Dugaan Skandal Pupuk Subsidi OKU Selatan: PT BSU Diduga Jadi Distributor "Hantu", Sarat Pelanggaran dan Dibekingi Petinggi BUMN

TAK JELAS - Sebuah ruko diduga merupakan gudang pupuk namun tak jelas karena tak memiliki plang nama.


OKU Selatan, Portalsriwijaya.com - Sengkarut distribusi pupuk bersubsidi kembali mencuat. Kali ini, PT Bumi Sriwijaya Utama (PT BSU) yang ditunjuk sebagai distributor pupuk subsidi di wilayah Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan diduga kuat merupakan distributor fiktif. Perusahaan ini disinyalir sama sekali tidak layak dan tidak memiliki kapasitas untuk menyalurkan alokasi pupuk negara yang mencapai kurang lebih 3.400 ton.

Berdasarkan penelusuran dan pantauan di lapangan, status PT BSU sebagai distributor resmi lebih menyerupai "perusahaan hantu". Kejanggalan tampak kasat mata: tidak ada papan nama resmi distributor, keberadaan kantor yang tidak jelas, hingga kondisi gudang yang selalu tertutup rapat tanpa ada aktivitas bongkar muat. Lebih parah lagi, perusahaan ini diduga tidak memiliki ketersediaan armada angkutan yang memadai untuk mendistribusikan ribuan ton pupuk subsidi kepada para petani, terlihat seperti tanpa modal.

Praktik ini secara terang-terangan menabrak aturan hukum, khususnya Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 15 Tahun 2025 Pasal 44 yang mengatur secara ketat syarat dan kelayakan armada, fasilitas, serta operasional distributor pupuk bersubsidi.

* Dugaan Keterlibatan 'Orang Kuat' BUMN

Lolosnya PT BSU sebagai distributor resmi oleh PT Pupuk Indonesia (Persero) memunculkan tanda tanya besar. Berdasarkan informasi valid yang beredar, penunjukan PT BSU diduga kuat sarat praktik nepotisme. Terdapat dugaan bahwa perusahaan ini dibekingi langsung oleh salah seorang Komisaris Utama di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Adanya campur tangan "orang kuat" ini disinyalir menjadi alasan utama mengapa PT Pupuk Indonesia bisa meloloskan perusahaan yang secara fisik dan operasional diduga fiktif, dan mendapatkan wilayah 'basah' di Kecamatan Muaradua.

Saat dikonfirmasi terkait nihilnya aktivitas di gudang PT BSU, petugas dari PT Pupuk Indonesia memberikan jawaban yang terkesan mengada-ada untuk menutupi borok di lapangan.

"Pernah ada bongkar muat tapi memang tidak rutin. Ada juga stok lama di gudang yang mungkin belum diganti," ujar petugas tersebut, sebuah alasan yang sulit diterima mengingat besarnya kuota 3.400 ton yang harusnya tersalurkan dengan jadwal yang jelas.

* Dinas Pertanian Tutup Mata, Direktur Menghindar 

Sikap apatis juga ditunjukkan oleh Dinas Pertanian OKU Selatan. Meski sebelumnya sempat berjanji akan melakukan klarifikasi dan turun tangan memeriksa distributor tersebut, hingga detik ini janji itu menguap begitu saja. Instansi yang seharusnya menjadi garda terdepan pengawas pupuk petani ini terkesan tutup mata dan membiarkan ketidakberesan berlarut tanpa tindak lanjut.

Di sisi lain, Direktur PT BSU yang berdomisili di Palembang berinisial RW, memberikan tanggapan yang sumbang. Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp,RW menyangkal dugaan tersebut. Namun, sangkalan itu tidak disertai bukti. Ia justru terkesan menghindar dan tidak berani mengungkap kebenaran operasional perusahaannya lebih lanjut.

Pernyataan RW berbanding terbalik dengan kesaksian warga sekitar gudang. Keterangan dari masyarakat setempat menegaskan bahwa mereka sama sekali tidak pernah melihat adanya lalu-lalang armada angkutan pupuk subsidi maupun aktivitas bongkar muat di gudang yang diklaim milik PT BSU tersebut.

Skandal ini bukan lagi sekadar malapraktik administrasi, melainkan kejahatan terhadap ketahanan pangan dan nasib petani di OKU Selatan. Aparat penegak hukum (APH) dan Satgas Pangan dituntut untuk segera turun gunung membongkar sindikat ini. Jika dibiarkan, ribuan petani OKU Selatan hanya akan menjadi korban dari keserakahan oknum berkuasa yang berlindung di balik nama perusahaan fiktif.(FR86)




Share:

Kepala Desa Sukaraja 1 Imbau Warga Jangan Bakar Lahan & Buang Putung Rokok Sembarangan


OKU Selatan, Portalsriwijaya.com - Memasuki musim kemarau, Kepala Desa Sukaraja 1 Kecamatan Buay Sandang Aji, Arahman mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh warga.

Warga diminta tidak membakar lahan baru dan tidak membuang puntung rokok menyala di area perkebunan dan hutan Desa Sukaraja 1.

* Antisipasi Karhutla

Imbauan disampaikan melalui pengeras suara masjid, grup WA desa dan Media Sosial Tiktok dan Berita Online pada Minggu, 13 September 2026.

"Kami minta kepada seluruh warga Sukaraja 1 untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Selain merusak lingkungan, juga bisa kena sanksi hukum," tegas Kades Arahman.

Beliau juga mengingatkan bahaya puntung rokok. "Jangan buang rokok yang masih menyala di kebun, di hutan, atau di pinggir jalan. Angin kemarau kencang, sedikit saja bisa jadi api besar," lanjutnya.

* Dampaknya Luas

Menurut Kades, kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla tidak hanya merusak ekosistem. Asapnya juga mengganggu kesehatan anak, lansia, dan aktivitas warga.

"Kebun kita sendiri yang rugi. Udara jadi tidak sehat. Anak sekolah juga terganggu. Mari kita jaga desa kita bersama-sama," ujarnya.

* Ada Sanksi & Posko Siaga

Pemerintah Desa Sukaraja 1 bersinergi bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan relawan desa telah membentuk tim patroli Karhutla.

Warga yang kedapatan membakar lahan bisa diproses sesuai UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dengan ancaman pidana dan denda. "Lebih baik kita cegah dari awal. Kalau ada yang lihat titik api, segera lapor ke RT, BPD, atau langsung ke kantor desa," imbau Kades.

* Warga Dukung

Imbauan ini disambut baik warga. "Setuju pak Kades. Musim panas gini rawan. Kami di kebun juga lebih hati-hati sekarang," kata Sarip Tokoh Masyarakat.(FR86)

Share:

Batik Boek Khaman, Gores Perjuangan Perempuan Lubuk Raman Bangkitkan Ekonomi

MANDIRI - Pertamina EP Limau Field mendorong perempuan-perempuan di Lubuk Raman untuk mandiri melalui kegiatan membatik, pertanian organik, hingga membuat olahan pangan dalam program Rumah Kreatif Boek Khaman


Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Matahari belum lama terbit di langit Muara Enim, tetapi asap sudah menyembul di tungku malam. Ira (42) tampak duduk di atas dingklik. Kain putih terkulai di tangan kirinya. Canting berisi malam di tangan kanannya.

Tangan Ira meliuk-liuk, menuntun malam menyusuri pola di atas kain. Berjam-jam ia habiskan di atas dingklik, ditemani malam yang mendidih di atas tungku.

Sudah sekitar tiga tahun Ira menekuni pekerjaan sebagai pengrajin batik di Rumah Kreatif Boek Khaman. Di hari biasa, ia membatik pada siang hingga sore, setelah membereskan pekerjaan di rumah. Saat pesanan menumpuk, Ira bersama 11 orang perempuan pembatik lainnya bisa membatik sejak fajar terbit hingga terbenam.

Bilamana pesanan batik Khaman sedang tinggi, Ira sering teringat masa-masa perjuangan pascapandemi. Kala itu, keluarga Ira menggantungkan hidup pada penghasilan sang kepala keluarga, Sandra Sugianto (52), yang berprofesi sebagai buruh karet.

Pendapatan dari mengurus kebun karet orang, tak menentu. Biasanya, keluarga Ira hanya memiliki penghasilan sekitar Rp1 juta hingga Rp2 juta per bulan. Demi menyambung hidup bersama suami dan dua anaknya, Ira mesti berjualan kue. Tambahan penghasilan pun tak sebanding dengan usaha keras berjualan kue saat masa pandemi.

