OKU Selatan, Portalsriwijaya.com - Praktik dugaan manipulasi data klaim kompensasi penurunan harga pupuk mencuat di Kecamatan Buay Rawan, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan. Kios pupuk CV Gerbang Jaya Tani diduga kuat memalsukan data stok pupuk di gudang mereka pada tanggal 22 Oktober 2025 demi mencairkan dana kompensasi dari pemerintah.
Berdasarkan data yang beredar, CV Gerbang Jaya Tani melaporkan total stok pupuk di gudang sebanyak 93,4 ton. Laporan fiktif tersebut membuat kios ini berhasil mengantongi dana kompensasi dari pemerintah sebesar Rp 46,7 juta.
Namun, angka tersebut dinilai sangat tidak masuk akal dan tidak sesuai dengan realitas di lapangan. Kapasitas muatan gudang milik CV Gerbang Jaya Tani diketahui jauh di bawah volume yang dilaporkan.
Kecurigaan ini diperkuat oleh keterangan warga sekitar. Masyarakat yang kerap berlalu lalang dan mengamati aktivitas kios menyatakan bahwa gudang tersebut tidak pernah terlihat penuh, apalagi sampai menampung pupuk hingga nyaris 100 ton. Gudang ini di hanya bisa menampung kurang lebih 50 ton.
Lolosnya data fiktif ini memunculkan pertanyaan besar terkait kinerja tim verifikasi lapangan. Pihak Account Executive (AE) dan Assistant Account Executive (AAE) dinilai sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas kebobolan ini, mengingat tugas mereka adalah memverifikasi keabsahan dokumen dan stok fisik sebelum dana kompensasi dicairkan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada iktikad baik maupun klarifikasi dari pihak-pihak terkait. Manajer Pupuk Indonesia (PI) yang bertanggung jawab di wilayah tersebut, dengan inisial SHC, memilih bungkam dan tidak menjawab saat dimintai keterangan terkait hasil verifikasi dokumen yang dinilai cacat prosedur ini.
Masyarakat dan pihak terkait kini mendesak adanya investigasi menyeluruh dan audit ulang terhadap aliran dana kompensasi pemerintah, agar kerugian negara akibat manipulasi data semacam ini dapat diusut tuntas.(Tim)







0 comments:
Posting Komentar