Narapidana Narkoba Ditemukan Tak Bernyawa di dalam Lapas Muaradua

 


OKU Selatan, Portalsriwijaya.com -  Seorang narapidana kasus narkoba di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muaradua, Kabupaten OKU Selatan, dilaporkan meninggal dunia. Peristiwa tersebut kini dalam penyelidikan kepolisian untuk memastikan penyebab kematian warga binaan tersebut.

Narapidana itu bernama Adi Waswara, warga Desa Damarpura Kecamatan Buana Pemaca Kabupaten OKU Selatan. Adi diketahui meninggal dunia saat berada di dalam sel tahanan Lapas Kelas IIB Muaradua.

Kepala Lapas Kelas IIB Muaradua, Hero Sulistiyono, membenarkan adanya peristiwa tersebut. "Benar, ada narapidana kasus narkoba yang meninggal dunia. Penanganan kasus ini sudah kami serahkan kepada pihak kepolisian, Kami sudah menyampaikan atau menyerahkan almarhum kepada keluarga korban hingga turut serta sampai ke Pemakaman," ujar Hero di ruang kerjanya.Rabu (21/10/2026)


Sementara itu, Kapolres OKU Selatan AKBP I Made Redi Hartana melalui KBO Satreskrim Polres OKU Selatan, Ipda Hendry Farman, juga membenarkan kejadian tersebut. "Ya benar ada warga binaan meninggal dunia pada Jum’at pagi sekitar pukul 06:30 WIB pagi," jelasnya.

Ia menegaskan, penyebab kematian korban belum dapat dipastikan. Polisi masih melakukan pendalaman guna mengungkap kondisi dan dugaan penyebab meninggalnya narapidana tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Adi Waswara merupakan narapidana kasus narkoba yang menjalani hukuman penjara selama tujuh tahun. Saat ditemukan meninggal dunia, korban telah menjalani masa pidana sekitar dua tahun.

Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh komandan regu (Danru) saat pergantian jam piket. Setelah mendapati kondisi korban, Danru kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Lapas. Pihak Lapas selanjutnya membuka pintu sel untuk memeriksa kondisi korban. Dari pemeriksaan awaln tersebut, korban diketahui sudah meninggal dunia.

Untuk memastikan penyebab kematian, jenazah korban kemudian dibawa oleh pihak kepolisian ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Hingga kini, penyebab pasti kematian Adi Waswara masih menunggu hasil pemeriksaan. Kepolisian terus mendalami peristiwa tersebut untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi. (FR86-Red)

Share:

Peringati Hari Jadi ke-75 Humas Polri, Kapolres OKU Selatan AKBP I Made Redi Hartana Sambangi Panti Asuhan Al-Amanah

 


OKU Selatan, Portalsriwijaya.com - Memperingati momentum bersejarah Hari Jadi ke-75 Humas Polri, jajaran Kepolisian Resor Ogan Komering Ulu Selatan (Polres OKU Selatan) menunjukkan wujud nyata Polri bersama masyarakat, melalui aksi sosial bertajuk bakti kemanusiaan di Panti Asuhan Al-Amanah di Kelurahan Pasar Ilir Kecamatan Muaradua, Senin (19/10/2026) sore.

Kegiatan penuh kehangatan dan kekeluargaan ini dipimpin langsung oleh Kapolres OKU Selatan, AKBP I Made Redi Hartana SH SIK MIK didampingi Wakapolres OKU Selatan, Kasat Intelkam, Kasat Lantas, Kasi Propam, Kasi Humas AKP Amir Hamzah SSos MM serta personel Seksi Humas Polres OKU Selatan.

Kehadiran jajaran pimpinan Korps Bhayangkara di tengah anak-anak yatim piatu tersebut bukan sekadar seremoni peringatan hari jadi, melainkan pengejawantahan dari komitmen kepolisian yang senantiasa hadir sebagai pelindung, pengayom, dan sahabat sejati masyarakat.

Kapolres OKU Selatan, AKBP I Made Redi Hartana SH SIK MIK menegaskan bahwa institusi Polri tidak dapat dipisahkan dari denyut kehidupan rakyat. Menurutnya, kekuatan hakiki kepolisian bersumber dari kepercayaan, doa, dan cinta masyarakat.

"Polri dan masyarakat adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Polisi lahir dari rahim rakyat dan bertugas sepenuhnya untuk mengabdi kepada rakyat. Di momentum Hari Jadi ke-75 Humas Polri ini, kami ingin menegaskan kembali komitmen kami bahwa Polri akan selalu hadir bersama masyarakat, tidak hanya dalam memelihara kamtibmas, tetapi juga hadir merangkul serta meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan," tegas AKBP I Made Redi Hartana di hadapan pengurus dan anak-anak panti asuhan.

Lebih lanjut AKBP I Made Redi Hartana menyampaikan bahwa anak-anak di Panti Asuhan Al-Amanah adalah aset dan generasi penerus bangsa yang wajib didukung masa depannya. Beliau berpesan kepada seluruh anak asuh untuk senantiasa giat belajar, menanamkan nilai disiplin, serta tidak berkecil hati dalam menggapai cita-cita setinggi langit.

Dalam kesempatan yang sama, Kasi Humas Polres OKU Selatan, AKP Amir Hamzah SSos MM memaparkan bahwa bakti sosial ini diisi dengan penyerahan tali asih berupa uang santunan dan paket kebutuhan pokok lengkap, meliputi beras, telur, mie instan, hingga minyak goreng.

Sementara itu, pihak pengurus Panti Asuhan Al-Amanah mengungkapkan rasa haru dan apresiasi mendalam atas kedatangan Kapolres OKU Selatan beserta jajaran. Kehadiran para personel kepolisian secara langsung dinilai membawa suntikan motivasi moral dan kebahagiaan luar biasa bagi anak-anak asuh di panti tersebut.

Melalui kegiatan ini, Polres OKU Selatan berharap jalinan silaturahmi yang harmonis antara aparat kepolisian dan seluruh elemen masyarakat dapat semakin kukuh, sekaligus memperkuat sinergi bersama dalam memelihara situasi kamtibmas yang aman, damai dan sejuk di Bumi Serasan Seandanan.(FR86)

Share:

Hadiri Paripurna HUT Prabumulih, Gubernur Sumsel Dorong Daerah Rasionalisasi Pendapatan



Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr H Herman Deru mengapresiasi kemajuan pembangunan dan kinerja Pemerintah Kota Prabumulih menjelang seperempat abad perjalanan daerah tersebut sebagai daerah otonom.

Di tengah tantangan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah, ia mendorong Pemkot Prabumulih untuk melakukan rasionalisasi pendapatan dan belanja secara terukur serta mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa membebani masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Herman Deru dalam Rapat Paripurna Istimewa peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Prabumulih Tahun 2026 di Gedung DPRD Kota Prabumulih, Senin (19/10/2026).

Menurut Herman Deru, usia 25 tahun menjadi momentum penting bagi Prabumulih untuk menunjukkan kematangan tata kelola pemerintahan sekaligus mengevaluasi capaian pembangunan yang telah diraih.

Ia menilai, perjalanan Prabumulih sejak menjadi daerah otonom baru tidak terlepas dari berbagai tantangan. Namun, beragam dinamika tersebut justru menjadi bagian dari proses pendewasaan pemerintahan dan kemajuan daerah.

Secara umum, kelembagaan yang sudah berusia 25 tahun merupakan organisasi yang matang karena telah melewati berbagai rintangan, jalan terjal, berbukit, hingga berbelok. Mungkin masyarakat dan pemerintah setempat tidak terlalu merasakan perubahannya, tetapi kami yang melihat dari luar cukup takjub menyaksikan kemajuan Prabumulih hingga berada di titik ini,” ungkapnya.

Herman Deru menegaskan, berbagai capaian pembangunan yang telah diraih harus menjadi modal untuk melanjutkan program-program prioritas dan memenuhi target pembangunan yang telah direncanakan.

Meski demikian, ia mengingatkan pemerintah daerah agar tetap realistis dalam menyusun kebijakan anggaran. Pasalnya, kondisi keuangan daerah tidak selalu berjalan sesuai dengan proyeksi ketika perencanaan pembangunan disusun.

Karena itu, rasionalisasi pendapatan dan belanja dinilai penting agar kebijakan fiskal tetap terukur, efektif, dan sesuai dengan kemampuan keuangan daerah. Di sisi lain, optimalisasi PAD perlu dilakukan secara cermat dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi serta kemampuan masyarakat.

