Pemuda Pancasila Tagih Janji PT GHMMI Realisasikan 7 Point Kesepakatan, Hampir Setahun Tanpa Kabar


Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Hampir setahun melakukan unjuk rasa dan melakukan kesepakatan dengan PT GH EMM Indonesia (GHEMMI), namun hingga saat ini tidak ada realisasi alias hanya janji-janji belaka.


Terkait hal itu Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kota Prabumulih Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menagih janji poin-poin kesepakatan dengan PT GH EMM Indonesia (GHEMMI) untuk direalisasika.


Adapun point-point yang hingga saat ini tidak dipenuhi antara lain masalah Corporate Social Responsibility (CSR) dan ketenagakerjaan.


"Pelaporan dampak lingkungan, data valid tenaga kerja asing yang diperoleh dari keimigrasian, proses tender melalui sistem terintegrasi, maupun CSR. Kami menilai butir-butir nota kesepakatan tersebut belum ada yang terealisasikan hingga saat ini," tegas Ketua MPC Pemuda Pancasila kota Prabumulih, Rifki Baday SH MKn kepada Portal ini, Senin (15/3/2021).


Dengan tidak adanya realisasi dari hasil point-point pertemuan tentu hal itu seolah perusahaan diduga tidak peduli dengan organisasi yang tersebar di seluruh Indonesia tersebut.


Padahal tidak hanya seluruh pengurus Pemuda Pancasila Prabumulih namun warga Kota Prabumulih menantikan implementasi keseluruhan butir-butir kesepakatan yang ditandatangani oleh kedua belah pihak pada pertengahan Oktober 2020 silam tersebut.


Menurutnya, perhitungan APBD yang dapat diserap karena kegiatan operasional yang bukan hanya hampir keseluruhan menggunakan Fasilitas Kota Prabumulih juga berdampak langsung kepada masyarakat sekitar.


"Jangan menganggap remeh apa yang disampaikan Ormas sebagai perpanjangan tangan masyarakat. Kami meminta pihak GHEMMI yang menandatangani perjanjian untuk dapat mengimplementasikan seluruh butir-butir perjanjian tersebut," ungkap Rifki.


Lebih lanjut Ketua MPC PP Prabumulih ini menegaskan, pihak humas maupun pihak Legal Consultant PT GH EMM Indonesia (GHEMMI) jangan hanya menjadi corong namun tidak bisa menyelesaikan ataupun mampu memberikan jalan keluar dari permasalahan tersebut.


"Sehingga akibat yang ditakutkan adalah terjadinya konflik di masyarakat saat ini benar-benar terjadi" tegasnya.


Diketahui sebelumnya, pihak PT GH EMM Indonesia (GHEMMI) dan MPC Pemuda Pancasila Prabumulih telah melakukan pertemuan terkait pembahasan masalah Corporate Social Responsibility (CSR) dan ketenagakerjaan yang sebelumnya demo aksi tuntutan dilakukan ormas kepemudaan itu di depan kantor PT GHEMMI.


Dalam pertemuan dua pihak tersebut di Cafe Coffee & Mee Kota Prabumulih, diketahui sementara ini ada 4 poin kesepakatan antara pihak PT GHEMMI dan MPC Pemuda Pancasila Prabumulih. 


Diantaranya pertama, PT GHEMMI akan memberikan akan memberikan peluang seluruh rekanan atau vendor secara terbuka agar dapat bersinergi termasuk keterbukaan dengan pihak MPC Pemuda Pancasila Prabumulih.


Poin kedua, PT GHEMMI dan MPC (Maincont) Pemuda Pancasila Prabumulih akan berkomunikasi untuk masalah Amdal dan akan memberikan laporan semester akhir.


Ketiga, PT GHEMMI akan memberikan peluang untuk tenaga kerja (skil/non skil) kepada masyarakat lokal atau sekitar lokasi PT GHEMMI. 


Dan terakhir, pihak MPC Pemuda Pancasila Prabumulih masih tetap akan menunggu kepastian penjelasan dari pihak PT GHEMMI terkait masalah angkutan bertonase besar yang masih melintasi jalan dalam wilayah kota Prabumulih.


Terpisah Humas PT GH EMM Indonesia (GHEMMI), Supri Arison alias Icon ketika coba dikonfirmasi wartawan melalui nomornya hingga saat ini belum memberikan jawaban.(Ing)

Share:

0 komentar:

Posting Komentar


Portalsriwijaya.com