Sekitar tahun 2021, Ira mendapat tawaran dari Ketua Kelompok Batik Boek Khaman Etika Oktasari untuk membantu produksi batik. Sedikit demi sedikit Ira belajar membatik. Kemudian ia tularkan semangat belajar itu ke anaknya, Syafira Dese Novianti (22), serta perempuan-perempuan di Desa Lubuk Raman, Kecamatan Rambang Niru, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Syafira kini bisa menyandang status sarjana berkat ikut membatik di Rumah Kreatif Boek Khaman.

Ketekunan Ira, Etika, dan perempuan-perempuan di Lubuk Raman menginspirasi Pertamina EP (PEP) Limau Field. Perusahaan migas yang menjadi bagian Pertamina Subholding Upstream Regional 1 Zona 4 (Pertamina Hulu Rokan/PHR Zona 4) itu menggelar program Community Involvement and Development (CID) dalam mendorong pemberdayaan masyarakat melalui Rumah Batik Boek Khaman sejak 2023.

PEP Limau Field memberi pendampingan melalui pelatihan tata kelola keuangan dan administrasi kelompok, strategi penjualan produk, pembuatan batik eco-print, pengelolaan IPAL, perbaikan sarana dan prasarana, branding dan pengemasan produk, hingga perluasan akses pasar.

Buah dari pendampingan tak hanya berfokus pada produksi batik Khaman, melainkan juga pengembangan produk UMKM berupa olahan pangan hingga buah tangan. Hingga saat ini, sudah terdapat 6 UMKM yang bergabung didalam Rumah Kreatif Boek Khaman.  Saat ini, Rumah Kreatif Boek Khaman mampu memproduksi sekitar 200 lembar batik setiap bulan. Omzet penjualan berkisar di angka Rp20 juta hingga Rp30 juta per bulan.

Ira bercerita saat ini setiap pembatik di Rumah Kreatif Boek Khaman bisa mengantongi sekitar Rp2 juta hingga Rp3 juta setiap bulannya. Bila pesanan sedang banyak, pendapatan mereka bisa menyentuh angka Rp5 juta per bulan.

Program CID di Rumah Kreatif Boek Khaman akan berjalan hingga 2027. PEP Limau Field telah menyusun strategi pendampingan untuk memastikan kelompok ini dapat mandiri saat perusahaan tidak lagi memberi bantuan dan pendampingan (exit program).

"Melalui dukungan terhadap Rumah Kreatif Boek khaman, Pertamina EP Limau Field ingin menyampaikan pesan bahwa semangat perjuangan sekelompok perempuan mampu menggerakkan perekonomian berkelanjutan di sebuah wilayah. Kami ingin memastikan semangat mereka tak padam dan justru menjadi inspirasi untuk kelompok-kelompok masyarakat lainnya di sekitar wilayah operasi kami," ucap Manager CID PHR Iwan Ridwan Faizal.

Program tersebut telah mendapatkan apresiasi dari berbagai instansi. Rumah Kreatif Boek Khaman meraih penghargaan Gold pada kategori Economic Empowerment ajang Indonesia Social Responsibility Award (ISRA) 2026.

Penghargaan pada kategori Economic Empowerment ISRA 2026 diberikan kepada instansi yang memiliki inisiatif memperkuat ketahanan ekonomi serta mata pencaharian komunitas masyarakat melalui program-program pengembangan yang berkelanjutan dan inkluusif.

Program tersebut juga meraih penghargaan Best Program Kategori Ekonomi pada ajang Community Involvement & Development Upstream Award (CID UA) 2026. Ajang tersebut merupakan wadah apresiasi terhadap program pengembangan masyarakat (PPM) di lingkungan Pertamina Subholding Upstream.(Ril)

Share:

BPN OKU Selatan dampingi Polda Sumsel Ambil Titik Koordinat Lokasi Kebakaran di PT Paramitra Mulia Langgeng



OKU Selatan, Portalsriwijaya.com - BPN  Kabupaten OKU Selatan turut memperkuat penanganan kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di wilayah PT Paramitra Mulia Langgeng (PML). Dalam langkah sinergis, pihak Kantah mendampingi tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Selatan guna melakukan pengambilan titik koordinat secara akurat di lokasi kejadian.

Kegiatan pendampingan ini dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Survei dan Pemetaan BPN OKU Selatan, Fajar Wirakrama, S.Tr., QRMO, beserta jajaran staf. Kehadiran tim ini bertujuan memastikan pengumpulan data spasial di lapangan berjalan tepat, lengkap, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pengambilan titik koordinat ini bukan sekadar prosedur rutin. Data lokasi yang diperoleh akan menjadi dasar resmi yang kuat dalam proses penelusuran fakta, penanganan hukum, hingga langkah lanjutan terkait peristiwa Karhutla. Dengan titik lokasi yang presisi, pihak berwenang dapat memetakan luas dampak, batas wilayah, serta memastikan tidak ada celah yang terlewat dalam penanganan kasus.

"Melalui sinergi dan koordinasi antarinstansi, Kantah OKU Selatan terus mendukung upaya penanganan Karhutla melalui penyediaan data pertanahan dan spasial yang akurat," tegas keterangan resmi dari Kantah OKU Selatan.

Keterlibatan Kantah dalam proses ini menunjukkan komitmen nyata lembaga untuk tidak hanya mengurus administrasi pertanahan, tetapi juga hadir menjaga kelestarian lingkungan. Data yang valid dan transparan menjadi kunci agar setiap peristiwa kebakaran dapat ditelusuri, ditindak, dan dicegah terulang kembali.

BPN OKU Selatan menegaskan akan terus melayani secara Profesional, Melayani, Terpercaya — hadir di tengah masyarakat, mendukung penegakan hukum, serta menjaga setiap jengkal bumi OKU Selatan dari kerusakan.(Fr86)

Share:

Gerak Cepat Polsek Cambai Ungkap Pencurian Outdoor AC, Tiga Terduga Pelaku Diamankan


Prabumulih, Portalsriwijaya.com – Kepolisian Sektor (Polsek) Cambai Polres Prabumulih berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana pencurian dengan pemberatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 477 KUHP. Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan tiga orang terduga pelaku beserta sejumlah barang bukti.

Pengungkapan kasus ini berawal dari adanya laporan polisi tanggal 10 September 2026. Peristiwa dugaan pencurian tersebut terjadi di sebuah ruko yang berada di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Cambai, Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih.

Korban dalam perkara tersebut diketahui bernama Riki Alfian, 64 tahun, seorang wiraswasta, yang berdomisili di Jalan Jenderal Sudirman, RT 05 RW 04, Kelurahan Cambai, Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih.

Peristiwa diketahui ketika saksi Ferry Darmawan, 47 tahun, hendak menuju ruko milik korban untuk menginap. Saat mendekati lokasi, saksi melihat sejumlah warga telah berada di depan ruko dan kemudian mendapat informasi bahwa telah terjadi dugaan pencurian.

Saksi kemudian melihat adanya satu unit mesin AC (air conditioner) yang telah dibongkar dan berada di samping kiri ruko. Saksi selanjutnya menghubungi korban dan menyampaikan kejadian tersebut. Atas peristiwa itu, korban kemudian membuat laporan ke Polsek Cambai untuk dilakukan proses penyelidikan dan penanganan sesuai hukum yang berlaku.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pada Kamis, 10 September 2026, sekitar pukul 23.00 WIB, Team URC Elang Muara Polsek Cambai memperoleh informasi mengenai keberadaan terduga pelaku yang diduga masih berada di sekitar lokasi kejadian.

Mendapat informasi tersebut, Kapolsek Cambai Iptu Haryoni SH memerintahkan Kanit Reskrim Aipda Ari Wibowo SH bersama Team URC Elang Muara Polsek Cambai untuk melakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap terduga pelaku.

Petugas kemudian bergerak menuju lokasi dan berhasil mengamankan tiga orang terduga pelaku, masing-masing berinisial AM (19), PA (18), dan RD (21). Ketiganya diamankan di dalam semak-semak yang berada tidak jauh dari lokasi dugaan pencurian di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Cambai, Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih.

Saat dilakukan pemeriksaan awal, para terduga pelaku diduga mengakui perbuatannya. Selain itu, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, para terduga pelaku juga diduga mengaku pernah melakukan pencurian di sejumlah lokasi lain dengan modus serupa, yakni membongkar dan mengambil bagian luar (outdoor) mesin AC.

