Dua Bocah SD Tenggelam Saat Memancing di OKU Selatan, Satu Korban Masih Dicari

 

Ilustrasi : Bocah tenggelam terbawa arus sungai (foto/kompas.com)


OKU Selatan, Portalsriwijaya.com - Duka mendalam menyelimuti warga Desa Sukabumi Kecamatan Tiga Dihaji Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan Provinsi Sumatera Selatan. 

Dua pelajar kelas 4 sekolah dasar (SD) Desa Sukabumi Kecamatan Tiga Dihaji, dikabarkan tenggelam di Sungai Selabung desa Kota Agung Kecamatan Tiga Dihaji, pada Rabu (5/8) sekitar pukul 14.00 WIB.

Namun satu dari dua pelajar tersebut yakni bernama Rahmat Kuncoro (10) telah berhasil ditemukan namun dalam kondisi meninggal dunia. Sementara satu korban lainnya yakni Ardiansyah (10), masih dalam proses pencarian oleh warga dan pemerintah setempat. 

Peristiwa naas ini bermula pada Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Korban Rahmat dan Ardiansyah pergi memancing ke Sungai Selabung ditemani dua adik mereka yakni Andri (9) dan Nolo Apriyanto (6).

Sekira pukul 14.00 WIB, seekor ikan menyambar umpan pada alat pancing milik Ardiansyah dengan tarikan yang kuat. Sentakan tersebut membuat gagang pancing terlepas dari genggaman tangan Ardiansyah dan hanyut ke aliran sungai.

Secara spontan, Ardiansyah dan Rahmat langsung melompat ke dalam sungai untuk mengejar alat pancing tersebut. Namun, karena diduga tidak bisa berenang, kedua bocah malang tersebut langsung terseret arus dan tenggelam.

Melihat kedua kakaknya timbul tenggelam, Andri langsung berteriak meminta pertolongan. Ia berlari menghampiri seorang warga bernama Lahmudin yang kebetulan sedang mandi tidak jauh dari lokasi kejadian.

Lahmudin sempat langsung menceburkan diri ke sungai untuk melakukan penyelamatan darurat, tetapi keberadaan kedua korban gagal ditemukan. Lahmudin kemudian meminta Andri untuk berlari ke pemukiman Desa Kota Agung memberitahu warga.


Warga desa setempat segera berdatangan dan melakukan penyisiran secara manual di sepanjang aliran sungai. Setelah dua jam pencarian, tepatnya pukul 16.00 WIB, jasad Rahmat Kuncoro akhirnya ditemukan mengapung sekitar 30 meter dari titik awal lokasi mereka tenggelam.

Camat Tiga Dihaji, Muhamad Yamin mengonfirmasi bahwa pihak kecamatan telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU Selatan serta Tim SAR untuk memperluas radius pencarian darat dan perairan. Tim penyelamat dijadwalkan tiba di lokasi pada Kamis (6/8/2026) pagi untuk mengintensifkan pencarian Ardiansyah yang belum ditemukan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis awal oleh Tim Puskesmas Tiga Dihaji yang dipimpin Kamijo bersama Tim Identifikasi Polres OKU Selatan, fisik luar jasad Rahmat bersih dari tanda-tanda kekerasan maupun kejanggalan. Korban dipastikan murni meninggal dunia akibat kegagalan pernapasan karena tenggelam.

Saat ini jenazah Rahmat telah disemayamkan di rumah duka di Desa Sukabumi dan direncanakan dimakamkan pada hari ini di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat. 

Pihak keluarga korban menyatakan telah mengikhlaskan kejadian ini sebagai musibah, menolak proses otopsi, serta berkomitmen tidak melakukan tuntutan hukum di kemudian hari.

Kepolisian sektor setempat saat ini masih mengamankan sejumlah barang bukti milik korban, berupa selembar baju kaos lengan panjang merah bertuliskan "Argentina" dan selembar celana panjang abu-abu, sembari melanjutkan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Hingga Kamis siang, tim gabungan dari Basarnas, BPBD, serta warga setempat masih terus menyisir sepanjang aliran Sungai Selabung untuk mencari keberadaan Ardiansyah.(FR86)

Share:

0 comments:

Posting Komentar



Portalsriwijaya.com

Arsip