Momentum Hari Jadi ke-25 Kota Prabumulih diharapkan tidak sekadar menjadi ajang perayaan, tetapi juga menjadi refleksi bagi pemerintah daerah untuk memperkuat tata kelola keuangan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan menjaga keberlanjutan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat. (Ikb)

Share:

Babak Baru Perkara Eks Kades Sukarami, Diduga Catut Nama Warga Jadi Guru Ngaji Honor Tak Pernah Diberikan


OKU Selatan, Portalsriwijaya.com - Kasus dugaan penyimpangan yang menyeret Oknum mantan Kepala Desa (Kades) Sukarami berinisial CA, memasuki babak baru. Seorang warga yang diduga namanya dicatut sebagai guru ngaji fiktif akhirnya buka suara.

Hal ini terungkap setelah sejumlah perwakilan masyarakat Peduli Desa Sukarami yang dipimpin oleh Fauzi Rahman, Julius dan Putra mendatangi Kantor Kejari OKU Selatan.

Saksi berinisial TH yang merupakan warga Desa Sukarami mengaku namanya dimasukkan sebagai penerima insentif guru ngaji oleh Eks Kades CA, padahal dirinya tidak pernah mengajar dan tidak pernah menerima uang tersebut.

Dengan nada berapi-api, TH menuntut keadilan langsung di depan awak media atas apa yang diduga telah dilakukan eks Kades Sukarami terhadap dirinya.

"Kami menuntut Keadilan di Kejari OKU Selatan, tolong tegakkan keadilan untuk kami masyarakat Sukarami. Apakah pak Kejari sanggup menegakkan keadilan untuk rakyat Sukarami?, sudah cukup keluarga kami menderita oleh perbuatan kades selama dua periode," tegas TH berapi-api, Senin (19/10/2026).

TH mengaku sudah memberikan keterangan dan siap menjadi saksi di Kejari OKU Selatan jika dipanggil atas dugaan yang menjerat mantan kepala desa Sukarami tersebut. "Saya tidak pernah jadi guru ngaji. Tiba-tiba nama saya ada. Saya tidak pernah tanda tangan, tidak pernah terima uang. Ini fitnah yang merugikan keluarga saya. Selama dua periode kami dibodohi, sekarang kami minta keadilan," lanjutnya dengan mata berkaca-kaca.

Informasi yang dihimpun Portalsriwijaya.com, modus guru ngaji fiktif ini diduga digunakan untuk mencairkan anggaran Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) pos pembinaan keagamaan. Nama-nama warga dicatut, dibuatkan daftar penerima fiktif, lalu anggaran dicairkan namun uangnya diduga tidak sampai ke penerima. "Jika terbukti, perbuatan ini berpotensi merugikan keuangan negara dan masuk dalam kategori tindak pidana korupsi," katanya.


* Warga Desak Kejari OKU Selatan Tuntaskan Perkara

Pernyataan TH ini membuat warga Desa Sukarami semakin geram. Mereka mendesak Kejari OKU Selatan tidak main-main dan segera melakukan penetapan tersangka.

"Ini sudah ada saksi yang berani bicara, yang namanya dicatut. Kami mohon Pak Kajari, dengar jeritan kami masyarakat Sukarami kecil ini. Dua periode kami menderita," ujar tokoh masyarakat Sukarami sesuai beraudiensi ke Kejari.

Hingga berita ini diturunkan, Oknum Eks Kades Sukarami CA belum berhasil dikonfirmasi untuk hak jawab. Media Portal Sriwijaya masih berupaya menghubungi yang bersangkutan dan siap menerbitkan hak jawab jika yang bersangkutan memberikan klarifikasi.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Bambang Setiawan SH MH Li menegaskan pihaknya akan objektif, profesional sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan akan selalu menginformasikan perkembangan kasus ini kepada masyarakat Desa Sukarami.

"Kita akan objektif dan profesional sesuai dengan SOP salam bekerja, selanjutnya segala informasi perkembangan tentu akan kami sampaikan kepada masyarakat Sukarami," tuturnya.(Tim)

Share:

Gelap Gulita! Jalan Rengas Menuju Mapolres OKU Selatan Tanpa Lampu, Warga: Rawan Laka Dan Begal

GELAP GULITA - Kondusi jalan Simpang Rengas menuju Mapolres OKU Selatan yang gelap gulita

OKU Selatan, Portalsriwijaya.com - Warga mengeluhkan kondisi jalan utama terpatnya dari Simpang Rengas menuju Mapolres OKU Selatan yang gelap gulita tanpa penerangan jalan umum (PJU). Sepanjang jalur tersebut, tidak ada satu pun lampu jalan yang menyala. Bahkan tiang lampu pun minim.

Jalur Rengas - Mapolres adalah jalur vital. Setiap hari dilalui ratusan warga, pelajar, pegawai, dan kendaraan logistik. Namun saat malam hari, jalur ini berubah menjadi jalur paling menakutkan.

"Gelap total bang dari Rengas sampai Mapolres. Motor harus pakai lampu jauh terus. Kalau papasan silau, bisa masuk parit. Kami takut ada begal atau kecelakaan," ujar Edi, warga Muaradua yang mengkau tiap malam melintas ketika dibincangi.

Warga lain yakni Joni menambahkan, jalur tersebut rawan kecelakaan karena marka jalan tidak terlihat dan lubang jalan tidak kelihatan saat gelap. "Apalagi kalau hujan. Lubang ketutup air, tidak kelihatan. Sudah banyak yang jatuh di situ karena gelap," katanya.

Warga menilai sangat ironis, jalur menuju Markas Polres OKU Selatan* ll yang seharusnya menjadi contoh keamanan dan ketertiban justru dibiarkan gelap. " Ini jalan menuju Mapolres lho, pusat keamanan. Masa jalannya gelap begini? Bagaimana mau aman kalau penerangan saja tidak ada,"  sindir warga.

Masyarakat meminta Pemerintah Kabupaten OKU Selatan melalui Dinas Perhubungan dan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman (Perkim) segera memasang dan menghidupkan lampu jalan di sepanjang jalur Rengas - Mapolres.

Jangan tunggu ada korban begal atau kecelakaan maut baru diperbaiki. Untuk itu wasga meminta instansi berwenang memasang penerangan di sepanjang Jalan Rengas - Mapolres. "Anggaran PJU kan ada setiap tahun. Tolong lah perhatikan jalur utama ini. Kami butuh terang, bukan gelap," harap warga.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas terkait prihal jalan menuju markas kepolisian justru gelap gulita dan diduga rawan tindak pidana kejahatan. (FR86)

Share:

Hendrarto Berikan Pembinaan kepada Insan Brilian BRI BO Prabumulih, Usung Tema Satu Bank untuk Semua


Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Pejabat perbankan yang menjabat sebagai Area Head 1 Regional Office (RO) 4 Palembang PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Hendrarto, melakukan pembinaan kepada Insan Brilian BRI Branch Office (BO) Prabumulih, pada Rabu (14/10/2026) malam.

Kegiatan pembinaan tersebut mengusung tema Satu Bank untuk Semua dan disambut positif oleh seluruh Insan Brilian BRI BO Prabumulih. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan, meningkatkan semangat kerja, serta memperkuat komitmen seluruh pekerja dalam memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah.

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Tidak hanya menjadi sarana pembinaan, pertemuan tersebut juga dimanfaatkan untuk mempererat hubungan antarkaryawan dan jajaran pimpinan BRI, sehingga tercipta lingkungan kerja yang semakin solid dan harmonis.

"Melalui pembinaan ini, diharapkan seluruh Insan Brilian BRI BO Prabumulih dapat terus meningkatkan kualitas diri, menjaga profesionalisme, serta memperkuat kerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan di sektor perbankan," ujar Hendrarto disela-sela acara. 

Tema Satu Bank untuk Semua juga menjadi semangat untuk membangun kesamaan visi di lingkungan kerja. Dengan sinergi yang kuat, seluruh pekerja diharapkan mampu berkontribusi secara optimal dalam mendukung pertumbuhan bisnis perusahaan sekaligus memberikan layanan perbankan yang semakin baik kepada masyarakat.

Branch Office Head BRI Prabumulih, R.P. Rafi Rafsanjani, yang akrab disapa Boy, menyampaikan terima kasih atas pembinaan yang diberikan Hendrarto kepada seluruh Insan Brilian BRI BO Prabumulih.

Boy berharap kegiatan tersebut dapat memberikan motivasi dan semangat baru bagi seluruh pekerja untuk terus berkembang, meningkatkan kinerja, serta menjaga kekompakan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Lebih lanjut Boy mengaku, pembinaan dan komunikasi yang baik antara pimpinan dan pekerja merupakan bagian penting dalam membangun organisasi yang kuat. "Dengan kebersamaan dan komitmen yang terus terjaga, BRI diharapkan mampu menghadapi tantangan industri perbankan sekaligus memperluas kontribusinya kepada masyarakat," katanya. 

Boy juga berharap PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk semakin maju dan sukses ke depannya. Harapan tersebut sejalan dengan semangat seluruh Insan Brilian untuk terus memberikan kontribusi positif bagi perusahaan.

