Kapolres Prabumulih dan Ketua Bhayangkari Kunjungi Korban Kebakaran, Salurkan Bantuan Sembako


Prabumulih, Portalsriwijaya.com – Sebagai bentuk kepedulian dan empati terhadap masyarakat yang terdampak musibah kebakaran, Kapolres Prabumulih AKBP Gunarto, S.I.K., M.H., M.Tr. Mil., bersama Ketua Bhayangkari Cabang Prabumulih Indah Gunarto, melaksanakan kunjungan kepada korban kebakaran di wilayah Kota Prabumulih.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa, 29 September 2026, sekira pukul 13.50 WIB, bertempat di Jalan Yusuf Wahid, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih. Kunjungan ini menjadi wujud nyata kepedulian jajaran Polres Prabumulih bersama Bhayangkari terhadap warga yang sedang menghadapi musibah.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Prabumulih didampingi Wakapolres Prabumulih Kompol Idham HS., S.E., M.M., Kasat Lantas Polres Prabumulih AKP Marlina, S.H., M.Si., Kasat Intelkam Polres Prabumulih Iptu Kiki HK, S.Sos., Kasat Narkoba Polres Prabumulih Iptu Fitrawadi, S.H., serta Kapolsek Prabumulih Timur Iptu Ulta Deanto, S.H., M.H.

Turut hadir Ketua Bhayangkari Cabang Prabumulih Indah Gunarto bersama para pengurus Bhayangkari Cabang Prabumulih. Kehadiran rombongan tersebut sekaligus menunjukkan sinergi antara Polri dan Bhayangkari dalam memberikan perhatian serta dukungan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Dalam kesempatan itu, Kapolres Prabumulih bersama Ketua Bhayangkari menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako kepada korban kebakaran, yakni Mario Prakis dan Berli Helem. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari para korban pascamusibah.

Kapolres Prabumulih AKBP Gunarto, S.I.K., M.H., M.Tr. Mil., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya warga yang sedang mengalami musibah.

“Kami turut prihatin atas musibah kebakaran yang dialami oleh masyarakat. Kunjungan ini merupakan bentuk kepedulian dan empati kami dari Polres Prabumulih bersama Bhayangkari. Semoga bantuan yang diberikan dapat sedikit meringankan beban dan membantu kebutuhan sehari-hari para korban,” ujar AKBP Gunarto.

Kapolres juga menyampaikan bahwa kehadiran personel Polri di tengah masyarakat tidak hanya dalam pelaksanaan tugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membangun kedekatan serta memberikan dukungan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Polri akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat, terutama ketika masyarakat menghadapi situasi sulit. Kami berharap para korban tetap kuat dan tabah dalam menghadapi cobaan ini serta dapat segera bangkit dan menjalani aktivitas kembali,” tambahnya.

Selain menyerahkan bantuan, kunjungan tersebut juga dimanfaatkan untuk berkomunikasi secara langsung dengan para korban. Kapolres bersama rombongan menyampaikan dukungan moril dan memberikan semangat kepada korban agar tetap tabah dalam menghadapi dampak dari musibah yang terjadi.

Kegiatan sosial tersebut merupakan bagian dari komitmen Polres Prabumulih untuk terus membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan terjalin rasa kebersamaan dan kepedulian antara Polri, Bhayangkari, serta masyarakat Kota Prabumulih.

Polres Prabumulih juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi yang dapat menimbulkan kebakaran, baik di lingkungan rumah maupun tempat lainnya. Keselamatan dan pencegahan menjadi tanggung jawab bersama sehingga kejadian serupa dapat diminimalkan.

Kegiatan kunjungan dan penyerahan bantuan kepada korban kebakaran tersebut selesai sekira pukul 14.30 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan dengan aman, tertib, kondusif, dan terkendali.(Ikb)

Share:

Belasan Warga Prabumulih Datangi Subdenpom, Laporkan Oknum TNI Dugaan Bisnis BBM Ilegal

 



Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Belasan warga Jalan Arimbi RT 02 RW 02 Kelurahan Arimbi Jaya Kecamatan Prabumulih Timur kota Prabumulih, mendatangi markas Subdenpom Prabumulih, pada Selasa (29/9/2026).

Kedatangan belasan warga itu untuk melaporkan seorang oknum anggota TNI berinisial DN yang diduga menjadikan rumahnya sebagai gudang minyak ilegal. Pelaporan itu merupakan buntut dari kejadian kebakaran rumah warga dan oknum TNI tersebut pada Rabu (19/8/2026) malam.

Atas kejadian kebakaran itu, selain rumah DN, rumah terangganya bernama Meriska Sari ikut dilalap si jago merah. Namun bukannya memberikan ganti rugi, oknum tersebut justru melaporkan Meriska dan keluarga ke Polres Prabumulih dengan sangkaan melakukan pemerasan. Tak terima dengan hal itu, Meriska bersama sang sumai dan belasan warga yang menjadi saksi lalu mendatangi Subdenpom dan melaporkan oknum TNI tersebut atas tuduhan melakukan penimbunan BBM Ilegal.

"Kami datang ke Subdenpom Prabumulih tujuannya melapor agar dugaan penimbunan BBM ilegal oleh oknum berinisial DN bisa diusut tuntas," ungkap Meriska ketika diwawancarai di depan gedung Subdenpom Prabumulih.

Meriska mengatakan, pihaknya terpaksa melapor karena tidak ada titik tengah dan ingkar janji atas kerusakan rumah pihaknya uang terbakar akan diganti rugi namun tak kunjung ada ganti rugi. "Rumah kami akibat kejadian kebakaran itu rusak parah, ada barang hilang, barang terbakar dan rusak. Saya datang melapor ditemani warga yang jadi saksi," katanya.

Lebih lanjut Meriska mengaku, oknum DN pasca kejadian kebakaran mendatangi dirinya bersama keluarga dan sempat menjanjikan akan mengganti barang rusak dan hangus akubat kebakaran. "Kalau masalah nomoinal dalam perjanjian tertulis kerusakan mencapai Rp 63 juta, namun sempat musyawarah yang rusak akan dibenahi yang parah akan diganti, termasuk atap dibeneri oleh oknum itu namun masih bocor, janji juga biaya pengobatan suami yang kecelakaan akibat kebakaran," lanjutnya.

Meriska mengaku pihaknya justru bingung lantaran oknum justru melaporkan keluarganya ke Polres atas dugaan pemerasan, padahal semua dimusyawarahkan dan yang bersangkutan tidak memenuhi janji. "Makanya kami minta agar gudang ilegal ini diusut, karena kebakaran akibat adanya itu," tegasnya.

Hal yang sama disampaikan, Jasman yang merupakan saksi dalam pelaporan tersebut. Menurut Jasman, dirinya dipanggil sebagai saksi telah menjelaskan jika titik awal kebakaran bukan rumah namun gudang penyimpanan BBM jenis solar. "Jadi yang terbakar punya DN itu bukan rumah tapi gudang penyimpanan BBM, gudang itu berada di samping rumah DN. Sedangkan rumah Meriska di belakang, rumah saya 30 meter dari lokasi, saya jelas melihat itu gudang," tegasnya.

Jasman menuturkan, gudang diduga BBM ilegal itu baru beroperasi sekitar 4 sampai 5 tahun lalu dan dirinya memastikan itu gudang BBM jenis solar lantaran saat kejadian ada mobil kabur dan meninggalkan tumpahan solar di jalan. "Saya tau penimbunan solar itu saat kejadian kebakaran karena banyak drum, saya bukan liat lagi saat kejadian tapi saya ikut memadamkan api saat kebakaran. Api dimatikan pakai air justru tidak mati, asli itu BBM solar," katanya.

Namun sayang, media ini belum mendapatkan konfirmasi ke Komandan Subdenpom Prabumulih, Lettu A Yanuarrahman SH terkait laporan itu. Menurut para anggota menyebutkan jika yang bersangkutan sedang menjalani ibadah umroh dan belum ada pihak yang dapat dimintai tanggapan. (05)

Share:

Resto REDDOG Beroperasi, Kelengkapan NIB dan IPAL Dipertanyakan, Pemkot Prabumulih Turun Tangan



Prabumulih, Portalsriwijaya.com – Resto REDDOG yang berada di wilayah Kelurahan Muara Dua Barat, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih, menjadi perhatian pemerintah setempat setelah ditemukan sejumlah dokumen administrasi dan perizinan yang disebut belum lengkap.

Pemerintah Kelurahan Muara Dua Barat bahkan telah melayangkan surat teguran kepada manajemen Resto REDDOG pada 25 September 2026. Surat tersebut diterbitkan berdasarkan hasil pemeriksaan dokumen dan pengecekan lapangan yang dilakukan pada 24 September 2026, dengan didampingi pihak Kecamatan Prabumulih Timur.

Lurah Muara Dua Barat, Asni Novita, SE dalam surat tersebut menyampaikan sejumlah hal yang perlu segera ditindaklanjuti pihak pengelola.

Di antaranya terkait Nomor Induk Berusaha (NIB) yang berdasarkan hasil pemeriksaan disebut belum tercantum dan/atau belum terdapat kegiatan perizinan berusaha berbasis risiko di Kota Prabumulih.

Selain itu, pihak kelurahan juga mencatat adanya persoalan terkait legalitas dan perizinan usaha yang dinilai belum terpenuhi. Persoalan lainnya menyangkut Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Berdasarkan hasil pemeriksaan, IPAL disebut belum memiliki perizinan dan belum dilakukan pemeriksaan oleh pihak terkait. Atas temuan tersebut, Kelurahan Muara Dua Barat meminta pihak manajemen segera memenuhi seluruh persyaratan dan perizinan sebelum kegiatan operasional berjalan.

“Kami berharap pihak manajemen Resto REDDOG agar segera memenuhi semua persyaratan/perizinan sebelum mulai beroperasional. Apabila persyaratan/perizinan tersebut belum terpenuhi, maka akan dilakukan tindak lanjut oleh dinas-dinas terkait,” demikian inti penegasan dalam surat tersebut.

