Diduga Kepsek Tolak Program Presiden, 495 Pelajar SMPN 1 Buay Pemaca Distop Terima MBG


OKU Selatan, Portalsriwijaya.com - Penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk para pelajar di SMPN 1 Buay Pemaca Kabupaten OKU Selatan Provinsi Sumatera Selatan, selama 1 bulan lebih menuai keluhan dari wali murid.

Mereka mengaku terbebani karena harus memberi uang jajan tambahan kepada anak setiap hari sekolah. Sejumlah wali murid mengatakan, adanya MBG sangat membantu perekonomian keluarga karena tidak perlu mengeluarkan uang untuk jajan anak lagi.

"Biasanya anak tidak dikasih uang jajan juga sudah kenyang di sekolah. Ada MBG kan lumayan, apalagi gizinya terjamin," kata Melati yang merupakan satu diantara wali murid ketika diwawancarai, Jumat (4/9/2026).

Namun kata Melati akibat penghentian MBG di sekolah anaknya yakni di SMPN 1 Buay Pemaca Kabupaten OKU Selatan kembali harus menambah pengeluaran keluarga dengan memberi anaknya uang jajan. "Tapi sejak satu bulan terakhir ini anak saya harus dikasih uang jajan. Kalau tidak dikasih kasihan, pulang sekolah sudah lapar," lanjutnya.

Hal senada juga disampaikan wali murid lainnya. Dengan kondisi ekonomi saat ini, tambahan uang jajan Rp 5.000 - Rp 10.000 per hari cukup memberatkan. "Kami titip anak ke sekolah. Tolong pak Kepsek, pak Kadis, diperhatikan lagi. Biar anak-anak bisa makan bergizi gratis lagi seperti dulu," harapnya. 

Sementara itu, Kepala SPPG Desa Srimenanti Kecamatan Buay Pemaca M Rico Andika Saputra SH ketika dikonfirmasi membenarkan informasi terkait penghenti distribusi MBG ke SMPN 1 Buay Pemaca Kabupaten OKU Selatan.

"SMPN 1 Buay Pemaca menerima MBG rutin dari 25 feb-31 Juli, namun adanya kendala karena permintaan data penerima manfaat (PM) MBG oleh BGN pusat yang diminta oleh pihak SPPG kepada sekolah tidak dipenuhi, sehingga pihak SPPG memberi teguran kepada sekolah terkait permintaan data," katanya.

Namun pada Senin tanggal 3 Agustus 2026 ketika SPPG mendistribusikan ke SMP 1 justru ditolak oleh PIC dan pihak Sekolah. "Hingga sekarang pihak sekolah sudah kami minta buat surat penolakan dan keterangan, namun sampai sekarang tidak ada kejelasan terkait surat resmi tersebut," jelasnya.

* Diduga Ditolak Kepsek 

Penghentian distribusi MBG ke pelajar SMPN 1 Buay Pemaca diduga sengaja adanya penolakan yang dilakukan oleh oknum Kepala Sekolah yakni Sopianto. 

Namun sayang, hingga berita ini diterbitkan pihak Kepsek belum memberikan keterangan resmi terkait hal itu. Sementara itu, ratusan siswa-siswi SMPN 1 Buay Pemaca harus kembali membawa bekal atau jajan dari rumah akibat tak adanya MBG.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan OKU Selatan, Handoko menanggapi hal itu dengan serius dan menyatakan akan mengkonfirmasi langsung ke pihak sekolah. "Nanti akan kami konfirmasi ke pihak sekolah," katanya ketika dikonfirmasi melalui pesan Whatshap.

Diketahui ada sebanyak 482 pelajar di SMP Negeri 1 Buay Pemaca Kabupaten OKU Selatan. Dengan penolakan tersebut sama halnya pihak sekolah menolak adanya program presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.(Tim)

Share:

0 comments:

Posting Komentar



Portalsriwijaya.com

Arsip