Kegiatan pembinaan ini diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan internal, tetapi juga menjadi dorongan bagi seluruh Insan Brilian BRI BO Prabumulih untuk terus menjaga integritas, meningkatkan produktivitas, dan mengutamakan kualitas pelayanan kepada nasabah.

Dengan semangat kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan tersebut, BRI BO Prabumulih diharapkan semakin solid dalam menjalankan berbagai program perusahaan serta mendukung pencapaian target bisnis secara berkelanjutan. (05)

Share:

Polres OKU Selatan dan BNNK Operasi Penangkapan Narkoba di Buay Rawan

 



OKU Selatan, Portalsriwijaya.com - Kepolisian Resor (Polres) OKU Selatan bersama Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) OKU Timur menggelar operasi penindakan di kawasan rawan peredaran narkotika di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Buay Rawan, Kabupaten OKU Selatan, Sumatera Selatan, Senin (12/10/2026). Dalam penggerebekan tersebut, petugas gabungan berhasil mengamankan dua orang terduga pelaku beserta barang bukti narkotika jenis sabu seberat bruto 1,31 gram.

Operasi represif yang dimulai sejak pukul 10.00 WIB ini mengusung semangat sinergi Polri bersama masyarakat di bidang pemberantasan narkoba, merujuk pada Surat Telegram Kapolda Sumsel Nomor ST/642/X/RES.4.2/2026 tertanggal 9 Oktober 2026 terkait penertiban kampung narkoba, lokasi sarang peredaran, serta pengawasan ketat terhadap panggung hiburan yang rawan disalahgunakan.

Kapolres OKU Selatan AKBP I Made Redi Hartana, S.H., S.I.K., M.I.K. menegaskan bahwa jajarannya tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi peredaran gelap zat terlarang tersebut. Ia menekankan pentingnya peran aktif warga sebagai mitra utama kepolisian dalam mendeteksi dan memutus peredaran barang haram di lingkungan sekitar.

"Melawan narkoba hanya bisa dimenangkan apabila Polri bersama masyarakat bergerak berdampingan saling mendukung. Kami tidak memberi ruang bagi sindikat narkoba di OKU Selatan, dan kami sangat mengapresiasi partisipasi warga yang berani bersuara menjaga lingkungannya," tegas AKBP I Made Redi Hartana.

Di lapangan, pelaksanaan operasi dipimpin langsung oleh Wakapolres OKU Selatan Kompol H. Novan Dwi Putra, S.H., M.H., bersama Kepala BNNK OKU Timur AKBP Efriyanto Tambunan, M.M. Turut mendampingi dalam operasi tersebut jajaran Satres Narkoba, Sat Intelkam, Sat Samapta serta Sie Propam dengan mengerahkan 40 personel gabungan Polres OKU Selatan dan lima personel BNNK OKU Timur.

Kompol Novan Dwi Putra menjelaskan bahwa operasi diawali dengan apel persiapan pengamanan (APP) dan pengaturan cara bertindak (CB)sebelum melakukan penyisiran target secara presisi berkat laporan warga. Dari hasil penggerebekan di lokasi yang terindikasi sebagai sarang narkoba tersebut, tim mengamankan dua orang dengan klasifikasi peran berbeda, yakni satu orang sebagai pengedar dan satu lainnya sebagai pengguna.

"Dari lokasi penggerebekan, tim mengamankan dua orang, masing-masing satu terduga pengedar dan satu pengguna, beserta barang bukti sabu seberat 1,31 gram. Keberhasilan pengungkapan ini membuktikan soliditas kemitraan Polri bersama masyarakat dan instansi terkait. Kami pastikan penanganan perkara berjalan cermat, profesional, serta tuntas dalam batas penentuan sikap 1x24 jam," jelas Kompol Novan.

Pihak kepolisian menerapkan perlakuan hukum yang proporsional sesuai Peraturan Polri Nomor 8 Tahun 2021 dan KUHAP. Kepolisian menegaskan kolaborasi Polri bersama masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda akan terus diperkuat guna mewujudkan lingkungan desa yang sepenuhnya bersih dari narkoba.(FR86)

Share:

BPK Temukan 74 Paket Pengadaan Pemkab OKU Selatan Tak Diproses melalui LPSE

Foto/IST : Kantor Bupati OKU Selatan


OKU Selatan, Portalsriwijaya.com - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan dugaan ketidaksesuaian dalam pelaksanaan pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKU Selatan Tahun Anggaran 2025.

Sebanyak 74 paket pengadaan dengan nilai kontrak berkisar Rp50 juta hingga Rp200 juta tercatat tidak diproses melalui Lembaga Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).

Temuan tersebut tertuang dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK yang menyoroti pelaksanaan pengadaan barang dan jasa pemerintah yang seharusnya mengedepankan prinsip transparansi, keterbukaan, persaingan yang sehat, serta penggunaan sistem elektronik.

Dalam pemeriksaannya, BPK merujuk pada ketentuan Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, yang menjadi salah satu landasan pelaksanaan pengadaan secara transparan dan akuntabel.

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap LPSE serta permintaan keterangan dari Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ), Pejabat Pengadaan, dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Sekretariat Daerah, BPK mengidentifikasi 74 paket pengadaan bernilai kontrak Rp50 juta hingga Rp200 juta yang tidak melalui sistem tersebut.

Bagian Umum dan Perlengkapan Sekretariat Daerah Kabupaten OKU Selatan menjadi salah satu bagian yang mendapat sorotan dalam temuan pemeriksaan. Sejumlah paket pengadaan di bagian ini mencakup penyewaan tenda, sound system, lighting, generator, dekorasi, serta penyediaan konsumsi untuk berbagai kegiatan pemerintahan.

Kepala Bagian Umum Perlengkapan Sekretariat Daerah Kabupaten OKU Selatan, Evi ketika dikonfirmasi mengungkapkan kepada Portal Sriwijaya mengatakan tidak ada pengembalian dana atas temuan tersebut. "Tidak ada pengembalian dana, sama halnya dengan Kominfo dan OPD lainnya,"  tegas Evi.

Selain itu, pengadaan yang disorot juga meliputi kebutuhan rumah tangga kepala daerah dan wakil kepala daerah serta perlengkapan untuk berbagai agenda resmi pemerintah.

Besaran nilai kontrak turut menjadi perhatian dalam pemeriksaan tersebut. Sejumlah paket pengadaan disebut memiliki nilai sekitar Rp100 juta hingga mendekati Rp200 juta per paket.

BPK menilai pelaksanaan pengadaan yang tidak melalui SPSE tersebut tidak sejalan dengan ketentuan Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, sebagaimana disebutkan dalam hasil pemeriksaan. Penggunaan sistem elektronik dimaksudkan untuk mendukung transparansi, akuntabilitas, persaingan usaha yang sehat, serta mencegah potensi penyimpangan dalam proses pengadaan pemerintah (Tim)

Share:

Dugaan Perkara Korupsi Ditindaklanjuti, Tipidkor Polres bersama Tim Unsri Akan Turun Cek Rumah Dinas Bupati OKU Selatan




OKU Selatan, Portalsriwijaya.com - Terkait rumah dinas Bupati OKU Selatan yang berdiri megah dan telah dibangun menggunakan anggaran miliaran namun diduga jadi rumah hantu, akhirnya diselidiki serius oleh jajaran Polres OKU Selatan.

Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Satreskrim Polres OKU Selatan resmi memanggil mantan pejabat terkait pembangunan rumah dinas untuk mengungkap apa sesungguhnya terjadi.

Sosok yang dipanggil adalah Sarinurahman, ST MT yang merupakan mantan Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PU-TR) Kabupaten OKU Selatan. Sarinurahman diminta menjelaskan seluruh proses pelaksanaan proyek tersebut, serta mengapa bangunan yang telah selesai dibangun dengan anggaran besar itu justru kosong melompong dan tidak digunakan sesuai fungsinya.

Kanit Tipidkor Polres OKU Selatan, Ipda Prayudo Wibowo SH ketika di konfirmasi wartawan mengungkapkan, bahwa pihaknya sudah memintak Tim Unsri untuk mengecek Bangunan Rumah Dinas Bupati OKU Selatan tersebut. "Tiga hari kedepan kita akan turun ke Rumah Dinas bersama tim Unsri untuk mengecek mutu bangunan tersebut," tegas Prayudo ketika dibincangi wartawan, Senin (12/10/2026).

Namun kata Kanit Tipidkor, pihaknya kini masih melakukan klarifikasi awal serta meminta penjelasan awal terkait proyek pembangunan rumah dinas tersebut. "Kami masih dalam tahap klarifikasi awal serta verifikasi dokumen proyek," katanya serius.

Seperti di beritakan sebelumnya, dalam pemeriksaan yang berlangsung, Sarinurahman meminta waktu tiga hari untuk melengkapi sejumlah dokumen pendukung yang diperlukan. Ia dijadwalkan kembali hadir memberikan keterangan lengkap pada Senin 12 Oktober 2026.Namun hingga pukul 13.40 wib Saiturrahman belum muncul ke ruang Tipidkor Polres Oku Selatan.