Dalam pengungkapan tersebut, petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu buah obeng, satu buah kunci pas ukuran 8/9, satu buah sarung tangan, serta satu unit mesin AC (air conditioner) merk Plasmacluster.

Kapolsek Cambai Iptu Haryoni SH membenarkan adanya pengungkapan kasus tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihaknya telah mengamankan tiga orang yang diduga terlibat beserta barang bukti untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut.

“Benar, tiga orang yang diduga terlibat dalam pencurian telah berhasil kami amankan bersama barang bukti. Saat ini para terduga pelaku beserta barang bukti telah dibawa ke Polsek Cambai untuk menjalani proses hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Iptu Haryoni SH.

Saat ini penyidik Polsek Cambai masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman terhadap para terduga pelaku, termasuk mendalami dugaan keterlibatan mereka dalam sejumlah kejadian lain dengan modus serupa. Polisi juga akan melakukan proses penyidikan sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Atas perbuatannya, para terduga pelaku disangkakan melanggar Pasal 477 KUHP tentang dugaan tindak pidana pencurian dengan pemberatan. Polsek Cambai menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan dan penegakan hukum secara profesional guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polres Prabumulih.(Ikb)

Share:

Yayasan Jaya Abadi Prakasa & Kepeksek SMPN 1 Buay Pemaca Temui Jalur Damai

 



OKU Selatan, Portalsriwijaya.com – Konflik terkait penghentian Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 1 Buay Pemaca Kabupaten OKU Selatan Provinsi Sumatera Selatan, akhirnya menemui titik terang.

Ketua Yayasan Jaya Abadi Prakasa H Junaidi Anwar SE dan Kepala Sekolah SMPN 1 Buay Pemaca Sofianto sepakat menempuh jalur damai pada Rabu (9/9/2026).

Pertemuan difasilitasi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten OKU Selatan dan dihadiri SPPG Desa Sri Menanti serta PIC MBG SMPN 1 Buay Pemaca, Aslap dan Korwil BGN Sumsel. Dalam pertemuan yang berlangsung lebih kurang 2 jam tersebut, kedua belah pihak saling menjelaskan duduk persoalan. 

"Alhamdulillah hari ini kami sudah duduk bersama dengan Pak Kepsek. Tidak ada yang menang tidak ada yang kalah, yang penting anak-anak bisa kembali dapat MBG," kata H Junaidi Anwar SE kepada wartawan Portalsriwijaya.com.

Senada disampaikan Kepsek SMPN 1 Buay Pemaca, Sofianto juga menyampaikan permohonan maaf atas miskomunikasi yang terjadi. "Saya mohon maaf jika ada hal yang kurang berkenan. Ke depan kita sama-sama berkomitmen menjalankan program MBG sesuai aturan untuk siswa," ujarnya.

Kordinator Wilayah BGN Sumatera Selatan, Hafiz Brawindra Skom MM yang turut hadir pada rapat mediasi mengungkapkan, bahwa pertemuan mediasi antara pihak SPPG dan pihak SMP negeri 1 sudah menemui jalur damai dan siap bersinergi untuk meneruskan MBG di SMP 1 Buay Pemaca.

Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKU Selatan, Handoko mengungkapkan, pihaknya telah melakukan mediasi antara pihak SMP 1 Buay Pemaca dan pihak SPPG dan sudah menemui jalan damai. "Alhamdulillah sudah damai, hanya ada mis komunikasi saja di antara mereka, program MBG di Sekolah tetap diteruskan, dan pihak SPPG siap mengisi menu seperti biasanya," terang Kadin Diknas.


* Hasil Kesepakatan

Dari pertemuan tersebut dihasilkan beberapa poin:

1. MBG di SMPN 1 Buay Pemaca akan kembali berjalan.

2. SPPG Sri Menanti siap melanjutkan penyaluran sesuai SOP.

3. Pihak sekolah berkomitmen menerima dan memfasilitasi program.


* Laporan ke PWI & Dewan PERS Ditinjau Ulang

Sementaea itu terkait rencana pelaporan oknum wartawan nedia online bernama Yuni ke PWI Sumsel & Dewan Pers, H Junaidi Anwar SE menyatakan akan meninjau ulang. "Jika semua sudah damai, kami utamakan solusi. Laporan etik akan kami kaji lagi," jelasnya.

Terpisah, para wali murid menyambut baik perdamaian antara pihak sekolah dan SPPG tersebut dan berharap distribusi makan bergizi gratis dapat kembali dilakukan.

"Alhamdulillah anak kami bisa makan lagi di sekolah. Terima kasih Pak Junaidi, Pak Kepsek sudah mau berdamai," kata Delima.

Dengan adanya kesepakatan damai ini, 482 siswa SMPN 1 Buay Pemaca dipastikan kembali menerima MBG. (Tim)

Share:

Oknum Wartawati di OKU Selatan Akan Dilaporkan Ketua Yayasan MBG ke PWI Sumsel & Dewan Pers


OKU Selatan, Portalsriwijaya.com - Ketua Yayasan Jaya Abadi Prakarsa yang menaungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Sri Menanti, H Junaidi Anwar akan melaporkan oknum wartawati media online Berita Nusantara bernama Yuni ke PWI Sumsel dan Dewan Pers.

Langkah tersebut akan diambil pihak yayasan lantaran merasa nama baik lembaga yang menaungi SPPG Desa Sri Menanti selaku pendistribusi program Makan Bergizi Gratis di SMPN 1 Buay Pemaca menjadi tercemar.

Oknum wartawan tersebut dinilai telah menyebarkan informasi yang tidak benar dan dalam pemberitaan oknum itu dinilai memprovokasi serta merugikan nama baik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan menghambat program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Kami keberatan dengan narasi yang dibangun, seolah SPPG yang bermasalah. Padahal kami siap menyalurkan, tapi ditolak sekolah. Ini sudah masuk pencemaran nama baik," tegas Ketua Yayasan Jaya Abadi Prakarsa, H Junaidi Anwar kepada wartawan, Senin (7/9/2026). Junaidi mengatakan  pemberitaan yang dilakukan oknum wartawan bernama Yuni dinilai tidak berimbang dan merugikan nama baik yayasan serta SPPG. 

"Kami akan laporkan oknum wartawan tersebut ke PWI Provinsi Sumsel dan Dewan Pers. Karena kami menilai ada pelanggaran kode etik jurnalistik dan pencemaran nama baik lembaga kami," tegasnya.

Lebih lanjut Junaidi menegaskan, SPPG Sri Menanti sudah sesuai SOP dalam menyalurkan MBG dan penghentian distribusi dilakukan karena pihak sekolah belum menerima. "Jangan sampai karena satu pemberitaan yang tidak benar, ratusan siswa jadi korban dan nama baik lembaga kami tercoreng," keluhnya.

Untuk itu, pihaknya menempuh jalur hukum dan melaporkan etik oknum wartawan sehingga dapat diketahui siapa yang benar dan siapa yang salah. " Di jalur hukum pidana sudah, sekarang kami tempuh juga jalur etik profesi wartawan. Biar jelas siapa yang benar dan siapa yang salah," lanjutnya.

Sementara itu, wartawan media online Berita Nusantara bernama Yuni ketika dikonfirmasi Portal Sriwijaya mengaku siap menghadapi laporan tersebut. 

"Saya bekerja sesuai fakta di lapangan dan sudah konfirmasi ke semua pihak. Silakan jika mau dilaporkan ke Dewan Pers," katanya singkat.

Terpisah, Ketua PWI Sumsel, Kurnadi ketika dikonfirmasi mengakui belum ada laporan masuk dan pihaknya menyarankan agar pihak yayasan menyampaikan klarifikasi atau penggunaan hak jawab ke wartawan tersebut.

"Sebaiknya diselesaikan secara baik, kalau pihak yayasan keberatan atas pemberitaan tersebut hendaknya sampaikan klarifikasi atau hak jawab untuk dimuat di media itu. Jika memang nantinya hak jawab tak dibuat maka baru bisa dilaporkan karena melanggar," ungkapnya.