Terpisah, Camat Prabumulih Timur, Reni Saputra, SH, membenarkan adanya persoalan terkait kelengkapan perizinan Resto REDDOG. “Benar, mereka belum melengkapi izin-izin yang ada,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Menurutnya, pihak kecamatan masih memberikan kesempatan kepada pengelola untuk menunjukkan iktikad baik dalam melengkapi legalitas usahanya. “Akan kita tindak tegas untuk satu minggu ini,” katanya.

Reni menegaskan, pemerintah tidak bermaksud menghambat investasi di Kota Prabumulih. Namun, setiap usaha yang beroperasi tetap harus memenuhi ketentuan legalitas dan perizinan. “Untuk satu minggu ini kita tunggu iktikad baik mereka. Kita tidak melarang untuk berinvestasi di Prabumulih, tapi legalitas harus jelas,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kota Prabumulih, Arif Suhardiman, SH, MM, mengatakan pihaknya akan melakukan pengecekan terlebih dahulu terkait status perizinan Resto REDDOG. “Kita cek di OSS terlebih dahulu besok,” ujar Arif singkat.

Pengecekan tersebut diperlukan untuk memastikan status perizinan usaha yang tercatat dalam sistem Online Single Submission (OSS).

Sementara itu, Kasatpol PP Kota Prabumulih, M Nasir, SH, mengatakan pihaknya telah memonitor persoalan tersebut. “Akan kita berikan teguran, suratnya sudah saya perintahkan dibuat,” katanya.

Langkah tersebut menunjukkan persoalan legalitas Resto REDDOG kini menjadi perhatian sejumlah unsur pemerintah daerah, mulai dari kelurahan, kecamatan, DPMPTSP hingga Satpol PP.

Untuk menjaga keberimbangan pemberitaan, awak media juga telah berupaya meminta klarifikasi kepada pihak Resto REDDOG terkait persoalan perizinan tersebut.

Heru, wartawan media online di Prabumulih, mengaku mendapatkan respons yang dinilai kurang baik ketika melakukan konfirmasi kepada pihak manajemen. Menurut Heru, saat dikonfirmasi, pihak manajemen REDDOG menyampaikan bahwa persoalan tersebut tidak ada kaitannya dengan media.

Awak media juga telah berupaya menghubungi Manager REDDOG melalui pesan WhatsApp untuk meminta penjelasan mengenai status NIB, legalitas usaha, perizinan operasional maupun IPAL. Namun hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh tanggapan resmi dari pihak manajemen Resto REDDOG.

Dengan adanya surat teguran dari kelurahan serta langkah lanjutan yang disiapkan kecamatan dan Satpol PP, publik kini menunggu tindak lanjut manajemen Resto REDDOG dalam melengkapi legalitas dan perizinan usahanya.(Ril/Ikb)

Share:

Perkuat Nilai Kebangsaan, Giri Ramanda Kiemas Sosialisasikan 4 Pilar di Prabumulih


Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Anggota MPR RI, Dr HM Giri Ramanda N Kiemas SE MM melaksanakan kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, pada Minggu (27/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya untuk terus memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat. Sosialisasi 4 Pilar mencakup Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta Bhinneka Tunggal Ika.

Dalam penyampaiannya, Giri Ramanda menekankan bahwa 4 Pilar Kebangsaan tidak hanya perlu dipahami sebagai konsep bernegara, tetapi juga harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai tersebut menjadi landasan penting dalam menjaga persatuan, memperkuat kehidupan demokrasi serta membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis.

Menurut Giri, keberagaman yang dimiliki Indonesia merupakan kekuatan yang harus terus dijaga. Perbedaan suku, agama, budaya, bahasa, maupun latar belakang sosial tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan, melainkan menjadi bagian dari kekayaan bangsa dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.

Giri Ramanda juga mengajak masyarakat Prabumulih untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam menyikapi berbagai persoalan sosial dan perkembangan zaman. Menurut Giri, tantangan kebangsaan saat ini tidak hanya berasal dari persoalan politik dan ekonomi, tetapi juga dari derasnya arus informasi, perkembangan teknologi serta potensi penyebaran informasi yang tidak benar di ruang digital.

"Pemahaman terhadap 4 Pilar Kebangsaan harus terus kita perkuat. Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar materi yang disampaikan dalam sosialisasi, tetapi harus menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara," ujar Giri Ramanda.

Suami anggota DPRD Sumsel Ayu Nur Suri SE MM ini menjelaskan, masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga persatuan dan ketertiban sosial. Karena itu, pendidikan kebangsaan perlu dilakukan secara berkelanjutan dan menjangkau berbagai lapisan masyarakat, termasuk generasi muda.

Melalui kegiatan tersebut, Giri Ramanda berharap pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai kebangsaan semakin kuat sehingga dapat menjadi modal sosial dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.

Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Kota Prabumulih tersebut sekaligus menjadi ruang dialog antara wakil rakyat dengan masyarakat untuk menyerap pandangan serta memperkuat kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.(jn)

Share:

Diduga Proyek Siluman, Pembangunan Parit di Pasar Tengah Muaradua Tanpa Papan Nama



OKU Selatan, Portalsriwijaya.com - Proyek lembangunan parit atau drainase di Jalan Pasar Tengah Kecamatan Muaradua Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan Provinsi Sumatera Selatan, menuai sorotan tajam. 

Pasalnya, pengerjaan proyek ini diduga kuat sebagai proyek siluman karena tidak memasang papan informasi resmi di lokasi kegiatan terkait perusahaan pengerja, jumlah anggaran dan berapa lama masa kerja proyek.

Tidak hanya itu, tidak adanya papan nama tersebut juga membuat masyarakat tidak dapat mengetahui, asal muasal dana apakah bersumber dari APBN atau APBD. Kondisi ini jelas bertentangan dengan prinsip transparansi anggaran publik.

Praktik pengabaian papan nama proyek ini mengangkangi sejumlah regulasi penting, di antaranya:

* Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP)

* Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi

* Peraturan Menteri Pekerjaan Umum (Permen PU) terkait standar operasional pelaksanaan pekerjaan fisik.


Baca Juga : Memilukan ! Pelajar di OKU Selatan Nekat Naik Atap Angkot Datang ke Sekolah, Warga Minta Pemerintah Peduli


Parahnya, warga menilai papan nama diduga hanya akan dipasang untuk keperluan atau kepentingan foto untuk dilampirkan di penagihan atau pencairan proyek saja namun tidak untuk diketahui publik.

Warga setempat berinisial H membenarkan bahwa sejak awal pengerjaan dimulai hingga saat ini, tidak pernah ada papan nama yang terpasang di area lokasi. 

"Dari awal mulai pembangunan parit ini sampai sekarang, tidak pernah kelihatan papan nama keterangannya," ujar H saat memberikan keterangan.

Dugaan kian menguat setelah tim media berusaha melakukan konfirmasi dengan mendatangi kediaman oknum pemborong yang disinyalir menggarap proyek tersebut, yakni seorang kontraktor berinisial A. Namun, yang bersangkutan enggan menemui awak media dan seolah menghindar dari kroscek publik.

Sikap tertutup dari pihak pelaksana serta tidak adanya keterbukaan informasi ini memicu desakan warga agar Aparat Penegak Hukum (APH) segera turun tangan. APH diharapkan dapat melakukan penelusuran, memeriksa keabsahan izin, serta mengusut tuntas potensi pelanggaran hukum atau indikasi penyimpangan anggaran pada proyek parit tersebut.

Hingga berita ini dinaikkan belum ada keterangan dari pihak Dinas PUPR Kabupaten OKU Selatan maupun pihak pengerja proyek. (FR86)

Share:

DPRD Prabumulih Sepakat KUA PPAS APBD Perubahan kota Prabumulih Bertambah Rp 81 Miliar



Prabumulih, Portalsriwijaya.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Prabumulih bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih menandatangai kesepakatan bersama tentang Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Perubahan dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan Kota Prabumulih Tahun Anggaran 2026.

Kesepakatan tersebut ditetapkan dalam Rapat Paripurna DPRD Prabumulih dipimpin Ketua DPRD H Deni Victoria SH MSi dsn wakil-wakil yakni Aryono dan Ir H Dipe Anom di Ruang Rapat DPRD Kota Prabumulih, Rabu (23/9/2026).

Paripurna yang dihadiri Walikota Prabumulih H Arlan dan Wakil Walikota Franky Nasril SKom Mm itu lebih dulu mendengarkan laporan hasil kerja Badan Anggaran (Banggar) yang dibacakan langsung oleh Wakil Badan Anggaran DPRD Kota Prabumulih, Hartono Hamid.

Dalam laporannya dari hasil pembahasan, diketahui total APBD induk Kota Prabumulih Tahun Anggaran 2026 tercatat sebesar Rp1.065.665.634.782 dan mengalami perubahan menjadi Rp1.147.048.824.072 di APBD Perubahan 2026. Dengan demikian, terdapat penambahan anggaran sebesar Rp81.383.189.290 dibandingkan dengan APBD induk 2026.

"Terdapat pebambahan total anggaran dalam Rancangan APBD Perubahan Kota Prabumulih 2026 yakni sebesar Rp 81.383.189.290," ungkap Hartono Hamid saat membacakan laporan hasil pembahasan Banggar DPRD Kota Prabumulih.

Hartono menjelaskan, dalam pembahasan KUA Perubahan dan PPAS Perubahan tersebut, Banggar DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) melakukan pembahasan terhadap berbagai komponen anggaran.

Pembahasan tersebut mencakup kebutuhan anggaran pada masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Prabumulih. Dari hasil pembahasan, terdapat sejumlah OPD yang mengalami kenaikan anggaran. Namun, di sisi lain terdapat pula OPD yang mengalami penurunan anggaran setelah dilakukan penyesuaian dalam APBD Perubahan 2026. "Perubahan alokasi anggaran tersebut merupakan bagian dari proses penyesuaian APBD dengan kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan program pembangunan daerah," lanjutnya. 