Kasus ini mencuat ke permukaan karena sejak awal pembangunannya berlangsung bertahap dan menelan biaya tidak sedikit, namun sampai kini tidak pernah dihuni. Bangunan itu berdiri kokoh, namun kosong, memunculkan banyak pertanyaan di tengah masyarakat yang sejak lama menantikan kejelasan.

Penelusuran Tipidkor tidak hanya berhenti pada alasan ketidakfungsian bangunan. Tim juga akan mencocokkan secara teliti: Kesesuaian pelaksanaan dengan isi kontrak kerja, Standar kualitas dan spesifikasi teknis yang dipersyaratkan, Realisasi anggaran yang telah dikeluarkan untuk proyek dan Faktor-faktor yang menyebabkan bangunan tidak dapat digunakan.

Masyarakat telah lama bertanya-tanya soal proyek ini. Dana yang dikeluarkan bukanlah angka kecil, sehingga wajar jika publik berhak mengetahui ke mana anggaran itu mengalir, apa yang sebenarnya dibangun, dan mengapa hasilnya tidak dapat dimanfaatkan untuk kepentingan bersama.

Hingga kini, proses pengumpulan bahan dan keterangan masih berjalan. Hasil klarifikasi ini akan menjadi dasar bagi kepolisian untuk menentukan langkah selanjutnya — apakah ditemukan indikasi kerugian keuangan negara atau pelanggaran prosedur yang perlu ditindaklanjuti secara hukum.

Dibangun dengan anggaran rakyat, namun berdiri kosong tanpa penghuni. Kini kepolisian mulai mengungkap sisi lain proyek ini. 

Sementara itu, mantan Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PU-TR) Kabupaten OKU Selatan, Sarinurahman ST MT ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp tidak aktif.

Portal Sriwijaya tetap membuka ruang konfirmasi dan hak jawab kepada pihak-pihak terkait, termasuk Pemerintah Kabupaten OKU Selatan dan Dinas PU-TR, guna memberikan penjelasan secara terbuka kepada publik. (Tim)
Share:

Rumdin Bupati OKU Selatan Dibangun Pakai Anggaran Miliaran, Selesai Tak Ditempati Akhirnya Diselidiki Polisi

 


OKU Selatan, Portalsriwijaya.com - Meski telah dibangun megah namun Rumah Dinas (Rumdin) Bupati OKU Selatan di Kelurahan Batu Belang Kecamatan Muaradua Kabupaten OKU Selaran, hingga kini belum difungsikan.

Padahal anggaran untuk membangun gedung megah tersebut tidak sedikit, namun mencapai miliaran dan dilakukan beberapa tahun. Hal ini membuat para aparat penegak hukum (APH) menjadi curiga, terlebih pembangunan memakai anggaran besar, tidak ditempati dan diduga setiap tahun dianggarkan untuk pembangunan.

Menindaklanjuti kecurigaan itu, Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Satreskrim Polres OKU Selatan melakukan penyelidikan terkait proyek pembangunan dan kenapa belum ditempatinya gedung megah tersebut.

Tak main-main, Tipidkor Polres OKU Selatan mengundang untuk klarifikasi mantan Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PU-TR) OKU Selatan, Sarinurahman ST MT.

Kapolres OKU Selatan dan Kasat Reskrim melalui Kanit Tipidkor Polres OKU Selatan, Ipda Prayudo Wibowo membenarkan pemanggilan tersebut. Menurutnya, pemeriksaan berfokus pada kesesuaian antara dokumen perencanaan, spesifikasi teknis yang tertulis dan kenyataan fisik bangunan di lapangan.

"Kami masih dalam tahap klarifikasi awal serta verifikasi dokumen proyek. Inti pertanyaannya sangat jelas, mengapa bangunan ini belum ditempati? Apakah pengerjaannya sudah sesuai dengan spesifikasi yang disepakati? Semua akan kami telusuri satu per satu," tegas Ipda Prayudo ketika dibincangi wartawan.

Dalam pemeriksaan yang berlangsung, Sarinurahman meminta waktu tiga hari untuk melengkapi sejumlah dokumen pendukung yang diperlukan dan akan kembali datang pada Senin mendatang.

Kasus ini mencuat ke permukaan karena sejak awal pembangunannya berlangsung bertahap dan menelan biaya tidak sedikit, namun sampai kini diduga tidak pernah dihuni. Bangunan yang berdiri kokoh, namun kosong tersebut memunculkan banyak pertanyaan di tengah masyarakat yang sejak lama menantikan kejelasan.

Penelusuran Tipidkor tidak hanya berhenti pada alasan ketidakfungsian bangunan. Tim juga akan mencocokkan secara teliti :

* Kesesuaian pelaksanaan dengan isi kontrak kerja

* Standar kualitas dan spesifikasi teknis yang dipersyaratkan

* Realisasi anggaran yang telah dikeluarkan untuk proyek

* Faktor-faktor yang menyebabkan bangunan tidak dapat digunakan


Hingga kini, proses pengumpulan bahan dan keterangan masih berjalan. Hasil klarifikasi ini akan menjadi dasar bagi kepolisian untuk menentukan langkah selanjutnya, apakah ditemukan indikasi kerugian keuangan negara atau pelanggaran prosedur yang perlu ditindaklanjuti secara hukum.

Sayangnya, baik pihak Pemerintah Kabupaten OKU Selatan dan Dinas PU-TR belum ada tanggapan terkait persoalan tersebut. Namun media Portal Sriwijaya tetap membuka ruang konfirmasi dan hak jawab kepada pihak-pihak terkait, termasuk Pemerintah Kabupaten OKU Selatan dan Dinas PU-TR guna memberikan penjelasan secara terbuka kepada publik. (FR86)

Share:

Respons Keresahan Masyarakat Soal Maling Motor, Satgas ops Sikat I Musi Bekuk pelaku Curanmor



OKU Selatan, Portalsriwijaya.com - Satuan Tugas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum) Operasi Sikat I Musi 2026 Polres Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan berhasil membekuk seorang pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berinisial RE (20) alias RE bin Erwan. 

Pemuda pengangguran asal Desa Gunung Tiga tersebut diringkus petugas saat melintas di kawasan Simpang Jambu Desa Rantau Panjang Kecamatan Buay Rawan Kabupaten OKU Selatan.

Kapolres OKU Selatan, AKBP I Made Redi Hartana SH SIK MIK menegaskan bahwa penindakan ini merupakan langkah tegas kepolisian dalam menyukseskan gelaran Operasi Sikat I Musi 2026 guna menekan aksi 3C (Curas, Curat, Curanmor) dan premanisme di wilayah hukum OKU Selatan.

"Kami tidak akan memberi toleransi terhadap segala bentuk aksi pencurian kendaraan bermotor yang meresahkan masyarakat. Operasi Sikat I Musi ini kami gencarkan demi memberikan rasa aman dan menjamin situasi kamtibmas tetap kondusif," tegas AKBP I Made Redi Hartana, Rabu (7/10/2026).  

Kapolres OKU Selatan juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu waspada dan tidak lalai dalam memarkirkan kendaraannya, termasuk menggunakan kunci pengaman ganda meskipun sedang berada di lingkungan sekitar rumah.

Secara terpisah, Kasi Humas Polres OKU Selatan, AKP Amir Hamzah SSos MM membeberkan bahwa tindak pidana pencurian tersebut menimpa korban Jaya Bangsa Bin Aswan (53), seorang wiraswasta di Dusun II Gunung Pasir Desa Gunung Tiga Kecamatan Muaradua.

Peristiwa bermula saat korban baru saja pulang dari kebun membawa muatan bambu dengan mengendarai sepeda motor Honda Revo warna hitam miliknya. Korban memarkirkan kendaraannya di samping rumah, lalu menurunkan bambu ke belakang dan lanjut membersihkan halaman samping. Namun, selang beberapa saat, korban mendapati sepeda motornya telah raib dibawa kabur pelaku, dengan total kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 4 juta.

"Setelah korban melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polres OKU Selatan, tim operasional langsung bergerak melakukan penyelidikan mendalam hingga akhirnya berhasil mendeteksi identitas dan pergerakan tersangka di lapangan," terang AKP Amir Hamzah.

Sementara itu, Kanit Pidum Satreskrim Polres OKU Selatan, Ipda Hendry Febriansyah yang memimpin langsung operasi pengejaran di lapangan, menerangkan detik-detik penangkapan tersangka pada Senin (5/10/2026) sore.

"Setelah mendapatkan informasi tersangka sedang mengendarai sepeda motor dari arah Desa Gunung Tiga menuju Pasar Muaradua, kami bersama tim langsung melakukan pengejaran cepat. Tersangka akhirnya kami hentikan dan amankan tanpa perlawanan saat berhenti di Simpang Jambu Desa Rantau Panjang," jelas Ipda Hendry Febriansyah.