Pria akrab disapa Kuyung Kur itu mengaku sesuai Undang-undang Pers Nomor 40 tahun 1999 tentang pers diatur yang namanya hak jawab dan hak koreksi yang wajib dijalankan oleh setiap wartawan. "Hak jawab adalah hak seseorang atau kelompok untuk memberikan tanggapan atau sanggahan terhadap pemberitaan pers yang merugikan nama baiknya, sedangkan hak koreksi adalah hak setiap orang untuk membetulkan kekeliruan informasi yang diberitakan oleh pers, baik tentang dirinya maupun orang lain," jelasnya seraya mengaku jika wartawan tak memenuhi dapat dilaporkan ke dewan pers. (Tim)

Share:

PTBA Jaga Kinerja dan Perkuat Portofolio Bisnis untuk Pertumbuhan Jangka Panjang

 



Jakarta, Portalsriwijaya.com - PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), anggota Holding BUMN Pertambangan MIND ID, terus menjaga kinerja operasional dan finansial sekaligus memperkuat portofolio bisnis untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan.

Pada Semester I 2026, PTBA membukukan pendapatan sebesar Rp22,03 triliun, meningkat 8% secara tahunan (year-on-year/yoy). Laba bersih Perseroan mencapai Rp2,65 triliun, tumbuh 218% yoy. Kinerja tersebut didukung oleh pemulihan operasional pada kuartal II, penguatan penjualan ekspor, serta perbaikan harga jual rata-rata batu bara.

Secara operasional, PTBA mencatat produksi batubara sebesar 19,45 juta ton dan penjualan sebesar 21,10 juta ton. Penjualan ekspor mencapai 10,33 juta ton, meningkat sekitar 5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dengan negara tujuan ekspor terbesar dari Vietnam, Bangladesh, Kamboja, India, dan Thailand. Sementara itu, penjualan domestik tercatat 10,77 juta ton atau sekitar 51% dari total penjualan.

Penguatan harga batubara turut memberikan kontribusi positif terhadap kinerja Perseroan. Pada Semester I 2026, Newcastle Index meningkat 25% yoy dan ICI-3 naik 15% yoy, yang mendorong kenaikan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) PTBA sebesar 10% yoy. Kondisi tersebut mendukung peningkatan pendapatan dan profitabilitas Perseroan di tengah dinamika volume produksi dan penjualan.

Direktur Utama PTBA, Bambang Ismawan, mengatakan capaian tersebut menjadi fondasi bagi Perseroan untuk melanjutkan pertumbuhan melalui penguatan bisnis inti serta pengembangan sumber pertumbuhan baru. 

"Memasuki periode dengan kondisi operasional yang lebih kondusif, Perseroan berhasil mendorong pemulihan kinerja produksi sekaligus memperkuat penjualan ekspor, baik secara kuartalan maupun tahunan. Momentum penguatan harga batubara global kami manfaatkan melalui strategi penjualan yang adaptif, disertai program efisiensi untuk menjaga disiplin biaya," ujar Bambang.


* Perkuat Infrastruktur dan Rantai Pasok

Untuk memperkuat bisnis inti, PTBA terus mengembangkan infrastruktur pertambangan dan logistik. Proyek Tanjung Enim–Kramasan menjadi salah satu proyek strategis untuk meningkatkan kapasitas angkutan dan memperkuat sistem logistik serta distribusi batubara Perseroan.

Hingga saat ini, progres proyek Tanjung Enim–Kramasan telah mencapai sekitar 93%. PTBA juga telah memperoleh komitmen pendanaan melalui Term Sheet dengan bank-bank Himbara untuk Senior Term Loan Facility hingga Rp3,56 triliun.

PTBA juga berkomitmen mempercepat realisasi proyek strategis pembangunan fasilitas Coal Handling Facility (CHF) dan Train Loading Station (TLS) 6–7 pada jalur angkutan batubara relasi Tanjung Enim–Kramasan. Pengembangan infrastruktur ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas angkutan dan pemuatan batubara serta mendukung efisiensi rantai pasok.

"Penguatan infrastruktur merupakan bagian dari strategi kami untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing bisnis. Kami terus mempercepat pengembangan proyek Tanjung Enim-Kramasan serta fasilitas CHF dan TLS 6–7 agar sistem logistik batubara semakin terintegrasi dan mampu mendukung kebutuhan pelanggan secara optimal," lanjut Bambang.


* Percepat Hilirisasi dan Diversifikasi

Sejalan dengan transformasi bisnis, PTBA terus mendorong hilirisasi dan diversifikasi untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya sekaligus membangun sumber pertumbuhan baru.

Pada bisnis hilirisasi, PTBA bersama mitra strategis terus mengeksplorasi pengembangan Dimethyl Ether (DME) dan Metanol, termasuk dari sisi teknologi, keekonomian, dan skema bisnis. Perseroan juga tengah mengembangkan Kalium Humat, produk berbasis hasil pengolahan batubara yang berpotensi mendukung sektor pertanian. Saat ini, pilot plant Kalium Humat memiliki kapasitas sekitar 171 ton per tahun, dengan target pengembangan hingga 10.000 ton per tahun.

"Hilirisasi menjadi salah satu fokus kami untuk menciptakan nilai tambah yang lebih besar. Kami melihat potensi yang luas dari sumber daya yang dimiliki PTBA untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah, termasuk DME, Metanol, dan Kalium Humat," jelas Bambang.


* Pengembangan Energi Terbarukan

PTBA juga memperluas portofolio ke sektor energi terbarukan. Salah satunya melalui kerja sama dengan PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) untuk menjajaki pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di lahan pascatambang dan sekitar area operasional PTBA.

Pengembangan PLTS tersebut mencakup berbagai potensi aset dan lokasi yang dimiliki Perseroan, termasuk pemanfaatan lahan pascatambang yang telah direklamasi. Hingga saat ini, total portofolio PLTS PTBA telah mencapai sekitar 1,2 MWp. Kerja sama ini menjadi bagian dari strategi PTBA dalam mengoptimalkan aset, memperkuat portofolio energi terbarukan, mendukung transisi energi, serta menciptakan sumber pertumbuhan baru.

Ke depan, PTBA akan terus mengidentifikasi berbagai potential project di bidang hilirisasi, energi terbarukan, optimalisasi aset dan lahan pascatambang, maupun bidang bisnis potensial lainnya. Setiap proyek dikaji secara selektif dengan mempertimbangkan aspek keekonomian, kesiapan teknologi, kepastian pasar, kebutuhan investasi, serta potensi sinergi dengan bisnis Perseroan.

Bambang menegaskan bahwa bisnis batubara tetap menjadi kekuatan utama PTBA. Di saat yang sama, Perseroan terus mempersiapkan diri menghadapi perubahan lanskap energi dan industri melalui pengembangan portofolio bisnis yang lebih beragam, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan penciptaan nilai.

"Prinsip kami adalah membangun bisnis yang sehat, memiliki prospek jangka panjang, dan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham maupun pemangku kepentingan. Dengan memperkuat bisnis inti sekaligus mengembangkan bisnis baru, kami optimistis PTBA dapat terus tumbuh dan memberikan kontribusi bagi ketahanan energi serta perekonomian nasional," tutup Bambang.(Ril/05)




Share:

Ketua Yayasan Jaya Abadi Resmi Laporkan Kepsek, PIC SMPN 1 & Wartawan Berita Nusantara ke Polres OKU Selatan



OKU Selatan, Portalsriwijaya.com - Perkara dugaan penghentian Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 1 Buay Pemaca Kabupaten OKU Selatan, semakin panas. 

Ketua Yayasan Jaya Abadi Prakarsa, H Junaidi Anwar SE yang membawahi SPPG Desa Sri Menanti resmi melaporkan Kepala Sekolah Sofianto, PIC MBG SMPN 1 Buay Pemaca Amandea dan oknum wartawan bernama Yuni ke Polres OKU Selatan, pada Senin (7/9/2026).

"Yang kami laporkan ada tiga yakni Kepsek SMPN 1 karena diduga menolak program, PIC MBG SMPN 1 karena tidak menindaklanjuti, dan oknum wartawan bernama Yuni karena diduga menyebarkan informasi yang tidak benar dan memprovokasi," tegas Junaidi Anwar ketika diwawancarai.

Oknum wartawan tersebut turut dilaporkan lantaran pemberitaan dan pernyataan oknum Wartawan bernama Yuni tersebut dianggap merugikan nama baik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan menghambat program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Kami keberatan dengan narasi yang dibangun, seolah SPPG yang bermasalah. Padahal kami siap menyalurkan, tapi ditolak sekolah. Ini sudah masuk pencemaran nama baik," tegasnya.