Setelah laporan Banggar disampaikan, rapat dilanjutkan dengan pengambilan keputusan terhadap KUA Perubahan dan PPAS Perubahan Kota Prabumulih Tahun Anggaran 2026. Persetujuan tersebut kemudian dituangkan melalui penandatanganan nota kesepakatan bersama antara Pemerintah Kota Prabumulih dan DPRD Kota Prabumulih.

Ketua DPRD Kota Prabumulih, H Deni Victoria SH MSi mengungkapkan, KUA dan PPAS Perubahan 2026 beserta plafon anggaran perubahan telah mendapatkan persetujuan dalam rapat paripurna. "Persetujuan KUA dan PPAS Perubahan menjadi salah satu tahapan penting dalam proses penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Kota Prabumulih Tahun Anggaran 2026," ujar Deni dalam paripurna itu. (Ikb)

Share:

Memilukan ! Pelajar di OKU Selatan Nekat Naik Atap Angkot Datang ke Sekolah, Warga Minta Pemerintah Peduli



OKU Selatan, Portalsriwijaya.com - Sebuah video yang memperlihatkan aksi nekat sejumlah siswa-siswi SMP Cokro Muaradua menaiki atap angkutan kota (angkot) viral di media sosial. Aksi berbahaya di trayek Muaradua - Tanjung Beringin (TJB) ini langsung memicu sorotan tajam dari warga dan pengguna jalan. 

Bukannya geram karena kenakalan remaja, masyarakat justru iba. Warga mengungkapkan bahwa para pelajar tersebut terpaksa bertaruh nyawa di atas kap mobil karena keterbatasan armada angkutan umum di wilayah mereka. 

"Angkot sedikit, jamnya tidak tentu, isinya penuh. Anak-anak takut terlambat sekolah. Jadi terpaksa naik di atap. Mohon perhatian pemerintah," ujar salah satu orang tua siswa asal Tanjung Beringin kepada wartawan, Rabu (23/9/2026). 

Kondisi overload ini rutin terjadi setiap hari pada jam-jam krusial, yakni saat berangkat sekolah pukul 06.30 WIB dan jam pulang sekolah sekitar pukul 13.00-14.00 WIB. Karena jumlah mobil yang terbatas, banyak siswa yang kerap tertinggal jika tidak nekat memanjat ke atas atap angkot. 

Salah satu siswa yang kedapatan duduk di atas kabin angkot mengaku sebenarnya merasa takut. Namun, ia merasa tidak memiliki opsi lain agar bisa sampai ke sekolah.  "Tidak ada pilihan, Pak. Mau bagaimana lagi, terpaksa kami di pucuk (atas) atap, Pak," kata siswa tersebut saat ditanya wartawan Portal Sriwijaya. 


* Bayar Rp 12 Ribu Sehari dan Harapan Angkot Gratis 

Beban para siswa ini tidak hanya soal keselamatan, tetapi juga biaya. Untuk bisa pulang-pergi sekolah dengan bertaruh nyawa seperti itu, mereka harus merogoh kocek yang tidak sedikit. "Kami bayar Rp 12.000 setiap hari, Pak," ungkap seorang siswi dengan nada lesu. 

Kondisi miris ini membuat masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKU Selatan, khususnya Dinas Perhubungan dan Dinas Pendidikan, segera turun tangan. Warga berharap pemerintah memfasilitasi angkot khusus pelajar yang aman, layak, dan terjangkau. 


Ada tiga poin utama yang diharapkan warga, yaitu: 

* Penambahan armada angkot sekolah pada jam sibuk pagi dan siang hari.

* Adanya subsidi atau program angkot gratis untuk pelajar seperti di daerah lain.

* Penyediaan angkot khusus pelajar yang aman, sehingga tidak ada lagi anak yang duduk di atap atau bergelantungan di pintu.

"Kami tidak minta yang mewah. Yang penting anak kami bisa berangkat dan pulang sekolah dengan selamat, tepat waktu, dan ongkos murah," tegas salah seorang wali murid. 


* DPRD dan Dishub Diminta Jangan Tutup Mata  

Desakan juga datang dari tokoh masyarakat setempat. Ditegaskan bahwa DPRD dan Dinas Perhubungan OKU Selatan harus segera meninjau langsung kondisi riil di lapangan sebelum jatuh korban jiwa. 

"Ini soal keselamatan generasi kita. Kalau dibiarkan naik atap, jatuh bisa fatal. Pemerintah harus hadir. Jangan tunggu ada korban baru bergerak. Fasilitasi angkot untuk anak sekolah sekarang," pungkas tokoh masyarakat tersebut. 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi ataupun respons dari pihak Dinas Perhubungan OKU Selatan terkait keluhan warga dan aksi viral para pelajar ini. Di sisi lain, harapan besar agar nasib mereka diperhatikan tersirat dari celetukan polos para siswa saat ditemui di depan gerbang SMP Cokro Muaradua. "Tolong diposting ya, Pak. Biar viral dan mobil kami pacak (bisa) bagus juga," harap salah seorang siswi penuh harap.(Tim)

Share:

SMSI Sumsel Lantik Pengurus 8 Kabupaten/Kota Masa Bakti 2026-2029


Palembang, Portalsriwijaya.com - Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Sumatera Selatan melantik pengurus SMSI di delapan kabupaten/kota untuk masa bakti 2026-2029. Pelantikan berlangsung di Hotel OPA, Senin (21/9/2026) malam.

Delapan kepengurusan yang dilantik masing-masing Ketua, Sekretaris dan Bendahara SMSI Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Muara Enim, Empat Lawang, Musi Banyuasin, Ogan Komering Ulu (OKU), OKU Timur, OKU Selatan, serta Kota Lubuklinggau.

Pelantikan tersebut dihadiri jajaran pemerintah daerah, Dewan Penasihat dan pengurus SMSI Sumsel, pengurus SMSI kabupaten/kota, serta sejumlah organisasi perusahaan media dan organisasi wartawan.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati OKU Selatan, Drs. H. Misnadi, M.M., M.Si, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus SMSI yang baru dilantik. Ia menilai pelantikan bukan sekadar seremoni organisasi, tetapi menjadi amanah dan tanggung jawab besar bagi para pengurus dalam menjalankan tugas sebagai insan media.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital dan media sosial membuat arus informasi semakin cepat menjangkau masyarakat, tidak hanya di perkotaan tetapi juga hingga pelosok desa, kawasan perkebunan dan pegunungan.

Karena itu, keberadaan media yang profesional dinilai penting untuk menghadirkan informasi yang benar sekaligus membantu masyarakat membedakan informasi yang valid dengan berita bohong dan misinformasi.

Ia juga mengajak SMSI di seluruh kabupaten/kota untuk membangun komunikasi dan koordinasi yang baik dengan pemerintah daerah. "Jadikan SMSI sebagai mitra yang baik bagi pemerintah kabupaten dan kota. Bangun komunikasi dan koordinasi yang baik untuk bersama-sama memberikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat,"  ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sumatera Selatan, Rika Efianti, S.E., M.M, yang mewakili Gubernur Sumsel, menyampaikan apresiasi atas pelantikan pengurus SMSI delapan kabupaten/kota tersebut.

Ia mengatakan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berharap SMSI terus bersinergi dengan pemerintah dalam menyampaikan informasi yang akurat serta menangkal hoaks dan misinformasi.

“Kami sangat percaya dan yakin bahwa SMSI ke depan dapat terus bersinergi dan bersama-sama dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota untuk menyebarkan informasi yang benar serta menangkal hoaks dan misinformasi,” ujarnya.

Rika Efianti, juga menegaskan pentingnya kebersamaan sebagai fondasi organisasi agar SMSI dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat Sumatera Selatan.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua SMSI Sumatera Selatan Jon Heri menjelaskan bahwa SMSI didirikan pada 2017 sebagai wadah perusahaan media siber sekaligus mendorong profesionalisme media online di Indonesia.

Menurutnya, perkembangan media siber harus diiringi dengan tanggung jawab dalam menghasilkan pemberitaan yang akurat, berimbang dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia mengingatkan para pengurus dan wartawan SMSI agar selalu mengedepankan kode etik jurnalistik, melakukan konfirmasi terhadap pihak terkait serta tidak membuat pemberitaan berdasarkan asumsi.

“Berita harus benar. Kalau ada dugaan terhadap seseorang atau suatu persoalan, harus ada konfirmasi. Jangan sampai berita yang dibuat tidak berimbang,” tegasnya.

Jon Heri juga menyampaikan bahwa SMSI Sumsel terus mendorong peningkatan kompetensi wartawan melalui berbagai kegiatan, termasuk uji kompetensi wartawan, sehingga profesionalisme dan kualitas jurnalistik dapat terus ditingkatkan.

Selain itu, SMSI Sumsel mendorong peran media dalam mengawal pembangunan desa. Media diharapkan tidak hanya memberitakan persoalan, tetapi juga menyampaikan potensi, program pembangunan dan berbagai kegiatan positif yang dilakukan pemerintah desa kepada masyarakat.

Ia meminta seluruh pengurus SMSI kabupaten/kota yang baru dilantik menjaga kekompakan dan membangun sinergi dengan berbagai pihak. “Setelah kembali ke daerah masing-masing, saya berharap seluruh pengurus tetap kompak. Bangun komunikasi yang baik dan jalankan organisasi sesuai aturan,” pesan Jon Heri. 

Pelantikan delapan pengurus SMSI kabupaten/kota ini diharapkan semakin memperkuat jaringan organisasi media siber di Sumatera Selatan sekaligus mendorong terwujudnya ekosistem pers yang profesional, bertanggung jawab dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (Ril)

Share:

PTBA Raih Dua Penghargaan Katadata ESG Insight Award 2026


Jakarta, Portalsriwijaya.com - PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID, meraih dua penghargaan dalam ajang Katadata ESG PTBA Raih Dua Penghargaan Katadata ESG Insight Award 2026 (KESGI) Award 2026 yang berlangsung di Sudirman Hall, Sequis Tower, Jakarta, Kamis (17/9/2026).