Dari tangan tersangka, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Revo warna hitam. Tersangka kini telah digelandang ke Mapolres OKU Selatan guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut dan dijerat dengan Pasal 477 ayat (1) huruf g UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.(FR86)

Share:

Pemkot Prabumulih Kembali Bagikan 63 Ribu lebih Seragam Gratis ke Pelajar SD dan SMP



Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Walikota Prabumulih H Arlan menyerahkan seragam sekolah gratis untuk pelajar tingkat SD dan SMP di gedung kesenian rumah dinas walikota Prabumulih, Selasa (6/10/2026).

Pada tahun ini sebanyak 63.754 stel pakaian akan dibagikan kepada seluruh pelajar tingkat SD dan SMP dibawah naungan pemerintah kota Prabumulih. Pakaian akan diberikan sebanyak dua stel ke setiap pelajar, dimana untuk pelajar SD akan mendapat dua stel pakaian merah putih dan SMP dua stel pakaian putih biru.

"Tujuan program pembagian seragam gratis dari pak Walikota H Arlan dan Wakil Walikota Franky Nasril ini untuk meringankan beban ekonomi para orang tua dalam memenuhi kebutuhan pembelian seragam sekolah," ungkap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pemkot Prabumulih, A Darmadi SPd ketika menyampaikan sambutan.

Darmadi mengatakan tujuan pembagian itu juga agar meningkatkan pemerataan akses dan pelayanan pendidikan bagi peserta didik, serta mewujudkan kesetaraan peserta didik tanpa memandang status sosial keluarga.

"Program ini menyasar untuk pelajar tingkat SD dan SMP dengan jumlah penerima tingkat SD sebanyak 21.588 siswa dan tingkat SMP sebanyak 10.289 siswa sehingga total penerima nantinya mencapai 31.877 dikali dua stel sehingga yang akan dibagikan sebanyak 63.754 stel," katanya.

Sementara itu, Walikota Prabumulih H Arlan mengatakan pembagian sebanyak dua stel untuk satu anak tingkat SD dan tingkat SMP. "Pembagian ini untuk tahun kedua kita menjabat dan akan berlangsung hingga akhir masa jabatan kita, doakan saja," bebernya.

Arlan mengakui dalam pembagian seragam gratis dilakukan sedikit telat lantaran dibuat sebaik mungkin dan sesuai ukuran setiap murid. "Sesuai ukuran masing-masing, tidak hanya sekolah negeri tapi juga sekolah swasta dapat," katanya.

Disinggung banyak harapan orang tua siswa agar kedepan diganti seragam batik atau Pramuka, Arlan mengaku kedepan akan dilakukan pembagian untuk seragam batik dan pramuka. "Kedepan akan kita evaluasi dan kedepan kita rencanakan untuk pembagian batik dan seragam pramuka. Kalau duit banyak kita tambah terus," ungkap Arlan seraya mengatakan kedepan juga menarget memberi seragam gratis dibawah kementerian agama.(Ikb)

Share:

Skandal Pupuk Bersubsidi OKU Selatan: Dugaan Suap, Manipulasi Data, Pungli, hingga Pembiaran HET oleh Oknum Petugas PT Pupuk Indonesia



OKU Selatan, Portalsriwijaya.com - Petani di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan kembali menjadi korban carut-marutnya sistem tata niaga pupuk bersubsidi. 

Hasil investigasi lapangan tim Portal Sriwijaya mengungkap dugaan kuat adanya praktik maladministrasi terstruktur dan sistemik yang disinyalir melibatkan oknum petugas lapangan (Account Executive) PT Pupuk Indonesia berinisial S beserta timnya.

Tindakan oknum tersebut dinilai telah mengorbankan hak-hak petani kecil demi memperkaya diri sendiri, menyalahgunakan wewenang di tingkat distributor atau PUD hingga kios atau PPTS, dan diduga merambah pada praktik penyuapan lintas instansi.

* Rentetan Dugaan Pelanggaran: Pungli, Konflik Kepentingan hingga Skandal Moral

Berdasarkan temuan di lapangan, dugaan maladministrasi yang dilakukan oleh S mencakup kelalaian serta pengabaian kewajiban hukum sebagai perpanjangan tangan PT Pupuk Indonesia. Oknum ini diduga kuat melakukan praktik pungutan liar (pungli) dan meminta imbalan kepada Pelaku Usaha Distribusi (PUD) dan Penerima Pada Titik Serah (PPTS).

"Kami PPTS OKU Selatan dipaksa ikut acara kegiatan SPJB di lampung dan membayar 750.000 per PPTS, kalau tidak ikut kami di pecat," tutur pemilik PPTS yang tidak ingin disebutkan namanya

Lebih jauh S disinyalir berpihak dan melakukan diskriminasi terhadap PUD dan PPTS tertentu yang masuk dalam 'binaannya'. Konflik kepentingan ini dibiarkan merajalela. Ironisnya, perilaku tidak patut oknum ini juga merambah ke ranah etika pribadi, S diduga diketahui memiliki istri tidak sah yang ditempatkan di wilayah kerjanya.

Hal itu merupakan sebuah tindakan yang mencoreng integritas profesional sebagai pelayan publik dan mencoreng nama perusahaan yang mempekerjakannya. Karena banyaknya 'borok' tersebut, S diduga tersandera oleh kesalahannya sendiri, sehingga ia menutup mata dan tidak berani menjatuhkan sanksi kepada kios atau distributor yang terbukti melakukan pelanggaran fatal. ‘Pembiaran’ paling nyata adalah maraknya praktik penjualan pupuk bersubsidi jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) di OKU Selatan, yang secara langsung mencekik ekonomi petani.

* Tanda Tangan Dipalsukan, Misteri e-RDKK, & "Amplop" Pelicin Tim Verval

Pelanggaran hukum paling krusial dalam skandal ini adalah manipulasi data penerima pupuk yang diduga dirancang secara sistematis. Oknum S diduga mengarahkan kios untuk memalsukan tanda tangan petani agar terlihat asli tanpa perlu repot memanggil petani yang bersangkutan.

Lebih fatal lagi, investigasi menemukan fakta bahwa data petani yang sudah lama pindah domisili dari OKU Selatan ternyata masih tercatat aktif di dalam e-RDKK (Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok). "Anehnya, jatah pupuk atas nama petani yang sudah pindah tersebut dilaporkan habis ditebus. Kartu tani kami di ambil pihak Kios, namun kami di saat akan mengambil jatah kuota pupuk di kios sudah habis," tutur warga yang minta namanya di rahasiakan.

Pertanyaannya: Siapa yang berani menandatangani bukti surat kuasa dan tebusan pupuk tersebut jika petaninya saja sudah tidak ada di OKU Selatan?

Untuk memuluskan aksi kongkalikong dokumen fiktif ini, oknum S diduga kuat memberikan arahan kepada jaringan di bawahnya untuk menyiapkan "amplop" pelicin. Uang suap ini disinyalir ditujukan kepada oknum Tim Verifikasi dan Validasi (Verval) dari Dinas Pertanian setempat. Tujuannya sangat jelas: agar proses verifikasi penyaluran pupuk tetap diluluskan tanpa hambatan, meskipun dipenuhi oleh tanda tangan fiktif dan data penerima "siluman".

Seorang petani di OKU Selatan yang masih menetap pun mengaku terkejut saat mengetahui kuota pupuknya ludes. "Saya sama sekali belum pernah menebus pupuk jatah saya musim ini. Tapi pas dicek, kuota saya sudah habis. Tanda tangan dipalsukan, pupuknya entah lari ke mana," ungkap petani tersebut dengan nada kecewa.

* Siap Dibawa ke Ombudsman dan Satgas Pangan

Geram dengan kejahatan kerah putih di sektor pertanian ini, perwakilan masyarakat yang dikoordinir oleh Fauzi Rahman tidak akan tinggal diam. Dalam waktu dekat, berkas investigasi beserta barang bukti manipulasi data, indikasi suap, dan rekaman dugaan pungli ini akan segera dilaporkan secara resmi ke Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sumatera Selatan.

Langkah pelaporan ini merujuk secara tegas pada amanat Pasal 7 Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2008, yang memberikan wewenang penuh kepada Ombudsman untuk mengawasi, memeriksa, dan menindaklanjuti penyimpangan pelayanan publik, baik yang dilakukan oleh BUMN maupun instansi pemerintah daerah.

Selain itu, laporan pidana terkait mafia pupuk, dugaan penyuapan, pemalsuan dokumen, dan pembiaran HET juga akan diserahkan kepada APH Polres OKU Selatan,Satgas Pangan Polda Sumsel untuk segera ditindaklanjuti secara hukum.