Sementara itu terkait Kepsek dan PIC, SPPG menduga adanya pembiaran dan penolakan program prioritas nasional sehingga 1 bulan siswa tidak mendapatkan distribusi Makan Bergizi Gratis.

Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, Kepsek SMPN 1 Buay Pemaca Sofianto, PIC Amandea dan oknum Wartawan bermana Yuni belum memberikan keterangan resmi. 

Saat dikonfirmasi, Wartawan Berita Nusantara bernama Yuni hanya menjawab singkat jika dirinya bekerja sesuai dengan kode etik jurnalistik san fakta di lapangan. "Saya bekerja sesuai kode etik jurnalistik dan fakta di lapangan," katanya singkat.

Kasat Reskrim Polres OKU Selatan AKP Aston L Sinaga ketika dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut. "Laporan sudah kami terima. Saat ini masih tahap penyelidikan dan pengumpulan keterangan dari para pihak," ujarnya.

Terpisah, Para wali murid SMP Negeri 1 Buay Pemaca berharap kasus ini cepat selesai agar MBG di sekolah tersebut kembali berjalan seperti biasa. "Kami tidak mau ikut campur siapa salah siapa benar. Yang penting anak kami bisa makan di sekolah lagi," kata Delima yang merupakan satu diantara wali murid kepada wartawan.(Tim)

Share:

Kisruh MBG SMPN 1 Buay Pemaca: Kepsek Mangkir Mediasi Sebut Makanan Berulat Padahal Diduga Minta Gaji Tambahan



OKU Selatan, Portalsriwijaya.com – Kisruh penolakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh SMPN 1 Buay Pemaca memasuki babak baru yang semakin meruncing. Rencana mediasi yang digelar hari ini untuk mencari titik terang antara pihak SMPN 1 Buay Pemaca dan SPPG Sri Menanti selaku penyedia, justru berujung buntu.

Alih-alih hadir untuk mengklarifikasi masalah, Kepala SMPN 1 Buay Pemaca yakni Sofiyanto, mangkir dari pertemuan tersebut. Ironisnya, pihak sekolah justru mewakilkan kehadirannya kepada oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) (Anton) dan awak media (Yuni), sebuah langkah yang dinilai mencederai itikad baik penyelesaian masalah.

Ketidakhadiran ini semakin menguatkan dugaan adanya manipulasi fakta dibalik penolakan program MBG tersebut. Sebelumnya, melalui publikasi di media online, Sofiyanto melontarkan tudingan serius yang menyudutkan pihak penyedia. Ia menarasikan bahwa makanan yang dikirimkan tidak layak konsumsi, dengan rincian klaim adanya buah busuk, lauk pauk basi, temuan ulat pada mi ayam, hingga cacing pada ikan lele.

Namun, investigasi dan fakta di lapangan mengungkap narasi yang bertolak belakang. Tudingan dramatis terkait higienitas makanan tersebut diduga kuat hanyalah kedok untuk menutupi motif aslinya. Akar penolakan sesungguhnya disinyalir kuat berasal dari penolakan pihak penyedia atas permintaan di luar nalar dari pihak sekolah. 

Fakta menyebutkan bahwa dewan guru meminta jatah "menu spesial" tersendiri, sementara Person in Charge (PIC) program di sekolah menuntut tambahan gaji khusus dari pihak penyedia makanan.

Menyikapi pemutarbalikan fakta ini, Kepala MBG Sri Menanti, Richo, tidak dapat menyembunyikan kekesalannya. Ia menilai manuver pihak sekolah telah menghancurkan kredibilitas program yang niatnya untuk kebaikan siswa. "Kami sangat kecewa dengan berita yang sangat merugikan dan tidak berdasar tersebut. Tudingan itu murni fitnah yang tidak sesuai dengan fakta operasional kami di lapangan," tegas Richo.

Sikap arogan pihak sekolah yang enggan berdialog secara langsung hari ini akhirnya memicu langkah tegas dari manajemen SPPG Sri Menanti. Merasa dirugikan oleh narasi bohong yang telah beredar luas, pihak yayasan memutuskan untuk menempuh jalur hukum.

Ketua Yayasan SPPG Sri Menanti, H Junaidi, memastikan bahwa kasus ini tidak akan berhenti pada sekadar adu argumen di media. "Dengan adanya kejadian hari ini, di mana pihak sekolah mangkir dan tidak ada titik temu, kami tidak akan tinggal diam. Kami akan segera melaporkan kasus penyebaran berita bohong dan pencemaran nama baik ini ke Polres OKU Selatan," pungkas H Junaidi dengan nada tegas.

Mangkirnya Kepala Sekolah dan ancaman pelaporan pidana ini tentu menjadi preseden buruk bagi tata kelola komunikasi institusi pendidikan di OKU Selatan. Publik kini menanti ketegasan aparat penegak hukum untuk membongkar tuntas siapa yang sebenarnya bermain di balik kisruh program makanan bergizi bagi para siswa ini.(FR86)

Share:

Ketua DPRD Prabumulih Imbau Waspada Karhutla, Warga Jangan Asal Bakar Lahan & Sampah

 


Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Katua DPRD Prabumulih, H Deni Victoria SH MSi mengimbau seluruh masyarakat kota Prabumulih untuk meningkatkan kewaspadaan di musim kemarau panjang yang melanda kota nanas.

Deni meminta masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta tidak membakar sampah yang berpeluang menyebabkan kebakaran makin meluas. 

"Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk waspada dan tidak melakukan pembakaran hutan serta lahan di tengah kondisi cuaca ekstrim dan kemarau sekarang ini," ungkap H Deni Victoria ketika diwawancarai di ruang kerjanya, Jumat (4/9/2026).

Tidak hanya itu, pria yang juga ketua DPD Demokrat kota Prabumulih itu juga mengimbau masyarakat kota Prabumulih tetap menjaga kesehatan dengan memakai masker di tengah kondisi asap yang meningkat akibat kebakaran lahan dan hutan. "Hendaknya warga menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah agar terhindar dari hal tak diinginkan. Selain itu upayakan untuk tidak melakukan aktivitas di luar rumah jika tidak perlu karena kondisi asap saat makin banyak," katanya. 

Lebih lanjut Deni mengatakan, di kota Prabumulih perusahaan perkebunan tidak ada dan kebakaran-kebakaran terjadi saat ini kebanyakan kebun rakyat dan lahan kosong namun jumlahnya tidak sebanyak di daerah-daerah lain. 

"Kebakaran terjadi di Prabumulih kebanyakan huran dan kebun masyarakat, kita berdoa semoga tidak terus terjadi dan kami juga mengimbau warga khususnya perokok agar ketika membuang puntung rokok memarikan sehingga tidak menyebabkan kebakaran," katanya. 

Deni juga mengimbau masyarakat untuk memperhatikan lingkungan sekitar masing-masing, dimana jika ada kejadian kebakaran agar segera melapor ke petugas pemadam kebakaran dari Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) kota Prabumulih. 

"Kalau ada kebakaran diingkungan sekitar segera lapor ke nomor-nomor pengaduan yang telah disebar BPBD sehingga bisa segera ditindaklanjuti dan kebakaran tidak meluas," imbaunya. (Ikb)

Share:

Fenomena Bentilihan Kembali Terjang Danau Ranau OKU Selatan, Ribuan Ikan Keramba Mati Mendadak


OKU Selatan, Portalsriwijaya.com – Fenomena alam yang dikenal masyarakat setempat sebagai "bentilihan" kembali terjadi di perairan Danau Ranau, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Provinsi Sumatera Selatan. Fenomena tersebut menyebabkan ribuan ikan budidaya milik petani keramba mati secara mendadak, pada Minggu (06/09/2026).

Kematian massal ikan ini menjadi pukulan berat bagi para petani keramba. Ribuan ikan dilaporkan mati dalam waktu singkat, bahkan sehari setelah kejadian, bangkai ikan mulai terlihat mengapung dan memenuhi permukaan perairan Danau Ranau.

Salah seorang petani keramba, Zakmi, mengatakan fenomena bentilihan tersebut terjadi pada Sabtu pagi, sekitar pukul 06.00 WIB hingga 09.30 WIB.

Menurut Zakmi, ikan-ikan di keramba mulai mati pada hari yang sama saat fenomena tersebut terjadi. Sementara bangkai ikan kemudian muncul dan terlihat mengapung di permukaan danau pada keesokan harinya.