PTBA menerima apresiasi pada Pilar ESG atas kinerja unggul dalam pengelolaan emisi dan tata kelola dekarbonisasi jangka panjang. Perseroan juga memperoleh penghargaan pada Pilar Lingkungan atas kinerja lingkungan melalui elektrifikasi armada serta pengembangan teknologi Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS).

Corporate Secretary Division Head PTBA, Eko Prayitno, mengatakan apresiasi tersebut mencerminkan upaya perseroan dalam mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola ke dalam kegiatan usaha.

“Apresiasi ini menjadi motivasi bagi PTBA untuk semakin memperkuat penerapan prinsip ESG dalam menjalankan kegiatan usaha. Kami berupaya menjaga keseimbangan antara kinerja operasional, pengelolaan lingkungan, tata kelola yang baik, serta penciptaan manfaat bagi masyarakat dan pemangku kepentingan,” ujar Eko.

Menurut Eko, transformasi perusahaan diarahkan untuk menciptakan pertumbuhan bernilai tambah dengan tetap memperhatikan keberlanjutan jangka panjang. “Bagi PTBA, keberlanjutan merupakan bagian dari transformasi perusahaan. Langkah ini diwujudkan melalui peningkatan efisiensi, inovasi teknologi, pengurangan emisi, serta penguatan tata kelola untuk mendukung perjalanan menuju target Net Zero Emission,” tambahnya.

Sementara itu, Sustainability Division Head PTBA, Dedy Saptaria Rosa, menjelaskan bahwa pengelolaan aspek lingkungan dilakukan melalui berbagai inisiatif yang terintegrasi dengan operasional perusahaan.

“Kami mengembangkan berbagai langkah untuk meningkatkan kinerja lingkungan dan menurunkan emisi, antara lain melalui elektrifikasi peralatan tambang dan pengembangan teknologi rendah emisi. Implementasinya dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan teknologi, efektivitas, serta kontribusinya terhadap sasaran dekarbonisasi perusahaan,” kata Dedy.

Dedy menambahkan, pencapaian sasaran tersebut juga membutuhkan tata kelola yang terukur, mulai dari perencanaan hingga evaluasi kinerja. “Pengelolaan ESG membutuhkan konsistensi dan tata kelola yang kuat. Karena itu, kami memperkuat proses perencanaan, pengukuran, serta evaluasi agar setiap inisiatif memberikan hasil yang terukur bagi perusahaan dan lingkungan,” ujarnya.

KESGI Award 2026 merupakan bagian dari rangkaian Katadata Sustainability Action for The Future Economy (SAFE) 2026, flagship event Katadata di bidang keberlanjutan. Memasuki tahun ketujuh penyelenggaraan, Katadata SAFE 2026 mengangkat tema “The Green Changer”. Forum ini menjadi wadah bagi perusahaan, pemangku kebijakan, masyarakat sipil, dan akademisi untuk bertukar gagasan serta membahas berbagai perkembangan dan praktik keberlanjutan. (05)

Share:

SMA Negeri 1 Prabumulih Ukir Prestasi, Tim Dance Raih 3rd Place Aqua DBL Dance 2026



Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Prestasi membanggakan ditorehkan oleh SMA Negeri 1 Prabumulih melalui tim dance. Tim dance SMA Negeri 1 Prabumulih berhasil meraih 3rd Place atau Juara 3 dalam ajang Aqua DBL Dance 2026.

Pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang dijalani para anggota tim. Berbagai latihan intensif, rasa lelah, tantangan, serta dinamika selama masa persiapan menjadi bagian dari perjalanan hingga akhirnya mereka mampu membawa nama SMA Negeri 1 Prabumulih ke atas podium.

Bagi tim dance, raihan Juara 3 bukan sekadar pencapaian dalam sebuah kompetisi. Prestasi tersebut menjadi bukti atas kerja keras, kekompakan, keberanian dan semangat para anggota untuk memberikan penampilan terbaik hingga akhir.

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari peran pelatih Rahmad Wahyudi, yang secara konsisten memberikan arahan, melatih dan membimbing para anggota tim selama proses persiapan menghadapi kompetisi.

Dukungan juga diberikan oleh para guru pendamping yakni Jaliareti, Betty dan Lin yang senantiasa mendampingi, memberikan motivasi serta memberikan dukungan kepada tim sepanjang perjalanan kompetisi.

Tim dance SMA Negeri 1 Prabumulih turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Walikota Prabumulih, H Arlan atas dukungan yang diberikan kepada tim.

"Terima kasih atas dukungan dan support Bapak Walikota Prabumulih, H Arlan. Dukungan tersebut menjadi salah satu penyemangat bagi kami untuk terus berjuang, memberikan yang terbaik, dan membawa nama baik SMA Negeri 1 Prabumulih," ujar perwakilan tim dance.

Saat nama SMA Negeri 1 Prabumulih diumumkan sebagai peraih 3rd Place Aqua DBL Dance 2026, suasana haru dan bangga menyelimuti seluruh anggota tim. Perjuangan yang telah dilalui selama masa persiapan akhirnya terbayar dengan sebuah pencapaian yang membanggakan.

Bagi para anggota tim, pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa sebuah prestasi tidak hanya berbicara tentang hasil akhir, tetapi juga tentang proses, kebersamaan dan perjuangan yang dilalui bersama.

Setiap latihan, rasa lelah, dukungan, hingga keberanian untuk bangkit dari berbagai tantangan menjadi bagian dari perjalanan yang akan selalu dikenang. Keberhasilan meraih Juara 3 ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi tim dance SMA Negeri 1 Prabumulih untuk terus berkembang dan meningkatkan kemampuan.

Pengalaman di Aqua DBL Dance 2026 juga menjadi bekal untuk menghadapi berbagai kompetisi dan meraih prestasi lainnya di masa mendatang. Prestasi ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan bagian dari proses untuk terus tumbuh, berkarya dan membawa nama baik SMA Negeri 1 Prabumulih serta Kota Prabumulih.(05)

Share:

Ponpes Al-Ittifaqiah dan Warga Tiga Dihaji Gelar Shalat Istisqa

 



OKU Selatan, Portalsriwijaya.com - Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Itifaqiah bersama Pemerintah Kecamatan Tiga Dihaji menggelar shalat Istisqa, di lapangan ponpes Al-Ittifaqiah, Jumat pagi (18/9) sekitar pukul 7.30 WIB. Pelaksanaan shalat meminta hujan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama menghadapi fenomena musim kemarau berkepanjangan yang menyebabkan kemeringan di wilayah Kecamatan Tiga Dihaji.

Shalat Istisqa yang berlangsung khusuk tersebut dihadiri langsung Camat Tiga Dihaji M Yamin, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, para santri, pelajar dan lapisan masyarakat. Shalat yang dipandu oleh Mudir Al-Itifaqiah Ilhamudin MHum, bertindak selaku imam Ustadz Ante Zal Kurniawan dan khatib disampaikan langsung oleh M Yamin.

Dalam khutbahnya, khatib mengajak para jemaah dan masyarakat umumnya untuk sama-sama introsfeksi diri dan memperbanyak istighfar, merendahkan diri dan menjaga persatuan dalam menghadapi musim kemarau yang saat ini sedang melanda. 

Selanjutnya, jemaah juga diajak untuk bermunajat dan memohon ampunan kepada Allah SWT agar dilimpahkan rahmat berupa hujan yang dapat membawa keberkahan bagi masyarakat di Kecamatan Tiga Dihaji.

Sementara itu Mudir Al-Itifaqiah Ilhamudin MHum mengatakan, saat ini kekeringan terjadi dimana-mana yang berdampak langsung terhadap ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Lahan pertanian, perkebunan dan persawahan juga mengalami kekeringan sehingga dapat mempengaruhi hasil produksi dan letersediaan pangan bagi masyarakat.

"Melalui shalat Istisqa ini, kita memohon kepada Allah SWT agar diberikan hujan," ujarnya.(05)

Share:

Lapas Muaradua Mantapkan Tugas dan Fungsi, Integritas


OKU Selatan, Portalsriwijaya.com - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muaradua melaksanakan rapat penguatan tugas dan fungsi pemasyarakatan bersama seluruh jajaran sebagai bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme, kedisiplinan, serta kualitas pelaksanaan tugas dan pelayanan pemasyarakatan. Selasa (15/09/2026).

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Lapas Muaradua tersebut diikuti oleh jajaran pejabat manajerial dan non manajerial. Rapat menjadi wadah untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas sekaligus memperkuat koordinasi dan komitmen bersama dalam menjalankan amanah sebagai insan pemasyarakatan.

Dalam arahannya, Kepala Lapas Muaradua, Hero Sulistiyono menegaskan bahwa pelaksanaan tugas pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan target pekerjaan, tetapi juga harus dilandasi dengan integritas, tanggung jawab, profesionalisme, dan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku.

Setiap petugas di ingatkan untuk senantiasa menjaga sikap dan perilaku dalam menjalankan tugas. Integritas harus menjadi landasan utama dalam setiap pelaksanaan pekerjaan, baik dalam berinteraksi dengan warga binaan, sesama petugas, maupun masyarakat,tegasnya.

“Integritas bukan hanya slogan, tetapi harus diwujudkan melalui sikap dan tindakan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Setiap petugas memiliki tanggung jawab untuk menjaga nama baik organisasi dan kepercayaan masyarakat". Papar Hero.

Selain itu, seluruh jajaran diingatkan untuk menjaga komunikasi, kekompakan, serta koordinasi dalam melaksanakan tugas. Setiap permasalahan yang muncul di lapangan agar segera disampaikan dan diselesaikan secara bersama dengan tetap berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Melalui rapat penguatan ini, Lapas Muaradua berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, transparan, dan berintegritas.

Seluruh jajaran diharapkan dapat mengimplementasikan hasil rapat dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, sehingga mampu mewujudkan pelayanan pemasyarakatan yang semakin baik serta mendukung terciptanya lingkungan kerja yang bersih dari praktik penyimpangan,jelas Hero. (Red)

Share:

Kepala Desa Sukaraja 1 Imbau Warga Jangan Bakar Lahan & Buang Putung Rokok Sembarangan


OKU Selatan, Portalsriwijaya.com - Memasuki musim kemarau, Kepala Desa Sukaraja 1 Kecamatan Buay Sandang Aji, Arahman mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh warga.

