OKU Selatan, Portalsriwijaya.com - Sebuah video yang memperlihatkan aksi nekat sejumlah siswa-siswi SMP Cokro Muaradua menaiki atap angkutan kota (angkot) viral di media sosial. Aksi berbahaya di trayek Muaradua - Tanjung Beringin (TJB) ini langsung memicu sorotan tajam dari warga dan pengguna jalan.
Bukannya geram karena kenakalan remaja, masyarakat justru iba. Warga mengungkapkan bahwa para pelajar tersebut terpaksa bertaruh nyawa di atas kap mobil karena keterbatasan armada angkutan umum di wilayah mereka.
"Angkot sedikit, jamnya tidak tentu, isinya penuh. Anak-anak takut terlambat sekolah. Jadi terpaksa naik di atap. Mohon perhatian pemerintah," ujar salah satu orang tua siswa asal Tanjung Beringin kepada wartawan, Rabu (23/9/2026).
Kondisi overload ini rutin terjadi setiap hari pada jam-jam krusial, yakni saat berangkat sekolah pukul 06.30 WIB dan jam pulang sekolah sekitar pukul 13.00-14.00 WIB. Karena jumlah mobil yang terbatas, banyak siswa yang kerap tertinggal jika tidak nekat memanjat ke atas atap angkot.
Salah satu siswa yang kedapatan duduk di atas kabin angkot mengaku sebenarnya merasa takut. Namun, ia merasa tidak memiliki opsi lain agar bisa sampai ke sekolah. "Tidak ada pilihan, Pak. Mau bagaimana lagi, terpaksa kami di pucuk (atas) atap, Pak," kata siswa tersebut saat ditanya wartawan Portal Sriwijaya.
* Bayar Rp 12 Ribu Sehari dan Harapan Angkot Gratis
Beban para siswa ini tidak hanya soal keselamatan, tetapi juga biaya. Untuk bisa pulang-pergi sekolah dengan bertaruh nyawa seperti itu, mereka harus merogoh kocek yang tidak sedikit. "Kami bayar Rp 12.000 setiap hari, Pak," ungkap seorang siswi dengan nada lesu.
Kondisi miris ini membuat masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKU Selatan, khususnya Dinas Perhubungan dan Dinas Pendidikan, segera turun tangan. Warga berharap pemerintah memfasilitasi angkot khusus pelajar yang aman, layak, dan terjangkau.
Ada tiga poin utama yang diharapkan warga, yaitu:
* Penambahan armada angkot sekolah pada jam sibuk pagi dan siang hari.
* Adanya subsidi atau program angkot gratis untuk pelajar seperti di daerah lain.
* Penyediaan angkot khusus pelajar yang aman, sehingga tidak ada lagi anak yang duduk di atap atau bergelantungan di pintu.
"Kami tidak minta yang mewah. Yang penting anak kami bisa berangkat dan pulang sekolah dengan selamat, tepat waktu, dan ongkos murah," tegas salah seorang wali murid.
* DPRD dan Dishub Diminta Jangan Tutup Mata
Desakan juga datang dari tokoh masyarakat setempat. Ditegaskan bahwa DPRD dan Dinas Perhubungan OKU Selatan harus segera meninjau langsung kondisi riil di lapangan sebelum jatuh korban jiwa.
"Ini soal keselamatan generasi kita. Kalau dibiarkan naik atap, jatuh bisa fatal. Pemerintah harus hadir. Jangan tunggu ada korban baru bergerak. Fasilitasi angkot untuk anak sekolah sekarang," pungkas tokoh masyarakat tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi ataupun respons dari pihak Dinas Perhubungan OKU Selatan terkait keluhan warga dan aksi viral para pelajar ini. Di sisi lain, harapan besar agar nasib mereka diperhatikan tersirat dari celetukan polos para siswa saat ditemui di depan gerbang SMP Cokro Muaradua. "Tolong diposting ya, Pak. Biar viral dan mobil kami pacak (bisa) bagus juga," harap salah seorang siswi penuh harap.(Tim)







0 comments:
Posting Komentar