Posko Covid-19 Prabumulih Tidak Dijaga 24 Jam Oleh Tim Kesehatan, Pukul 17.00 Sudah Sepi


Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Tiga Posko pencegahan dan penanggulangan penyebaran virus corona yang didirikan Pemerintah Kota Prabumulih di tiga titik perbatasan kota, ternyata tidak dijaga 24 jam oleh tim medis.

Pantauan Portalsriwijaya.com di tiga posko yakni di perbatasan Desa Pangkul, Tugu Nanas Kelurahan Patih Galung dan Tugu Tani Kelurahan Tanjug Raman sepi petugas medis dan hanya ada satu anggota Dishub.

Tiga posko sepi petugas ketika media Portalsriwijaya.com menyambangi sekitar pukul 17.00.

"Sudah balik galo petugas, cuman kito lagi standby," ungkap seorang petugas dishub yang tak mau disebutkan namanya ketika dibincangi saat menjaga posko, Kamis (3/3/20020).

Sumber itu mengaku petugas hanya sampai sore dan selebihnya hingga pagi petugas Dishub yang standby di dalam posko.


"Kalau malam memang pegawai dishub saja yang menjaga dan kalau ada kendaraan luar kota khususnya wilayahnya terjangkit maka akan kami laporkan kepada tim posko terpadu," bebernya.

Menanggapi itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Prabumulih, dr H  Happy Tedjo Tjahjono  menuturkan, jika untuk petugas kesehatan terkhusus puskesmas memang hanya menyesesuaikan jam kerja saja.

"Saat ini memang petugas kesehatan hanya menyesuaikan jam kerja saja dari jam 8 pagi sampai jam 4 sore, itu juga dijaga oleh OPD dan beberapa aparat dan instansi lainnya," kata kepala dinas kesehatan itu.

Kota Prabumulih yang sudah memasuki zona merah ini seharusnya dijaga selama 24 jam namun tak efektif dilakukan sehingga sisanya hanya pegawai dinas perhubungan yang tetap standby.

"Ya seharusnya memang harus dijaga 24 jam  namun terkendala tenaga medis dan untuk saran akan di pertimbangkan siaga 24 jam mengingat Prabumulih sudah memasuki zona merah," ucapnya. (Ing)

Share:

1 komentar:

  1. Seharusnya posko di jaga 24 jam,seperti yang di kota lain mengingat prabumulih sudah termasuk zona merah

    BalasHapus


Portalsriwijaya.com

Arsip