Warga diminta tidak membakar lahan baru dan tidak membuang puntung rokok menyala di area perkebunan dan hutan Desa Sukaraja 1.

* Antisipasi Karhutla

Imbauan disampaikan melalui pengeras suara masjid, grup WA desa dan Media Sosial Tiktok dan Berita Online pada Minggu, 13 September 2026.

"Kami minta kepada seluruh warga Sukaraja 1 untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Selain merusak lingkungan, juga bisa kena sanksi hukum," tegas Kades Arahman.

Beliau juga mengingatkan bahaya puntung rokok. "Jangan buang rokok yang masih menyala di kebun, di hutan, atau di pinggir jalan. Angin kemarau kencang, sedikit saja bisa jadi api besar," lanjutnya.

* Dampaknya Luas

Menurut Kades, kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla tidak hanya merusak ekosistem. Asapnya juga mengganggu kesehatan anak, lansia, dan aktivitas warga.

"Kebun kita sendiri yang rugi. Udara jadi tidak sehat. Anak sekolah juga terganggu. Mari kita jaga desa kita bersama-sama," ujarnya.

* Ada Sanksi & Posko Siaga

Pemerintah Desa Sukaraja 1 bersinergi bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan relawan desa telah membentuk tim patroli Karhutla.

Warga yang kedapatan membakar lahan bisa diproses sesuai UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dengan ancaman pidana dan denda. "Lebih baik kita cegah dari awal. Kalau ada yang lihat titik api, segera lapor ke RT, BPD, atau langsung ke kantor desa," imbau Kades.

* Warga Dukung

Imbauan ini disambut baik warga. "Setuju pak Kades. Musim panas gini rawan. Kami di kebun juga lebih hati-hati sekarang," kata Sarip Tokoh Masyarakat.(FR86)

Share:

Batik Boek Khaman, Gores Perjuangan Perempuan Lubuk Raman Bangkitkan Ekonomi

MANDIRI - Pertamina EP Limau Field mendorong perempuan-perempuan di Lubuk Raman untuk mandiri melalui kegiatan membatik, pertanian organik, hingga membuat olahan pangan dalam program Rumah Kreatif Boek Khaman


Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Matahari belum lama terbit di langit Muara Enim, tetapi asap sudah menyembul di tungku malam. Ira (42) tampak duduk di atas dingklik. Kain putih terkulai di tangan kirinya. Canting berisi malam di tangan kanannya.

Tangan Ira meliuk-liuk, menuntun malam menyusuri pola di atas kain. Berjam-jam ia habiskan di atas dingklik, ditemani malam yang mendidih di atas tungku.

Sudah sekitar tiga tahun Ira menekuni pekerjaan sebagai pengrajin batik di Rumah Kreatif Boek Khaman. Di hari biasa, ia membatik pada siang hingga sore, setelah membereskan pekerjaan di rumah. Saat pesanan menumpuk, Ira bersama 11 orang perempuan pembatik lainnya bisa membatik sejak fajar terbit hingga terbenam.

Bilamana pesanan batik Khaman sedang tinggi, Ira sering teringat masa-masa perjuangan pascapandemi. Kala itu, keluarga Ira menggantungkan hidup pada penghasilan sang kepala keluarga, Sandra Sugianto (52), yang berprofesi sebagai buruh karet.

Pendapatan dari mengurus kebun karet orang, tak menentu. Biasanya, keluarga Ira hanya memiliki penghasilan sekitar Rp1 juta hingga Rp2 juta per bulan. Demi menyambung hidup bersama suami dan dua anaknya, Ira mesti berjualan kue. Tambahan penghasilan pun tak sebanding dengan usaha keras berjualan kue saat masa pandemi.

Sekitar tahun 2021, Ira mendapat tawaran dari Ketua Kelompok Batik Boek Khaman Etika Oktasari untuk membantu produksi batik. Sedikit demi sedikit Ira belajar membatik. Kemudian ia tularkan semangat belajar itu ke anaknya, Syafira Dese Novianti (22), serta perempuan-perempuan di Desa Lubuk Raman, Kecamatan Rambang Niru, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Syafira kini bisa menyandang status sarjana berkat ikut membatik di Rumah Kreatif Boek Khaman.

Ketekunan Ira, Etika, dan perempuan-perempuan di Lubuk Raman menginspirasi Pertamina EP (PEP) Limau Field. Perusahaan migas yang menjadi bagian Pertamina Subholding Upstream Regional 1 Zona 4 (Pertamina Hulu Rokan/PHR Zona 4) itu menggelar program Community Involvement and Development (CID) dalam mendorong pemberdayaan masyarakat melalui Rumah Batik Boek Khaman sejak 2023.

PEP Limau Field memberi pendampingan melalui pelatihan tata kelola keuangan dan administrasi kelompok, strategi penjualan produk, pembuatan batik eco-print, pengelolaan IPAL, perbaikan sarana dan prasarana, branding dan pengemasan produk, hingga perluasan akses pasar.

Buah dari pendampingan tak hanya berfokus pada produksi batik Khaman, melainkan juga pengembangan produk UMKM berupa olahan pangan hingga buah tangan. Hingga saat ini, sudah terdapat 6 UMKM yang bergabung didalam Rumah Kreatif Boek Khaman.  Saat ini, Rumah Kreatif Boek Khaman mampu memproduksi sekitar 200 lembar batik setiap bulan. Omzet penjualan berkisar di angka Rp20 juta hingga Rp30 juta per bulan.

Ira bercerita saat ini setiap pembatik di Rumah Kreatif Boek Khaman bisa mengantongi sekitar Rp2 juta hingga Rp3 juta setiap bulannya. Bila pesanan sedang banyak, pendapatan mereka bisa menyentuh angka Rp5 juta per bulan.

Program CID di Rumah Kreatif Boek Khaman akan berjalan hingga 2027. PEP Limau Field telah menyusun strategi pendampingan untuk memastikan kelompok ini dapat mandiri saat perusahaan tidak lagi memberi bantuan dan pendampingan (exit program).

"Melalui dukungan terhadap Rumah Kreatif Boek khaman, Pertamina EP Limau Field ingin menyampaikan pesan bahwa semangat perjuangan sekelompok perempuan mampu menggerakkan perekonomian berkelanjutan di sebuah wilayah. Kami ingin memastikan semangat mereka tak padam dan justru menjadi inspirasi untuk kelompok-kelompok masyarakat lainnya di sekitar wilayah operasi kami," ucap Manager CID PHR Iwan Ridwan Faizal.

Program tersebut telah mendapatkan apresiasi dari berbagai instansi. Rumah Kreatif Boek Khaman meraih penghargaan Gold pada kategori Economic Empowerment ajang Indonesia Social Responsibility Award (ISRA) 2026.

Penghargaan pada kategori Economic Empowerment ISRA 2026 diberikan kepada instansi yang memiliki inisiatif memperkuat ketahanan ekonomi serta mata pencaharian komunitas masyarakat melalui program-program pengembangan yang berkelanjutan dan inkluusif.

Program tersebut juga meraih penghargaan Best Program Kategori Ekonomi pada ajang Community Involvement & Development Upstream Award (CID UA) 2026. Ajang tersebut merupakan wadah apresiasi terhadap program pengembangan masyarakat (PPM) di lingkungan Pertamina Subholding Upstream.(Ril)

Share:

BPN OKU Selatan dampingi Polda Sumsel Ambil Titik Koordinat Lokasi Kebakaran di PT Paramitra Mulia Langgeng



OKU Selatan, Portalsriwijaya.com - BPN  Kabupaten OKU Selatan turut memperkuat penanganan kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di wilayah PT Paramitra Mulia Langgeng (PML). Dalam langkah sinergis, pihak Kantah mendampingi tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Selatan guna melakukan pengambilan titik koordinat secara akurat di lokasi kejadian.

Kegiatan pendampingan ini dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Survei dan Pemetaan BPN OKU Selatan, Fajar Wirakrama, S.Tr., QRMO, beserta jajaran staf. Kehadiran tim ini bertujuan memastikan pengumpulan data spasial di lapangan berjalan tepat, lengkap, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pengambilan titik koordinat ini bukan sekadar prosedur rutin. Data lokasi yang diperoleh akan menjadi dasar resmi yang kuat dalam proses penelusuran fakta, penanganan hukum, hingga langkah lanjutan terkait peristiwa Karhutla. Dengan titik lokasi yang presisi, pihak berwenang dapat memetakan luas dampak, batas wilayah, serta memastikan tidak ada celah yang terlewat dalam penanganan kasus.

"Melalui sinergi dan koordinasi antarinstansi, Kantah OKU Selatan terus mendukung upaya penanganan Karhutla melalui penyediaan data pertanahan dan spasial yang akurat," tegas keterangan resmi dari Kantah OKU Selatan.

Keterlibatan Kantah dalam proses ini menunjukkan komitmen nyata lembaga untuk tidak hanya mengurus administrasi pertanahan, tetapi juga hadir menjaga kelestarian lingkungan. Data yang valid dan transparan menjadi kunci agar setiap peristiwa kebakaran dapat ditelusuri, ditindak, dan dicegah terulang kembali.

BPN OKU Selatan menegaskan akan terus melayani secara Profesional, Melayani, Terpercaya — hadir di tengah masyarakat, mendukung penegakan hukum, serta menjaga setiap jengkal bumi OKU Selatan dari kerusakan.(Fr86)

Share:

Gerak Cepat Polsek Cambai Ungkap Pencurian Outdoor AC, Tiga Terduga Pelaku Diamankan


Prabumulih, Portalsriwijaya.com – Kepolisian Sektor (Polsek) Cambai Polres Prabumulih berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana pencurian dengan pemberatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 477 KUHP. Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan tiga orang terduga pelaku beserta sejumlah barang bukti.