"Fenomena seperti ini sering terjadi, bahkan bisa setahun sekali. Bentilihan kemarin terjadi dari sekitar pukul 06.00 WIB sampai 09.30 WIB. Ikan-ikan mati pada hari itu juga, kemudian baru muncul ke permukaan sehari setelahnya," ujar Zakmi.

Ia menduga kematian ikan tersebut berkaitan dengan perubahan kondisi air Danau Ranau, termasuk tingkat pH air yang cukup tinggi. Namun demikian, dugaan tersebut masih memerlukan penelitian dan kajian ilmiah lebih lanjut dari instansi terkait. "Diduga karena kondisi pH air yang cukup tinggi, tetapi tentu kami berharap ada penelitian untuk mengetahui penyebab pastinya," katanya.

Untuk mencegah bangkai ikan menimbulkan pencemaran lingkungan dan memperburuk kondisi perairan, para petani keramba berupaya membersihkan ikan-ikan yang mati. Bangkai ikan tersebut kemudian dikemas dan ditenggelamkan ke dasar Danau Ranau.

Langkah itu dilakukan agar ikan-ikan yang telah mati tidak terus mengapung dan mencemari permukaan perairan. Selain itu, bangkai ikan tersebut diharapkan dapat menjadi sumber makanan bagi ikan-ikan yang masih hidup di Danau Ranau.

Fenomena bentilihan sendiri bukan kali pertama terjadi di Danau Ranau. Menurut Zakmi, peristiwa serupa telah berulang dan kerap terjadi hampir setiap tahun, sehingga menjadi kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat yang menggantungkan mata pencaharian dari budidaya ikan keramba.

Di tengah keresahan masyarakat, fenomena bentilihan selama ini dikaitkan dengan perubahan kondisi air dan suhu di dasar Danau Ranau. Sementara sejumlah dugaan yang berkembang di masyarakat, termasuk mengenai panas bumi maupun aktivitas vulkanik, masih membutuhkan pembuktian melalui kajian ilmiah dari pihak berwenang dan para ahli.

Fenomena ini menjadi perhatian serius karena tidak hanya berdampak terhadap ekosistem perairan Danau Ranau, tetapi juga mengancam mata pencaharian para petani keramba.

Para pembudidaya berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan melakukan penelitian untuk mengungkap penyebab pasti kematian massal ikan tersebut. Mereka juga mengharapkan adanya langkah mitigasi dan antisipasi agar fenomena bentilihan tidak terus berulang tanpa solusi.

Bagi masyarakat di sekitar Danau Ranau, bentilihan bukan sekadar fenomena alam. Ketika fenomena itu datang, ribuan ikan mati, kerugian ekonomi kembali menghantam petani keramba, dan pertanyaan mengenai penyebab pasti fenomena tersebut masih belum terjawab. (Red)

Share:

Diduga Kepsek Tolak Program Presiden, 495 Pelajar SMPN 1 Buay Pemaca Distop Terima MBG


OKU Selatan, Portalsriwijaya.com - Penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk para pelajar di SMPN 1 Buay Pemaca Kabupaten OKU Selatan Provinsi Sumatera Selatan, selama 1 bulan lebih menuai keluhan dari wali murid.

Mereka mengaku terbebani karena harus memberi uang jajan tambahan kepada anak setiap hari sekolah. Sejumlah wali murid mengatakan, adanya MBG sangat membantu perekonomian keluarga karena tidak perlu mengeluarkan uang untuk jajan anak lagi.

"Biasanya anak tidak dikasih uang jajan juga sudah kenyang di sekolah. Ada MBG kan lumayan, apalagi gizinya terjamin," kata Melati yang merupakan satu diantara wali murid ketika diwawancarai, Jumat (4/9/2026).

Namun kata Melati akibat penghentian MBG di sekolah anaknya yakni di SMPN 1 Buay Pemaca Kabupaten OKU Selatan kembali harus menambah pengeluaran keluarga dengan memberi anaknya uang jajan. "Tapi sejak satu bulan terakhir ini anak saya harus dikasih uang jajan. Kalau tidak dikasih kasihan, pulang sekolah sudah lapar," lanjutnya.

Hal senada juga disampaikan wali murid lainnya. Dengan kondisi ekonomi saat ini, tambahan uang jajan Rp 5.000 - Rp 10.000 per hari cukup memberatkan. "Kami titip anak ke sekolah. Tolong pak Kepsek, pak Kadis, diperhatikan lagi. Biar anak-anak bisa makan bergizi gratis lagi seperti dulu," harapnya. 

Sementara itu, Kepala SPPG Desa Srimenanti Kecamatan Buay Pemaca M Rico Andika Saputra SH ketika dikonfirmasi membenarkan informasi terkait penghenti distribusi MBG ke SMPN 1 Buay Pemaca Kabupaten OKU Selatan.

"SMPN 1 Buay Pemaca menerima MBG rutin dari 25 feb-31 Juli, namun adanya kendala karena permintaan data penerima manfaat (PM) MBG oleh BGN pusat yang diminta oleh pihak SPPG kepada sekolah tidak dipenuhi, sehingga pihak SPPG memberi teguran kepada sekolah terkait permintaan data," katanya.

Namun pada Senin tanggal 3 Agustus 2026 ketika SPPG mendistribusikan ke SMP 1 justru ditolak oleh PIC dan pihak Sekolah. "Hingga sekarang pihak sekolah sudah kami minta buat surat penolakan dan keterangan, namun sampai sekarang tidak ada kejelasan terkait surat resmi tersebut," jelasnya.

* Diduga Ditolak Kepsek 

Penghentian distribusi MBG ke pelajar SMPN 1 Buay Pemaca diduga sengaja adanya penolakan yang dilakukan oleh oknum Kepala Sekolah yakni Sopianto. 

Namun sayang, hingga berita ini diterbitkan pihak Kepsek belum memberikan keterangan resmi terkait hal itu. Sementara itu, ratusan siswa-siswi SMPN 1 Buay Pemaca harus kembali membawa bekal atau jajan dari rumah akibat tak adanya MBG.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan OKU Selatan, Handoko menanggapi hal itu dengan serius dan menyatakan akan mengkonfirmasi langsung ke pihak sekolah. "Nanti akan kami konfirmasi ke pihak sekolah," katanya ketika dikonfirmasi melalui pesan Whatshap.

Diketahui ada sebanyak 482 pelajar di SMP Negeri 1 Buay Pemaca Kabupaten OKU Selatan. Dengan penolakan tersebut sama halnya pihak sekolah menolak adanya program presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.(Tim)

Share:

Jaga Kepercayaan Nasabah, BRI Prabumulih Hadir Lebih Dekat di Hari Pelanggan Nasional

 


Prabumulih, Portalsriwijaya.com – Hari Pelanggan Nasional (HPN) 2026 menjadi momentum bagi Branch Office BRI Prabumulih untuk mempererat hubungan dengan nasabah. Tidak sekadar memberikan ucapan terima kasih, jajaran BRI Prabumulih turun langsung menyapa nasabah sekaligus memberikan apresiasi berupa gift, Jumat (4/9/2026).

Bagi BRI Prabumulih, peringatan HPN bukan hanya seremoni tahunan. Momen tersebut dimanfaatkan untuk membangun komunikasi yang lebih dekat dengan nasabah, termasuk mendengarkan kebutuhan, pengalaman, serta masukan yang dirasakan langsung selama menggunakan layanan perbankan.

Interaksi tersebut dinilai penting karena pengalaman setiap nasabah tidak selalu sama. Berbagai masukan yang muncul dari komunikasi secara langsung menjadi bahan evaluasi bagi BRI Prabumulih untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan.

Branch Manager BRI BO Prabumulih, R P Rafi Rafsanjani, mengatakan HPN menjadi kesempatan bagi pihaknya untuk memberikan perhatian secara langsung kepada nasabah sekaligus mendengar kebutuhan mereka.


Menurut Rafi, kepercayaan nasabah merupakan bagian penting dalam keberlangsungan layanan perbankan. Karena itu, BRI berupaya menjaga kepercayaan tersebut melalui pelayanan yang semakin baik dan responsif. "Nasabah memberikan kepercayaan kepada kami untuk membantu memenuhi kebutuhan perbankannya. Karena itu, kami ingin menjaga kepercayaan tersebut dengan memberikan pelayanan yang baik dan memperhatikan apa yang disampaikan nasabah kepada kami," ujar Rafi.