Sebagai bentuk kepatuhan terhadap Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik, redaksi memberikan ruang hak jawab yang berimbang kepada pihak-pihak yang disebutkan. Namun hingga berita ini diturunkan, tim redaksi telah berupaya menghubungi S untuk mengonfirmasi rentetan tuduhan mulai dari pungli, manipulasi tanda tangan, misteri penebusan pupuk warga yang sudah pindah, arahan pemberian amplop, hingga pembiaran HET. 

Namun, S yang diketahui menjabat Account Executive PT Pupuk Indonesia belum memberikan respons resmi. Begitu juga terhadap pihak Dinas Pertanian OKU Selatan telah dikonfirmasi terkait adanya dugaan aliran dana "amplop" pelicin untuk meloloskan dokumen fiktif dan tanda tangan warga yang sudah tidak berdomisili di OKU Selatan, namun juga belum mendapatkan jawaban. (Fr86 & Tim)

Share:

Lindungi Keringat Petani Kecil, Polres OKU Selatan Respons Cepat dan Ringkus Dua Pencuri Getah Karet


OKU Selatan, Portalsriwijaya.com – Kepolisian Resor Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan menegaskan komitmennya untuk selalu hadir mengayomi seluruh lapisan masyarakat, termasuk para petani kecil. Melalui gelaran Operasi Sikat I Musi 2026, Satgas Gakkum Polres OKU Selatan bersama Unit Reskrim Polsek Muaradua berhasil mengungkap kasus pencurian getah karet dan mengamankan dua orang terduga pelaku.

Kedua pelaku yang diamankan masing-masing berinisial DW (27) dan AM alias B (26), warga Kecamatan Muaradua Kabupaten OKU Selatan.

Kapolres OKU Selatan AKBP I Made Redi Hartana SH SIK MH menyampaikan bahwa bagi seorang petani, hasil sadapan karet adalah penopang utama dapur dan keberlangsungan hidup keluarga sehari-hari. Oleh karena itu, sekecil apa pun kerugian yang dialami masyarakat pedesaan akibat tindak kejahatan akan tetap menjadi prioritas penanganan Polri.

"Bagi sebagian orang, beberapa kilogram getah karet mungkin dinilai nominal yang kecil. Namun bagi saudara-saudara kita para petani di kebun, itu adalah hasil cucuran keringat dari subuh hingga petang untuk menyambung hidup keluarga. Kami tidak memandang besar atau kecilnya nominal, setiap laporan warga wajib kami lindungi dan tindak lanjuti secara tuntas," tegas AKBP I Made Redi Hartana, Sabtu (03/10/2026).

Kapolres menambahkan bahwa kepolisian tidak akan mentolerir aksi-aksi pencurian hasil bumi yang kerap membuat resah para petani di kebun, sekaligus memastikan bahwa hukum hadir memberikan rasa aman dan keadilan bagi masyarakat akar rumput.

Sementara itu, Kasi Humas Polres OKU Selatan menerangkan bahwa pengungkapan ini berawal dari keberanian korban berinisial H (40), seorang petani lokal, yang melaporkan kehilangan getah karet di kebun miliknya di Talang Sangur, Desa Pendagan, Kecamatan Muaradua. Laporan tersebut teregistrasi dengan Nomor: LP/B/80/IX/2026/SPKT/Polsek Muaradua tertanggal 14 September 2026.

"Korban mendapati getah karet yang masih berada di mangkok penampungan telah raib dicuri pada Minggu petang (13/09/2026). Menanggapi aduan tersebut, petugas langsung turun ke lapangan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan memburu petunjuk keberadaan pelaku," ujar Kasi Humas Polres OKU Selatan.

Kasi Humas menjelaskan, berkat keuletan tim gabungan di bawah pimpinan Ipda Hendry Febriansyah SH bersama Kanit Reskrim Polsek Muaradua Ipda Muarifal Zamir Abdi SH MH, kedua pelaku akhirnya berhasil diamankan di kediaman masing-masing pada Jumat malam (02/10/2026) sekira pukul 22.00 WIB tanpa perlawanan.

Dari tangan kedua tersangka, petugas mengamankan sejumlah barang bukti:  41 Kg getah karet hasil curian, 1 buah ember cat, 1 buah mangkok wadah penampung getah karet. 

Meski taksiran kerugian materiil tercatat sebesar Rp738.000,-, penindakan tegas ini menjadi bukti nyata kepedulian kepolisian terhadap keresahan para petani karet di pelosok desa. Saat ini kedua tersangka telah diamankan di Mapolsek Muaradua guna proses penyidikan lebih lanjut dan disangkakan melanggar Pasal 477 ayat (1) huruf g UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHPidana.(FR86)

Share:

Polres OKU Selatan Selidiki Lahan Terbakar di Buay Pemaca, Pasang Plang Penanganan Perkara Karhutla


OKU Selatan, Portalsriwijaya.com – Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres OKU Selatan melalui Unit Tindak Pidana Khusus (Pidsus) bergerak cepat menindaklanjuti pantauan titik panas (hotspot) dengan melakukan pemeriksaan lapangan (ground check) di Desa Sidodadi Kecamatan Buay Pemaca Kabupaten OKU Selatan, pada Jumat (02/10/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Pengecekan lapangan tersebut dipimpin oleh Kanit Pidsus Ipda Dr Victor Fitrizal Auli SPsi MSi CEH Master bersama anggotanya dan warga setempat pada titik koordinat -4,6972290, 104,1505120. Berdasarkan verifikasi fisik serta pemantauan udara menggunakan drone, ditemukan sekitar 1,5 hektare dari total 2,5 hektare lahan milik warga bernama Basromi dalam kondisi hangus terbakar. Di lokasi, terlihat vegetasi semak dan rumpun bambu yang terindikasi sengaja dibakar untuk pembukaan areal perkebunan.

Guna kepentingan proses hukum, petugas langsung mengamankan barang bukti sisa pembakaran, sekaligus memasang plang resmi tanda penanganan perkara tindak pidana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).


Kapolres OKU Selatan AKBP I Made Redi Hartana SH SIK MIK menegaskan komitmen untuk mengawal kelestarian lingkungan serta menginstruksikan tindakan tanpa kompromi terhadap siapa pun yang terbukti membakar lahan.

"Polres OKU Selatan berkomitmen penuh mendukung gerakan stop karhutla. Membuka lahan dengan cara membakar adalah tindakan melanggar hukum yang membahayakan lingkungan dan kesehatan masyarakat luas. Saya sudah menginstruksikan jajaran untuk menindak tegas setiap pelaku tanpa kompromi," tegas AKBP I Made Redi Hartana.

Secara terpisah, Kasi Humas Polres OKU Selatan AKP Amir Hamzah SSos MM menegaskan bahwa perkara tersebut saat ini masih berstatus dalam proses penyelidikan intensif oleh Satreskrim.

"Perkara kebakaran lahan ini saat ini masih dalam proses penyelidikan. Petugas di lapangan telah mengamankan sampel sisa pembakaran dan memasang plang penanganan perkara. Langkah selanjutnya, penyidik memanggil saksi-saksi terkait untuk dimintai keterangan sebelum nantinya dilakukan gelar perkara," jelas AKP Amir Hamzah.

Pihak kepolisian juga kembali mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan perkebunan dengan cara dibakar, mengingat sanksi pidana yang menanti serta dampak buruk kebakaran bagi ekosistem daerah.(FR86)

Share:

Dilaporkan ke Polres Warga Arimbi Minta Bantuan Prabowo dan Panglim TNI, Pelapor : Minta Ganti Rugi Tak Masuk Akal


Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Perkara dugaan gudang BBM kebakaran dan membakar rumah warga di Jalan Arimbi RT 02 RW 02 Kelurahan Arimbi Jaya Kecamatan Prabumulih Timur kota Prabumulih, terus bergulir.

Jika sebelumnya belasan waega mendatangi markas Subdenpom Prabumulih untuk melaporkan oknum TNI inisial DN dengan dugaan menimbun BBM Ilegal di gudang rumah, kali ini giliran oknum TNI melaporkan warga ke Polres Prabumulih atas dugaan pencancaman dan pemerasan.

Warga yang dilaporkan tersebut yakni Fajri yang merupakan tetangga sebelah rumah oknum TNI yang rumahnya ikut terbakar dalam kejadian kebakaran pada pada Rabu (19/8/2026) lalu.

Merespon laporan itu, Fajri bersama istri Mariska Sari dan kuasa hukum dari Law Firm Abi Samran mendatangi Satreskrim Polres Prabumulih untuk menyampaikan klarifikasi.

"Kami ke polres untuk memenuhi panggilan klarifikasi dari kepolisian atas laporan dugaan pengancaman dan pemerasan terkait kebakaran gudang minyak di Jalan Arimbi," ungkap Fajri didampingi istri dan pengacara di depan gedung Satreskrim Polres Prabumulih.

