Dugaan Kecurangan Distributor Pupuk Subsidi PT Pollaris Utama di OKU Selatan: Muatan Disunat dan Tidak Sesuai SOP



OKU Selatan, Portalsriwijaya.com - Distribusi pupuk bersubsidi di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU Selatan) diterpa isu tak sedap. PT Pollaris Utama, selaku distributor resmi pupuk bersubsidi di wilayah tersebut, diduga melakukan sejumlah pelanggaran teknis penyaluran yang menguntungkan pihak internal distributor secara sepihak.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, armada pengangkut pupuk bersubsidi yang seharusnya bisa membawa muatan berkapasitas 9 ton per armada, diduga hanya dimuat sebanyak 8 ton per armada. Pengurangan muatan ini menimbulkan pertanyaan terkait transparansi tonase yang didistribusikan ke wilayah sasaran.

Tak hanya persoalan tonase, pola penyaluran pupuk bersubsidi tersebut juga disinyalir menyalahi standar operasional. Truk angkutan terpantau langsung melakukan bongkar muat di kios-kios pengecer, tanpa melalui proses transit atau bongkar muat terlebih dahulu di gudang resmi distributor.

Praktek pintas ini diduga kuat sengaja dilakukan untuk menekan operasional distributor. Dengan langsung menurunkan barang di tingkat kios, distributor menghemat biaya buruh bongkar muat di gudang yang menjadi kewajibannya, sehingga efisiensi biaya tersebut berpotensi menjadi keuntungan pribadi oknum distributor.

Fenomena penyaluran langsung dari gudang produsen ke kios pengecer tanpa mengendap di gudang distributor memicu spekulasi terkait kemampuan finansial perusahaan. Muncul dugaan apakah PT Pollaris Utama tidak memiliki kecukupan modal untuk melakukan penyetokan (stocking) pupuk di gudang resmi, atau sengaja menerapkan skema menunggu penebusan tunai dari kios sebelum menembuskan dana tersebut ke pihak produsen.

Hingga berita ini diturunkan, Direktur PT Pollaris Utama berinisial IJ belum memberikan konfirmasi atau tanggapan terkait dugaan pengurangan muatan dan penyimpangan jalur distribusi tersebut. Upaya konfirmasi yang dilayangkan kepada pihak produsen PT Pupuk Indonesia terkait juga belum membuahkan jawaban.(FR86)

Share:

0 comments:

Posting Komentar



Portalsriwijaya.com

Arsip