Pengungkapan kasus ini berawal dari adanya laporan polisi tanggal 10 September 2026. Peristiwa dugaan pencurian tersebut terjadi di sebuah ruko yang berada di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Cambai, Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih.

Korban dalam perkara tersebut diketahui bernama Riki Alfian, 64 tahun, seorang wiraswasta, yang berdomisili di Jalan Jenderal Sudirman, RT 05 RW 04, Kelurahan Cambai, Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih.

Peristiwa diketahui ketika saksi Ferry Darmawan, 47 tahun, hendak menuju ruko milik korban untuk menginap. Saat mendekati lokasi, saksi melihat sejumlah warga telah berada di depan ruko dan kemudian mendapat informasi bahwa telah terjadi dugaan pencurian.

Saksi kemudian melihat adanya satu unit mesin AC (air conditioner) yang telah dibongkar dan berada di samping kiri ruko. Saksi selanjutnya menghubungi korban dan menyampaikan kejadian tersebut. Atas peristiwa itu, korban kemudian membuat laporan ke Polsek Cambai untuk dilakukan proses penyelidikan dan penanganan sesuai hukum yang berlaku.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pada Kamis, 10 September 2026, sekitar pukul 23.00 WIB, Team URC Elang Muara Polsek Cambai memperoleh informasi mengenai keberadaan terduga pelaku yang diduga masih berada di sekitar lokasi kejadian.

Mendapat informasi tersebut, Kapolsek Cambai Iptu Haryoni SH memerintahkan Kanit Reskrim Aipda Ari Wibowo SH bersama Team URC Elang Muara Polsek Cambai untuk melakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap terduga pelaku.

Petugas kemudian bergerak menuju lokasi dan berhasil mengamankan tiga orang terduga pelaku, masing-masing berinisial AM (19), PA (18), dan RD (21). Ketiganya diamankan di dalam semak-semak yang berada tidak jauh dari lokasi dugaan pencurian di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Cambai, Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih.

Saat dilakukan pemeriksaan awal, para terduga pelaku diduga mengakui perbuatannya. Selain itu, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, para terduga pelaku juga diduga mengaku pernah melakukan pencurian di sejumlah lokasi lain dengan modus serupa, yakni membongkar dan mengambil bagian luar (outdoor) mesin AC.

Dalam pengungkapan tersebut, petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu buah obeng, satu buah kunci pas ukuran 8/9, satu buah sarung tangan, serta satu unit mesin AC (air conditioner) merk Plasmacluster.

Kapolsek Cambai Iptu Haryoni SH membenarkan adanya pengungkapan kasus tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihaknya telah mengamankan tiga orang yang diduga terlibat beserta barang bukti untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut.

“Benar, tiga orang yang diduga terlibat dalam pencurian telah berhasil kami amankan bersama barang bukti. Saat ini para terduga pelaku beserta barang bukti telah dibawa ke Polsek Cambai untuk menjalani proses hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Iptu Haryoni SH.

Saat ini penyidik Polsek Cambai masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman terhadap para terduga pelaku, termasuk mendalami dugaan keterlibatan mereka dalam sejumlah kejadian lain dengan modus serupa. Polisi juga akan melakukan proses penyidikan sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Atas perbuatannya, para terduga pelaku disangkakan melanggar Pasal 477 KUHP tentang dugaan tindak pidana pencurian dengan pemberatan. Polsek Cambai menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan dan penegakan hukum secara profesional guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polres Prabumulih.(Ikb)

Share:

Yayasan Jaya Abadi Prakasa & Kepeksek SMPN 1 Buay Pemaca Temui Jalur Damai

 



OKU Selatan, Portalsriwijaya.com – Konflik terkait penghentian Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 1 Buay Pemaca Kabupaten OKU Selatan Provinsi Sumatera Selatan, akhirnya menemui titik terang.

Ketua Yayasan Jaya Abadi Prakasa H Junaidi Anwar SE dan Kepala Sekolah SMPN 1 Buay Pemaca Sofianto sepakat menempuh jalur damai pada Rabu (9/9/2026).

Pertemuan difasilitasi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten OKU Selatan dan dihadiri SPPG Desa Sri Menanti serta PIC MBG SMPN 1 Buay Pemaca, Aslap dan Korwil BGN Sumsel. Dalam pertemuan yang berlangsung lebih kurang 2 jam tersebut, kedua belah pihak saling menjelaskan duduk persoalan. 

"Alhamdulillah hari ini kami sudah duduk bersama dengan Pak Kepsek. Tidak ada yang menang tidak ada yang kalah, yang penting anak-anak bisa kembali dapat MBG," kata H Junaidi Anwar SE kepada wartawan Portalsriwijaya.com.

Senada disampaikan Kepsek SMPN 1 Buay Pemaca, Sofianto juga menyampaikan permohonan maaf atas miskomunikasi yang terjadi. "Saya mohon maaf jika ada hal yang kurang berkenan. Ke depan kita sama-sama berkomitmen menjalankan program MBG sesuai aturan untuk siswa," ujarnya.

Kordinator Wilayah BGN Sumatera Selatan, Hafiz Brawindra Skom MM yang turut hadir pada rapat mediasi mengungkapkan, bahwa pertemuan mediasi antara pihak SPPG dan pihak SMP negeri 1 sudah menemui jalur damai dan siap bersinergi untuk meneruskan MBG di SMP 1 Buay Pemaca.

Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKU Selatan, Handoko mengungkapkan, pihaknya telah melakukan mediasi antara pihak SMP 1 Buay Pemaca dan pihak SPPG dan sudah menemui jalan damai. "Alhamdulillah sudah damai, hanya ada mis komunikasi saja di antara mereka, program MBG di Sekolah tetap diteruskan, dan pihak SPPG siap mengisi menu seperti biasanya," terang Kadin Diknas.


* Hasil Kesepakatan

Dari pertemuan tersebut dihasilkan beberapa poin:

1. MBG di SMPN 1 Buay Pemaca akan kembali berjalan.

2. SPPG Sri Menanti siap melanjutkan penyaluran sesuai SOP.

3. Pihak sekolah berkomitmen menerima dan memfasilitasi program.


* Laporan ke PWI & Dewan PERS Ditinjau Ulang

Sementaea itu terkait rencana pelaporan oknum wartawan nedia online bernama Yuni ke PWI Sumsel & Dewan Pers, H Junaidi Anwar SE menyatakan akan meninjau ulang. "Jika semua sudah damai, kami utamakan solusi. Laporan etik akan kami kaji lagi," jelasnya.

Terpisah, para wali murid menyambut baik perdamaian antara pihak sekolah dan SPPG tersebut dan berharap distribusi makan bergizi gratis dapat kembali dilakukan.

"Alhamdulillah anak kami bisa makan lagi di sekolah. Terima kasih Pak Junaidi, Pak Kepsek sudah mau berdamai," kata Delima.

Dengan adanya kesepakatan damai ini, 482 siswa SMPN 1 Buay Pemaca dipastikan kembali menerima MBG. (Tim)

Share:

Oknum Wartawati di OKU Selatan Akan Dilaporkan Ketua Yayasan MBG ke PWI Sumsel & Dewan Pers


OKU Selatan, Portalsriwijaya.com - Ketua Yayasan Jaya Abadi Prakarsa yang menaungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Sri Menanti, H Junaidi Anwar akan melaporkan oknum wartawati media online Berita Nusantara bernama Yuni ke PWI Sumsel dan Dewan Pers.

Langkah tersebut akan diambil pihak yayasan lantaran merasa nama baik lembaga yang menaungi SPPG Desa Sri Menanti selaku pendistribusi program Makan Bergizi Gratis di SMPN 1 Buay Pemaca menjadi tercemar.

Oknum wartawan tersebut dinilai telah menyebarkan informasi yang tidak benar dan dalam pemberitaan oknum itu dinilai memprovokasi serta merugikan nama baik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan menghambat program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Kami keberatan dengan narasi yang dibangun, seolah SPPG yang bermasalah. Padahal kami siap menyalurkan, tapi ditolak sekolah. Ini sudah masuk pencemaran nama baik," tegas Ketua Yayasan Jaya Abadi Prakarsa, H Junaidi Anwar kepada wartawan, Senin (7/9/2026). Junaidi mengatakan  pemberitaan yang dilakukan oknum wartawan bernama Yuni dinilai tidak berimbang dan merugikan nama baik yayasan serta SPPG. 

"Kami akan laporkan oknum wartawan tersebut ke PWI Provinsi Sumsel dan Dewan Pers. Karena kami menilai ada pelanggaran kode etik jurnalistik dan pencemaran nama baik lembaga kami," tegasnya.

Lebih lanjut Junaidi menegaskan, SPPG Sri Menanti sudah sesuai SOP dalam menyalurkan MBG dan penghentian distribusi dilakukan karena pihak sekolah belum menerima. "Jangan sampai karena satu pemberitaan yang tidak benar, ratusan siswa jadi korban dan nama baik lembaga kami tercoreng," keluhnya.

Untuk itu, pihaknya menempuh jalur hukum dan melaporkan etik oknum wartawan sehingga dapat diketahui siapa yang benar dan siapa yang salah. " Di jalur hukum pidana sudah, sekarang kami tempuh juga jalur etik profesi wartawan. Biar jelas siapa yang benar dan siapa yang salah," lanjutnya.

Sementara itu, wartawan media online Berita Nusantara bernama Yuni ketika dikonfirmasi Portal Sriwijaya mengaku siap menghadapi laporan tersebut. 

"Saya bekerja sesuai fakta di lapangan dan sudah konfirmasi ke semua pihak. Silakan jika mau dilaporkan ke Dewan Pers," katanya singkat.

Terpisah, Ketua PWI Sumsel, Kurnadi ketika dikonfirmasi mengakui belum ada laporan masuk dan pihaknya menyarankan agar pihak yayasan menyampaikan klarifikasi atau penggunaan hak jawab ke wartawan tersebut.