Sementara sang istri Meriska Sari saat diwawancarai menyampaikan permohonan bantuan ke Dandim, Pangdam, KASAD, Pangloma TNI hingga Presiden Prabowo Subianto untuk membantu dirinya bersama suami yang dilaporkan ke Polres Prabumulih atas dugaan pemerasan serta pengancaman. 

"Kami mohon pertolongan dan keadilan atas dampak meledaknya gudang solar ilegal milik oknum TNI bernama DN (inisial-red), jami mohon pak tegakkan keadilan seadil-adilnya," jelas Meriska.

Meriska mengaku pihaknya merupakan warga miskin dan dilaporkan dengan tuduhan pemerasan serta pengancaman, padahal menurutnya mereka korban. "Kami rakyat kecil pak mana mungkin berani mengancam anggota TNI, apalagi memeras sepeserpun tidak," katanya.


Sementara itu, anggota TNI Pelda Deni ketika dikonfirmasi membantah tuduhan di rumahnya ada gudang BBM ilegal dan kebakaran terjadi adalah minyak solar yang ada di garasi rumahnya.

"Saya akui itu solar tapi bukan ilegal, saya ini sering membantu masyarakat khususnya petani untuk membuka lahan dan solar itu saya beli dari pengecer di pinggir jalan untuk membantu para petani buka lahan," katanya.

Deni mengatakan dirinya telah beritikat baik dengan mengganti atap rumah yang terbakar dan termasuk mengganti motor Fajri yang kecelakaan padahal bukan karena musibah kebakaran. Namun untuk mengganti seluruh dirinya keberatan, lantaran nilai ganti rugi yang disampaikan sesuai list sudah tidak masuk akal yakni sebesar Rp 63 juta.

"Nilai sudah tidak masuk akal, itu list total kerugian mereka kirim nilainya Rp 63 juta dan ini tidak sesuai. Motor suaminya itu kecelakaan di Tanjung Tiga Sialingan dan bukan terbakar di rumah, ini juga sebabnya kita kurang tau apakah lalai atau apa namun tetap kita ganti senilai Rp 13,5 juta karena motor second," bebernya.

Karena nilai tidak sesuai tersebut dirinya melaporkan ke kepolisian atas dugaan pemerasan, sedangkan tindakan pengancaman yakni berupa akan melaporkan dirinya selaku aparat ke lembaga tempat bekerja. "Untuk pengancaman sebetulnya bukan lagi mengancam tapi sudah dilakukan karena sudah melapor kemana-mana," tuturnya. Deni berharap perkara tersebut dapat diproses secara hukum seseuai aturan berlaku sehingga diketahui siapa yang benar dan siapa yang salah dalam perkara tersebut.(05)

Share:

Puluhan Offroader Siap Rebutkan 1 Mobil dan 3 Motor di Off-Road kota Prabumulih



Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Para pecinta olahraga otomotif khususnya speed off-road, hendaknya mendaftarkan diri di ajang Speed Off-Road 'Sedulur Sejalur Selumpur' di kota Prabumulih Provinsi Sumatera Selatan.

Penyababnya, Pemerintah kota Prabumulih bekerjasama dengan Indonesia Off-road Federation (IOF) Pengcab Prabumulih dan IMI Prabumulih menggelar Speed Off-road yang akan diselenggarakan pada 9–11 Oktober 2026 di Terminal Talang Jimar kota Prabumulih.

Tak main-main, panitia menyediakan hadiah satu unit mobil dan tiga unit motor, sepeda gunung, sepeda listrik serta berbagai hadiah lainnya dalam perlombaan bergengsi tersebut. Hingga saat ini sendiri persiapan sudah mencapai 60 persen lebih.

Ketua Indonesia Off-road Federation (IOF) Pengcab Prabumulih, Oka Ginanjar SH ketika diwawancarai mengungkapkan hingga saat ini persiapan sudah mencapai lebih dari 60 persen dan trek atau jalur telah disiapkan panitia.

Oka Ginanjar mengatakan, kegiatan yang mengusung 'Safety No Compromise' ini mengutamakan keselamatan peserta dan dalam penyiapan jalur trek pihaknya langsung bersama jajaran IMI Sumsel. "Hingga saat ini yang mendaftar sudah mencapai 50 peserta, tidak hanya dari Sumatera namun yang mendaftar ada dari Sulawesi, Makasar, Bali dan lainnya," bebernya seraya mengatakan target peserta 100 peserta.

Lebih lanjut Oka menjelaskan, dalam kegiatan itu panitia menyediakan dua kelas yang dapat diikuti peserta antara lain kelas Tubular G1, G2, G3 dan G4 serta kelas Standart Winch. "Berdasarkan hasil rapat kita hadiah utama door prize satu unit mobil dan ada tiga motor, sepeda listrik, sepeda gunung dan banyak lainnya," tuturnya.

Oka menambahkan, untuk para peserta sendiri diwajibkan mengikuti scrutineering pada 9 Oktober 2026, sebelum memasuki rangkaian perlombaan. Pemeriksaan teknis tersebut menjadi tahapan penting untuk memastikan kendaraan yang digunakan peserta memenuhi persyaratan kompetisi.

"Selain ada atlet yang bakal ikut yakni dari Sulawesi, ada juga sejumlah pejabat yang akan turut ambil bagian dalam kegiatan ini seperti bupati Sorolangun, mantan Bupati OI, Empat Lawang dan lainnya. Perlombaan ini speed bukan jelajah atau adventure," tambahnya. 

Sementara itu, Walikota Prabumulih H Arlan sebelumnya mengungkapkan akan ada off road dalam rangka memeriahkan HUT Kota Prabumulih ke 25 yang tepat jatuh pada 17 Oktober 2026 mendatang. 

Arlan menyebut, dalam kegiatan tersebut pemerintah kota Prabumulih mensupport lantaran kegiatan digelar oleh pihak swasta dan tidak ada dalam anggaran pemerintah kota Prabumulih. "Kita sukseskan kegiatan ini apalagi dalam memeriahkan HUT Kota Prabumulih ke 25," kata orang nomor satu di kota Prabumulih itu. (05)

Share:

BRI Prabumulih Gelar Upacara Peringati Kesaktian Pancasila, Minta Pegawai Terus Maksimalkan Kinerja



Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Jajaran karyawan dan karyawati PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Branch Office (BO) Prabumulih menggelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di halaman kantor BRI Prabumulih pada Kamis (01/10/2026).

Upacara yang berlangsung khidmat inu dipimpin langsung oleh Branch Office Head BRI Prabumulih, RP Rafi Rafsanjani yang bertindak sebagai Inspektur Upacara.

Hari Kesaktian Pancasila tahun ini, mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur". Peringatan tahun ini menegaskan pentingnya persatuan di tengah tantangan global, gejolak ekonomi, hingga pesatnya arus informasi.

Dalam amanat serentak dari Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Hery Gunardi yang dibacakan Branch Office Head BRI Prabumulih, RP Rafi Rafsanjani menyampaikan bahwa Pancasila bukan sekadar dasar negara yang dihafalkan, melainkan pegangan utama dalam bekerja dan melayani seluruh lapisan masyarakat.

Sebagai bank-nya rakyat Indonesia, BRI berkomitmen untuk terus mendorong inklusi keuangan, memberdayakan UMKM, memperkuat ekonomi perdesaan serta mendukung Program Penyediaan Hunian bagi Rakyat. "Pancasila adalah pegangan dalam bekerja dan melayani. Semangat persatuan, kedaulatan, keadilan, dan kemakmuran sejalan dengan tugas kita di BRI untuk memastikan rakyat kecil memiliki kesempatan yang sama untuk maju," tegas Rafi membacakan amanat Dirut dalam upacara.

Rafi juga membacakan kontribusi nyata Insan BRILiaN dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila melalui capaian kinerjanya, dimana BRI berkomitmen dalam mengelola dana masyarakat yang tembus diangka Rp1.580 triliun secara jujur dan berintegritas.

BRI sendiri menjamin pelayanan terhadap masyarakat luas tanpa membedakan latar belakang, terbukti dari pengguna BRImo yang mencapai 49,7 juta orang serta penyaluran KPR Subsidi kepada lebih dari 134 ribu keluarga.

Dalam amanat juga disampaikan bahwa BRI telah memperluas jangkauan layanan hingga ke pelosok negeri melalui lebih dari 1,13 juta Agen BRILink di lebih dari 60 ribu desa. BRI juga telah memberdayakan ekonomi masyarakat melalui lebih dari 43 ribu klaster usaha, 5.700 Desa BRILiaN, Rumah BUMN, hingga pendampingan Pekerja Migran Indonesia.

Terpenting BRI sukses menyalurkan kredit UMKM sebesar Rp1.235,4 triliun (75,1 persen dari total kredit) serta membantu lebih dari 2 juta pelaku usaha melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) selama semester I 2026.