Ia menambahkan, komunikasi langsung dengan nasabah memberikan perspektif yang berbeda bagi perusahaan. Masukan yang disampaikan secara langsung dapat menjadi gambaran mengenai pengalaman nasabah ketika berinteraksi dengan layanan BRI.

"Setiap nasabah memiliki kebutuhan dan pengalaman yang berbeda. Dari interaksi seperti ini, kami bisa mendapatkan masukan yang lebih dekat dengan apa yang dirasakan nasabah dan menjadikannya bahan evaluasi untuk pelayanan kami," tutur Rafi.

Menurutnya, apresiasi sederhana seperti pemberian gift juga menjadi bagian dari upaya BRI untuk menunjukkan bahwa keberadaan dan loyalitas nasabah memiliki arti penting bagi perusahaan. Semangat tersebut sejalan dengan makna Hari Pelanggan Nasional yang mendorong pelaku usaha untuk menempatkan pelanggan sebagai bagian penting dalam peningkatan kualitas layanan.

Hari Pelanggan Nasional pertama kali dicetuskan oleh pakar pemasaran Handi Irawan D. pada 2003. Peringatan tersebut kemudian dicanangkan secara resmi pada 4 September 2003 oleh Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri.

Bagi BRI Prabumulih, semangat HPN menjadi pengingat bahwa pelayanan perbankan tidak hanya berkaitan dengan transaksi, tetapi juga tentang membangun kepercayaan dan hubungan jangka panjang dengan nasabah. (05)

Share:

Bupati Abusama Lantik Pejabat Fungsional PNS di Lingkungan Pemkab OKU Selatan



OKU Selatan, Portalsriwijaya.com - Bupati Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS), Abusama, SH., didampingi Wakil Bupati, Ketua DPRD, dan Sekretaris Daerah Melantik dan Mengambil Sumpah Pengangkatan dan Promosi Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil Tahun 2026, serta penyerahan Surat Keputusan Penugasan Kepada Guru sebagai Kepala Sekolah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten OKU Selatan yang dilaksanakan di Ruang Serasan Seandanan Pemkab OKU Selatan, Rabu (02/09/2026) siang.
Dikatakan Bupati bahwa sumpah dan janji yang telah diucapkan ini adalah bukti kesanggupan kepada Tuhan dan negara untuk dapat melaksanakan tugas sesuai perundang-undangan dan peraturan yang berlaku. Tak hanya itu, penugasan sebagai kepala sekolah juga agar dapat dilaksanakn dengan penuh integritas, disiplin dan penuh keteladanan.
Ditambahkan Bupati bahwa pegawai untuk dapat menjawab tuntutan public serta menggeser paradigma negative yang selama ini berkembang di masyarakat. Untuk itu, agar para ASN khususya pejabat agar dapat mampu menjadi figure yang baik dan professional baik di tempat kerja maupun di lingkungan masing-masing.
“Saudara adalah para calon pemimpin di masa yang akan datang, tunjukkan kredibiltas saudara. Dan kami percaya bahwa saudara mampu untuk melaksanakan tugas dan jabatan ini dengan baik sesuai perundang-undangan,” tegasnya.
“Tanamkan bahwa saudara adalah motor penggerak ke arah yang lebih baik,” katanya menambahkan.
Bupati juga menekankan komitmen Pemkab OKU Selatan dalam menerapkan manajemen talenta di Lingkungan Pemkab OKU Selatan. Sehingga manajemen ASN di lingkungan Pemkab OKU Selatan semakin baik.
Dalam laporannya, Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten OKU Selatan, Eva Nirwana, S.IP., MM., menuturkan bahwa PNS yang dilantik yaitu sebanyak 72 orang yang telah memenuhi syarat dan melalui berbagai tahapan.
Kegiatan ini juga bertujuan untuk mewujudkan PNS yang setia dan taat pada Pancasila, UUD 45, Negara dan Pemerintah serta melaksanakan UU yang berlaku.(FR86)
Share:

Pemkab Oku Selatan Gelar Pleno, Cikmas Edison Ditunjuk Pimpin Baznas OKU Selatan



OKU Selatan, Portalsriwijaya.comPemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKU Selatan) melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) menggelar Rapat Pleno Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten OKU Selatan untuk melanjutkan kepengurusan periode 2023–2028, Rabu (2/9/2026).

Rapat pleno yang berlangsung di Ruang Abdi Praja tersebut dipimpin Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda OKU Selatan, Joni Rafles, AP., M.Si., dan dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten OKU Selatan, Kepala Bagian Kesra, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten OKU Selatan, serta jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten OKU Selatan.
Rapat pleno dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas adanya perubahan susunan keanggotaan serta kekosongan sejumlah jabatan dalam kepengurusan BAZNAS Kabupaten OKU Selatan periode 2023–2028.
Dalam penyampaiannya, Kepala Bagian Kesra menjelaskan bahwa terdapat dua posisi anggota yang mengalami kekosongan, masing-masing karena satu anggota meninggal dunia dan satu anggota lainnya mengundurkan diri. Selain itu, terdapat kekosongan pada jabatan Ketua, Wakil Ketua I, dan Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten OKU Selatan.
Kondisi tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui proses musyawarah untuk memastikan keberlangsungan kepengurusan dan pelaksanaan tugas BAZNAS Kabupaten OKU Selatan.
Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Joni Rafles, menyampaikan bahwa rapat pleno tersebut merupakan bagian penting dalam menjaga keberlangsungan roda organisasi BAZNAS sekaligus memastikan pelaksanaan pengelolaan zakat dapat terus berjalan secara optimal.
Ia mengatakan, proses pemilihan juga merupakan tindak lanjut atas penyesuaian keanggotaan BAZNAS berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati OKU Selatan.
Dalam rapat tersebut, Jhon Kaltarasa dan Cikmas Edison ditetapkan sebagai Pengganti Antarwaktu (PAW) untuk mengisi kekosongan dalam susunan keanggotaan BAZNAS Kabupaten OKU Selatan periode 2023–2028.
Selanjutnya, melalui proses musyawarah dan pleno, disepakati susunan pimpinan BAZNAS Kabupaten OKU Selatan untuk melanjutkan kepengurusan periode 2023–2028, yakni:
1. Ketua: Cikmas Edison
2. Wakil Ketua I: Jhon Kaltarasa
3. Wakil Ketua II: Ahmad Tasyri
4. Wakil Ketua III: Januari
5. Wakil Ketua IV: Matnuri
Joni berharap hasil musyawarah tersebut dapat segera ditindaklanjuti melalui proses administrasi dan penetapan tugas serta fungsi masing-masing pimpinan BAZNAS.
“Hasil musyawarah dan kesimpulan rapat ini nantinya segera dilaporkan, sehingga dapat langsung ditindaklanjuti dengan penetapan SK tugas dan fungsi Ketua dan Wakil Ketua BAZNAS yang baru,” ungkapnya.
Dengan terbentuknya susunan pimpinan tersebut, Pemerintah Kabupaten OKU Selatan berharap BAZNAS dapat terus menjalankan peran dan fungsinya secara optimal dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah.
Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya sinergi dan koordinasi antara BAZNAS, pemerintah daerah, Kementerian Agama, MUI, serta seluruh pihak terkait agar pengelolaan zakat dapat dilaksanakan secara amanah, transparan, profesional, dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.
Keberadaan BAZNAS diharapkan semakin mampu memberikan kontribusi nyata dalam membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus mendukung berbagai program kesejahteraan sosial di Kabupaten OKU Selatan.
Rapat pleno berlangsung dalam suasana musyawarah dan kebersamaan hingga menghasilkan kesepakatan susunan pimpinan BAZNAS Kabupaten OKU Selatan untuk melanjutkan periode kepengurusan 2023–2028.
Share:

Bupati OKU Selatan Hadiri Peringatan Hari Kesatuan Gerak Pkk Ke-54 Tahun 2026



OKU Selatan, Portalsriwijaya.comBupati Ogan Komering Ulu Selatan (OKU Selatan), Abusama, S.H., didampingi Wakil Bupati OKU Selatan, Drs. H. Misnadi, M.M., M.Si., hadiri Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Ke-54 Tahun 2026 dengan tema Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045, Rabu (02/09/2026).