"Sebaiknya diselesaikan secara baik, kalau pihak yayasan keberatan atas pemberitaan tersebut hendaknya sampaikan klarifikasi atau hak jawab untuk dimuat di media itu. Jika memang nantinya hak jawab tak dibuat maka baru bisa dilaporkan karena melanggar," ungkapnya.

Pria akrab disapa Kuyung Kur itu mengaku sesuai Undang-undang Pers Nomor 40 tahun 1999 tentang pers diatur yang namanya hak jawab dan hak koreksi yang wajib dijalankan oleh setiap wartawan. "Hak jawab adalah hak seseorang atau kelompok untuk memberikan tanggapan atau sanggahan terhadap pemberitaan pers yang merugikan nama baiknya, sedangkan hak koreksi adalah hak setiap orang untuk membetulkan kekeliruan informasi yang diberitakan oleh pers, baik tentang dirinya maupun orang lain," jelasnya seraya mengaku jika wartawan tak memenuhi dapat dilaporkan ke dewan pers. (Tim)

Share:

PTBA Jaga Kinerja dan Perkuat Portofolio Bisnis untuk Pertumbuhan Jangka Panjang

 



Jakarta, Portalsriwijaya.com - PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), anggota Holding BUMN Pertambangan MIND ID, terus menjaga kinerja operasional dan finansial sekaligus memperkuat portofolio bisnis untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan.

Pada Semester I 2026, PTBA membukukan pendapatan sebesar Rp22,03 triliun, meningkat 8% secara tahunan (year-on-year/yoy). Laba bersih Perseroan mencapai Rp2,65 triliun, tumbuh 218% yoy. Kinerja tersebut didukung oleh pemulihan operasional pada kuartal II, penguatan penjualan ekspor, serta perbaikan harga jual rata-rata batu bara.

Secara operasional, PTBA mencatat produksi batubara sebesar 19,45 juta ton dan penjualan sebesar 21,10 juta ton. Penjualan ekspor mencapai 10,33 juta ton, meningkat sekitar 5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dengan negara tujuan ekspor terbesar dari Vietnam, Bangladesh, Kamboja, India, dan Thailand. Sementara itu, penjualan domestik tercatat 10,77 juta ton atau sekitar 51% dari total penjualan.

Penguatan harga batubara turut memberikan kontribusi positif terhadap kinerja Perseroan. Pada Semester I 2026, Newcastle Index meningkat 25% yoy dan ICI-3 naik 15% yoy, yang mendorong kenaikan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) PTBA sebesar 10% yoy. Kondisi tersebut mendukung peningkatan pendapatan dan profitabilitas Perseroan di tengah dinamika volume produksi dan penjualan.

Direktur Utama PTBA, Bambang Ismawan, mengatakan capaian tersebut menjadi fondasi bagi Perseroan untuk melanjutkan pertumbuhan melalui penguatan bisnis inti serta pengembangan sumber pertumbuhan baru. 

"Memasuki periode dengan kondisi operasional yang lebih kondusif, Perseroan berhasil mendorong pemulihan kinerja produksi sekaligus memperkuat penjualan ekspor, baik secara kuartalan maupun tahunan. Momentum penguatan harga batubara global kami manfaatkan melalui strategi penjualan yang adaptif, disertai program efisiensi untuk menjaga disiplin biaya," ujar Bambang.


* Perkuat Infrastruktur dan Rantai Pasok

Untuk memperkuat bisnis inti, PTBA terus mengembangkan infrastruktur pertambangan dan logistik. Proyek Tanjung Enim–Kramasan menjadi salah satu proyek strategis untuk meningkatkan kapasitas angkutan dan memperkuat sistem logistik serta distribusi batubara Perseroan.

Hingga saat ini, progres proyek Tanjung Enim–Kramasan telah mencapai sekitar 93%. PTBA juga telah memperoleh komitmen pendanaan melalui Term Sheet dengan bank-bank Himbara untuk Senior Term Loan Facility hingga Rp3,56 triliun.

PTBA juga berkomitmen mempercepat realisasi proyek strategis pembangunan fasilitas Coal Handling Facility (CHF) dan Train Loading Station (TLS) 6–7 pada jalur angkutan batubara relasi Tanjung Enim–Kramasan. Pengembangan infrastruktur ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas angkutan dan pemuatan batubara serta mendukung efisiensi rantai pasok.

"Penguatan infrastruktur merupakan bagian dari strategi kami untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing bisnis. Kami terus mempercepat pengembangan proyek Tanjung Enim-Kramasan serta fasilitas CHF dan TLS 6–7 agar sistem logistik batubara semakin terintegrasi dan mampu mendukung kebutuhan pelanggan secara optimal," lanjut Bambang.


* Percepat Hilirisasi dan Diversifikasi

Sejalan dengan transformasi bisnis, PTBA terus mendorong hilirisasi dan diversifikasi untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya sekaligus membangun sumber pertumbuhan baru.

Pada bisnis hilirisasi, PTBA bersama mitra strategis terus mengeksplorasi pengembangan Dimethyl Ether (DME) dan Metanol, termasuk dari sisi teknologi, keekonomian, dan skema bisnis. Perseroan juga tengah mengembangkan Kalium Humat, produk berbasis hasil pengolahan batubara yang berpotensi mendukung sektor pertanian. Saat ini, pilot plant Kalium Humat memiliki kapasitas sekitar 171 ton per tahun, dengan target pengembangan hingga 10.000 ton per tahun.

"Hilirisasi menjadi salah satu fokus kami untuk menciptakan nilai tambah yang lebih besar. Kami melihat potensi yang luas dari sumber daya yang dimiliki PTBA untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah, termasuk DME, Metanol, dan Kalium Humat," jelas Bambang.


* Pengembangan Energi Terbarukan

PTBA juga memperluas portofolio ke sektor energi terbarukan. Salah satunya melalui kerja sama dengan PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) untuk menjajaki pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di lahan pascatambang dan sekitar area operasional PTBA.

Pengembangan PLTS tersebut mencakup berbagai potensi aset dan lokasi yang dimiliki Perseroan, termasuk pemanfaatan lahan pascatambang yang telah direklamasi. Hingga saat ini, total portofolio PLTS PTBA telah mencapai sekitar 1,2 MWp. Kerja sama ini menjadi bagian dari strategi PTBA dalam mengoptimalkan aset, memperkuat portofolio energi terbarukan, mendukung transisi energi, serta menciptakan sumber pertumbuhan baru.

Ke depan, PTBA akan terus mengidentifikasi berbagai potential project di bidang hilirisasi, energi terbarukan, optimalisasi aset dan lahan pascatambang, maupun bidang bisnis potensial lainnya. Setiap proyek dikaji secara selektif dengan mempertimbangkan aspek keekonomian, kesiapan teknologi, kepastian pasar, kebutuhan investasi, serta potensi sinergi dengan bisnis Perseroan.

Bambang menegaskan bahwa bisnis batubara tetap menjadi kekuatan utama PTBA. Di saat yang sama, Perseroan terus mempersiapkan diri menghadapi perubahan lanskap energi dan industri melalui pengembangan portofolio bisnis yang lebih beragam, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan penciptaan nilai.

"Prinsip kami adalah membangun bisnis yang sehat, memiliki prospek jangka panjang, dan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham maupun pemangku kepentingan. Dengan memperkuat bisnis inti sekaligus mengembangkan bisnis baru, kami optimistis PTBA dapat terus tumbuh dan memberikan kontribusi bagi ketahanan energi serta perekonomian nasional," tutup Bambang.(Ril/05)




Share:

Ketua Yayasan Jaya Abadi Resmi Laporkan Kepsek, PIC SMPN 1 & Wartawan Berita Nusantara ke Polres OKU Selatan



OKU Selatan, Portalsriwijaya.com - Perkara dugaan penghentian Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 1 Buay Pemaca Kabupaten OKU Selatan, semakin panas. 

Ketua Yayasan Jaya Abadi Prakarsa, H Junaidi Anwar SE yang membawahi SPPG Desa Sri Menanti resmi melaporkan Kepala Sekolah Sofianto, PIC MBG SMPN 1 Buay Pemaca Amandea dan oknum wartawan bernama Yuni ke Polres OKU Selatan, pada Senin (7/9/2026).

"Yang kami laporkan ada tiga yakni Kepsek SMPN 1 karena diduga menolak program, PIC MBG SMPN 1 karena tidak menindaklanjuti, dan oknum wartawan bernama Yuni karena diduga menyebarkan informasi yang tidak benar dan memprovokasi," tegas Junaidi Anwar ketika diwawancarai.

Oknum wartawan tersebut turut dilaporkan lantaran pemberitaan dan pernyataan oknum Wartawan bernama Yuni tersebut dianggap merugikan nama baik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan menghambat program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Kami keberatan dengan narasi yang dibangun, seolah SPPG yang bermasalah. Padahal kami siap menyalurkan, tapi ditolak sekolah. Ini sudah masuk pencemaran nama baik," tegasnya.

Sementara itu terkait Kepsek dan PIC, SPPG menduga adanya pembiaran dan penolakan program prioritas nasional sehingga 1 bulan siswa tidak mendapatkan distribusi Makan Bergizi Gratis.

Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, Kepsek SMPN 1 Buay Pemaca Sofianto, PIC Amandea dan oknum Wartawan bermana Yuni belum memberikan keterangan resmi. 

Saat dikonfirmasi, Wartawan Berita Nusantara bernama Yuni hanya menjawab singkat jika dirinya bekerja sesuai dengan kode etik jurnalistik san fakta di lapangan. "Saya bekerja sesuai kode etik jurnalistik dan fakta di lapangan," katanya singkat.

Kasat Reskrim Polres OKU Selatan AKP Aston L Sinaga ketika dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut. "Laporan sudah kami terima. Saat ini masih tahap penyelidikan dan pengumpulan keterangan dari para pihak," ujarnya.