Menanggapi tantangan era modern seperti maraknya judi online, pinjaman ilegal, dan berita bohong (hoax), seluruh Insan BRILiaN diajak untuk terus menjaga integritas, bekerja jujur, serta melayani nasabah tanpa membeda-bedakan.

Menutup pembacaan amanat, Rafi menegaskan kembali komitmen sejarah BRI sejak berdiri di Purwokerto pada tahun 1895 untuk membebaskan masyarakat dari jerat rentenir dan mewujudkan ekonomi kerakyatan.

"Melalui peringatan ini, mari kita terus menunjukkan kinerja maksimal dan peringatan ini juga menjadi momentum untuk membuktikan bahwa Pancasila adalah nilai yang hidup dalam setiap tindakan dan pelayanan kita sehari-hari," tegas Rafi.(05)

Share:

Kapolres Prabumulih dan Ketua Bhayangkari Kunjungi Korban Kebakaran, Salurkan Bantuan Sembako


Prabumulih, Portalsriwijaya.com – Sebagai bentuk kepedulian dan empati terhadap masyarakat yang terdampak musibah kebakaran, Kapolres Prabumulih AKBP Gunarto, S.I.K., M.H., M.Tr. Mil., bersama Ketua Bhayangkari Cabang Prabumulih Indah Gunarto, melaksanakan kunjungan kepada korban kebakaran di wilayah Kota Prabumulih.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa, 29 September 2026, sekira pukul 13.50 WIB, bertempat di Jalan Yusuf Wahid, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih. Kunjungan ini menjadi wujud nyata kepedulian jajaran Polres Prabumulih bersama Bhayangkari terhadap warga yang sedang menghadapi musibah.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Prabumulih didampingi Wakapolres Prabumulih Kompol Idham HS., S.E., M.M., Kasat Lantas Polres Prabumulih AKP Marlina, S.H., M.Si., Kasat Intelkam Polres Prabumulih Iptu Kiki HK, S.Sos., Kasat Narkoba Polres Prabumulih Iptu Fitrawadi, S.H., serta Kapolsek Prabumulih Timur Iptu Ulta Deanto, S.H., M.H.

Turut hadir Ketua Bhayangkari Cabang Prabumulih Indah Gunarto bersama para pengurus Bhayangkari Cabang Prabumulih. Kehadiran rombongan tersebut sekaligus menunjukkan sinergi antara Polri dan Bhayangkari dalam memberikan perhatian serta dukungan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Dalam kesempatan itu, Kapolres Prabumulih bersama Ketua Bhayangkari menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako kepada korban kebakaran, yakni Mario Prakis dan Berli Helem. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari para korban pascamusibah.

Kapolres Prabumulih AKBP Gunarto, S.I.K., M.H., M.Tr. Mil., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya warga yang sedang mengalami musibah.

“Kami turut prihatin atas musibah kebakaran yang dialami oleh masyarakat. Kunjungan ini merupakan bentuk kepedulian dan empati kami dari Polres Prabumulih bersama Bhayangkari. Semoga bantuan yang diberikan dapat sedikit meringankan beban dan membantu kebutuhan sehari-hari para korban,” ujar AKBP Gunarto.

Kapolres juga menyampaikan bahwa kehadiran personel Polri di tengah masyarakat tidak hanya dalam pelaksanaan tugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membangun kedekatan serta memberikan dukungan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Polri akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat, terutama ketika masyarakat menghadapi situasi sulit. Kami berharap para korban tetap kuat dan tabah dalam menghadapi cobaan ini serta dapat segera bangkit dan menjalani aktivitas kembali,” tambahnya.

Selain menyerahkan bantuan, kunjungan tersebut juga dimanfaatkan untuk berkomunikasi secara langsung dengan para korban. Kapolres bersama rombongan menyampaikan dukungan moril dan memberikan semangat kepada korban agar tetap tabah dalam menghadapi dampak dari musibah yang terjadi.

Kegiatan sosial tersebut merupakan bagian dari komitmen Polres Prabumulih untuk terus membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan terjalin rasa kebersamaan dan kepedulian antara Polri, Bhayangkari, serta masyarakat Kota Prabumulih.

Polres Prabumulih juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi yang dapat menimbulkan kebakaran, baik di lingkungan rumah maupun tempat lainnya. Keselamatan dan pencegahan menjadi tanggung jawab bersama sehingga kejadian serupa dapat diminimalkan.

Kegiatan kunjungan dan penyerahan bantuan kepada korban kebakaran tersebut selesai sekira pukul 14.30 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan dengan aman, tertib, kondusif, dan terkendali.(Ikb)

Share:

Belasan Warga Prabumulih Datangi Subdenpom, Laporkan Oknum TNI Dugaan Bisnis BBM Ilegal

 



Prabumulih, Portalsriwijaya.com - Belasan warga Jalan Arimbi RT 02 RW 02 Kelurahan Arimbi Jaya Kecamatan Prabumulih Timur kota Prabumulih, mendatangi markas Subdenpom Prabumulih, pada Selasa (29/9/2026).

Kedatangan belasan warga itu untuk melaporkan seorang oknum anggota TNI berinisial DN yang diduga menjadikan rumahnya sebagai gudang minyak ilegal. Pelaporan itu merupakan buntut dari kejadian kebakaran rumah warga dan oknum TNI tersebut pada Rabu (19/8/2026) malam.

Atas kejadian kebakaran itu, selain rumah DN, rumah terangganya bernama Meriska Sari ikut dilalap si jago merah. Namun bukannya memberikan ganti rugi, oknum tersebut justru melaporkan Meriska dan keluarga ke Polres Prabumulih dengan sangkaan melakukan pemerasan. Tak terima dengan hal itu, Meriska bersama sang sumai dan belasan warga yang menjadi saksi lalu mendatangi Subdenpom dan melaporkan oknum TNI tersebut atas tuduhan melakukan penimbunan BBM Ilegal.

"Kami datang ke Subdenpom Prabumulih tujuannya melapor agar dugaan penimbunan BBM ilegal oleh oknum berinisial DN bisa diusut tuntas," ungkap Meriska ketika diwawancarai di depan gedung Subdenpom Prabumulih.

Meriska mengatakan, pihaknya terpaksa melapor karena tidak ada titik tengah dan ingkar janji atas kerusakan rumah pihaknya uang terbakar akan diganti rugi namun tak kunjung ada ganti rugi. "Rumah kami akibat kejadian kebakaran itu rusak parah, ada barang hilang, barang terbakar dan rusak. Saya datang melapor ditemani warga yang jadi saksi," katanya.

Lebih lanjut Meriska mengaku, oknum DN pasca kejadian kebakaran mendatangi dirinya bersama keluarga dan sempat menjanjikan akan mengganti barang rusak dan hangus akubat kebakaran. "Kalau masalah nomoinal dalam perjanjian tertulis kerusakan mencapai Rp 63 juta, namun sempat musyawarah yang rusak akan dibenahi yang parah akan diganti, termasuk atap dibeneri oleh oknum itu namun masih bocor, janji juga biaya pengobatan suami yang kecelakaan akibat kebakaran," lanjutnya.

Meriska mengaku pihaknya justru bingung lantaran oknum justru melaporkan keluarganya ke Polres atas dugaan pemerasan, padahal semua dimusyawarahkan dan yang bersangkutan tidak memenuhi janji. "Makanya kami minta agar gudang ilegal ini diusut, karena kebakaran akibat adanya itu," tegasnya.

Hal yang sama disampaikan, Jasman yang merupakan saksi dalam pelaporan tersebut. Menurut Jasman, dirinya dipanggil sebagai saksi telah menjelaskan jika titik awal kebakaran bukan rumah namun gudang penyimpanan BBM jenis solar. "Jadi yang terbakar punya DN itu bukan rumah tapi gudang penyimpanan BBM, gudang itu berada di samping rumah DN. Sedangkan rumah Meriska di belakang, rumah saya 30 meter dari lokasi, saya jelas melihat itu gudang," tegasnya.

Jasman menuturkan, gudang diduga BBM ilegal itu baru beroperasi sekitar 4 sampai 5 tahun lalu dan dirinya memastikan itu gudang BBM jenis solar lantaran saat kejadian ada mobil kabur dan meninggalkan tumpahan solar di jalan. "Saya tau penimbunan solar itu saat kejadian kebakaran karena banyak drum, saya bukan liat lagi saat kejadian tapi saya ikut memadamkan api saat kebakaran. Api dimatikan pakai air justru tidak mati, asli itu BBM solar," katanya.

Namun sayang, media ini belum mendapatkan konfirmasi ke Komandan Subdenpom Prabumulih, Lettu A Yanuarrahman SH terkait laporan itu. Menurut para anggota menyebutkan jika yang bersangkutan sedang menjalani ibadah umroh dan belum ada pihak yang dapat dimintai tanggapan. (05)

Share:


Portalsriwijaya.com

Arsip