portalsriwijaya.com - Kapolres OKU Selatan AKBP Zulkarnain Harahap SIK melalui Kasatreskrim AKP Kurniawi HB SIK, MH mengungkapkan jika berdasarkan keterangan keluarga menyatakan bahwa korban memiliki keterbelakangan mental.

"Kedua tersangka niat awalnya tidak berniat membunuh, karena almarhum Islan (31) ada keterbelakangan mental," ujar Kurniawi, Jumat (5/6/2020).

Diungkapkan Kurniawi, kedua tersangka sebelumnya berniat ingin mengantar korban untuk melakukan pengobatan setelah dilaporkan orangtuanya kerap mengganggu dan kambuh namun berakhir dengan pengeroyokan hingga korban meninggal dunia.

"Karena takut ketahuan terus digali kubur korban ditanam," tutur Kurniawi.

Kasatreskrim mengungkapkan, kedua tersangka Tarmidi dan Irhan diamankan Mapolsek Pulau Beringin dan ditangani oleh sat reskrim Polres OKU Selatan untuk dilakukan pendalaman lebih lanjut, dengan ancaman pidana paling lama 12 tahun penjara.

Dua kakak beradik nekat menghabisi nyawa saudara kandung dan menguburnya disemak sekitaran kebun kopi di TKP Talang Pematang Kaleng Desa Tanjung Harapan Kecamatan Sindang Danau Kabupaten OKU Selatan.

Pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia, dilakukan kakak beradik yakni Tarmidi (33) yang merupakan kakak korban dan Irhan (26) adik korban, bermula saat kedua pelaku hendak membawa korban Islan (31) yang memiliki keterbelakangan mental dan kerap kambuh untuk dilakukan pengobatan.

Ditengah perjalanan ketiganya terlibat perkelahian antara korban dan kedua saudara kandungnya. Bermula saat korban Islan tiba-tiba mencekik salah seorang saudaranya Tarmidi sembari memegang sebilah pisau, adik korban Irsan yang melihat kakaknya terancam memukul dengan sebuah kayu batang kopi yang ada disekitaran lokasi.

Berlanjut, korban tersungkur setelah dipukul oleh saudaranya menggunakan batang kopi, korban yang memiliki sajam kembali menyerang dengan senjata tajam namun Tarmidi yang nyawanya terancam berhasil merebutnya pisau dan spontan menghunuskanya hingga korban tewas di TKP.

Panik mengetahui saudaranya yang malang sudah telah tidak bernyawa, keduanya melakukan penggalian dan mengubur korban Islan (31) disekitaran kebun kopi yang tidak jauh dari lokasi agar tidak diketahui orang lain. (FR86)
Share:

0 komentar:

Posting Komentar


Portalsriwijaya.com

Arsip