Kegiatan ini dihadiri langsung juga Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKU Selatan), Ny. Yohana Yuda Yanti Abusama, S.E., bersama Staf Ahli TP PKK Ny. Sumiyati Misnadi, Sekretaris Daerah Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, H. M. Rahmattullah, S.STP., M.M., Para Ketua Organisasi Wanita, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Kepala BPKAD, Kepala Bapperida, Kadisdik, Kadinkes, Kadin PPPA PPKB, Kadin PMD, Kadin Kominfo, Ketua TP PKK Kecamatan se-Kabupaten OKU Selatan, Ketua TP PKK Desa dan Kelurahan Se-Kabupaten OKU Selatan.
Ketua TP PKK Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Ny. Yohana Yuda Yanti Abusama, S.E., membacakan sambutan Ketua Umum TP PKK Pusat dalam rangka Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Ke-54 Tahun 2026.
Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa peringatan HKG PKK menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen dan semangat seluruh jajaran Tim Penggerak PKK dalam melaksanakan 10 Program Pokok PKK. PKK diharapkan terus menjadi mitra strategis Pemerintah dalam pemberdayaan keluarga dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati OKU Selatan, Abusama, S.H., menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh jajaran Tim Penggerak PKK yang selama ini telah berperan aktif dan memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat di Kabupaten OKU Selatan.
Bupati berharap, melalui momentum Peringatan HKG PKK Ke-54 ini, seluruh jajaran TP PKK dapat terus memperkuat semangat kebersamaan, meningkatkan sinergi dan kolaborasi dengan Pemerintah Daerah serta seluruh pemangku kepentingan dalam menyukseskan 10 Program Pokok PKK.
“PKK memiliki peran yang sangat strategis dalam membangun keluarga dan masyarakat. Melalui peran aktif seluruh kader PKK, kita berharap program-program pemberdayaan keluarga dapat terus berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Bupati.
Bupati juga mengajak seluruh jajaran TP PKK untuk terus berinovasi dan menyesuaikan program kerja dengan kebutuhan masyarakat serta mendukung berbagai program pembangunan daerah dalam rangka mewujudkan masyarakat OKU Selatan yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing. (FR86)
Share:

Gencarkan Pencegahan Karhutla, Kapolres OKU Selatan Gelar Sosialisasi MPA Zona III


OKU Selatan, Portalsriwijaya.com – Kepolisian Daerah Sumatera Selatan melalui Kepolisian Resort (Polres) OKU Selatan terus menggandeng masyarakat untuk memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Langkah preventif tersebut diwujudkan melalui agenda Sosialisasi Masyarakat Peduli Api (MPA) Zona III yang di selenggarakan di Pendopo Desa Sipatuhu Kecamatan Banding Agung Kabupaten OKU Selatan, Selasa (1/9/2026).

Kegiatan sosialisasi dibuka dan dipimpin langsung oleh Kapolres OKU Selatan AKBP I Made Redi Hartana sekitar pukul 09.45 WIB. Forum ini bertujuan meningkatkan kesiap siagaan warga, memperkuat kemampuan deteksi dini, serta menumbuhkan kesadaran kolektif dalam menjaga kawasan hutan dan perkebunan.

Cakupan wilayah MPA Zona III meliputi area hukum tiga kepolisian sektor (polsek) yang membawahi tujuh kecamatan, yaitu Kecamatan Banding Agung, BPR Ranau Tengah, Warkuk Ranau Selatan, Mekakau Ilir, Pulau Beringin, Sungai Are, dan Sindang Danau.

Hadir dalam kegiatan tersebut Asisten III Setda OKU Selatan Fery Wijaya mewakili Bupati, jajaran pejabat utama Polres OKU Selatan, para Kapolsek Zona III, unsur TNI (Koramil), para Camat, Kepala Desa, Lurah, serta perwakilan dinas terkait dari Dinas Pertanian, BPBD, Dinas Damkar dan Dinas Lingkungan Hidup.

Kapolres OKU Selatan AKBP I Made Redi Hartana SIK menegaskan bahwa penanganan karhutla membutuhkan kolaborasi aktif dari seluruh elemen masyarakat. "Pencegahan dan penanggulangan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan Pemerintah maupun aparat keamanan. Keterlibatan masyarakat, terutama yang berada langsung di wilayah rawan, menjadi kunci penting dalam mempercepat deteksi dini dan penanganan awal apabila ditemukan titik api," ujar AKBP Redi.

Ia juga mengimbau warga agar meninggalkan praktik membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar, mengingat dampak buruknya terhadap ekosistem lingkungan, kesehatan, hingga perputaran ekonomi lokal.

Rangkaian acara turut diisi paparan teknis lintas sektoral, mulai dari mitigasi bencana oleh BPBD dan Dinas Damkar, tata kelola ramah lingkungan oleh Dinas Pertanian dan LH, hingga penegakan hukum pidana oleh KBO Reskrim Polres OKU Selatan. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif bersama relawan MPA hingga selesai pukul 12.25 WIB dalam situasi kondusif.

Sementara itu, Kasi Humas Polres OKU Selatan AKP Amir Hamzah SSos MM menegaskan pentingnya peran relawan di tingkat bawah. "Sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran bersama. Kami mengajak peran aktif relawan MPA dan seluruh lapisan warga untuk menjaga lingkungan agar wilayah OKU Selatan terhindar dari potensi bencana karhutla," ujar Amir Hamzah.(FR86)

Share:

Peringati Maulid Nabi 1448 H, Wabup OKU Selatan Ajak Masyarakat Teladani Akhlak Rasulullah



OKU Selatan, Portalsriwijaya.comPemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKU Selatan) memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi di Masjid Agung Al-Muhtadin Muaradua, Selasa (1/9/2026).

Peringatan Maulid Nabi tersebut dihadiri Wakil Bupati OKU Selatan Drs. H. Misnadi, M.M., MSi, Ketua DPRD Kabupaten OKU Selatan Hisdan, S.Ip., Wakil Ketua II DPRD juga selaku Ketua TP PKK Kabupaten OKU Selatan Ny Yohana Yuda Yanti Abusama, Staf Ahli TP PKK Ny Sumiyati Misnadi, Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), Sekretaris Daerah, Para Asisten, Staf Ahli, para kepala OPD, kepala instansi vertikal, para camat, pimpinan BUMN/BUMD, Ketua organisasi wanita, organisasi Islam, organisasi pemuda, pimpinan pondok pesantren, pengurus Masjid Agung Al-Muhtadin, tokoh masyarakat serta undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati OKU Selatan menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan sekaligus meneladani akhlak dan kepribadian Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, Rasulullah SAW merupakan teladan dalam berpikir, bertutur kata maupun bertindak. Sikap santun, jujur, arif, bijaksana serta akhlakul karimah yang dicontohkan Rasulullah hendaknya menjadi pedoman bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan. “Sebagai umat Rasulullah, kita harus menjaga dan menjalankan ajaran Nabi Muhammad SAW secara sungguh-sungguh serta menjadikan pribadi Rasulullah sebagai uswatun hasanah atau teladan yang baik,” ujar Wakil Bupati.
Pada kesempatan tersebut, Wabup juga mengajak seluruh masyarakat untuk melakukan introspeksi diri, sejauh mana nilai-nilai keteladanan Rasulullah telah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, Wakil Bupati turut menyoroti kondisi kemarau yang cukup ekstrem. Cuaca yang terik dan panas berpotensi menyebabkan kekeringan lahan serta meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.
Untuk itu, masyarakat diimbau agar meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati dalam menggunakan maupun membakar bahan-bahan yang mudah terbakar, serta bersama-sama menjaga lingkungan. “Mari kita jaga lingkungan, keamanan, ketertiban dan suasana yang kondusif di Kabupaten OKU Selatan,” ajaknya.

Wabup juga mengajak seluruh masyarakat untuk memanjatkan doa agar hujan segera turun serta Kabupaten OKU Selatan senantiasa diberikan ketenteraman, kedamaian dan dijauhkan dari bala maupun bencana.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati menyampaikan ucapan selamat datang kepada Ustadz Muhammad Thoyibno, SAg, Al-Hafiz dari Palembang yang hadir memberikan tausiyah pada peringatan Maulid Nabi tersebut. Ia berharap ilmu dan nasihat yang disampaikan dapat menjadi penerang dan memberikan manfaat bagi masyarakat, baik dalam kehidupan dunia maupun akhirat.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW, meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta mempererat ukhuwah dan kebersamaan masyarakat di Kabupaten OKU Selatan. (FR86)
Share:


Portalsriwijaya.com

Arsip