Terpisah, Para wali murid SMP Negeri 1 Buay Pemaca berharap kasus ini cepat selesai agar MBG di sekolah tersebut kembali berjalan seperti biasa. "Kami tidak mau ikut campur siapa salah siapa benar. Yang penting anak kami bisa makan di sekolah lagi," kata Delima yang merupakan satu diantara wali murid kepada wartawan.(Tim)

Share:

Kisruh MBG SMPN 1 Buay Pemaca: Kepsek Mangkir Mediasi Sebut Makanan Berulat Padahal Diduga Minta Gaji Tambahan



OKU Selatan, Portalsriwijaya.com – Kisruh penolakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh SMPN 1 Buay Pemaca memasuki babak baru yang semakin meruncing. Rencana mediasi yang digelar hari ini untuk mencari titik terang antara pihak SMPN 1 Buay Pemaca dan SPPG Sri Menanti selaku penyedia, justru berujung buntu.

Alih-alih hadir untuk mengklarifikasi masalah, Kepala SMPN 1 Buay Pemaca yakni Sofiyanto, mangkir dari pertemuan tersebut. Ironisnya, pihak sekolah justru mewakilkan kehadirannya kepada oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) (Anton) dan awak media (Yuni), sebuah langkah yang dinilai mencederai itikad baik penyelesaian masalah.

Ketidakhadiran ini semakin menguatkan dugaan adanya manipulasi fakta dibalik penolakan program MBG tersebut. Sebelumnya, melalui publikasi di media online, Sofiyanto melontarkan tudingan serius yang menyudutkan pihak penyedia. Ia menarasikan bahwa makanan yang dikirimkan tidak layak konsumsi, dengan rincian klaim adanya buah busuk, lauk pauk basi, temuan ulat pada mi ayam, hingga cacing pada ikan lele.

Namun, investigasi dan fakta di lapangan mengungkap narasi yang bertolak belakang. Tudingan dramatis terkait higienitas makanan tersebut diduga kuat hanyalah kedok untuk menutupi motif aslinya. Akar penolakan sesungguhnya disinyalir kuat berasal dari penolakan pihak penyedia atas permintaan di luar nalar dari pihak sekolah. 

Fakta menyebutkan bahwa dewan guru meminta jatah "menu spesial" tersendiri, sementara Person in Charge (PIC) program di sekolah menuntut tambahan gaji khusus dari pihak penyedia makanan.

Menyikapi pemutarbalikan fakta ini, Kepala MBG Sri Menanti, Richo, tidak dapat menyembunyikan kekesalannya. Ia menilai manuver pihak sekolah telah menghancurkan kredibilitas program yang niatnya untuk kebaikan siswa. "Kami sangat kecewa dengan berita yang sangat merugikan dan tidak berdasar tersebut. Tudingan itu murni fitnah yang tidak sesuai dengan fakta operasional kami di lapangan," tegas Richo.

Sikap arogan pihak sekolah yang enggan berdialog secara langsung hari ini akhirnya memicu langkah tegas dari manajemen SPPG Sri Menanti. Merasa dirugikan oleh narasi bohong yang telah beredar luas, pihak yayasan memutuskan untuk menempuh jalur hukum.

Ketua Yayasan SPPG Sri Menanti, H Junaidi, memastikan bahwa kasus ini tidak akan berhenti pada sekadar adu argumen di media. "Dengan adanya kejadian hari ini, di mana pihak sekolah mangkir dan tidak ada titik temu, kami tidak akan tinggal diam. Kami akan segera melaporkan kasus penyebaran berita bohong dan pencemaran nama baik ini ke Polres OKU Selatan," pungkas H Junaidi dengan nada tegas.

Mangkirnya Kepala Sekolah dan ancaman pelaporan pidana ini tentu menjadi preseden buruk bagi tata kelola komunikasi institusi pendidikan di OKU Selatan. Publik kini menanti ketegasan aparat penegak hukum untuk membongkar tuntas siapa yang sebenarnya bermain di balik kisruh program makanan bergizi bagi para siswa ini.(FR86)

Share:

Ketua DPRD Prabumulih Imbau Waspada Karhutla, Warga Jangan Asal Bakar Lahan & Sampah

 


Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Katua DPRD Prabumulih, H Deni Victoria SH MSi mengimbau seluruh masyarakat kota Prabumulih untuk meningkatkan kewaspadaan di musim kemarau panjang yang melanda kota nanas.

Deni meminta masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta tidak membakar sampah yang berpeluang menyebabkan kebakaran makin meluas. 

"Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk waspada dan tidak melakukan pembakaran hutan serta lahan di tengah kondisi cuaca ekstrim dan kemarau sekarang ini," ungkap H Deni Victoria ketika diwawancarai di ruang kerjanya, Jumat (4/9/2026).

Tidak hanya itu, pria yang juga ketua DPD Demokrat kota Prabumulih itu juga mengimbau masyarakat kota Prabumulih tetap menjaga kesehatan dengan memakai masker di tengah kondisi asap yang meningkat akibat kebakaran lahan dan hutan. "Hendaknya warga menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah agar terhindar dari hal tak diinginkan. Selain itu upayakan untuk tidak melakukan aktivitas di luar rumah jika tidak perlu karena kondisi asap saat makin banyak," katanya. 

Lebih lanjut Deni mengatakan, di kota Prabumulih perusahaan perkebunan tidak ada dan kebakaran-kebakaran terjadi saat ini kebanyakan kebun rakyat dan lahan kosong namun jumlahnya tidak sebanyak di daerah-daerah lain. 

"Kebakaran terjadi di Prabumulih kebanyakan huran dan kebun masyarakat, kita berdoa semoga tidak terus terjadi dan kami juga mengimbau warga khususnya perokok agar ketika membuang puntung rokok memarikan sehingga tidak menyebabkan kebakaran," katanya. 

Deni juga mengimbau masyarakat untuk memperhatikan lingkungan sekitar masing-masing, dimana jika ada kejadian kebakaran agar segera melapor ke petugas pemadam kebakaran dari Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) kota Prabumulih. 

"Kalau ada kebakaran diingkungan sekitar segera lapor ke nomor-nomor pengaduan yang telah disebar BPBD sehingga bisa segera ditindaklanjuti dan kebakaran tidak meluas," imbaunya. (Ikb)

Share:

Fenomena Bentilihan Kembali Terjang Danau Ranau OKU Selatan, Ribuan Ikan Keramba Mati Mendadak


OKU Selatan, Portalsriwijaya.com – Fenomena alam yang dikenal masyarakat setempat sebagai "bentilihan" kembali terjadi di perairan Danau Ranau, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Provinsi Sumatera Selatan. Fenomena tersebut menyebabkan ribuan ikan budidaya milik petani keramba mati secara mendadak, pada Minggu (06/09/2026).

Kematian massal ikan ini menjadi pukulan berat bagi para petani keramba. Ribuan ikan dilaporkan mati dalam waktu singkat, bahkan sehari setelah kejadian, bangkai ikan mulai terlihat mengapung dan memenuhi permukaan perairan Danau Ranau.

Salah seorang petani keramba, Zakmi, mengatakan fenomena bentilihan tersebut terjadi pada Sabtu pagi, sekitar pukul 06.00 WIB hingga 09.30 WIB.

Menurut Zakmi, ikan-ikan di keramba mulai mati pada hari yang sama saat fenomena tersebut terjadi. Sementara bangkai ikan kemudian muncul dan terlihat mengapung di permukaan danau pada keesokan harinya.

"Fenomena seperti ini sering terjadi, bahkan bisa setahun sekali. Bentilihan kemarin terjadi dari sekitar pukul 06.00 WIB sampai 09.30 WIB. Ikan-ikan mati pada hari itu juga, kemudian baru muncul ke permukaan sehari setelahnya," ujar Zakmi.

Ia menduga kematian ikan tersebut berkaitan dengan perubahan kondisi air Danau Ranau, termasuk tingkat pH air yang cukup tinggi. Namun demikian, dugaan tersebut masih memerlukan penelitian dan kajian ilmiah lebih lanjut dari instansi terkait. "Diduga karena kondisi pH air yang cukup tinggi, tetapi tentu kami berharap ada penelitian untuk mengetahui penyebab pastinya," katanya.

Untuk mencegah bangkai ikan menimbulkan pencemaran lingkungan dan memperburuk kondisi perairan, para petani keramba berupaya membersihkan ikan-ikan yang mati. Bangkai ikan tersebut kemudian dikemas dan ditenggelamkan ke dasar Danau Ranau.

Langkah itu dilakukan agar ikan-ikan yang telah mati tidak terus mengapung dan mencemari permukaan perairan. Selain itu, bangkai ikan tersebut diharapkan dapat menjadi sumber makanan bagi ikan-ikan yang masih hidup di Danau Ranau.

Fenomena bentilihan sendiri bukan kali pertama terjadi di Danau Ranau. Menurut Zakmi, peristiwa serupa telah berulang dan kerap terjadi hampir setiap tahun, sehingga menjadi kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat yang menggantungkan mata pencaharian dari budidaya ikan keramba.

Di tengah keresahan masyarakat, fenomena bentilihan selama ini dikaitkan dengan perubahan kondisi air dan suhu di dasar Danau Ranau. Sementara sejumlah dugaan yang berkembang di masyarakat, termasuk mengenai panas bumi maupun aktivitas vulkanik, masih membutuhkan pembuktian melalui kajian ilmiah dari pihak berwenang dan para ahli.

Fenomena ini menjadi perhatian serius karena tidak hanya berdampak terhadap ekosistem perairan Danau Ranau, tetapi juga mengancam mata pencaharian para petani keramba.

Para pembudidaya berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan melakukan penelitian untuk mengungkap penyebab pasti kematian massal ikan tersebut. Mereka juga mengharapkan adanya langkah mitigasi dan antisipasi agar fenomena bentilihan tidak terus berulang tanpa solusi.

Bagi masyarakat di sekitar Danau Ranau, bentilihan bukan sekadar fenomena alam. Ketika fenomena itu datang, ribuan ikan mati, kerugian ekonomi kembali menghantam petani keramba, dan pertanyaan mengenai penyebab pasti fenomena tersebut masih belum terjawab. (Red)

Share:


Portalsriwijaya.com

Arsip